
Aldo yang kini menyadari Alisya berada disampingnya terperanjat kaget.
"A.... Alisya, Sejak kapan kamu berada disini..?"
"Tuh kan, kamu ngalamun. Aku sudah disamping mu dari tadi Aldo. Tadi kamu bilang sesuatu, ayo coba ulangi lagi, Aku takut salah denger."
"Memangnya aku bilang apa tadi..?"
Aldo memandang Alisya dengan begitu seksama, Gadis disampingnya itu terlihat begitu cantik ditambah bajunya yang basah membuat lekuk tubuhnya terlihat semakin jelas dan kini menari-nari dimatanya. Aldo menelan ludahnya berkali-kali. tatapannya tak bisa lepas dari bagian tubuh Alisya yang kini menyita perhatiannya.
Jangan pura-pura lupa Aldo. Aku tadi mendengarnya dengan jelas. Ayo cepat katakan. Aku harus memastikannya lagi.
Alisya menggoyang-goyangkan tubuh Aldo. Berharap Aldo mengucapkan lagi Kata-kata yang membuat hati Alisya seperti dipenuhi kembang api yang meledak-ledak.
Aldo menghentikan tangan Alisya yang menggoncang tubuhnya dengan menggenggam erat kedua lengan Alisya.
Alisya tersentak dan kini terdiam melihat tatapan mata Aldo begitu tajam. Beberapa saat keduanya terpaku saling tatap terbawa suasana dan perasaan aneh yang menyerang keduanya.
Aldo semakin mendekat dan akal sehatnya kini mulai tak bisa dikendalikan. Aldo mencium bibir Alisa dengan begitu lembut.
Tak ada penolakan dari Alisya. Kemudian Aldo meringsek semakin mendekat dan merengkuh tubuh Alisya. Ciumannya kini begitu dalam, Aldo ******* bibir Alisya yang dirasa begitu manis dirasakannya.
Hati Alisya begitu bergetar, entah kenapa ia tak bisa menolak ciuman dari laki-laki itu. Pria pertama yang sebenarnya telah berhasil meluluhkan hatinya sejak lama.
Tanpa sadar Alisya menyambut ciuman yang dipenuhi dengan hasrat dari keduanya. Alisya membalas setiap ******* bibir Aldo.
Ciuman Aldo membuat Hati Alisya begitu tenang. Ada kedamaian yang Alisya rasakan saat ini. Ciuman yang sangat jelas mengisyaratkan perasaan yang dipendam begitu lama.
Keduanya kini tenggelam dalam ciuman hangat dan mesra yang membuat keduanya seperti terbang ke awan, diiringi genderang degup jantung yang semakin kencang. Api cinta itu kini telah menyala dan semakin membara.
Aldo semakin tak bisa mengontrol hasratnya. Tangan Aldo membelai lekuk tubuh Alisya yang masih dalam pelukannya dan kini nalurinya membimbing Aldo untuk semakin dalam menikmati setiap sentuhan tangannya yang membuat Aliran darahnya semakin panas.
Aldo membimbing Alisya untuk merebahkan tubuhnya di atas pasir pantai tanpa melepaskan ciumannya. Tangannya yang sedari tadi hanya membelai punggung dan pinggang Alisya, kini tangan itu mulai menyusuri bagia depan yang sedari tadi membuat Aldo tak bisa berpaling karena efek baju basah Alisya semakin membuatnya tampak indah.
__ADS_1
Alisya mendesah dengan pijatan lembut itu. Sengatan listrik tiba-tiba menyerang dirinya. Sebelum Alisya menjerit karena sensasi dahsyat yang belum pernah ia rasakan itu, Aldo sudah membungkamnya dengan ciumannya.
Ciuman Aldo kini turun dan menjejaki setiap inci leher Alisya. Tangannya membuka satu persatu kancing Baju Alisya. Alisya yang menyadarinya mencoba untuk menghentikannya dengan memegang erat tangan Aldo. Namun sayangnya ciuman di lehernya membuat Alisya kehilangan akalnya, Alisya begitu menikmati setiap kecupan itu, Hembusan nafas Aldo terasa begitu hangat dan menggetarkan tubuhnya. kini Alisya membiarkan Aldo melanjutkan setiap Aktivitasnya.
Aldo menggiring kecupannya semakin kebawah. Baju Alisya yang sudah tak terkait kancingnya dapat dibuka dengan mudah. Aldo menggigit pinggir kainnya yang berada di tengah kemudian menyibakkannya ke samping, begitu juga belahan kain yang disebelah kiri juga ia sibakkan kesamping.
Mata Aldo terbelalak menyaksikan pemandangan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Bulatan sempurna yang menyembul dari tempatnya. Kulit bersih nan putih membuat Aldo semakin terperanjat dan menelan ludahnya berulang kali. Mungkin selama ini benda menggairahkan itu hanya bisa ia lihat dalam bayangannya saja, atau dalam mimpi basahnya, atau mungkin dalam film dewasa koleksinya.
Kali ini keduanya terlihat begitu nyata didepan mata, bahkan Aldo dapat melihat degupan jantung Alisya yang membuatnya menjadi naik turun karenanya.
"Ada apa dengan Alisya..? Apakah dia takut."
Hal itu membuat pikirannya menjadi terganggu. Kini Aldo berganti memandang wajah gadis di bawah tindihan badannya itu. Matanya terpejam namun tak ada wajah sedih atau takut di sana.
Hati dan akal sehat Aldo kini mulai kembali. Ia begitu tak kuasa melihat wajah Alisya yang begitu polos. Ia menghentikan Aktivitasnya. Menutup kembali tubuh Alisya dengan bajunya lagi.
"Apa yang telah Aku lakukan. Aku sangat mencintai Alisya, Seharusnya aku menjaganya. Bukan malah merusaknya." Rasa penyesalan kini menghantui dirinya.
Alisya masih terdiam tak bisa berkata-kata.
Aldo membersihkan pasir yang menempel di baju dan rambut Alisya.
Kini laki-laki itu bersimpuh di depan Alisya.
"Alisya, maafkan aku. Aku tak bisa mengontrol diriku sendiri."
Terlihat penyesalan dan ketulusan di wajah Aldo.
"Tidak Aldo. Justru aku yang berterimakasih karena kamu telah berhasil menguasai akal sehatmu kembali. Jika kamu tak peduli padaku, mungkin kamu akan tetap melanjutkannya. Dan aku juga tak bisa menolak dan menghentikannya."
"Maafkan aku Alisya, Sekali lagi mohon maafkan aku. Aku sangat mencintaimu Alisya. Aku tak mau hal yang buruk menimpamu, tapi justru akulah yang selama ini membuatmu terluka bahkan membuatmu bersedih dan menangis."
Aldo mengatupkan kedua tangannya dan memohon maaf kepada Alisya. kini tangannya menggenggam erat tangan Alisya.
__ADS_1
"Mungkin ini sudah terlambat bagiku Alisya. Karena pada kenyataannya sebentar lagi kamu akan jadi milik laki-laki lain. Tapi kurasa aku harus mengatakannya agar setidaknya kamu tak membenciku."
Alisya masih terdiam mendengarkan setiap ucapan Aldo yang selama ini ingin ia nanti-nantikan.
"Aku sudah memendam perasaan ini sejak lama Alisya. Namun bodohnya aku tak berani mengungkapkannya karena begitu takut kecewa jika kamu menolak ku. Aku tak mau kehilanganmu Alisya."
Alisya begitu tertegun mendengar kata-kata Aldo. Ada sedikit rasa sedih dihatinya.
"Ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan Alisya, Nesyah itu bukan kekasihku. Dia aku bayar agar jadi pacar bohongan ku untuk membuat hatimu cemburu. Aku ingin tau bagaimana respon mu. Maafkan aku yang begitu bodoh ini Alisya. Aku tak tau jika tindakan memalukan ini berdampak begitu besar bagi kita."
Ada cairan bening yang keluar dari sudut mata Aldo. Laki-laki yang selama ini terlihat begitu kuat bahkan terlihat begitu ceria dengan setiap tingkah jahilnya kini bisa menitihkan air mata. Mungkin itu air mata penyesalan yang begitu dalam.
"Andai waktu bisa diputar, Aku akan memperbaiki semuanya Alisya. Aku benar-benar frustasi dan tak tau apa yang harus aku lakukan. Katakan Alisya, apa yang harus ku perbuat untuk menebus semua kesalahanku..?"
Alisya termenung, seakan lidahnya terkunci. Ia begitu bingung dengan keadaan yang dihadapinya saat ini. Di satu sisi Ada Aldo laki-laki yang jadi cinta pertamanya, dan disisi lain saat ini ada Adrian yang juga mencintainya dengan begitu tulus. Pria yang telah menyatakan perasaanya beberapa saat yang lalu dan dalam waktu dekat akan menikahinya.
Alisya tertunduk, butiran berwarna bening berjatuhan dari kedua matanya.
*
*
~Bersambung~
*
*
**Hi pembacaku yang setia, bantu support glori dengan like coment dan votenya ya..!!
Kasih saran juga boleh, Aku sangat senang jika kalian mau memberi pendapat kalian bagaimana kelanjutan kisah ini, Barangkali nanti Authornya bisa terinspirasi. 😃😃😃
Enjoy the read**. (^_^)/
__ADS_1