
Alisya dan juga Salisa sudah berjanji untuk pergi bersama saat pemeriksaan rutin kandungan mereka. Tentu saja Alisya pasti akan diantar oleh Aldo, suami yang sangat menyayanginya. Tapi belum tentu adiknya Salisa akan diantar juga oleh Jacob suaminya.
Alisya dan Salisa berjanji akan bertemu di tempat prakter Doter kandungan yang selama ini Alisya datangi. Dan benar saja waktu itu Salisa datang sendiri dengan menaiki taksi. Salisa tidak pernah meminta Jacob untuk menemaninya saat periksa kandungan.
"Kenapa kamu datang sendiri Salisa? Dimana Jacob?" Tanya Alisya yang waktu itu sudah tiba lebih dulu di tempat itu.
"Oh, iya Ka. Jacob sedang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Jadi Salisa sengaja tidak memberitahunya." Jawab Salisa sedikit gugup.
"Kamu ini bagaimana, yang namanya suami seharusnya ikut dan menemani istrinya yang sedang hamil untuk periksa secara rutin. Walaupun Jacob sedang sibuk, seharusnya dia juga harus menyempatkan dirinya untuk menemanimu."
Alisya memahami hubungan suami istri atara adiknya dan juga Jacob memang cukup rumit. Untuk itu sebelum berangkat, Alisya telah meminta Jacob untuk datang dengan meminta bantuan dari Aldo suaminya yang meminta Jacob datang karena ada hal penting yang akan Aldo bicarakan dengan Jacob.
Tentu saja Jacob yang saat itu sudah berada dikantor langsung pergi ke alamat yang diberikan oleh Aldo kepadanya. Jacob mengira jika ada urusan bisnis yang ingin dibicarakan oleh Aldo kepadanya.
Setiba di tempat Tujuan, Jacob dibuat heran dengan alamat yang diberikan Aldo kepadanya. Jacob sudah memastikan bahwa dirinya tidak salah alamat. Akan tetapi ia sedikit bingung kenapa Aldo memintanya datang ke rumah sakit.
Jacob kemudian menelpon Aldo dan berkata bahwa dirinya sudah sampai di alamat yang dikirimkan olehnya. Aldo mengakhiri panggilannya setelah berkata bahwa Aldo akan datang menenui Jacob. Aldo meminta Jacob untuk menunggu di lobi.
"Apa yang sebenarnya terjadi Aldo? Kenapa kamu memintaku datang ke rumah sakit?" Tanya Jacob penasaran.
"Apa sebelumnya Salisa tak memberitahumu jika hari ini ia ada janji dengan dokter untuk konsultasi kandungan?"
"Apa? Salisa tak pernah memberitahukan hal itu kepadaku. Jadi apakah sekarang Salisa ada disini?"
"Ya. Alisya dan Salisa sudah sepakat jika setiap bulan mereka akan datang untuk konsultasi dan pemeriksaan rutin kehamilan bersama-sama. Alisya tau jika pasti adiknya Salisa tidak akan menyulitkanmu dengan memintanya datang ke dokter kandungan. Makanya Alisya sengaja meminta toling padaku untuk menelfonmu."
"Baiklah aku mengerti sekarang. Apakah pemeriksaannya sudah dimulai?"
"Belum. Mereka masih menunggu jatah antrean. Apakah kamu tau Jacob, jika hampir semua wanita hamil yang datang berkonsultasi selalu datang bersama dengan pasangannya. Walaupun hubungan suami istri antara kamu dan Salisa tak seperti pasangan yang lainnya, namun aku berharap kamu bisa menyempatkan sedikit waktumu untuk menemaninya. Semua itu akan berdampak pada anak yang sedang dikandung oleh ibunya. Jika sang ibu merasa senang saat sedang hamil, maka dapat dipastikan jika bayinya juga akan ikut bahagia."
"Aku tau Aldo. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk lebih baik terhadap Salisa."
__ADS_1
Aldo menepuk bahu Jacob dan kemudian mengajak Jacob untuk ikut masuk bersama dengan dirinya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini Jacob? Kenapa kamu bisa datang kemari?" Tanya Salisa yang waktu itu melihat Jacob datang bersama dengan Aldo.
Jacob melirik ke arah Aldo sebelum ia memutuskan untuk buka mulut. "Oh iya Salisa, tadi aku menelfon Aldo untuk membicarakan masalah bisnis. Tapi kata Aldo ia sedang berada disini. Karena ada hal yang amat penting maka aku terpaksa mengganggu waktunya sebentar dengan datang menghampirinya kemari. Tapi tak disangka ternyata kamu juga ada disini, jadi aku memutuskan untuk sekalian tinggal untuk menemanimu." Jawab Jacob mengada-ada.
"Oh begitu." Ucap Alisya yang tidak tau harus menanggapinya seperti apa.
"Aah beruntung sekali kamu Salisa. Bukankah sekarang kamu merasa senang karena ada Jacob yang menemanimu?" Kata Alisya begitu bersemangat.
Salisa hanya diam saja dan malah menyenggol kakaknya Alisya dengan sikunya.
"Duduk lah disini Jacob." Kata Alisya mempersilahkan Jacob untuk duduk di samping Salisa. Alisya sengaja memberikan tempat duduknya untuk Jacob dan berpindah ke samping Aldo yang duduk di bangku yang bersebrangan dengan Salisa.
"Kamu pintar sekali Alisya." Ucap Aldo yang berbisik di telinga istrinya.
"Hehehe, tentu saja." jawab Alisya dengan tawa kecilnya.
Alisaya baru saja keluar dari ruang Dokter, dan kini tiba giliran Sakisa yang berkonsultasi. Jacob juga ikut bersamanya. Betapa terharunya Salisa saat ia mendengar suara detak jantung dari rahimnya. Begitu juga Jacob, ia tak menyangka jika sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah. Hal itu tadinya sungguh jauh dari rencananya. Saat ini usia kandungan Salisa baru menginjak usia satu bulan.
Selesai dengan pemeriksaannya Salisa dan Jacob kembali menemui Alisya dan juga Aldo yang ternyata masih menunggunya.
"Kaka masih disini?" Tanya Salisa sambil menrangkul lengan Alisya.
"Tentu saja. Masih ada urusan bisnis yang akan dibicaran Aldo dengan Jacob. Karena kita sudah bertemu, bagaimana kalau kita bermain bersama Salisa! Kaka sungguh merindukanmu." Pinta Alisya penuh harah.
Salisa melirik ke arah Jacob. Entah apa yang membuatnya merasa perlu untuk mendapat ijin dulu dari Jacob saat ingin menghabiskan waktu dengan kakaknya sendiri.
"Kenapa kamu melirikku Salisa? Jika memang rindu dengan kakakmu maka habiskanlah waktumu untuk bersamanya. Lagi pula aku juga akan berbincang masalah bisnis bersama dengan Aldo."
"Benar sekali Salisa. Bukankah ini termasuk kesempatan yang baik untuk melepas rindu. Kami akan mengajak kalian ke taman bermain. Kalian pasti akan menyukainya."
__ADS_1
Akhirnya kedua pasangan itu menuju ke taman bermain dengan mobil mereka masing-masing.
Setibanya di taman bermain. Alisya dan Salisa lebih dulu menuju ke wahana permainan yang sekiranya tak membahayakan kehamilan mereka. Sedangkan Aldo dan Jacob pergi ke sebuah kafe untuk membahas masalah bisnis mereka. Ealaupun tadinya mereka tak ingin membahas masalah pekerjaan, akan tetapi semua itu juga demi menutupi kebenaran yang sebenarnya dari Salisa. Jacob meminta kepada Aldo jika ia tidak mau memberitahukan Kepada Salisa mengenai kedatangannya yang memang Jacob sempatkan untuk menemani Salisa.
Tiga puluh menit berlalu. Aldo dan Jacob kemudian mencari keberadaan Alisya dan juga Salisa. Ternyata kedua wanita hamil itu sedang asik menaiki wahana komidi putar seperti layaknya anak kecil. Hanya wajah kebahagian yang tersirat dari keduanya.
Walaupun Jacob belum menyadari akan perasaannya. Akan tetapi Jacob sudah berjanji dalam hatinya bahwa ia tidak akan membuat Salisa bersedih. Mungkin semua itu awalnya memang demi anaknya yang masih dalam kandungan Salisa. Tapi ternyata kini Jacob mulai mendapat kebahagiaan tersendiri saat ia sedang bersama dengan Salisa.
Puas berputar-putar menaiki wahana komidi putar, Alisya dan Salisa kemudian menghampiri kedua laki-laki yang setia menunggu mereka di depan wahana.
"Apakah kalian sudah puas bermain?" Tanya Aldo sambil menyodoran air minum dalam kemasan botol kepada Alisya. Begitu juga dengan Jacob. Ia juga memberi Salisa air minum yang baru saja Jacob beli bersama dengan Aldo.
"Belum. Kami masih ingin bermain." Rengek Alisya kepada suaminya dengan nada bicara yang manja.
"Bagaimana ini Jacob? Apakah kamu tidak keberatan untuk ikut bermain-main dengan mereka."
"Baiklah. Kali ini aku akan sedikit menurunkan gengsiku dan ikut bersama dengan kalian." Jawab Jacob yang tak ingin membuat kecewa semua orang. Apalagi Jacob jarang sekali melihat kebahagian yang tersirat dari raut wajah Salisa yang mungkin setelah pernikahannya dengannya gadis yang tadinya selalu ceria itu berubah menjadi sedikit pendian dan tak banyak tersenyum seperti saat pertama kali pertemuannya dengan Salisa.
"Bagaimana kalau kita naik kereta safari saja. Aku rasa mengelilingi tempat ini dengan kereta akan menyenangkan. Lagi pula disini juga tak banyak wahana yang aman untuk ibu hamil." Kata Aldo yang tidak ingin membahayakan bayi dalam kandungan Alisya dan adiknya.
Ketiganya setuju dan memutuskan untuk mengelilingi kawasan taman bermain itu dengan kereta safari.
Hari itu Alisya dan Salisa sungguh merasa senang dan puas bermain-main di tempat itu. Walaupun tak banyak wahana yang bisa mereka naiki, namun mereka sudah berpuas hati bisa melepas rindu sekaligus menghibur hati mereka.
*
*
~Bersambung~
*
__ADS_1
*