CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
UNGKAPAN ADRIAN


__ADS_3

Hari itu langit begitu cerah, matahari bersinar menghangatkan permukaan bumi. Alisya sudah bersiap-siap untuk pergi ke pegunungan untuk survey tempat bersama dengan Adrian.


Kali ini Alisya mengenakan kaos polo putih, celana jean dan sepatu kets senada dengan bajunya, Alisya juga membawa tas ransel bermotif Menara Eiffel. setelah sarapan alisya menunggu jemputan dari Adrian.


Alisya duduk di ayunan gantung yang berada di teras depan rumah sambil mendengankan musik dari headphone yang sudah melingkar di kepalanya. ia sengaja bersiap-siap lebih awal agar Adrian tak harus menunggu dirinya.


Album Nightmare milik Avenged seven Fold jadi pilihannya. tak dipungkiri sedari dulu alisya suka sekali dengan musik bergenre slowrock.


Alisya begitu menikmati lagu yang berjudul Until the end, tak jarang kepalanya mengangguk-angguk mengikuti alunan musiknya.


"Ah sepertinya aku harus mengecek lagi kelengkapan dokumen yang kubawa, janhan sampai ada yang tertinggal" batin Alisya sambil memeriksa kembali barang bawaannya.


Thin.. Thiiin...


Suara klakson mobil, menyita perhatian Alisya. kemudian Sosok laki-laki yang ia kenal turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Alisya.


"Maaf Alisya, membuatmu menunggu." ucap pria yang mengenakan jemper berwana abu-abu itu.


"Tidak apa ka Adrian, lagipula Alisya memang sengaja bersiap lebih awal agar kita bisa langsung berangkat." ujar Alisya sambil melihat jam ditangannya.


"Yuk ka kita berangkat" Alisya berdiri kemudian melepas headphone dari telinganya.


****


Sesampai di lokasi, Alisya langsung turun dari mobil. Alisya merentangkan kedua tangannya dengan menikmati udara pegunungan yang begitu sejuk.

__ADS_1


"Aaahhh segarnya." ucap Alisya yang kini begitu terpesona dengan keindahan alam disekitarnya. warna hijau nam subur mendominasi tempat itu.


Mereka disambut oleh si pemilik lahan, yaitu para petani yang menggarap lahan itu.


Lahan seluas 70 Hektare itu tadinya digarap digarap para petani dengan penambahan pupuk kimia. dan maksud kedatangan Alisya dan Adrian adalah ingin menyewa lahan itu, sekaligus mempekerjakan mereka sebagai pengurus lahan itu dengan sistem penanaman organik.


Para petani itu menyambut kedatangan mereka dengan senang hati, karna selain mereka diajari untuk bertani organik mereka juga dijanjikan mendapat gaji yang tinggi, Dua kali lipat lebih besar dari pendapatan mereka sebelumnya.


Perusahaan papa Antoni memang sudah tersohor, dan para petani itu sungguh berterimakasih dan merasa bersyukur lahannya disewa perusahaan Tuan Antoni Mahendra.


Setelah selesai dengan urusannya Adrian mengajak Alisya ke air terjun yang lokasinya tak jauh dari sana.


"Woow indah banget ini ka Adrian. dari mana kaka tau kalau disini ada air terjun secantik ini..?" tanya Alisya yang sudah asik bermain Air dengan menadahkan tangannya menampung gemericik aair yang jatuh dari ketinggian.


"Iya Alisya, dulu waktu pertama survey dengan om Antoni, kami diajak kemari oleh para petani. terkadang mereka akan beristirahat di gubuk itu. menikmati bekal yang mereka bawa sambil memandang indahnya air terjun." Jawab Adrian dengan menunjuk sebuah gubuk yang tak jauh dari sana.


Ketika Alisya duduk di gubuk itu, tiba-tiba Andian berlutut di hadapan Alisya.


"Alisya, aku ingin mengungkapkan perasan yang sudah kupendam begitu lama. Aku menyukaimu sedari kita menjadi tetangga bersebelahan. saat itu aku juga pernah menembakmu, tapi waktu itu kamu belum menjawab perasaanku."


Adrian mengeluarkan sebuah cincin permata yang begitu cantik dari saku celananya."Kali ini aku serius Alisya. Aku sangat mencintaimu. Aku selalu ingin membuatmu tersenyum, dan memastikan hidupmu akan selalu bahagia."


"Kamu tak harus menjawabku saat ini juga. terimalah cincin ini Alisya. jika kamu sudah yakin dengan perasaanmu maka kenakanlah ini. jika kamu menolak atau masih ragu simpan saja cincin ini. karna aku akan selalu menunggumu. "


"Ka andian" Alisya tak bisa berkata-kata, ia masih tak percaya jika Adrian yang selalu dianggapnya sebagai kaka itu masih menyimpan perasaanya sampai sekarang.

__ADS_1


Dulu Adrian memang pernah menyatakan cintanya tak lama setelah mereka berkenalan. waktu itu kekuarga Adrian baru saja pindah ke sebelah rumah yang Alisya tempati. Aliya belum bisa menanggapi pernyataan cinta Adrian dengan serius. Alisya pikir mereka masih terlalu dini jika perpacaran. dan alisya juga mengira perasaan cinta itu hanyalah cinta monyet saja.


Alisya yang dulu masih begitu belia, tak ingin berpacaran dulu. dan agar Adrian tak tersinggung dengan keputusannya, Alisya selalu menemani Adrian bermain setiap saat. Alisya tak pernah menjauh dari Adrian, bahkan Alisya akan berlama-lama berada di rumah Adrian sepulang dari sekolah.


baru-baru ini Alisya baru tau jika Adrianlah yang ngotot kepada orangtuanya untuk membantu keluarga Alisya agar keluar dari masalah perekonomian, dengan memberilan pinjaman modal pada papa Antoni. Munkin jika keluarga Alisya tak dibantu keluarga Adrian, hidup mereka tak akan seperti sekarang ini. sampai sekarangpun Adrian masih begitu peduli dengan Keluarga Alisya. walau akhirnya waktu itu Adrian harus ikut papanya pindah ke Swis. Tetapi Adrian selalu tak kehilangan akal agar dia selalu bisa dekat dengan Alisya.


"Baiklah ka Adrian, Alisya akan menerima cincin ini. beri Alisya beberapa hari untuk memikirkannya." Jawab Alisya dengan mengambil kotak merah berisi cincin yang begitu berkilau itu.


"Terimakasih Alisya. Kau jangan terlalu terbebani dengan masalah ini, Aku akan selalu sabar menanti jawaban darimu."


"Tenang saja ka, jangan terlalu dipikirkan. lagi pula Alisya juga mau berterima kasih karna ka Adrian sudah mencintai gadis seperti Alisya. Alisya tak menyangka ka Adrian masih menyimpan perasaan itu begitu lama. Alisya juga berterimakasih karna ka Adrian mau menunggu jawaban Alisya sampai selama ini. Kali ini Alisya tidak akan membuat ka Adrian menunggu lama lagi." Ucap Alisya sambil membantu Andrian berdiri.


"Sepulang dari sini, Alisya akan meminta pendapat dari Papa, Mama dan juga Salisa. jika mereka setuju dan merestui hubungan ini, maka Alisya akan memakai cincin ini. Lagi pula Alisya juga berencana ingin segera menikah."


"Benarkah Alisya..?" tanya Adrian dengan loncat-loncat begitu kegirangan. Ia tau jika keluarga Alisya sepertinya tak keberatan jika ia jadi menantunya.


"Jika mereka setuju, Aku akan segera melamarmu Alisya." imbuh Adrian dengan Ekspresi tak kalah gembira dari sebelumnya.


"Ih kaka apaan sih. Kan alisya belum jawab pertanyaan ka Adrian, lagipula kan nelum tau juga keluarga Alisya setuju atau tidak. kalau ada salah satu saja tidak setuju maka Alosya juga tidak akan menerima ka Adrian. kenapa kaka sudah sepede dan sebahagia ini" tutur Alisya merasa keheranan dengan tingkah Adrian yang mendadak seperti anak kecil yang baru saja dapat permen.


*


*


~Bersambung~

__ADS_1


*


*


__ADS_2