
Aldo sedang memikirkan cara, bagaimana ia bisa mencari kesempatan untuk bisa bertemu dengan Alisya.
Setelah pertemuan tak sengaja di pencatatan sipil itu, Alisya seperti menghindar dan menjauh dari Aldo.
"Ah ****.., Aku kehabisan cara untuk bisa bertemu dengan Alisya. Ayo Aldo berpikirlah lebih keras."
Aldo mondar-mandir di ruangan kerjanya, berharap mendapat ide cemerlang dengan seketika.
Aldo kemudian teringat janji taruhannya dengan Alisya waktu perjalanan bakti sosial ke desa S.
"Aku kan punya satu kupon makan sepuasnya bersama Alisya. Tak sia-sia aku bermain taruhan itu dengan Alisya." Aldo tersenyum gembira kemudian segera mengirim pesan kepada Alisya.
"Hi Alisya. Aku sedang malas untuk makan siang sendiri, jadi kupikir aku akan menggunakan Kupon makan ku siang ini. Aku tunggu di Resto Bungo Kambang"
"Astaga, Kupon makan apa Aldo..? Kurasa aku tak punya hutang kepadamu."
"Jangan pura-pura amnesia. Aku masih punya satu kupon makan bersamamu. Salah siapa kau selalu kalah dalam permainan kita."
Alisya mencoba mengurai kembali ingatannya yang mulai kusut.
"Kapan terakhir kali aku kalah bermain dengan Aldo. Ah benar juga aku kan selalu kalah jika mengikuti permainan konyol Aldo."
Alisya merasa geram sendiri mengingat semua kekalahannya dalam setiap game atau tebak-tebakan dan berbagai permainan konyol yang diciptakan Aldo. Alisya juga harus menerima kekalahannya itu dengan selalu menuruti kemauan Aldo yang tak kalah Out of the Box.
"Untung saja kali ini Aldo cuma minta ditraktir makan."
Alisya merasa sedikit lega tak diminta Aldo meminta ubi kayu pada petani yang sedang panen atau menggantikan bapak tua yang sedang menggiring bebeknya mencari cacing di sawah, atau menemaninya iseng ngamen di jalanan. Ingatannya pada berbagai permintaan Aldo yang selalu mendapat kemenangan membuat Alisya bergidik.
"Ok..!! nanti aku akan mentraktir mu. makanlah sepuasnya," Balas Alisya dalam chat nya dengan Aldo.
"Kali ini aku harus menantang Aldo untuk bermain permainanku. Sesekali aku juga harus menang dan balas mengerjai Aldo," Gerutu Alisya dalam hatinya.
__ADS_1
****
Siang itu Aldo dan Alisya bertemu di Resto Bungo Kambang. Aldo memesan berbagai menu kesukaannya. Alisya juga memiliki selera yang hampir sama dengan Aldo. Mereka sangat suka makanan pedas dan kaya akan bumbu dan rempah khas Nusantara.
Salah satu menu yang Aldo pesan adalah Ayam betutu lengkap dengan sambal matah nya.
Berkali-kali Aldo terlihat mengipas mulutnya dengan telapak tangan karena sensasi pedas yang menyerang di mulutnya.
"Huah... Huah... Huah..." Keringat juga terlihat mengucur di pelipis Aldo.
Alisya tersenyum pelik karena berhasil mengerjai Aldo dengan sengaja mengubah level pedas sambalnya di menu yang mereka pesan menjadi level Pedas Ambyar. Level tertinggi di pilihannya.
"Wow Alisya ini enak banget, Sumpah. Kamu mau cobain punyaku Alisya..?"
"Ah masak sih? Kita kan makan dengan menu yang sama."
"Iya Alisya, punyaku rasanya lebih enak. Kamu harus cobain ini," Tutur Aldo dibarengi dengan menyodorkan secuil ayam yang sudah dilumuri sambal kepada Alisya.
"Ah nggak deh, rasanya sama kok. Lagian ini masih satu ayam, mana mungkin rasanya beda," Jawab Alisya yang masih mengunyah makanan yang di suapi Aldo.
Alisya mulai merasakan sensasi panas dan pedas akibat sambal yang sengaja Aldo oleskan di ayam itu lebih banyak.
Aldo mencoba menahan tawanya. Ia begitu gemas melihat kepolosan wajah Alisya yang dikerjainnya. Akhirnya Aldo tak dapat lagi menahan gelak tawanya. Ia tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun Aldo. Kamu ngerjain aku lagi ya..? Ih sebel, sebel, sebel." Tutur Alisya yang merasa kesal karena tak berhasil mengerjai Aldo tetapi malah ia yang kena super trap dari Aldo.
Alisya meneguk habis minuman dalam gelasnya karena tak tahan dengan sensasi pedas dimulut nya.
Alisya merajuk dan tidak mau melanjutkan makannya."Ayo cepat habiskan makan mu, Aku mau pulang." Ucap Alisya dengan wajah cemberutnya.
"Alisya maafin aku, aku kan cuma ingin bercanda. Jangan ngambek dong..!!" Bujuk Aldo dengan mata kelincinya.
__ADS_1
"Jangan marah ya. Iya deh aku ngaku salah. Sebagai permintaan maaf ku aku akan memberimu hadiah."
"Ah hadiah, hadiah apa..?" Saut Alisya yang kini wajahnya berubah menjadi sumringah.
"Dasar, kau ini. Dengar kata hadiah aja langsung seneng banget."
Aldo menyodorkan Sebuah amplop di depan Alisya.
Alisya langsung mengambil amplop berwarna merah itu kemudian membacanya. Didalamnya terdapat 3 potong kertas berukuran lebih kecil dari amplop itu sendiri. Terdapat tulisan tangan di setiap kertas itu.
"Apa ini..?" Alisya membaca satu persatu tulisan di kertas itu.
#Voucher Makan
#Voucher Nonton
#Voucher Jalan-jalan
"Itu hadiah dariku, kamu boleh menggunakannya kapan saja. Anggap saja itu sebagai permintaan maaf ku."
Alisya tersipu malu. Pipinya memerah namun ia tak ingin menunjukan hatinya yang melonjak-lonjak kegirangan.
"Hah.. Semua ini tidak akan cukup untuk membayar semua tingkah jail mu kepadaku. Lain kali aku akan mengalahkan mu dan memberimu pelajaran," Ucap Alisya dengan penuh penekanan.
*
*
~Bersambung~
*
__ADS_1
*