
"Demi kebahagiaan papa aku harus sedikit berkorban" Ucap Alisya dalam hatinya, meyakinkan kembali keputusan yang akan ia ambil.
Alisya sedang sibuk membolak-balik laporan keuangan perusahan keluarganya itu, mencoba berkonsentrasi bekerja namum hati dan pikirannya seolah tak mau diajak bekerjasama.
"Huh ... Kenapa jadi nggak bisa konsentrasi begini sih. Sial," umpat Alisya dalam hatinya.
Ponsel Alisya bergetar, notifikasi pop up whats up muncul di layar hand phone nya. Tercantum nama Ka adrian di atas notif itu.
"Alisya, Aku ingin mengajakmu makan siang bersama. Jika kamu mau aku akan share lokasinya ke kamu." ~Adrian
"Ok ka! waiting" ~Alisya.
"Mungkin ini saat yang tepat untuk memberikan jawabanku pada ka Adrian." Gumam Alisya yang kemudian mengambil cincin pemberian Adrian dan memakainya di jari kelingkingnya.
Dalam perjalanan Alisya berusaha meyakinkan kembali niatnya.
"Apakah ini sudah keputusan yang tepat. jika aku menerima cinta ka Adrian berarti aku harus siap dengan segala konsekuensinya. Aku harus mengubur dalam-dalam cinta pertamaku."
"Selamat tinggal Aldo, Aku harap kita bisa berjodoh di kehidupan berikutnya."
Alisya begitu sedih karena harus menerima kenyataan bahwa cinta pertamanya tak bisa ia miliki.
"Aku harus kuat. Ini akan jadi keputusan yang paking tepat. Aku bisa membahagiakan papa dan mendapatkan kebahagiaanku sendiri. Maafkan aku ka Adrian, kamu jadi tempat pelarian ku. Tapi aku berjanji akan berusaha mencintaimu, membalas cintamu kepadaku."
Alisya akhirnya sampai di lokasi yang dikirimkan Adrian. Tempat itu terlihat begitu sepi dan tak ada pengunjung lain selain dirinya.
"Aneh sekali, kenapa cuma aku saja yang datang kemari. Ini kan resto ternama yang selalu ramai pengunjung."
Alisya terlihat kebingungan melihat resto yang biasanya disesaki pengunjung itu mendadak jadi sepi. Ia menjejakkan kakinya menuju pintu masuk. Alisya disambut oleh pelayan yang berpakaian rapi dengan setelan seragamnya.
"Nona Alisya, Silahkan ikut saya. Tuan Adrian sudah menunggu di dalam," Sapa pelayan itu dengan senyuman dan penuh sopan santun.
Alisya mengikuti pelayan itu menuju ruangan yang bertuliskan VVIP di depan pintu besar dengan ukiran yang begitu cantik.
Di dalam ruangan itu hanya terdapat Satu set meja bundar besar dengan dua kursi. dekorasi ruangan itu terlihat begitu anggun dengan dekorasi bunga-bunga dan ornamen yang didominasi warna putih dan merah.
Di atas meja terdapat dua lilin menyala dua gelas las wine, ember stainlis berisi botol wine yang masih tersegel didalamnya. Piring dan satu set peralatan makan berjajar rapi. dengan serbet berwarna merah yang dilipat berbentuk sekuntum bunga.
Adrian berdiri dari tempat duduknya ketika Alisya datang. pelayan yang tadi mengantar Alisya segera undur diri dan menutup pintu ruangan itu.
__ADS_1
"Kemarilah Alisya." Adrian menarik kursi untuk Alisya duduk.
"Terimakasih ka Adrian." Alisya kemudian duduk di kursinya.
"Kenapa ka adrian melakukan ini semua? ini sungguh cantik ka," Ucap Alisya yang masih terpesona dengan dekorasi ruangan itu. Alisya tau jika Adrian sengaja memesan seluruh tempat itu untuk mereka.
"Aku sengaja menyiapkan ini semua untukmu Alisya. Aku tau kamu pasti akan memakai cincin itu."
Alisya tersipu malu dan mencoba menyembunyikan cincin yang sedang ia pakai dengan menutupinya dengan tangannya yang lain.
"Terimakasih Alisya, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia dan tak akan membiarkanmu menangis ataupun terluka sedikitpun."
Alisya tertegun mendengar perkataan dari Adrian. Ia semakin merasa bersalah dan tak ingin melihat laki-laki yang begitu baik itu terluka jika ia tau sebenarnya dirinya menerima cincin itu untuk kepentingannya sendiri.
"Maafkan aku ka adrian, maaf atas keegoisanku yang memanfaatkan cintamu yang tulus ini. Aku berjanji akan membuka hatiku untukmu."
Kata-kata itu selalu terngiang di kepala Alisya yang begitu merasa bersalah.
*****
Begitulah akhirnya Alisya menerima cinta Adrian. Mereka semakin dekat dan Adrian semakin sering berkunjung ke rumah Alisya. Sampai pada suatu hari Adrian datang ke rumah Alisya bersama dengan keluarganya yang sengaja menyempatkan datang dari Swiss untuk melamar Alisya.
Sebenarnya Alisya belum bisa memberikan cintanya untuk Adrian, Hatinya masih tertuju pada cinta pertamanya.
"Apa kabar kamu Aldo..? Aku harap kamu baik-baik saja di sana. Aku juga berharap kamu sudah hidup bahagia dengan ka Nesyah."
Alisya melamun disela perbincangan kedua keluarga itu. Adrian yang memperhatikan Alisya kemudian menghampirinya.
"Alisya, Apa kamu baik-baik saja..?" tanya Adrian dengan lembut.
"Eh.. Ka, Alisya nggak papa kok. Cuma lagi mikir aja nanti kalau sudah nikah apakah ka Adrian akan membawa Alisya keluar negeri..? Alisya tak ingin jauh-jauh dari Mama papa ka," Tutur Alisya dengan tatapan sendunya.
"Tenang saja Alisya, Aku tidak akan memisahkan mu dengan keluargamu, kalau perlu aku akan membeli rumah di dekat sini agar kamu bisa senantiasa berkunjung kemari,"
"Terimakasih ka Adrian sudah begitu baik dan pengertian dengan Alisya."
Beberapa minggu kemudian Adrian mendapat panggilan telefon oleh papanya dari Swiss, Adrian diminta untuk segera pulang karena urusan bisnis yang mendesak. padahal Adrian dan Alisya sudah berencana untuk mengurus pernikahan mereka ke kantor pencatatan perkawinan.
"Bagaimana ini Alisya, Aku harus segera pulang ke Swiss untuk Urusan bisnis. Mungkin Aku akan sedikit lama di sana, kurang lebih aku akan menetap dulu di Swiss untuk beberapa bulan. Papa bilang perusahaan sedang dilanda masalah serius," Ucap Adrian yang merasa bersalah dan tak tega meninggalkan Alisya. Terutama karena pernikahan mereka tentu akan tertunda dan terpaksa harus di rencanakan kembali.
__ADS_1
Disana juga ada papa Antoni, Mama Maria dan juga Salisa yang mendengar ucapan Adrian, karena memang mereka sedang berkumpul bersama.
"Sudah tenang saja nak Adrian. Kamu pulang saja dulu ke Swiss. Nanti biar Alisya yang mengurus surat-surat dan persyaratan kalian ke kantor pencatatan sipil" Tutur Papa Antoni menenangkan calon menantunya itu.
Papa Antoni memang yang paling semangat dengan pernikahan mereka berdua. Ia sangat ingin melihat Alisya segera menikah dan mendapatkan seorang cucu. Papa antoni dihantui oleh penyakit jantungnya yang semakin Parah. Ia takut tak bisa menyaksikan putrinya menikah. maka dari itu ia ingin sekali pernikahan mereka segera dilaksanakan.
Esok harinya Adrian berpamitan kepada keluarga Alisya untuk pulang ke Swiss. Mereka mengantarkan Adrian sampai ke bandara.
Dalam perjalanan pulang papa Antoni mengingatkan Alisya agar mencicil persiapan pernikahannya dengan Adrian, mengingat banyak surat-surat yang harus diurus karena kewarganegaraan mereka yang berbeda.
Begitulah akhirnya kisah Alisya yang kemudian bertemu secara tak sengaja dengan Aldo di kantor pencatatan sipil itu.
Alisya bertemu dengan Aldo dan tante Rahma yang sedang mengurus surat nikah Rendi, karena waktu itu memang Rendi dan istrinya baru menggelar resepsi dan belum mencatatkan pernikahan mereka.
Aldo yang syok mengetahui Alisya akan menikah, begitu terpukul dan penyesalannya kini berada di level tertinggi. Aldo masih mencari tau siapa laki-laki yang akan menikah dengan Alisya.
Aldo teramat frustasi dengan kenyataan itu. perbuatan bodohnya kini berakibat begitu fatal. Ia mengutuki dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa dari dulu tak berani mengungkapkan perasaannya pada Alisya, dan kini semua itu sudah terlambat.
"Apa yang harus aku lakukan..? Apakah aku akan berdiam diri saja melihat wanita yang teramat aku cintai akan menikah dengan laki-laki lain?"
"Saat ini aku sudah tau jika Alisya sebenarnya menyimpan perasaan yang sama terhadapku. tapi kenapa dia malah menerima laki-laki itu..? Apakah ini semua karena tindakan bodohku yang bersandiwara berpacaran dengan Nesyah?"
Pikiran Aldo benar-benar kacau. dan tak tau harus berbuat apa.
*
*
~Bersambung~
*
*
Terimakasih untuk para readers yang selalu mendukungku dengan cara kalian masing-masing.
Author sangat berterimakasih untuk pembaca yang sudah bersedia memberikan like, coment, vote, dan kasih bintangnya juga. terimakasih yang sudah bersedia mengikuti alur cerita ini.
Maaf jika masih banyak typo dan kesalahan dalam penulisan. kedepannya Author akan memperbaikinya menjadi lebih baik.
__ADS_1
(^-^)/ Enjoy the read. ♡♡♡♡♡