CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
PATAH HATI TINGKAT DEWA


__ADS_3

Aldo dan nesyah akhirnya sampai di situs peninggalan dunia Candi borobudur, disana Aldo menemani Nesyah berkeliling mengitari setiap tingkatan candi, Nesyah begitu terkagum-kagum dengan keindahan dari setiap lukisan relief dan deretan patung-patung buda yang tersusun begitu rapi. disana Nesyah meminta Aldo untuk mengambilkan banyak foto dirinya. Nesyah juga sempat meminta tolong kepada pengunjung lain untuk mengabadikan gambar mereka berdua.


Ketika sampai di bagian candi paling atas, senja telah tiba, buratan langit berwarna jingga turut menghiasi sore mereka. karna kelelahan berkeliling akhirnya mereka memutuskan untuk rehat sejenak duduk di tepi salah satu setupa sambil menikmati pemandangan alam sekitar yang terlihat begitu indah dari ketinggian.


Aldo sedang menggeser satu-persatu foto hasil jepretannya. " Lumayan bagus juga hasil fotoku, kenapa dulu aku tak jadi fotografer saja ya..?" Aldo bergumam dalam hatinya.


ketika Aldo masih asik memeriksa foto-fotonya, ia teringat dengan rencananya untuk membuat Alisya cemburu. begitu pikirannya jika ingin mengetahui apakah Alisya ada rasa padanya atau tidak.


"kenapa aku tidak meminta bantuan nesyah saja, lagipula selama ini Alisya juga belum kenal siapa itu Nesyah. dan sepertinya nesyah cocok untuk kujadikan pacar bohongan." Aldo begitu bersemangat untuk segera melancarkan rencananya.


Aldo menceritakan semua tentang Alisya kepada nesyah, dan Nesyah juga bersedia untuk membantu Aldo, karna sebenarnya Nesyah juga ada rasa pada Aldo. ia begitu kecewa mengengar pengakuan Aldo yang begitu mencintai Alisya, bahkan sejak berkenalan dengan gadis itu. Nesyah menyetujui itu mungkin akan jadi pekerjaan yang menyenangkan baginya, ia bisa dekat-dekat terus bersama Aldo. walaupun cuma pacar bohongan tapi nesyah berharap kedekatannya dengan Aldo bisa membuat Aldo cinta kepadanya. begitu pemikiran Nesyah saat ini.


*****


pesta pernikahan Rendi, kakak Aldo akan berlangsung esok hari, karna Rendi bekerja di luar kota, jadi mereka menggelar Acara pernikahan secara adat terlebih dahulu. mereka tidak bisa membatalkan pestanya karna undangan sudah terlanjur disebar. sedangkan utuk pernikahan secara yuridis atau negara akan diadakan setelahnya. kebetulan syarat-syarat untuk pengajuan ke catatan sipil belum bisa diselesaikan. mengingat rendi yang begitu sibuk dengan pekerjaannya. ditambah lagi Rendi dan calon istrinya juga belum melakukan kursus perkawinan, sedangkan jadwal dari gereja setempat diadakan di bulan berikutnya.


semua teman-teman Aldo di pelita kasih juga di undang karna memang dulu kakaknya juga Alumni dari kominitas itu. semenjak bekerja di luar kota, kakaknya jadi sementara off dari kegiatan bakti sosial itu.


Keluarga Alisya juga diundang dalam pesta itu. Siang itu Alisya sedang bersiap-siap untuk menghadiri undangan perta Ka rendi. ia mengenakan gaun berwarna merah marun dengan kerah pendek, membuat Alisya begitu terlihat cantik dan anggun. Alisya berangkat berdua dengan adiknya Salisa, sedangkan papa dan mamanya sudah berangkat sedari pagi karna diminta secara khusus sebagai penerima tamu.


"kaka, kamu cantik sekali hari ini. pasti berdandan untuk ka Aldo ya..?" Goda Salisa yang kini duduk di samping Alisya yang sedang mengemudi.


"Enak saja, apa kamu tidak sadar kalau kakakmu ini selalu terlihat cantik setiap hari..?" sangkal Alisya karna merasa malu adiknya seperti tau jalan pikirannya.


Setiba di pesta Alisya dan Salisa disambut oleh keluarga besar Aldo. Alisya begitu penasaran dengan sosok wanita yang berdiri di samping Aldo. ia begitu cantik, putih, tinggi, wajahnya begitu mempesona dengan khas blasterannya.


"Sipa wanita itu..? kenapa terlihat begitu dekat dengan Aldo." perasaan Alisya sudah mulai tak enak.


Alisya berjalan sambil menyalami keluarga Aldo yang berjajar rapi menyambut setiap tamu undangan yang datang. disana juga ada papa dan mamanya.


"Alisya, kamu terlihat cantik sekali." puji tante Rahma kemudian mencium pipi kanan dan kiri Alisya bergantian.


"Ah tante bisa aja. terimakasih ya tante. tapi memang sudah bawaan dari lahir cantiknya. Iya kan ma..?"


Alisya melirik kepada mamanya sambil menahan senyumnya.

__ADS_1


"Ah benar juga, semua putrimu memang cantik-cantik maria, andai aku juga punya seorang putri." tante rahma menyenggol mama maria yang sedang tersenyum malu dengan tingkah putrinya.


"Oh tentu saja, anakku pasti cantik lah. kan menurun dari mamanya." saut mama maria semakin membumbui candaan mereka.


Saat sampai di hadapan Aldo,Aldo langsung menyapa Alisya. ia begitu terpesona dengan Alisya yang kali ini terlihat begitu cantik.


Aldo kemudianemperkenalkan Nesyah kepada Alisya.


"Alisya kenalkan ini nesyah kekasihku, Nesyah, kenalkan ini Alisya sahabat karibku yang sering aku ceritakan itu"


"Halo ka Nesyah, kenalkan aku Alisya"


"Hi.. Alisya, Senang bisa bertemu denganmu, Aldo banyak bercerita tentangmu."


Kini keduanya bersalaman dan melakukan ritual cipika cipiki untuk menambah keakrapan sebagaimana mestinya.


Langkah Alisya terasa begitu berat seketika, Rasanya langit seperti akan runtuh. ia sepertinya tak dapat menahan air matanya. namun Alisya menahannya sekuat tenaga.


Alisya berusaha bertingkah senormal dan setenang munkin. ia berharap tk seorangpun tau jika saat ini Alisya sedang dipenuhi rasa sesak didalam hatinya.


tanpa ragu alisya segera meninggalkan Aldo dan Nesyah.


Tanpa sadar air mata berjatuhan dari kedua mata Alisya. "Tidak-tidak aku tidak boleh menangis, nanti bisa-bisa make up yang ku pakai luntur. Ini tidak boleh terjadi, jangan sampai orang-orang tau kalau aku menangis, apalagi Aldo." Alisya menguatkan dirinya sendiri, kemuadian ia tauch up sedikit make upnya dan kembali ke keramaian pesta.


Alisya tak mau berlama-lama di pesta itu, Setelah memberi selamat kepada ka Rendi dan istrinya, Alisya kemudian beranjak untuk berpamitan. bahkan Alisya tak berselera untuk sekedar mencicipi hidangan yang sudah disediakan. Ia meminta kepada Salisa untuk menemaninya pulang. mereka beralasan akan menghadiri pesta ulang tahun teman salisa. Salisa yang tau apa yang sedang dirasakan kakaknya juga ikut berbohong jika kakaknya juga turut diudang ke pesta ulang tahun temannya.


Aldo begitu Kecewa dengan kepergian Alisya, sebenarnaya ia ingin langsung menjelaskan pada Alisya tentang sebenarnya yang ia lakukan. Aldo dapat melihat Alisya yang begitu gugup setelah mendengar pengakuan darinya. Sekarang Aldo yakin jika Alisya juga punya rasa kepadanya. Aldo ingin sekali berlari dan mengejar Alisya. namun apadaya ia tak dapat meninggalkan pesta pernikahan kakaknya.


Nesyah juga menarik tangan Aldo ketika Aldo secara reflek ingin mengejar Alisya ketika berpamitan.


"Jangan Aldo, biarkan saja dulu. Alisya akan butuh waktu untuk menenangkan dirinya. lagipula jika kau jelaskan saat ini juga, yang ada pasti nanti Alisya akan marah dengan perbuatanmu yang membohonginya" nesyah mencoba meyakinkan Aldo dengan kata-katanya.


Sementara Alisya lansung tancap gas. Ia tak dapat lagi menahan tangisannya. sepanjang perjalanan Alisya menangis sejadi-jadinya. Salisa terus berusha menenangkan kakaknya.


"kaka tenanglah dulu kau ini sedang mengemudi. kaka jangan menagis lagi. mungkin ka Aldo memang bukan jodoh ka Alisya."

__ADS_1


Alisya yang mendengar perkataan adiknya malah semakin menagis tersedu-sedu.


"Kaka jangan seperti ini, nanti kita bisa celaka. sini biar aku saja yang mengemudi."


Alisya kemudian mencerna perkataan Adiknya. ia juga tk ingin jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka akibat dirinya yang sedang tidak bisa fokus mengemudi. Alisya menepikan mobilnya kemudian bergantian tempat duduk dengan Adiknya.


"Sudah ka, jangan menangis lagi. kan masih ada aku, papa, dan mama yang sangat sayang sama kaka." salisa masih mencoba menenangkan kakaknya yang masih menagis.


Sepanjang perjalanan mereka diisi oleh suara tangisan Alisya. Kata-kata Aldo masih tergiang begitu jelas di telinga Alisya. Padahal sebenarnya hari ini Alisya ingin meminta bantuan kepada Aldo untuk jadi pacar sementaranya agar Alisya dapat menolak perjodohannya dengan Bastian.


Semua rencana Alisya gagal berantakan. Hatinya begitu hancur. ia tak dapat membayangkan apa yang akan ia lakukan setelah ini.


Sesampai di rumah, terlihat mobil ka Adrian sudah terparkir di halaman rumah Alisya. Alisya masih enggan untuk turun dari mobilnya. ia masih menagis sambil meratapi nasibnya.


Salisa kemudian turun dan menghampiri ka Adrian.


"Dimana kakakmu Salisa, kenapa sendorian saja."


"Kaka masih di dalam mobil tuh ka, lagi nagis, patah hati. cowo yang oa sukai hari ini mengenalkan pacar barunya. aku masuk dulu ya ka. ka Adrian sebaiknya bantu ka Alisya menenangkan hatinya. Salisa dari tadi sudah mencoba tapi nggak ada hasil"


Salisa kenudian berlalu meninggalkan Adrian. tanpa basa-basi Adrian langsung masuk kedalam mobil meliahat keadaan Alisya saat ini.


*


*


~bersambung~


*


*


Kalau suka dengan ceritanya, jangan lupa kasih lile dan comennya ya.. !!


Thank you and Enjoy the Read.. ♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2