CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
PEMECATAN


__ADS_3

"Untuk apa kita berkumpul disina Tuan Reno? Apakah ada pengumuman penting untuk kami? Apakah Tuan Reno sudah menyetujui rencana kerjasama yang kita bicarakan kemarin?" Pak hadi bertanya karena penasaran. Sudah cukup lama mereka semua berkumpul akan tetapi sebuah rapat atau pembicaraan kecil juga belum dimulai.


"Apakah Anda benar-benar ingin tau Bapak Hadi? Tenang saja sebentar lagi rasa penasaran kalian akan segera terobati." Jawab Reno dengan santainya.


Ketika sudah sampai di perusahaannya Jacob segera menuju ke ruang pertemuan, disana sudah ada Reno, pengacara Kim, Pak Hadi dan juga kelima staffnya. Hari itu pakaian yang dikenakan Jacob tidaklah sama dengan pakaian yang biasanya ia pakai untuk menjadi asistan Reno. Kali ini Jacob terlihat tampan dan juga berwibawa dengan setelan jas berkelas.


Selain Jacob, Reno, dan pengacara Kim. Tidak ada satupun yang tau untuk apa mereka berkumpul disana. Pak Hadi dan para staffnya kaget ketika melihat Jacob masuk dan duduk di kursi pimpinan menggantikan Reno yang langsung berdiri dan mempersilahkan kursinya untuk Jacob.


"Baiklah mari kita sambut pemimpin kita yang sebenarnya. Beliau adalah Tuan Jacob yang selama ini kita kenal sebagai asistan saya. Sebenarnya Tuan Jacoblah yang menjadi Bos, sedangkan saya adalah kaki tangannya." ucap Reno memperkenalkan Jacob dihadapan para pegawai yang sedari tadi melongo dan mulai gemetaran. Mereka mengingat kembali bagaimana mereka mempeelakukan Tuan Jacob. Ditambah lagi mereka juga sering berbicara tidak sopan kepada orang yang seharusnya mereka hormati itu.


Keringat dingin menetes dari wajah Pak Hadi. Terakhir kali ia bertemu dengan Tuan Jacob ialah ketika dia meyuruh-nyuruh atasannya yang sebenarnya itu untuk mengerjakan pekerjaan yang berat, bahkan meminta Jacob untuk antar jemput menyupiri mobilnya.


Jacob sangat menikmati moment-moment itu tanpa basi-basi Jacob mengumumkan bahwa mereka semua bersalah dan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dengan denda dan juga hukuman penjara sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara ini. Pengacara Kim membacakan semua dakwaan dan keputusan perusahaan dengan sangat terperinci dan tak terlewat satu katapun.


Nasi sudah menjadi bubur, tak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Pak Hadi dan para bawahannya yang telah membatu dan ikut menikmati hasil korupsi yang dilakukan mereka semua. Setelah pengacara Kim selesai membacakan ditail hukuman bagi masing-masih terdakwa, mereka kemudian langsung digiring ke kantor pilisi untuk proses penyelidikan. Semua berkas perkara juga sudah dicantumkan sebagai bukti. Hari itu Reno yang harus mengurusi semua pekerjaan melelahkan itu ke kantor pilisi.


Jacob kemudian segera pulang ke pesanggrahan. Ia juga kembali bekerja menyiapkan program barunya. Belum lama Jacob duduk di kursi kerjanya, Jacob mendapat nitifikasi pesan dari Aldo, bahwa besok Aldo dan istrinya Alisya akan datang ke perkebunan kopi di kawasan industri perusahaan Jacob.


Dengan senang hati Jacob akan menyambut mereka. Jacob juga menyampaikan bahwa semua permasalahan internal perusahaan sudah mulai teratasi.


*****


Aldo sengaja mengajak Alisya untuk ikut pergi ke perkebunan Kopi karena Aldo tau jika istrinya Alisya sangat suka dengan pemandangan alam yang menyejukan mata. Lagi pula Aldo juga tak mau meninggalkan Alisya sendiri dirumah, entah mengapa akhir-akhir ini Aldo merasa semakin cinta dan tak mau jauh-jauh dengan Alisya. Setiap hari mereka berdua selalu melajukan kegiatan bersama-sama. Mendempel dan bermanja-manja ria dengan Alisya adalah hobi baru bagi Aldo.

__ADS_1


Begitu pula dengan Alisya, semenjak hamil, ia suka sekali dengan aroma tubuh suaminya, Alisya sering meciumi aroma tubuh suaminya itu yang terasa wangi dan membuat candu. Bak seokor anak kucing, Alisya suka sekali membenamkan wajahnya di ketek Aldo ataupun tidur di atas dada suaminya saat sedang berbaring berdua diatas ranjang.


Berbeda dengan Aldo yang akan meminta Alisya untuk menjadikan pahanya sebagai bantal kepalanya ketika Alisya sedang duduk di sofa untuk membaca buku ataupun menonton televisi. Aldo terkadang akan tertidur pulas di pangkuan Alisya. Terjadang Aldo akan jail dengan mengganggu istrinya yang sedang membaca dengan menarik-narik buku yang dibaca Alisya atau dengan sengaja membalik halaman buku agar istrinya itu akan geram dan perhatiannya tertuju untuknya.


Akan tetapi hal yang paling disukai Aldo ketika berbaring di oangkuan istrinya adalah dengan menciumi perut Alisya. Aldo akan mengajak berbicara Anaknya yang masih berada didalam kandungan. Terkadang Aldo juga bercerita kepada Anaknya. Hal itu membuat Alisya terharu dan ikut mendengarkan cerita dari suaminya itu. Walaupun mungkin saja sang bayi belum bisa mendengar suara dari luar akan retapi kegiatan berceeita dan mengobrol itu sudah sering Aldo lakukan untuk anaknya.


Setelah selesai bersiap-siap, Alisya dan Aldo berkendara dengan pelan menuju ke perkebunan kopi. Hari itu Alisya juga khusus membawakan buah tangan berupa teh hasil dari produksi perusahaan milik suaminya dan juga kopi yang dibuat sendiri oleh Papa Antoni.


Setuba ditujuan, Alisya sangat merasa terhibur dan juga senang sekali bisa kembali menghirup segarnya udara berkat banyaknya pepohonan yang menghijau disana. Pemandangan alam yang indah berwarna hijau dan dihiasi dengan warna merah dari biji kopi yang telah masak dan warna putih dari bunga kopi yang baru mekar menambah indahnya pemandangan dihadapan Alisya saat ini.


Aroma wangi dari bunga kopi juga turut memanjakan hidungnya. Entah mengapa kali ini Alisya tidak merasa mual dan terganggu dengan aroma wangi yang cukup menyengat itu.


Jacob kemudian sengaja mengajak Aldo dan juga Alisya untuk berkeliling perkebunan dengan mobil off roadnya. Senyuman dari bibir Alisya tak pernah pudar semenjak ia tiba di tempat itu.


"Hei Jacob, jangan pernah mencoba untuk terpikat sedikitpun kepada istriku, Aku tau jika Alisya memang benar-benar cantik, tapi jika kamu berani sedikit saja mekirik kepadanya lagi. Aku tak akan segan untuk membatalkan rencana keejasama kita." Ancam Aldo yang menyadari jika Jacob sempat curi-curi pandang kepada Alisya.


"Maafkan aku Aldo, aku benar-benar tak berniat seperti itu. Hanya saja wajah Nyonya Alisya sungguh mirip dengan wanita yang pernah aku kenal. Tentu saja aku tidak akan berani melirik lagi jika itu membuatmu tak suka." Jawab Jacob sedikit takut jika Aldo akan marah dan memperbesar kecemburuannya.


"Sudahlah sayang, jangan cemburu lagi. Tuan Jacob kan sudah menjelaskan. Lagi pula kamu kan juga tau jika cintaku ini hanya untukmu seorang. Biarpun ada laki-laki lain yang menggodaku, hal itu pasti tidak akan mempan untukku." ucap Alisya kepada Aldo untuk menenangkan hati suaminya yang sedang cemburu itu.


Alisya kemudian mengeratkan tangannya untuk menggandeng lengan suaminya dan bersandar di bahu Aldo. Hal itu sudah membuat Aldo luluh dan tak jadi mempermasalahkan masalah Jacob lagi.


"Oh iya Jacob. Aku sudah mempunyai ide yang patut dicoba dan layak untuk dikembangkan. Bukankah kemarin kamu bilang jika kopi buatan ayah mertuaku sangat nikmat. Aku sengaja membawakan sample untuk kamu coba untuk di uji di laboratirium. Mungkin saja mereka akan bisa menemukan komposisi yang pas agar kita bisa memproduksinya dalam jumlah yang besar." Kata Aldo membuka sesi bisnisnya.

__ADS_1


"Terimakasih Aldo. Tapi bagaimana cara kita untuk mendapatkan bahan baku dari pembuatan kopi ini? Bukankah Kopi yang kemarin aku minum adalah Kopi Luwak. Jika permintaan melambung kita akan kesulitan mencari bahan bakunya."


"Aku sudah memikirkan hal itu Jacob. Untuk itulah aku kemari dan ingin melihat secara langsung perkebunan Kopinya. Dengan luas lahan yang sangat cukup ini aku rasa kita masih bisa untuk menyediakan bahan baku sendiri. Kita bisa membuat pagar keliling sebagai pembatas dan melepas liarkan hewan Luwak agar mereka bisa hidup seperti di habitat asli mereka. Semalam aku sudah bertanya kepada Papa Antoni bahwa biji Kopi yang Papa olah adalah biji Kopi yang ia dapatkan dengan cara memungut dari kotoran Luwak yang hidup di hutan bebas. Papa mertuaku memang suka berkunjung sendiri ke perkebunan miliknya, Beliau memiliki sedikit lahan yang ditanami tumbuhan kopi. Sebenarnya tujuan penanaman Kopi itu adalah untuk menarik perhatian Lebah-lebah madu yang Beliau pelihara. Lebah madu sangat lah suka dengan nektar uang dihasilkan dari bunga tanaman Kopi. Suatu hari Papa Antoni tak sengaja menemukan cukup banyak kotoran Luwak di perkebunannya dan berinisiatif untuk mengolahnya menjadi Kopi Luwak untuk konsumsi pribadi." Aldo menjelaskan dan bercerita panjang lebar kepada Jacob yang sedang mengemudikan mobilnya dengan pelan. Sementara Alisya masih asik bersandar dibahu Aldo sambil menikmati pemandangan sekitar. Alisya tidak mau ikut campur mengenai urusan bisnis suaminya.


"Benarkah? pantas saja rasa Kopi itu sangat nikmat dan berbeda sekali dengan Kopi Luwak yang pernah aku minum." Jacob menjawab sambil terus berkinsenterasi dengan kemudinya. Jacob mengemudi dengan pelan tak seperti biasanya, karena ia tau jika istri Aldo saat ini sedang mengandung.


"Pada dasarnya Luwak hanya akan memilih biji kopi yang berkualitas baik dan benar-benar sudah masak dipohon. Untuk itulah Kopi yang dihasilkan juga merupakan kopi pilihan dan berkualitas tinggi."


"Kamu benar Aldo, aku sangat kagum dan ingin segera merealisasikan idemu itu. Tapi biaya untuk pembuatan pagar keliling di perkebunan yang sangat luas ini membutuhkan dana yang tidak sedikit Aldo, bagaimana kita akan mengatasinya? Apalagi aku harus merekrut para pegawai baru yang profesional untuk menggantikan para pekerja yang koruptor dan menalangi dana kerugian perusahaan akibat ulah para tikus kantor itu."


"Itulah tantangan kita saat ini Jacob. Kita harus mencari dan meyakinkan para investor baru untuk mau menanam sahamnya di perusahaanmu. Aku yakin jika projek ini berhasil kita akan bisa menutup biaya produksi besar yang dikeluarkan di awal. Apalagi pasar Kopi Luwak sudah sangatlah mendunia dan dibandrol dengan harga yang fantastis. Aku juga ingin sekalian memasarkan teh hasil produksi perusahaanku hingga ke pasar international. Aku yakin kita bisa bekerjasama dengan baik di bidang ini." ucap Aldo dengan penuh keyakinan.


"Baiklah Aldo, tak salah aku mencari dan mendatangimu waktu itu. Aku rasa Visi dan Misi kita hampir sama dalam membangun perusahaan kita. Aku akan segera membuat kontrak kerjasama kita. Dan aku juga akan memberikan keuntungan yang sepadan dengan kerjasama kita kali ini."


Setelah lelah berkeliling, Jacob mengajak Aldo dan Alisya ke pesanggrahan untuk makan siang bersama. Jacob secara khusus memasak untuk kedua tamu istimewanya itu. Alisya dan Aldo cukup terkesan dengan hasil masakan Jacob yang cukup nikmat dan cocok di lidah mereka.


*


*


~Bersambung~


*

__ADS_1


*


__ADS_2