
hari itu adalah hari pertama bagi Jacob untuk pergi bekerja di perusahaan kopi yang letaknya cukup di pedesaan dan jauh dari pusat kota.
Mulai hari itu juga, Jacob harus tinggal di rumah dinas yang disediakan bagi para pekerja disana. Jacob berangkat dengan mobil Jeep Wrangler miliknya yang sangat cocok untuk Off Road di medan yang terjal sekalipun.
"Jika bukan karena untuk Kakek, aku malas sekali mengalah dan harus tinggal di pedesaan seperti ini." keluh Jacob yang kini sudah sampai di pesanggrahan tempat dimana ia akan tinggal. Disana sudah ada Reno yang sudah tiba terlebih dulu, Reno adalah asisten sekaligus sekretaris Jacob selama ini.
"Hei Jacob. Akhirnya sampai juga kamu. Aku sudah menunggu dari tadi nih. Ayo cepat buka pintunya aku ingin sekali istirahat." Ucap Reno yang memang sudah menunggu cukup lama dan tak bisa masuk ke rumah karena ia tak membawa kunci pesanggrahan itu.
Jacob segera mengambil kunci rumah itu yang ia letakan di dalam tasnya dan melemparkannya ke arah Reno. Dua laki-laki ini juga sudah berteman cukup lama selain sebagai patner bekerja. Jadi tidak heran jika keduanya saling akrab.
Reno menangkap kunci itu dengan sigap. "Hei Reno tolong bawakan koper ini untukku. Aku masih harus mengambil satu koper lagi dan beberapa barang lain." ucap Jacob sambil menggeret koper yang ia bawa untuk dioper ke tangan Reno.
"Astaga Jacob, kamu ini memang niat sekali mau pindah kesini ya? kenapa semua barang di rumahmu kau bawa kemari?" Sindir Reno kepada teman sekaligus atasannya itu.
"Ahh cerewet sekali kamu. Mau gajumu aku potong? Sebsiknya cepat kamu bawa koper itu ke dalam dan bergegaslah kembali kesini untuk membantuku." saut Jacob dengan santainya.
"Baiklah-baiklah, selalu saja mengancam potong gaji." gerutu Reno sambil berlalu masuk ke dalam rumah.
Setelah sedikit berbenah dan membereskan barang bawaannya, Jacob dan Reno segera menuju ke pabrik tempat dimana proses pembuatan kopi dilakukan.
Hal pertama yang Jacob lakukan adalah menyamar sebagai sopir pribadi dari Reno yang diminta untuk berpura-pura menjadi atasannya. Hari sebelumnya Jacob telah merencanakannya terlebih dahulu. Jacob membuat surat tugas yang menyatakan bahwa Reno adalah General Manager yang dikirim dari pusat untuk mengawasi dan membuat target-target baru di perusahaan itu.
Setibanya mereka disana, seorang manager office datang menyambut mereka. Laki-laki parubaya yang selama ini memegang kendali di pabrik itu menyambut dengan hangat kedatangan General Manager yang akan menjadi atasan barunya. Selama ini di perusahaan itu memang tidak ada Manager umumnya. Pak Hadi yang selama ini menyandang setatus sebagai manager satu-satunya dipabrik itu, bertanggungjawab dan melaporkan langsung semuanya ke pimpinan pusat. Yang tak lain adalah Kakek Wisnu.
Bapak Hadi mempunyai lima bawahan yang masing-masing sebagai sekretaris, humas, ketua produksi, bendahara, dan pembantu umum. Dibawahnya lagi baru ratusan para pegawai pabrik dan buruh tidadak tetap yang bekerja di dalam pabrik ataupun di perkebunan kopi.
Reno disambut dengan begitu hangat dan diberi perhatian khusus oleh Pak Hadi. Sedangkan Jacob yang menyamar sebagai asistan sekaligus supir pribadi hanya mengikuti kemanapun keduanya berjalan mengitari pabrik itu.
__ADS_1
Dengan begitu. Jacob bisa melihat-lihat dengan leluasa dan lebih fokus untuk memahami dan menganalisa keadaan sekitar. Jacob juga lebih bebas untuk bisa mencari berbagai alasan untuk bergerilya ditempat yang seharusnya ia pimpin saat ini. Dengan perhatian para staff yang lebih fokus pada Reno yang menyamar, Jacob juga akan melakukan berbagai macam penelitian dan observasi secara mendalam keadaan dan situasi yang sebenarnya. Baik itu secara internal maupun secara exsternal.
Jacob juga meminta kepada Reno agar ia bisa mengalihkan perhatian para penyandang kekuasaan di pabrik itu ketika ia harus bekerja secara diam-diam.
Hari itu Jacob dan Reno hanya datang untuk melihat-lihat keseluruhan proses produksi mulai dari pembibitan, perawatan tanaman kopi, proses panen, proses pengeringan, hingga ke proses pebuatan menjadi bubuk kopi yang sudah di kemas dan siap untuk dipasarkan. Jacob melihat masih banyak sekali kekurangan dan kelemahan di dalam perusahaannya itu dari segi proses produksi. Ditambah lagi dengan masalah isu korupsi yang tentunya tak heran jika pabrik itu akan kolebs dan gulung tikar.
Selesai berkeliling. Jacob dan Reno kembali ke pesanggrahan yang kini dijadikan sebagai rumah sekaligus kantor yang sebenarnya bagi Jacob. Pesanggrahan itu cukup luas dan terawat. Bagusnya lagi mereka hanya tinggal berdua saja. Jadi mereka bisa bebas melakukan apa saja di sana.
Jacob mulai browsing di internet untuk mencari artikel dan penelusuran yang terkait dengan perusahaan kopi yang kini menjadi tanggungjawabnya. Barang kali ini Jacob bisa menemukan jalan keluar atau ide-ide brilian untuk bisa mendaur ulang dan menata kembali perusahaan yang sudah diambang kehancuran itu.
Begitu lama Jacob duduk di depan komputernya. Namun sepertinya Jacob melum menemukan solusi dan gebrakan yang akan memuaskan hatinya. Reno sebagai asistennya juga turut membantu dengan mencari sendiri di komputer lipatnya.
Hari semakin siang dan waktu sudah menunjukan pukul 12.45. Reno sedari tadi sudah melirik ke arah Jacob yang sangat serius ketika sedang bekerja. "Apakah kamu tidak merasa lapar Jacob?" tanya Reno dengan penuh harap bahwa mereka akan segera istirahat dan menyantap makan siang mereka.
"Tentu saja. Kalau begitu ayo kita makan siang. Aku sebenarnya tau jika kamu sedari tadi sangat ingin mengajakku istirahat tapi pasti kamu masih belum berani mengatakannya." ucap Jacob dengan nada datarnya.
Jacob tertawa lepas melihat exsoresi dari sahabatnya itu.
"Baiklah. Kalau begitu mau makan apa kita siang ini? Mencari tempat makan di daerah ini sepertinya tidaklah mudah. Haruskah kita pulang ke kota dan menempuh jarak berjam-jam hanya untuk makan?" tutur Reno yang tak ingin makan siangnya tertunda lagi. Reno berharap bosnya itu akan meminta seorang pelayan bekerja di rumah itu khusus memasak untuk mereka setiap harinya.
"Tenang saja. Tak percuma aku membawa banyak barang kemari." Jacob pergi ke kamarnya dan membongkar isi koper yang belum sempat ia buka isinya. Ternyata Jacob membawa banyak makanan siap saji dan juga beberapa bahan makanan yang sekiranya bisa dibuat dengan mudah dan cepat.
Jacob kemudian memanggil Reno untuk membantunya membawa semua bahan-bahan makanan itu ke dapur. Uniknya lagi Jacob bahkan juga membawa sekarung beras dalam daftar barang bawaannya. Jacob memang sedikit tertutup kepada orang baru. Ia tidak mau mempekerjakan orang untuknya didalam rumah itu. Intinya Jacob akan memasak jika memang ia tidak dapat menemukan restoran atau warung makan sekalipun saat ia harus menghabiskan waktunya di tempat yang menurutnya sangat pelosok dan tak banyak kehidupan ditempat itu.
Melihat semua barang yang dibawa Jacob, Reno hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia bisa memastikan bahwa kali ini berat badannya akan berkurang hingga beberapa kilogram karena ikut dengan bos aneh seperti Jacob.
"Kamu gila ya? kita ini disini tidaklah sebentar Jacob. Apakah setiap hari kita akan mengkonsumsi makanan-makanan tidak sehat seperti ini? bisa-bisa aku bisa mati muda terkena penyakit kimplikasi karenamu." ucap Reno dengan ketusnya.
__ADS_1
"Kamu sudah berani melawanku Reno?" balas Jacob dengan santainya. Walaupun kata-kata Jacob sering kasar kepada Reno, namun pada kenyataannya Reno adalah orang yang sangat disayangi oleh Jacob.
"Tentu saja tidak, aku kan hanya memberimu saran." jawab Reno dengan melembutkan dana bicaranya.
"Kamu tenang saja Reno. Selama disini aku akan memasak untukmu. Tapi kamu juga harus belajar memasak untukku juga. Aku sudah mencari tau, bahwa di daerah ini sangatlah banyak petani sayuran dan buah-buahan. Besok kita akan berbelanja dan mengisi penuh kulkas kita dengan makan-makanan yang bergizi. Untuk siang ini kita harus tahan dengan menyantap mie instan cup dan telur rebus atau dengan sosis. Kamu bantu aku untuk membereskan semua ini dulu, sementara aku akan menyiapkan makan siang kita." perintah Jacob kepada asistannya itu.
Reno hanya bisa menghela nafas panjang dan menuruti kemauan bosnya itu. "Tau begini seharusnya tadi aku sudah mengajakmu makan dari sejam yang lalu. Dengan megitu seidaknya aku tidak kelaparan dan masih harus bekerja membereskan semua ini." gerutu Reno dalam hati.
Akhirnya rasa lapar mereka bisa terobati. Setelah makan siang, Jacob kembali ke ruang kerja. Ia mulai mensecroll layar monitor dihadapannya dengan perangkat mouse yang ia pegang dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya ia gunakan untuk mengambil kopi yang tadi sudah ia buat sendiri dan menyeruputnya beberapa kali.
Sementara Reno juga ikut kembali bekerja. Ia tidak ada pilihan lain selain menuruti dan mengikuti semua perintah dan kemauan atasannya yang gila kerja.
"Aku menemukan artikel menarik Jacob. Sepertinya kamu akan suka dengan apa yang aku temukan." ucap Reno dengan bangga karena berhasil menemukan artikel yang akan membuat bosnya itu tidak pernah meragukan kinerjanya selama ini. Reno kemudian segera mengirimkan tautan kepada Jacob.
Artikel itu memuat tentang keberhasilan seorang pengusaha muda yang mengelola perkebunan teh sekaligus memproduksinya. Artikel itu juga memuat tentang nagaimana perjuangan pengusaha muda itu yang merangkak dari bawah hingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Produknya menjadi salah satu best seller di Negara ini. Selain itu pemerintah juga mengapresiasi sistem produksinya yang mengutamakan kualitas dengan higienitas dan motto perusahaan yang mengusung go green serta kealamian produk yang bebas pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi."
Konsep dari perusahaan itu hampir mirip dengan perusahaan yang sedang dijalankan Jacob saat ini. Yaitu proses produksi dengan memakai bahan yang juga di buat dan diproduksi sendiri. Bedanya hanyalah kimoditas yang dihasilkan.
Jacob segera mencari tau latar belakang dan siapa sebenarnya pengusaha muda yang dimaksudkan dalam artikel yang sedang trending topik itu. Setelah mendapatkan datanya, Jacob berencana untuk mendatangi perusahaannya dan mencari tau kunci sukses darinya. Siapa tau Jacob juga bisa menjalin hubungan bisnis dan bekerjasama dengan perusahaan miliknya.
*
*
~ Bersambung~
*
__ADS_1
*