CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
KERJASAMA


__ADS_3

Sebenarnya papa antoni masih harus rawat inap agar kondisinya benar-benar pulih, namun karna papa begitu ngotot ingin pulang dan tidak betah berlama-lama dirumah sakit, akhirnya dokter memberbolehlan papa pulang.


siang harinya setelah papa Antoni di periksa oleh Dokter, papa diperbolehkan untuk pulang. dengan catatan harus jaga pola makan, dan beristirahat dulu untuk beberapa hari kedepan.


"Papa istirahatlah dulu di rumah sampai benar-benar pulih. masalah pekerjaan Alisya yang akan menghandle semuanya. papa tenang saja ya.." tutur Alisya sambil memijit ringan kaki papanya yang berbaring di atas tempat tidurnya.


"Iya pa, anak kita kan wanita yang hebat, sedari dulu papa sudah mengenalkannya dalam dunia bisnis. mama yakin Alisya pasti bisa menjalankan perusahaan kita dengan baik."


"Minggu depan salisa juga libur smerteran pa, jadi Salisa juga bisa bantu-batu kaka di perusahaan. itung-itung belajar magang kerja pa. bolehkan..?"


"Baiklah kalau itu permintaan kalian semua, papa setuju. Papa janji akan segera sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Papa bangga punya kalian semua. Papa sayang Mama Alisya dan Salisa juga." Antoni kemudian mengecup satu persatu dahi istri dan kedua anaknya.


"Ayo tinggalkan papa dulu, biar papa bisa istirahat dengan nyenyak. Mama akan buatkan bubur beras merah untuk papa."


Ketiga wanita itu akhirnya meninggalkan kamar papa antoni.


"Ma, Alisya pergi ke ruang keja papa dulu ya..? Alisya akan mempelajari projek baru yang sedang dikerjakan papa." pinta Alisya pada mamanya.


"Salisa juga akan mengerjakan semua tugas-tugas kuliah ma, jadi nanti saat libur Alisya bisa bantu kaka di perusahaan." saut Salisa dengan wajah begitu serius.


"Baiklah anak-anakku sayang, nanti mama akan bawakan susu dan juga camilan untuk kalian. Mari kita berjuang bersama." Tutur mama Maria sambil memeluk kedua putrinya.


"Siap Ibu Negara, kami akan mengapdi sepenuh hati" saut keduanya dengan mengambil sikap hormat.


*****


Di riang kerja papanya, Alisya begitu serius dan bersemangat mempelajari setiap detail dari proposal kerja yang sedang digarap papanya bersama perusahaan milik Keluarga Adrian.

__ADS_1


Emmm, Sepertinya aku harus meninjau langsung lokasinya. Nanti aku akan meminta ka Adrian untuk menemaniku. lagipula kan ini kan projek bersama, pasti ka adrian juga tidak keberatan. ucap Alisya sambil memaikan bulpen dengan jarinya.


terdengar suara ketukan pintu tiga kali dari ruangan, kemudian ceklek.. pintu terbuka. terlihat mama membawa sebuah nampan berisi segelas susu dan beberapa potong brownies ketan hitam kesukaan Alisya dan adiknya.


"Ini susunya sayang." mama mendekat dan meletakan nampan itu di meja bundar yang ada diruangan itu. papa antoni memang sering kedatangan tamu rekan kerjanya, dan mereka sering membahas pekerjaan di ruangan itu. disana terdapat meja bundar dan beberapa sofa untuk berbincang. selain itu ada meja dan kursi pribadi papa antoni yang kini sedang diduduki Alisya.


"Trimakasih mamaku sayang." saut Alisya dengan senyuman termanisnya.


Mama kemudian berlalu meninggalkan Alisya. namun baru beberapa saat mama berlalu suara ketukan pintu sudah terdengar lagi.


"Alisya sayang, Ka Adrian datang kerumah, tadinya ia ingin menjenguk papa, tapi karna papa sedang istirahat jadi ia ingin bertemu denganmu." tutur mama Maria yang masih berdiri di depan pintu.


"Aah kebetulan sekali ma, ada urusan yang ingin Alisya bicarakan dengan ka adrian, bisakah mama meminta ka Adrian untuk kemari saja. lagipula ini juga mengenai kerjasama perusahaan kita ma."


"Baiklah sayang, mama akan panggilkan Adrian untukmu."


Kini Alisya dan Adrian berbincang di sofa dalam ruangan itu, mama maria juga sudah membiatkan kopi untuk Adrian.


"Oh iya ka, Untuk sementara ini Alisya akan menggantikan papa di perusahaan. dan Alisya juga sudah mempelajari semua projek yang akan kita garap bersama."


"Bagus kalau begitu Alisya, paman juga akan cepat sembuh jika bisa beristirahat dengan tenang"


"Iya ka, Alisya juga berharap seperti itu. Oh iya ka, Apakah besok kaka Ada waktu..? Jika ada Alisya ingin mengajak ka Adrian untuk meninjau langsung lokasi perkebunan itu."


"Tentu saja Alisya, besok aku akan menjemputmu kita bawa satu mobil saja. nanti aku juga akan mengajakmu ke suatu tempat."


"Kemana ka..?"

__ADS_1


"Tunggu besok saja ya, nanti kamu juga akan tau."


"Ih ka Adrian pelit" Gerutu Alisya sambil mengerucutkan bibirnya.


Projek yang akan di garap mereka kali ini adalah penanaman sekaligus pendistribusian sayuran dan buah organik. Mereka memilih lahan di pegunungan karna selain kondisi tanah dan teperatur yang pas. mereka juga bisa mempekerjakan warga sekitar untuk bekerja di lahan mereka.


Tadinya Papa Antoni juga sudah menggarap projek yang sama, Namun sayangnya papa antoni masih memasarkan produknya di dalam negri saja. kali ini dengan kerjasama dari perusahaan Adrian papa berharap bisa melayani sampai mancanegara, sehingga perusahaannya bisa berkembang dengan pesat dan mendunia.


Untuk itu papa Antoni membutuhkan lahan yang lebih luas untuk memanam berbagaimacam buah dan sayuran organik, sehingga bisa mencukupi permintaan pasar yang semakin banyak.


"Ayo ka diminum dulu kopinya, nanti keburu dingin." Tutur Alisya dengan suara lembutnya.


"Tunggu sebentar ya ka, Alisya akan menyelesaikan beberapa surat untuk masalah perijinan."


Alisya kemudian kembali ke meja kerja papanya.


"Alisya aku sangat bangga padamu, kamu adalah wanita tangguh dan begitu baik hati. tidak seperti kebanyakan wanita lain yang akan sibuk dengan foya-foya dan hanya menghabiskan banyak uang untuk shoping dan bersenang-senang saja." Batin Adrian sambil menikmati kopinya dengan memandangi Alisya yang tengah serius dengan pekerjaannya.


Adrian begitu mengagumi gadis cantik dihadapannya itu, pandangannya bahkan tak bisa lepas dari pesona Alisya yang masih fokus mengetik di laptop sambil sesekali membolak- balik kertas dihadapannya.


*


*


~Bersambung~


*

__ADS_1


*


__ADS_2