
Alisya baru saja memarkirkan mobilnya di garasi. ia memperhatikan sebuah mobil mewah berwarna putih yang terparkir di halaman rumahnya.
" Mobil siapa itu..? tumben ada mobil semewah itu berkunjung ke rumahnya." begitu pikir Alisya yang masih diburu rasa penasaran dengan si pemilik lambourgini keluaran terbaru itu.
"Aku pulang..!!"
Alisya mengedarkan pandanganya kesetiap sudut rumahnya berharap ada yang menyambut kepulangannya.
" Kemana semua orang..? kenapa sepi sekali."
Karna tak menemukan satupun mahkluk hidup yang bisa ia ajak bicara, Alisya segera menuju kamarnya untuk melepas penat dan lelah yang merasuki tubuhnya.
Alisya segera merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya. " Aaah nyamannya.." kini tangan Alisya meraba dengan lembut seprey yang membalut tempat tidurnya, seolah ia begitu rindu dengan tempat yang mendapat rangking pertama dihati Alisya.
"Sepertinya aku harus segera mandi, sebentar lagi waktunya berkumpul dengan keluarga." begitu dirasa daya batre dalam tubunya sudah terkumpul kembali, Alisya segera bangun dari acara bobo manjanya. Alisya menuju kamar mandi di dalam kamarnya. suara gemericik air terdengar kemudian setelah Alisya masuk ke ruangan dengan dinding kaca itu.
kamar mandi Alisya memang tidak terlalu besar, namun sudah cukup untuk menaruh sebuah wastafel dengan cermin bermotif bunga sakura transparan, sebuah toilet dan shower untuk mandi dengan penghalang tirai anti air. sedangkan untuk menutupi pandangan dari luar, ruangan itu dikelilingi gorden berwarna ungu tua yang tak tembus pandang.
Seusai mandi dan berbenah diri, Alisya menuju ke taman belakang rumahnya, lebih tepatnya menuju ke gasebo tempat biasa keuarga Alisya berkumpul untuk meluangkan waktu sejenak menuangkan segala rasa ridu sayang dan kepedulian kepada anggota keluarganya.
Sebelum Alisya sampai, ia sudah mendengar ada suara laki-laki asing yang belum pernah ia dengar sebelumnya.
" Apakah dia ini pemilik mobil mewah itu..? kenapa belum pulang, lagian tumben amat papa mengajak tamunya ke ruang sakral keluarganya. " rasa penasaran Alisya semakin memuncak.
Alisya melangkahkan kakinya lebih cepat, Suara tawa dan gurauan mulai terdengar jelas sekarang. Saat melihat sosok laki-laki muda disamping papanya, Alisya sedikit melambatkan gerak kakinya, berharap bisa mengenali sosok pria yang sepertinya seumuran dengannya itu.
Mama maria yang melihat Alisya, kemudian memanggilnya dengan lembut.
"Alisya.. ayo kemari sayang. coba tebak siapa yang berkunjung ke rumah kita ini..? "
"Siapa ma..?" Alisya duduk di samping mamanya kemudian menatap tajam pria ganteng berpakaian rapi dan wangi dihadapannya. ia masih mencocokan raut wajah itu dengan beberapa teman masa kecilnya dulu yang mungkin akan cocok jika ditransformasikan ke bentuk dewasanya saat ini. tapi semua usaha itu tak membuahkan hasil. Alisya masih saja tk mengenali sosok pria itu.
__ADS_1
"Masak kamu nggak inget sama aku Alisya...?? "
laki-laki itu kini tersenyum dengan menebarkan pesonanya yang begitu kuat.ia menjulurkan tangan pada Alisya.
Alisya menerima jabat tangan itu dengan senang hati. "maaf tuan tapi saya benar-benar tidak ibgat dan tidak tau siapa anda.
" hahahahaha... kau ini lucu sekali Alisya. sekarang kamu sudah besar ya, catik lagi." puji laki-laki itu.
" Aku ini Adrian, anaknya om Wisnu. Apakah sekarang kamu sudah ingat Alisya..?"
"Ha...........!! Ka Adrian..??, kenapa jadi beda sekali dengan wajah masa kecilmu dulu."
"Bagaimana Alisya, apakah sekarang aku begitu tampan..? hingga kamu saja tak bisa mengenaliku. "
"Heemmm, lumayan sih., oh ya ka. kapan kaka pulang ke indo..? bagaimana kabar om wisnu..? om wisnu masih tinggal di Swis atau sudah ikut pulang ke Indo..? "
" baru kemarin sore Alisya. papa sehat-sehat saja Alisya, sekarang masih tinggal di Swis. Aku kemari karna ada urusan bisnis dengan paman Antoni. "
" Oh begitu, kalau gitu lanjutkan saja irusan bisnisnya, aku dan mama akan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam, iya kan ma..?"
"Tapi...,,!!" Alisya merasa ragu untuk bercerita karna ada ka Adrian juga disana.
" Tak apa Alisya, cerita saja. lagi pula tadi paman Antoni juga sudah bercerita kok kepadaku" Adrian mencoba untuk meyakinkan Alisya bahwa keberadaannya tidak akan berpengaruh.
" Hah apa-apaan papa ini, kenapa menceritakan soal perjodohan ini pada ka Adrian." Gerutu Alisya dalam hatinya.
"Emm,.. Alisya tak mau bercerita. mendingan kalian lihat vidio ini saja lah..!"
Alisya kemudian memutar vidio di ponselnya yang ia pegangi sedari tadi.
Mereka semua memperhatikan dengan seksama vidio itu. Reaksi wajah ketiga orang itu hampir sama. terlihat kemarahan dan kekecewaan di raut wajah mereka.
__ADS_1
"Papa sekarang bingung harus berbuat apa Alisya, papa harus mencari cara untuk menolak perjodohan ini dengan cara yang halus. papa tidak mau hubungan pertemanan papa jadi merenggang.
papa juga tidak mau menunjukan vidio ini kepada paman Hari sebagai alat untuk menolak perjodohan ini. papa tidak ingin ingin mempermalukan keluarga mereka. "
"cukup rumit juga ya paman. tapi aku akan berusaha untuk membantu memikirkan cara untuk menolak perjodohan ini." tutur Adrian mencari simpati pada papa Antoni.
Keluarga Adrian dulu sempat jadi tetangga dari keluarga Alisya. Sebenarnya Adrian sudah menyukai Alisya sejak lama, namun sayangnya ia dan keluarganya harus pindah keluar negeri untuk urusan bisnis mereka ketika mereka masih di bangku SMP. Setelah itu hubungan dua keluarga itu jadi terpisahkan.
Dulu papanya Adrianlah yang membantu keluarga Alisya untuk keluar dari zona kemiskinan. bahkan sampai sekarang perusahaan mereka masih bekerjasama dalah banyak bidang.
Melihat peluang untuk mendekati Alisya kini terbula kembali, Adrian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emasnya kali ini. Ia memanfaatkan situasi yang sepertinya berpihak kepanyanya ini dengan baik.
Adrian menawarkan diri untuk membantu paman Antoni untuk menolak perjodohan Alisya tanpa menyakiti perasaan sahabat paman Antoni.
" Baiklah pa, Kalau begitu Alisya sudah boleh mulai masak kan pa..? Sudah laper nie pa. lagipula sebentar lagi Salisa juga pulang dari kuliahnya. pasti nanti dia kelaparan kalau sampai makan malamnya mundur. "
" Ayok ma..!!"
Alisya merangkul lengan mamanya menuju ke dapur. Sedangkan papa dan Adrianelanjutkan diskusinya tentang bisnis yang sedang mereka kerjakan.
" Makan malam sudah siap pa.." Alisya memanggil papanya untuk segera ikut bergabung dengan Anghota keluarga yang lain untuk makan malam bersama. Adrian yang belum pulang juga ikut makan malam dengan keluarga Alisya.
Malam itu Alisya dan mamanya memasak ayam goreng bumbu kalasan, nila goreng, oseng brokoli bercampur dengan bunga kol, wortel, bakso, dan juga sosis, dimasak dengan cabe yang cukup banyak. selain itu di meja makan juga tersedia kerupuk dan beberapa buah yang tersusun rapi di nampannya.
Mereka semua makan dengan begitu lahap. Setelah selesai makan, Adrian kemudian berpamitan untuk pulang. satu keluarga itu ikut mengantarkan Adrian sampai ke depan rumah sampai mobilnya menghilang dari pandangan baru mereka kembali masuk ke dalam rumah.
*
*
~Bersambung~
__ADS_1
*
*