
Sepulang bekerja, Alisya bergegas menuju restoran tempatnya janji temu dengan Adrian. Setiba disana Alisya melihat Adrian yang sudah duduk menunggunya di meja makan.
"Maaf ya ka Adrian. Udah nunggu lama ya..? tadi Alisya harus ngerjain beberapa kontrak yang mendesak jadi agak lama deh."
"Iya nggak papa, aku juga belum lama kok. santai aja dong Alisya. Oh ya, kamu mau pesan apa biar aku pesenin sekalian..?"
"Eem.. Alisya mau Sirloin steak sama jus tomat aja deh ka." tutur alisya tanpa melihat daftar menu. Alisya sudah tau betul tentang restoran yang ia kunjungi saat ini. restoran favoritnya ketika makan bersama Aldo. mungkin ini hanya sebuah kebetulan. Adrian mengajaknya ke tempat ini. Alisya tidak bisa menolak karna Adrian juga sudah menunggu saat tadi mengirim share lokasi pada Alisya.
"Semoga Aldo lagi nggak dateng kesini." batin Alisya yang merasa resah jika Aldo juga sedang ada diresto itu. Baru saja Alisya memikirkan Aldo, terdengar suara seseorang yang begitu dikenal Alisya.
"Selamat malam semuanya. Kali ini aku akan menyayikan lagu milik Ed sheeran yang berjudul Perfect. lagu ini kupersembahkan untuk seorang wanita cantik pujaan hatiku yang terlihat begitu sempurna malam ini. Selamat menikmati." Tutur laki-lagi itu dan mulai bernyanyi. Suaranya begitu merdu diiringi dengan petikan gitar yang sedang dimainkannya.
"Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight"
Begitu salah satu bait lirik yang begitu mengena di hati Alisya.
Hampir semua mata tertuju pada laki-laki yang sedang bernyanyi itu. tak terkecuali Alisya dan Adrian.
Alisya begitu menikmati dan menghayati lagu itu."Andai lagu itu untukku." hati Alisya bergumam dan kini begitu terasa perih. Pandangan Alisya kini berpindah ke sosok wanita cantik yang sedang duduk sendirian di mejanya sambil tersenyum bahagia memandangi sang penyanyi.
__ADS_1
"Alisya, bukankah itu temanmu?"tanya Adrian pada alisya yang perhatiannya tersita oleh laki-laki di panggung kecil itu.
"Iya ka, Dia Aldo teman baik Alisya." jawab Alisya tanpa menoleh.
"Pantas saja dari tadi dia seperti menatapmu. atau mungkin lagu itu untukmu Alisya?6"
"Kaka ini ada-ada saja, kaka lihat wanita cantik bergaun merah itu..? dia pacarnya. dan tentu saja lagu itu dikhususkan untuk kekasihnya itu." balas Alisya berusaha menutupi kesedihannya.
Adrian sama sekali belum tau jika laki-laki itu adalah pria yang sempat membuat Alisya menangis tersedu-sedu sampai menguras habis air mata alisya waktu itu.
Adrian melihat tangan alisya yang belum memakai cicin yang ia berikan."Apa alisya belum cerita pada keluarganya ya..? atau mungkin alisya tak menerima cintaku..?" pikiran Adrian jadi tak menentu, tetapi ia tak berani bertanya mengenai hal itu. Saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah menunggu keputusan dari Alisya.
Sementara Aldo yang sedari tadi memperhatikan Alisya, ingin sekali rasanya menghampiri Alisya dan menjelaskan semuanya. berharap Alisya bisa memaafkannya.
Aldo memang sering datang ke Resto itu. ia sering mengisi perform dengan menyayi menghibur pengunjung. hal itu sudah Aldo lakukan semenjak masa SMA dan berlanjut sampai sekarang. walaupun kini Aldo sudah bekerja dengan mapan namun ia tetap menekuni kegiatannya itu karna begitu banyak kenangan manis bersama Alisya di resto itu.
Aldo melihat Alisya dinner bersama pria lain membuat hatinya begitu sakit dan merasakan panasnya api cemburu. Aldo sengaja menyakikan lagu Perfect itu untuk Alisya. Alisya memang terlihat selalu sempurna dimata Aldo, walaupun Alisya masih mengenakan baju kantornya ia terlihat begitu cantik dengan ikat rambut tinggi kesukaannya.
Aldo tidak sadar jika perbuatannya kali ini juga membuat Alisya semakin salah sangka. Alisya mengira jika Aldo sedang berkencan dengan Nesyah pacarnya, Alisya juga mengira jika lagu itu dinyanyikan khusus untuk kekasihnya itu.
Sore itu Nesyah datang kerumah Aldo, ia meminta Aldo untuk menemani makan malam karna papanya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Karna Aldo merasa kasian pada nesyah yang tak punya teman selain dirinya ketika nesyah di indonesia, akhirnya Aldo mengajak Nesyah ke Resto Cempaka. berharap dengan makan malam disana bisa mengobati rasa rindunya pada Alisya. Aldo tak menyangka jika akan bertemu Alisya disana.
"Ka.. Alisya pergi ke toilet bentar ya" tutur Alisya yang begitu tak nyaman berada disana. sebenarnya ia ingin sekali menangis, namun Alisya tahan sedari tadi.
Di dalam toilet Alisya meluapkan segala kekacauan didalam hatinya. tampa sadar butiran-butiran bening mulai berjatuhan dari matanya.
__ADS_1
"Kenapa semua ini harus terjadi. Aku tak bisa menerima ini semua. rasanya begitu sakit dan menyesakkan dadaku" Alisya segera menghapus air matanya dan berusaha untuk setenang mungkin ketika mendengar langkah sepatu mendekati kamar mandi. Alisya berkaca dan merapikan kembali rambut dan dandanannya.
Seorang wanita cantik mumcul dari balik pintu, dan ternyata itu adalah Nesyah.
"Ah nona, bukankah nona ini temannya Aldo waktu itu..?" Sapanya dengan senyum bengembang dibibir merah yang senada dengan gaunnya.
"Iya nona. Saya Alisya teman Aldo waktu itu. Senang bisa berjumpa Nona kembali." saut Alisya membalas senyuman itu berusaha menutupi kesedihannya.
"Nona Alisya kemari bersama siapa..? Apakah dengan kekasih nona juga..?" tanya Nesyah yang sebenarnya sengaja mengikuti Alisya untuk membuat alisya semakin cemburu dan ingin tau siapa laki-laki yang bersama Alisya tadi. Nesyah tau jika Aldo begitu mencintai wanita dihadapannya ini, dan Nesyah akan berusaha untuk merenggangkan hubungan mereka dengan memanfaatnkan kesempatan yang ada.
"I.. iya, Nona saya kemari dengan kekasih saya." Jawab Alisya terbata-bata. Alisya terpaksa berbohong.
"Baiklah nona Alisya, senang bisa bertemu anda lagi. saya permisi ketoilet dulu. saya takut nanti Aldo menunggu terlalu lama." jawab Nesyah yang kemudian berlalu menuju salah satu bilik toilet yang ada.
Alisya kemudian kembali ke tempat duduknya. Ia menyantap Hidangan yang sudah datang dengan lebih cepat. ia ingin sekali segera pulang.
"Abis ini, Alisya langsung pulang aja ya ka. Lagi pula papa juga masih sakit. Alisya pengen nemenin papa." Ucap Alisya berharap ia akan segera pulang dan membenamkan wajahnya di kasur. Begitu bayangan Alisya yang jadi tak bersemangat melihat Aldo dan Nesyah.
*
*
~Bersambung~
*
__ADS_1
*