CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
PERTEMUAN


__ADS_3

Jacob baru saja kembali dari perusahaan Aldo, setiba di pesanggrahan Jacob masih terus bekerja dengan melanjutkan kesibukannya semalam.


Jacob membiarkan Reno untuk istirahat sebentar karena ia tau sahabat yang merangkap jadi asistannya itu kelelahan. Reno tadi harus menyetir untuknya selagi Jacob bisa tertidur sebentar saat perjalanan pulang.


Jacob mulai mengumpulkan dan mencari lagi data-data yang ia butuhkan untuk bisa membuat para pekerjanya yang koruptor itu tidak bisa berkutik lagi. Apalagi setelah ia mendapat laporan dari asistannya bahwa para stafnya itu mulai merayu Reno dengan berbagai macam cara agar Reno mau bekerjasama dengan mereka.


Sepertinya mereka tidak tau bahwa Reno hanyalah alat yang digunakan Jacob untuk menguak semua kebusukan mereka. Untungnya Jacob sudah meminta Reno untuk merekam semua percakapan yang mereka lakukan.


Malam itu Jacob dan Reno berencana untuk lembur kembali. Saat mereka sedang sibuk bekerja, bunyi panggilan masuk di ponsel Jacob memecah kinsenterasi mereka. Jacob segera menganggat panggilan yang ternyata dari Tuan Aldo.


Tuan Aldo memintanya untuk datang ke kediamannya untuk membicarakan masalah kerjasama mereka. Aldo sengaja meminta Jacob datang kerumahnya karena Alisya juga ingin berterimakasih padanya karena sudah menyelamatkan suaminya. Aldo juga sengaja tak bertemu di luar ataupun di perusahaan agar Aldo bisa tetap menemani Alisya dirumah. Dengan begitu Aldo tetap merasa tenang karena tak harus meninggalkan istrinya sendirian di rumah. Apalagi besok Mama Maria juga tidak bisa kerumah karena ikut menemani Papa Antoni kembali ke kota.


Mendengar tawaran dari Tuan Aldo. Jacob merasa sangat senang. Malam itu ia tidak jadi lembur dan sengaja tidur lebih awal agar besok bisa bangun dengan vit dan segar kembali. Jacob harus memberikan kesan yang baik bagi calon patner kerja perusahaannya.


"Apakah kamu tau Reno, aku baru saja mendapat telefon dari siapa?" tanya Jacob dengan wajah yang berbinar-binar.


"Dari siapa? dari Ana? kenapa kamu terlihat senang sekali seperti itu?"


"Ini lebih dari menyenangkan Ren, besok kita akan bertemu kembali dengan Tuan Aldo. Dia meminta kita untuk datang kerumahnya besok. Kalau begitu sebaiknya kita tidur lebih awal."


"Yes... Akhirnya aku bisa kembali beristirahat dengan nyaman. Aku sudah mendambakan bisa tidur delapan jam akhir-akhir ini. Trimakasih Tuan Aldo, kamu adalah dewa keberuntunganku." ucap Reno dengan senangnya.


"Hah kamu ini. Tunggu dulu, kita tidak boleh langsung tidur. Setidaknya siapkan dulu proposal-proposal kerjasama dan profil perusahaan kita. Kita harus bisa meyakinkan Tuan Aldo bahwa keputusannya untuk bekeeja sama dengan kita bukan semata karena balas budi saja. Aku harus meyakinkan Tuan Aldo bahwa perusahaan kita memang layak dan mempunyai masadepan yang cerah dengan semua planing yang telah aku siapkan dalam proposal kita kali ini." ucap Jacob dengan semangat yang menggebu.


"Benar juga, kalau begitu ayo kita mulai." saut Reno tak kalah semangat.


"Oh iya Ren, besok aku ada tugas penting untukmu. Pastikan besok kamu harus menghubungi pangacara Kim untuk datang ke perusahaan. Kamu juga siapkan berkas-berkas dan bukti pendukung yang telah kita siapkan untuk membongkar semua kecurangan para pengurus perusahaan selama ini. Aku sudah terlanjur geram dengan kelakuan mereka. Ternyata hanya para buruh yang tidak tau tentang kebusukan para atasannya. Bahkan meeeka harus menerima gaji yang rendah karena keserakahan para koruptor itu. Jika bukan karena Kakek, Aku pasti langsung menghajar mereka dan memecat para baj*ngan itu." Semua unek-unek yang dan amarah yang selama ini terpendam di dalam hati Jacob tertumpah dalam kata-katanya malam itu. Berulang kali Jacob mengumpat dan mengatai para koruptor di perusahaannya yang sampai dengan detik ini masih bisa menikmati hasil curangnya.


"Besok setelah aku kembali dari tempat Tuan Aldo. Aku akan langsung ke perusahaan dan memberitahukan kebenaran kepada para penghianat itu. Aku ingin sekali melihat bagaimana tampang mereka ketika mengetahui bahwa akulah atasan mereka yang sebenarnya. Saat aku mendengar para pegawaiku yang setia berkeluh kesah karena takut perusahaan akan bangkrut, justru mereka merasa senang dan gembira karena akan segera menerima kucuran dana segar. Sayangnya cita-cita mereka tidak akan pernah terdengar lagi. Akan kupastikan mereka membayar dengan setimpal akan perbuatannya." Jacob masih saja meluapkan kemarahannya itu dengan kata-katanya.


"Aku setuju sekali Jacob. Aku juga sudah tidak sabar lagi untuk beraksi esok hari. Sepertinya besok akan menjadi hari yang menyenangkan untuk menonton para tikus-tikus kantor itu lemas tak berdaya."


"Huum. Ayo kita tos dulu." Kemudian Jacob dan Reno saling beradu kepalan tangan untuk menambah semangat keduanya. Mereka segera menyelesaikan pekerjaan dan istirahat setelahnya.

__ADS_1


Pagi hari telah datang, saat itu Jacob sudah bagun dan joging mengitari daerah tempat tinggalnya untuk menyehatkan tubuhnya. Jacob bahkan semopat mampir ke pasar dan membeli berbagai macam sayuran segar dan bahan makanan lainnya untuk memasak.


Para gadis desa dan ibu-ibu disana saling berbisik dan membicarakan tentang Jacob. Mereka mempertanyakan siapa laki-laki muda yang ganteng itu. Mungkinkah dia kesasar atau penduduk baru di kampung itu. Pakaian yang dikenakan Jacob juga tidak seperti para penduduk di sana oada umumnya. Banyak sekali para gadis yang curi-curi pandang dan caper kepada Jacob.


Jacob sendiri tak memperdulikan dan tetap melakukan aktifitasnya seperti tak ada gangguan sama sekali.


"Dingin sekali pria itu. Kalau bukan karna tampan, aku pasti sudah memakinya." ucap salah satu gadis yang juga sedang berbelanja dengan teman-temannya.


"Iya ya, tapi aku jug kagum dengannya. Walaupun dia seorang laki-laki. Dia tidak malu untuk berbelanja di pasar yang becek dan bau seperti ini. Munkinkah dia bangkrut dan akhirnya harus tinggal di Desa."


"Kalaupun dia bangkrut jika wajahnya ganteng seperti itu aku juga tetap mau menjadi istrinya." Suara berisik gadis-gadis itu bisa terdengar oleh Jacob. Seperti biasanya Jacob segera pulang setelah mendapatkan barang-barang yang ia cari.


Setiba dirumah, Jacob segera membangunkan Reno. Jacob meminta Reno untuk membantunya memasak. Kali ini Jacob tak ingin sampai terlambat untuk menemui Aldo.


Setelah sarapan, Jacob segera mandi dan bersiap-siap. Begitu juga dengan Reno. Hari itu Jacob akan pergi sendirian ke rumah Aldo, sementara Reno akan bertugas menangani permasalahan di perusahaan.


Jacob mengendarai mobil off roadnya dengan kecepatan sedang. Saat tinggal beberapa meter dari rumah Aldo. Jacob berpapasan dengan sebuah mobil yang mirip dengan mobil Salisa yang waktu itu pernah ia kendarai waktu di Bali.


Setiba di rumah Aldo. Jacob sudah disambut oleh pemilik rumah dengan hangat. Jacob dipersilahkan untuk duduk di teras samping rumah yang tetap nyaman untuk berbincang-bincang. Aldo sengaja tak pernah mengajak tamunya masuk ke dalam rumah karena Aldo ingin memberikan ruang untuk istrinya. Rumah itu cukup kecil dan jika ada tamu di dalam rumah, tentu akan membuat istrinya kurang nyaman dan tidak bebas melakukan apapun yang Alisya suka.


"Silahkan duduk Jacob. Maaf kita ngobrolnya disini saja ya. Didalam sempit. Lebih nyaman disini sambil memandangi tanaman-tanaman indah itu." ucap Aldo yang merasa sungkan dengan tamunya.


"Tidak masalah Tuan Aldo. Disini juga lebih sejuk." jawab Jacob yang sudah duduk dikursinya.


Tak lama kemudian Alisya kekuar dengan membawa baki berisi dua cangkir Kopi Luwak dengan setoples biscuit sebagai pendamping.


"Oh ini ya Tuan Jacob. Saya Alisya istri Aldo, saya sudah mendengar jika Tuanlah yang menolong suami saya waktu itu. Secara pribadi, saya sangat berterimakasih atas kebaikan Anda Tuan Jacob." sapa Alisya dengan ramah.


"Sudah kewajiban saya Nyonya Alisya. Saya juga senang bisa membantu Tuan Aldo."


"Baiklah, kalau begitu saya pamit undur diri dulu. Silahkan dinikmati Kopinya Tuan Jacob. Maaf hanya bisa menghidangkan jamuan seadanya seperti ini."


"Terimakasih Nyonya Alisya. Ini sudah lebih dari cukup."

__ADS_1


Alisya kemudian kembali ke dalam rumah. "Ayo diminum kopinya Jacob Kenapa kamu masih memanggilku Tuan Aldo. Panggil saja aku Aldo. Lagi pula kan kita masih muda. Agar kita lebih akrab sebaiknya kamu mulai membiasakannya hari ini."


"Terimakasih Aldo." Jacob kemudian menyeruput Kopi yang telah dihidangkan untuknya. "Nikmat sekali kopi ini Aldo. Bagaimana kamu membuatnya? Jika aku bisa memproduksi kopi senikmat ini, aku yakin perusahaan kopi yang aku tangani ini akan jadi perusahaan besar nantinya."


"Benarkah? Aku juga tidak tau bagaimana cara istriku menyajikannya. Akan tetapi aku juga setuju jika Kopi ini memang nikmat." Jawab Aldo memuji Kopi buatan istrinya.


Jacob kemudian menyeruput kembali kopinya sambil menghirup aroma dan benar-benar merasai rasa nikmat kopi itu. "Sepertinya ini adalah Kopi Luwak, akan tetapi rasanya lebih nikmat dari kopi Luwak yang pernah aku minum sebelumnya." ucap Jacob untuk mencari tau dari mana asal terciptanya kopi senikmat itu.


"Wah, kamu paham betul tentang Kopi Jacob. Ini memang benar adalah Kopi Luwak. Kopi ini dibuat oleh Ayah mertuaku sendiri. Dan sepertinya mereka punya cara unik tersendiri agar mendapatkan kopi senikmat ini." Jawab Aldo yang ikut menyeruput kembali kopinya.


"Baiklah Aldo, aku berharap suatu hari nanti bisa bertemu dengan keluarga istrimu dan menanyakan tentang bagaimana mereka mengolah kopi ini. Oh iya, hari ini aku sudah membawa beberapa proposal bisnis dan juga profil dari perusahaanku. Jujur saja aku sangat kagum dan simpati kepadamu mengenai prestasi yang telah kamu capai. Aku tau jika prosesnya tidaklah mudah. Aku ingin meyakinkan dirimu jika aku juga mempunyai keinginan dan semangat juang untuk menghidupkan kembali perusahaan Kopi yang saat ini menjadi tanggung jawabku."


Jacob kemudian bercerita panjang lebar mengenai kondisi perusahaannya. Jacob juga berbicara tentang Visi dan Misinya yang ingin ia capai.


Mendengar semua pembicaraan dari Jacob, Aldo mulai tertarik dan ikut simpati dengan kegigihan anak muda di sampingnya itu.


"Aku akan mempelajari lebih lanjut lagi mengenai proposal-proposal ini Jacob. Tapi pada dasarnya aku sangat tertarik dengan ide-ide yang ingin kamu kembangkan. Akan tetapi sepertinya perjalanan bisnis ini tidaklah mudah. Apalagi ada masalah internal perusahaan seperti yang kamu bilang tadi. Sepertinya kamu harus menganagi masalah-masalah dalam perusahaanmu dulu dan mencabut sampai ke akar-akarnya terlebih dulu agar kondisi perusahaan lebih setabil dan siap untuk menghadapi permasalahan persaingan bisnis."


"Kamu benar sekali Aldo. Aku memang sudah berencana seperti itu. Hari ini juga aku akan memulai untuk Sidak dan membereskannya secepatnya." Jacob sependapat dengan arahan dari Aldo.


Kini pembicaraan mereka jauh lebih akrab dan tidak secanggung seperti sebelum-sebelumnya. Setelah puas berbincang, Jacob kemudian pamit undur diri sambil menunggu keputusan dari Aldo yang akan mempelajari lebih lanjut tentang proposalnya.


Jacob kemudian kembali ke perusahaan. Sebelum sampai di perusahaan Jacob sudah menelfon Reno terlebih dulu. Reno kemudian melaporkan bahwa ia sudah menjalankan perintah sesuai dengan rencana awal mereka.


*


*


~Bersambung~


*


*

__ADS_1


__ADS_2