CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
PERJALANAN SYAHDU


__ADS_3

Alisya sedang menyiapkan beberapa barang yang sekiranya nanti ia butuhkan di acara bakti sosial. Alisya mengambil tas ransel dari almari kemudian memasukan satu set baju ganti, lotion nyamuk, sunblock, beberapa snack dan barang-barang yang wajib berada di dalam tas.


Setelas dirasa semua beres Alisya pergi ke kamar Salisa, ia ingin memastikan adiknya juga sudah siap dengan pakingnya, mengingat besok mereka harus berangkat pagi-pagi karna banyak kegiatan yang akan mereka lakukan di sana.


Tok tok tok..


"Salisa.."


"Ya ka masuk aja nggak dikunci "


Alisya kemuadian masuk dan menghampiri adiknya yang terlihat sedang sibuk dengan ranselnya.


"Ya ampun dek, besok itu kita mau bakti sosial, bukannya mau piknik. Bawa barang banyak banget kaya mau pindahan aja" Celoteh Alisya yang melihat tas ransel adiknya begitu besar dan terlihat menggembung penuh dengan barang bawaan.


"Hehehe tenang aja ka, Salisa nggak bawa banyak barang kok, ini isinya makanan sama minum, kan nati juga bakalan abis." Seru Salisa sambil nyengir kuda.


"Alamak Salisa.. Salisa.. nanti disana kita juga dapet makan kok. Kamu jangan khawatir bakalan kelaparan. Lagian kita kan bakalan sibuk, jadi nggak ada tuh santai2 buat ngabisin semua camilan kamu ini."


Salisa masih tersiam seperti sedang mencerna perkataan kakanya. "Iya deh aku kurangin," Seru Salisa dengan bibir manyunnya.


"Sini biar kaka bantu, ambil tas yang kecil saja sana..!" Perintah Alisya supaya adiknya tak membawa barang yang berlebihan.


Kesokan paginya mereka berangkat menggunakan mobil, dan setiba di basecam sudah ada beberapa teman mereka yang sudah datang, termasuk Aldo Andre dan Cerin.


"Sini Alisya ajak adikmu juga, silahkan pilih mau kopi atau teh..?" Tanya Andre sambil menggeser nampan berisi minuman dan beberapa camilan agar mudah di ambil Alisya.


"Kita ngopi-ngopi dulu ya sambil nunggu beberapa anak yang belum dateng."


"Oh iya ka Andre trimakasih."


Alisya dan Salisa ikut bergabung dengan kumpulan teman-temannya yang sedang berkerumun berbincang-bincang sambil menikmati minuman hangat yang mereka pilih.


Beberapa saat kemudian semua anggota sudah datang. Andre sebagai ketua kemudian menginstruksikan untuk segera bersiap-siap untuk berangkat.


"Ayo yang cewe-cewe bonceng yang cowo ya..! silahkan kalian cari pasangan sendiri mau nebeng sama siapa, jangan berebut ya..!! jangan takut nggak dapet pasangan udah aku siapin banyak cowok kok," Seru Andre dengan nada bercandanya.


"Oke ka," Saut mereka bebarengan.


Alisya masih asik menghabiskan kopinya. Melihat peluang itu cerin lansung mencoba mendekati Aldo.


"Sepertinya kali ini Aldo tak akan menolakku," Tutur Cerin dalam hatinya.


"Aldo kamu boncengin aku ya..!! "


Cerin berkata pada Aldo dengan nada memerintah. Cerin memang terkenal suka memerintah dengan memanfaatkan jabatannya sebagai wakil ketua, namun jadi banyak yang tak menyukai dirinya karna hobinya yang sering nyuruh-nyuruh ketimbang memberi contoh dan instruksi yang baik.


"Aduh- aduh perutku sakit, Aldo berakting sambil memegangi perutnya, Aku ke toilet dulu ya, jangan tinggalin aku"

__ADS_1


"Ya sudah jangan lama-lama Al, seru Andre berteriak pada Aldo yang sudah berlari menuju Toilet. Cerin kamu boncengan sama aku aja nggak papa, lagian nanti kalo ada yang perlu kita diskusikan biar gampang."


Cerin yang merasa kesal karna usahanya tak berhasil kini cuma bisa pasrah dan menerima tawaran berboncengan dengan Andre.


Nico cowo ganteng blasteran Indo arap itu mendekati Alisya dan Salisa yang masih duduk di kursinya.


"Ka Alisya ini adikmu ya, mirip banget. Sama-sama cantik." Nico berbicara dengan pesonanya.


"Iya nico.. Mirip lah namanya juga kaka beradik, kayaknya ada yang modus nie." Alisya melirik ke Nico penuh dengan tatapan mematikan.


"Santai aja ka, ka Alisya kan tau Nico anak baik-baik."


"Kenalin namaku Nico Anggara, panggil aja Nico." Sambil mengulurkan tangan pada Salisa.


"Oh iya ka, aku Salisa. Panggil Lisa juga boleh," Seru Salisa dengan senyum semanis madu tak kuasa melihan cogan didepannya."


"Salisa biar bonceng sama aku aja ya ka..?" pinta Nico pada Alisya dengan penuh harap.


"Oke lah kalo gitu, awas ya kalau sampai kenapa-napa. Jagain Salisa, dia adik gue satu-satunya," Tutur Alisya dengan sedikit mengancam.


"Salisa, kamu bonceng Nico ya, bilang sama kaka kalo dia aneh-aneh. Biar tak pites nanti."


"Iya ka.. Kayaknya Nico juga nggak kan berani aneh-aneh tuh ka. Iya kan Nico..?"


"Hehehe, Nico hanya tersenyum kecut menghadapi kaka beradik itu."


Aldo yang kembali dari toilet langsung memhampiri Alisya.


"Iya nie, nggak jadi. Tadi tiba-tiba ilang mulesnya pas sampek toilet," Jawab Aldo dengan cengengas-cengenges.


Cerin yang melihat Aldo sudah kembali, merasa begitu kesal dan cemburu. Ia tau kalau sakit perutnya hanya alasan Aldo untuk menghindarinya. Wajahnya kini ditekuk bagaikan pakaian lusuh.


"Alisya kamu bocengan sama siapa..?" Tanya Aldo sambil memandangi Alisya yang terlihat sangat Cantik dengan kaos polo berwarna hitam.


"Eem nggak tau ni, aku mah sama siapa aja nggak papa yang penting nyampek" Balas Alisya dengan santainya. Padahal Alisya berharap bisa boncengan dengan Aldo.


"Ya udah kalo gitu bonceng aku aja. Aku juga belum dapet pasangan."


"Ayok, tapi tunggu bentar aku abisin dulu kopinya ya, sayang kalo nggak di minum.


Akhirnya mereka semua sudah mendapatkan pasangan masing-masing dan mulai menyalakan mesin motornya. Alisya membalutkan jaketnya dan segera menaiki motor yang sudah di panaskan Aldo.


Mereka berangkat bersama-sama, kali ini kurang lebih ada 13 motor dan satu mobil jeep untuk membawa sembako dan beberapa alat tulis untuk mereka sumbangkan ke desa S yang letaknya ada di kaki gunung.


Jalan menuju desa itu tak dapat dilewati mobil, jadi nanti mereka akan membagi-bagi bawaan di dalam mobil jeep setelah tiba di perbatasan.


Sepanjang perjalanan, tak jarang terdengar gelak tawa Alisya dan Aldo yang sedang bersenda gurau. Mereka mengisi perjalanan mereka dengan oblolan dan candaan kesana kemari seolah tak ingin menyia-nyiakan waktu bersama setelah beberapa waktu belakangan ini seperti ada jurang diantara mereka.

__ADS_1


"Alisya, kamu pilih warna hitam atau merah..?" tanya Aldo yang sepertinya kehabisan kata-kata untuk diperbincangkan.


"Merah, kenapa emangnya..?"


"Kita taruhan ya, nanti yang kalah harus janji traktir makan di resto S "


"Oke siapa takut, emang apa taruhannya..? " tanya Alisya penasaran.


"Kita hitung jumlah motor berwarna hitam dan merah yang melintas dari arah berlawanan. Siapa yang lebih banyak dia yang menang. Karena tadi kamu pilih warna merah, jadi kamu hitung yang warna merah, Oke..!!"


"Hah, itu mah curang. Pasti warna hitam lebih banyak lah," Gerutu Alisya dengan kesal.


"Siapa yang curang..? Kan tadi kamu sendiri yang pilih warna merah. Bilang aja kalau kamu takut. Lagi pula kan kita juga belum tau, mungkin hari ini banyak yang pake motor merah," Seru Aldo sambil menahan tawanya.


"Takut..? Siapa bilang aku takut"


mencubit pinggang Aldo. "Oke aku siap untuk taruhan."


"Ah a auw.. sakit tau.." Gerutu Aldo sambil mengusap-usah pinggangnya yang masih berasa berdenyut dicubit Alisya.


Aldo kembali menahan tawanya karna berhasil memperdayai Alisya. Sebenarnya Aldo juga sudah tau jika ia pasti yang akan menang.


"Satu hitam... Dua hitam... Tiga hitam... "


Aldo mulai menghitung motor yang lewat di jalanan. Sementara Alisya dari tadi belum melihat satupun motor berwana merah yang melintas. Kini ia cuma bisa berdoa semoga Tuhan mengirim banyak orang untuk lewat menggunakan motor berwarna merah.


*


*


~Bersambung~


*


*


**Jangan jemu-jemu buat kasih Like vote dan Comentnya ya teman-teman.


Kamsiah..


Arigato..


Thank you..


Sukron..


Maturnuwun..

__ADS_1


Terimakasih..


\(^-^)/ Enjoy the read**.


__ADS_2