CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
SIAPA YANG SALAH ?


__ADS_3

Hari itu Aldo akhirnya bisa pulang setelah menggantikan kakanya bekerja di kota X, selama tinggal disana Aldo harus rela jauh dari keluarga,ditambah lagi hatinya begitu tak tenang dengan masalah yang akhir-akhir ini menimpanya.


masalah yang begitu menyiksa perasaannya, Aldo ingin sekali segera menemui Alisya dan menjelaskan tindakan bodohnya waktu itu.


"Mama.. Aldo pulang" teriakan dari Aldo sontak menghentikan aktifitas Rahma yang sedang sibung membuat makan malam di dapur. R4ahma segera beranjak dan menyambut kedapangan putranya yang baru pulang itu.


"Aldo sayang, bagai mana kabarmu nak..? tanya Mama Rahma sambil memeluk dan menciumi Anak lajangnya.


"Aldo baik-baik saja ma, hanya saja Aldo begitu kangen harus jauh-jauh dari keluarga. Aldo begitu salut dengan ka Rendi yang selama ini mau berkorban mengabdikan hidupnya menjalankan bisnis kita disana dan harus menahan rasa rindu pada keluarga."


"Iya nak, mama juga bangga dengan ka Rendi. untung saja kini kakamu sudah menikah, jadi akan ada yang menemaninya. ya setidaknya Silvi bisa menggantikan mama untuk memdampinginya sekarang."


"Betul juga ya ma. Aldo jadi pengen ngikutin jejak ka Rendi untuk segera menikah, Boleh kan ma..?"


"Dasar anak nakal..!" tutur mama Rahma sambil memukul pelan kepala Aldo. "Kenapa kamu jadi kurus begini..? tanya Rahma sambil memandangi perubahan putranya tersebut.


"Hehehe... makanya Ma, Aldo butuh pendamping hidup yang akan selalu mengingatkan Aldo untuk makan tepat waktu." Goda aldo pada mamanya sekali lagi.


"Baru juga punya pacar kemarin, udah mau nikah aja. Setidaknya Aldo harus mengenal pribadi wanita itu dengan baik, kalau sudah yakin baru boleh nikah." Ucap mama Rahma menanggapi anaknya dengan serius.


"Hahaha, bercanda kali ma." balas Aldo yang kini memeluk erat mamanya.


"Ayo sini nak duduk dulu, pasti kamu lelah menempuh perjalanan jauh. Ngomong-ngomong bagaimana kabar Nesyah..? kemarin mama belum sempat ngobrol panjang lebar dengannya karna sibuk dengan tamu-tamu yang datang ke pesta."


"Ayo ceritakan tentang Nesyah nak, mama ingin tau seperti apa pacar anak mama ini..? menurut mama dulu waktu Nesyah masih kecil sih anaknya sopan dan baik hati. Ntah bagaimana sekarang."


Mama mencoba memastikan karna ingin yang terbaik untuk anaknya, lagipula mama terbayang dengan pergaulan anak muda di negara barat yang terkesan begitu bebas.


"Nesyah masih anak yang baik kok ma, dia bercerita kalau papanya membatasi pergaulannya. tapi ma sebenarnya Aldo tidak berpacaran sungguhan dengan Nesyah. Aldo mengatakan itu kemarin di hadapan Alisya hanya ingin tau apakah Alisya ada rasa cemburu jika Aldo bersama wanita lain."


"Maafkan Aldo yang bertidak seperti anak kecil ini ma, Aldo sebenarnya sudah menyukai Alisya dari dulu ma, tapi Aldo tak berani mengungkapkan perasaan karna takut kehilangan Alisya. Makanya selama ini Aldo selalu memposisikan sebagai sahabat dekatnya Alisya."


"Jangan minta maaf pada mama nak, minta maaflah pada Alisya. menurut mama tidakan Aldo itu memang salah. tapi mama bisa memahaminya, Karna cinta seseorang bisa bertingkah konyol dan kekanakan sepertimu."


"Jelaskan semuanya pada Alisya, Mungkin Alisya akan memahamimu. lagipula mama rasa Alisya juga Menaruh hati pada anak mama yang ganteng ini."


"Benarkah ma..? Setelah ini Aldo akan segera menemui Alisya." Jawab Aldo dengan penuh semangat setelah mendapat dukungan dari mamanya.


"Oh iya nak, Paman Antoni sedang sakit. sebaiknya Kamu juga menjenguknya, kemarin mama dan papa sudah menjenguk ketika masih di Rumah sakit, mama dengar sekarang paman Antoni sudah dalam masa pemulihan di rumah."

__ADS_1


"Hah, paman sakit apa ma..? kenapa baru kasih tau Aldo sekarang..?"


"penyakit kantungnya kambuh lagi nak." ucap mama Rahma dengan wajah yang begitu sedih, ia juga merasa bersedih melihat sahabatnya terbaring di rumah sakit.


"Mau kemana kamu Al..?" tanya Mama Rahma yang kaget melihat Aldo tiba-tiba beranjak dari duduknya.


"Mau ke rumah Alisya ma."


"Ya ampun Aldo, kamu kan baru saja pulang. setidaknya istirahatlah sebentar, lagipula ini juga sudah petang, besok saja kamu kesananya."


Akhirnya Aldo menuruti perintah mamanya, lagipula saat ini badannya begitu terasa lelah, bahkan Aldo juga belum sempat makan malam. rasanya Aldo ingin segera membersihkan badannya dan tidur lebih awal.


****


"Selamat pagi tante Maria." Sapa Aldo kepada tante Maria yang sedang menyirami tanaman di taman depan rumah. " Maafkan Aldo tante, Aldo baru bisa datang menjenguk Panman antoni. Aldo benar-benar baru tahu semalam dari mama."


"Tak apa Aldo, mamamu sudah bercerita jika kamu harus menggantukan kakamu di luar kota untuk beberapa waktu. Bagaimana kabar Rahma dan papamu..?"


"Ah.. mereka baik-baik saja tante, Oh ya dimana paman Antoni tante..? Aku bawakan gingseng dan beberapa obat herbal untuk paman, Semoga paman bisa lekas sembuh seperti sedia kala."


"Ooh, terimakasih sekali Aldo, pasti paman akan sangat senang menerimanya. Ayo tante antar ke tempat Pamanmu."


"Ma Alisya, Berangkat ke kantor dulu ya..!"sapa Alisya pada mamanya sambil mencium punggung mamanya diikuti dengan ciuman dikedua pipi mamanya itu.


"Nanti Alisya ada janji diner sama ka Adrian, jadi nanti mama tak perlu menunggu Alisya makan malam, Alisya akan segera pulang selesai diner" tutur Alisya sambil berjalan mundur dan melambaikan tangan pada mamanya.


"Akhirnya aku bisa mendengar suaramu Alisya" batin Aldo yang masih mengencangkan tali sepatu yang satunya lagi. Aldo mendengar semua yang dikatakan Alisya, Hingga membuat aktivitasnya terhenti karenanya.


Siapa Adrian itu..? apakah dia Adrian tetangga Alisya waktu kecil. Jika benar itu dia, apakah kali ini Adrian akan jadi saingan cintaku lagi..?


Pertanyaan-pertanyaan itu kini menuhi kepala Aldo.


Alisya yang tak melihat aldo yang sedang berjongkok akhirnya terkatuh karna tak bisa menyeimbangkan tubuhnya yang tak sengaja menabrak Aldo karna berjalan dengan mundur.


"Ah Aaaaaaaa"


Belum sempat Alisya terjatuh ke lantai, dengan sigap Aldo segera menagkap tubuh Alisya dengan kedua tangannya.


Alisya begitu kaget ketika ada orang yang menyangga tubuhnya dan kini berganti memeluknya membantu dirinya berdiri.

__ADS_1


"A.. Aldo..?" Mata Alisya terbelalak memandangi sosok pria tampan yang masih memeluk tubuhnya dengan begitu erat itu.


"Kau ini, Kenapa selalu saja ceroboh. Bagaimana jika tadi tak ada aku yang menopangmu..? pasti kepalamu sudah terbentur lantai dengan keras" tutur Aldo sambil melepaskan pelukannya karna sadar ada tante Maria yang ikut menyaksikan kejadian itu.


"Hah apa katamu, Semua ini terjadi karna kamu ada di sini. jika kamu tak berjongkok sembarangan tentu aku tidak akan terjatuh" saut Alisya yang tak kalah garang dengan ucapannya.


"Laah.. Aku kan sedang mengikat tali sepatu, siapa suruh kamu jalannya kaya undur-undur. bahkan tak melihatku yang sebesar ini"


"Enak saja. pokoknya ini semua salahmu." jawab Alisya dengan argumennya sendiri.


"Sudah-sudah kalian ini, selalu saja seperti Tom and Jerry yang yak pernah akur." Tutur Maria sambil geleng-geleng.


"Awas saja kau." Ucap Alisya dengan membulatkan kedua matanya dihadapan Aldo.


"Ma Alisya berangkat dulu ya, nanti Alisya terlambat." Teriak Alisya sambil berlalu meninggalkan mereka bergegas menuju mobilnya.


"Hati-hati sayang" Saut mama maria setelahnya.


Ayo Aldo, paman Antoni sedang berjemur di taman belakang. Tutur Maria mengajak Aldo untuk mengikutinya lagi.


" Baik tante." Aldo kini mengekor di belakang tante Maria dan menemui paman Antoni yang sedang menikmati segelas jus dan kue lapis legit salah satu kue favoritnya.


*


*


~Bersambung~


*


*


Terimakasih untuk kalian para pembaca yang sudah mendukungku dengan cara kalian sendiri.


Terimakasih untuk kalian yang sudah kasih like, Coment, vote. dan selalu setia mengikuti novel perdanaku ini.


Semoga kalian suka dan terhibur dengan alur ceritanya.


\(^-^)/ Enjoy the read.. ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2