CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
TAK BISA BERKILAH


__ADS_3

Jacob melajukan mobilnya dengan kencang, mendengar Salisa yang tak mau menyebutkan namanya membuat hatinya terharu, senang, namun juga sedih. Rasa itu begitu membingungkan bagi dirinya.


Sesampai di kediaman Kakek Wisnu. Jacob mencari keberadaan Kakenya itu. Dari kejauhan Kakek Wisnu terlihat sedang memberi makan burung perkututnya, sambil sesekali bersiul menirukan suara burungnya.


"Kakek, maafkan Jacob kali ini Kek, Jacob telah melakukan kesalahan besar. Kali ini tolong bantu Jacob untuk menyelesaikannya." Jacob mendekati Kakeknya dan mencoba untuk mendapatkan hati Kakek Wisnu dengan mengakui semua kesalahannya. Dengan begitu mungkin saja Kakeknya akan mau membantunya.


Kakek Wisnu menghela nafasnya panjang kemudian menghetikan aktifitasnya. Kakek Wisnu kemudian duduk di kursi yang tak jauh dari tempatnya saat itu. "Kamu ini pulang-pulang hanya karena membutuhkan Kakek saja. Memangnya kamu berulah apa lagi? Menabrak mobil anak pejabat? Atau didemo para pegawai karena kerjamu tidak becus?" tanya Kakek penasaran apa yang dilakukan cucunya kali ini untuk membuat onar.


"Ja, Jacob menghamili seorang gadis Kek. Jacob mohon berikan gadis itu uang yang banyak sebagai ganti rugi dan kompensasi untuk anaknya. Jacob mohon Kek, Jacob tidak mau masadepan Jacob rusak karena aib ini. Tentu Kakek juga malu kan kalau jacob mempunyai anak diluar nikah?"


Mata Kakek mendekik dan seketika Kakek Wisnu menampar dengan keras cucunya itu. "Kamu sudah gila ya? Kamu berani-beraninya menghamili seorang gadis, dan kamu tidak berani menanggung semua perbuatanmu itu? Sejak kapan Kakek mengajarimu untuk bersikap seperti ini? Justru Kakek akan malu jika punya cucu pengecut sepertimu." Emosi Kakek Wisnu memuncak. Kakek memarahi Jacob dengan suaranya yang begitu lantang.


"Tapi Kek, Kakek kan tau sendiri kalau Jacob saat ini punya Ana disamping Jacob. Bagaimana mungkin Jacob akan bersama wanita lain."


"Lalu apa rencanamu? Kamu akan meminta gadis itu untuk menggugurkan kandungannya? atau kamu akan memintanya untuk pergi jauh-jauh dari sini dan membesarkan seorang diri anakmu itu? Dimana otakmu itu kau pakai? Kakek tidak pernah menyangka jika Kakek selama ini telah membesarkan cucu berhati iblis sepertimu." Kakek marah-marah sampai membuat sakit jantungnya kumat. Kakek Wisnu memegangi dadanya sambil meringis kesakitan.


"Kek, Kek, Kakek. Kakek kenapa? Maafkan Jacob Kek, Jacob benar-benar bingung dan tidak tau harus berbuat apa. Maafkan Jacob Kek." ucap Jacob yang begitu panik melihat Kakeknya terlihat kesakitan. Jacob segera merogoh kantung jaket yang dikenakan Kakeknya dan mengambil botol obat yang selalu dibawa Kakek Wisnu. Jacob kemudian mengeluarkan dua butir obat dan mengambilkan air yang berada di atas meja. Jacib membantu Kakeknya meminum obat dan memberinya minum.


Setelah kondisi Kakek sedikit membaik. Kakek meminta cucunya untuk membantunya berdiri. "Sekarang ayo antar Kakek ke rumah orang tua gadis itu. Kamu harus bertanggung jawab dan menikahi gadis itu. Memangnya kamu tega membunuh darah dagingmu sendiri atau membuanya?"


"Bukan begitu Kek, maksud Jacob..."


"Sudah-sudah ayo kita berangkat sekarang. Tidak ada alasan lagi untukmu. Jika kamu ingin Kakek tetap hidup maka kamu harus mau menjadi ayah yang baik bagi calon Cicitku." Kakek berjalan cepat dengan dibantu tongkatnya.


Sementara Jacob yang masih kebingungan dan tak yakin dengan apa yang harus dilakukannya sekarang hanya bisa menuruti semua perkataan Kakeknya.


*****


Salisa terlihat sedang tertidur di pangkuan Alisya dengan sesekali masih sesenggukan. Sepertinya Salisa kelelahan karena sedari tadi menangis tiada henti. Alisya mengelus rambut adiknya dengan lembus sambil sesekali menetekan air mata yang tak bisa ia bendung. Alisya juga kebingungan bagaimana cara untuk menyampaikan berita buruk itu kepada orang tua mereka. Apalagi sedari tadi Salisa belum juga mau mengaku siapa laki-laki yang telah membuatnya seperti itu. Alisya dan juga Aldo juga merasa keheranan kenapa Salisa begitu kekeh dan berusaha untuk menutupi kebenarannya.


Dari luar terdengar suara mobil jacob dengan suaranya yang khas. Aldo membuka pintu rumahnya untuk memeriksa siapa sebenarnya yang datang berkunjung kerumahnya. Karena ia pikir tadi Jacob memang sudah pulang dan untuk apa jika Jacob kembali ke rumahnya.


Terlihat Jacob turun dari mobil dan kemudian berputar di sisi mobilnya untuk membantu seseorang turun dari mobilnya. Dari kejauhan Aldo mengamati pria tua yang datang bersama dengan Jacob itu. Ternyata Aldo mengenali sosok itu, beliau adalah pengusaha ternama yang sangat terkenal di negaranya ini. "Kakek Wisnu Oetama pemilik grup Sanhai? Untuk apa beliau kemari? dan kenapa Kakek Wisnu datang bersama Jacob? Apakah mereka datang untuk masalah bisnis? Tapi tadi kan aku sudah bilang kepada Jacob untuk tidak melanjutkan masalah bisnis." Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi benak Aldo saat ini.

__ADS_1


Kakek Wisnu, datang mendekati Aldo sambil dibantu Jacob yang menuntunnya.


"Kakek Wisnu Oetama, silahkan masuk Kek, Kenapa orang sepenting Kakek bisa datang ke kediaman saya yang jelek ini. Mari-mari Kek, silahkan. Saya Aldo rekan bisnisnya Jacob." Sapa Aldo yang sebenarnya merasa enggan untuk menyambut tamu sepenting itu karena ia sedang merasa sedih dan mencemaskan adik iparnya. Tapi tidak mungkin juga jika Aldo berkata tidak dan mengusir Kakek Wisnu dan memintanya untuk datang lain waktu.


"Terimakasih nak Aldo." jawab Kakek dengan sopan.


Aldo kemudian mengedipkan matanya kepada Jacob, mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Sementara Jacob hanya tersiam dan tetap membantu Kakeknya berjalan masuk ke dalam rumah.


Melihat ada yang masuk ke rumahnya, Alisya membangunkan Salisa untuk memintanya berpindah ke kamarnya. Tentu akan kurang nyaman jika Alisya dan Salisa masih tetap berada di ruang tamu bersama dengan orang-orang asing itu.


"Salisa, Salisa, ayo bangun. Ayo kita berpindah ke kamar." pinta Alisya dengan lembut sambil mengguncang pelan tubuh Salisa. Salisa terbangun dan terkesiap. Ketika ia bangun dan pertama kali yang ia lihat di matanya adalah Jacob yang masuk ke rumah Kakaknya dengan seorang Kakek disampingnya.


"Apakah ini mimpi? Kenapa Jacob bisa ada disini?" kata Salisa sambil mengucek kedua matanya. "Ka Alisya, apakah ini nyata atau pimpi? tanya Salisa kepada Kakaknya sambil mencubit tangan Alisya.


"Ahh sakit dik, kenapa kamu mencubitku Salisa? Kamu mengenal Jacob Salisa?"


Salisa menganggukan kepalanya pelan. "Ternyata ini bukan mimpi." gumam Salisa. Gadis itu semakin dibuat bingung karena sepertinya Kakaknya Alisya juga sudah mengenal Jacob.


"Tunggu, kalian berdua tetaplah disini." ucap Kakek Wisnu denhan ramah.


Alisya dan Salisa menghentikan langkah mereka dan kembali duduk di kursi yang tadi sempat mereka duduki.


"Ohh iya Kakek Wisnu, kenalkan ini Alisya istri saya dan ini adalah adiknya Salisa." ucap Aldo memperkenalkan Alisya dan Salisa kepada Kakek Wisnu yang sudah duduk.


Kakek Wisnu ternsenyum kepada dua wanita yang duduk disebrangnya. "Perkenalkan saya Kakek Wisnu, Kakeknya Jacob."


Semua orang terkejut ketika Kakek Wisnu mengaku sebagai Kakeknya Jacob. Aldo tak menyangka jika ternyata Jacob adalah pewaris tunggal groub Sanhai. Sementara Salisa bertanya-tanya kenapa Jacob bisa berada disini dengan membawa kakeknya ikut serta. Alisya yang juga belum tau sebenarnya apa yang terjadi juga merasa bingung kenapa Jacob datang kerumahnya bersama dengan Kakeknya juga.


"Jadi gadis inikah yang bernama Salisa?" tanya Kakek sambil manggut-manggut dan mengelus kumisnya.


"Iya Kek" jawab Jacob pelan. Tadi Kakek Wisnu memang sudah sempat menanyakan siapa nama gadis yang dihamili cucunya. Selama perjalanan, Kakek juga meminta Jacob menceritakan semua ditail kejadian yang sebenarnya.


"Jacob, ayo katakan sesuatu kepada mereka. Tapi tunggu dulu, dimana orang tua kalian?" tanya Kakek wisnu kepada ketiganya.

__ADS_1


"Orang tua kami tinggal tak jauh dari sini Kek." jawab Alisya dengan santun. "Biasanya sebentar lagi mereka akan datang berkunjung kerumah kami." imbuh Alisya menimpali jawabannya. Sementara Salisa hanya bisa menunduk dan tak berani menatap ke semua orang, apalagi mendengar kata orang tua, hal itu membuat perutnya terasa mulas dan keringat dingin menghampirinya.


"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu kedatangan mereka. Aku ingin sekali bertemu dengan mereka saat ini." ucap Kakek Wisnu dengan nada datarnya.


Alisya dan Aldo yang tidak tau menau dengan keadaan yang canggung itu hanya bisa terus berada disana dan menunggu sampai nanti rasa penasarannya teribati. Sedari tadi Jacob juga hanya diam dan tidak seperti biasanya. Hal itu juga semakin membuat Alisya dan Aldo kebingungan dan hanya bisa mengediokan mata satu sama lain.


"Apakah perlu saya panggilkan mereka Kek?" tanya Aldo sedikit ragu.


"Tidak perlu nak Aldo, Kakek tidak buru-buru." jawab Kakek Wisnu sambil mengamati keadaan sekitar di rumah itu.


"Apakah kamu Aldo pemilik perusahaan Teh, yang sedang terkenal itu? Aku sudah membaca artikel tentangmu Aldo. Kakek sangat bangga kepadamu. Kakek berharap suatu saat kamu bisa menularkan sedikit ilmumu kepada Jacob, cucu Kakek yang bisanya hanya membuat masalah ini."


"Iya benar, Kek. Tapi Aldo tidak seterkenal dan sehebat yang Kakek bayangkan. Aldo belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Kakek." jawab Aldo merendah dihadapan orang yang menjadi salah satu panutannya dalam berbisnis. "Aldo rasa cucu Kakek Jacob, juga tidak kalah hebatnya. Kami sudah mulai bekerjasama dan Aldo mengakui kehebatannya."


"Ahh benarkah? Syukurlah kalau begitu. Kakek senang sekali Kalian sudah saling kenal dan akur." Kakek Wisnu kembali manggut-manggut dan mengembangkan senyumannya.


Tak lama kemudian, Mama Maria dan Papa Antoni datang kerumah Anaknya seperti biasanya. Melihat ada tamu di rumah Alisya, Mama Maria dan Papa Antoni sehera masuk ke rumah karena jarang-jarang ada tamu berkunjung ke rumah anaknya itu, apalagi mereka mendengar ada suara seorang yang sudah cukup usia.


"Ada apa ini ramai sekali." Sapa Mama Maria dengan ramah walau belum tau siapa yang datang berkunjung kerumah putrinya.


*


*


~Bersambung~


*


*


Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Tulis komentar kalian di kolom komentar ya..!


☆☆☆☆ ..Happy Reading Gaess.. ☆☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2