CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
MENEMUI PAMAN DONI


__ADS_3

Malam itu papa Antoni dan mama Maria sedang beebincang dikamarnya.


"Ma, sepertinya Adrian mauelakukan itu semua dan membantu Alisya itu karna ada udang dibalik batu deh, gimana menurut mama..?"


"Iya sih pa, dari dulu waktu Adrian jadi tetangga kita, dia kan selalu perhatian sama Alisya. sepertinya Adrian datang ke indonesia dan mengajak kerjasama dengan perusahaan papa itu juga karna Alisya."


"Papa setuju ma. Lalu bagaimana pendapat mama..?"


"Pendapat mama gimana maksud papa..?"


"Mereka kan berencana untuk berpura-pura jadi pasangan kekasih, bagaimana kalau kita merestui dan mendukung mereka saja, Biar mereka beneran jadi sepasang kekasih. Syukur-syukur mereka bisa menikah, lagipula papa lihat Adrian itu anak yang baik."


"Tapi pa, bagaimana jika Alisya tidak menyukai Adrian pa, kalau mama lihat Alisya itu malah sepertinya suka sama anak Rahma."


"Maksud mama Aldo..?"


"Iya pa, Mama bisa lihat dari tatapan mata Alisya,dan tingkahnya jika di dekat Aldo, sepertinya Aldo juga suka sama Alisya pa. Mama tau betul seperti apa Aldo dari kecil memperlakukan Alisya."


"Bagaimana sih Mama ini, Mama kan tadi juga melihat dan mendengar sendiri kalau Aldo mengenalkan kekasihnya pada Alisya.Kalau Papa sih lebih merestui kalau Alisya sama Adrian saja."


Mama maria terdiam, berusaha mencerna dan memikirkan yang di sampaikan suaminya,ia tidak ingin anaknya sampai salah dalam memilih pasanhan hidupnya.


"Sudah lah pa, Sebaiknya kita serahkan semua keputusan itu pada Alisya. Setelah masalah perjodohan ini terselesaikan, Mama tidak mau lagi menyetujui jika Papa ingin menjodohkan Anak-anak kita. Biarkan mereka melih sendiri kepa siapa akan menikah.Menikah itu kan bukan main-main pa..!!"


"Iya Istriku sayang, Papa janji tidak akan menjodohkan lagi anak-anak kita. Sudah malam ayo kita tidur..!! Sini Papa peluk."


Akhirnya mereka tertidur, dengan Mama Maria berada dipelukan Papa Antoni.


****


Sementara Alisya didalam kamar sedang bercerita pada adiknya Alisya tentang semua yang terjadi saat pergi ke pantai bersama Adrian. Setelah selesai makan malam Salisa memang langsung mengekor di belakang kakaknya, ia ingin menagih pada Alisya untuk menceritakan semua yang dijanjikannya tadi sewaktu di gasebo.


Alisya menceritakan semua rencananya dengan ka Adrian, Salisa mendengarkan dengan begitu seksama.


"Gimana dik..? Menurutmu..? Sebenarnya kaka agak ragu menerima bantuan dari ka Adrian, tapi kaka juga tidak mau jika harus dijodohkan dengan Bastian. Sialnya sampai saat ini kaka bekum menemukan cara yang pas untuk menolak perjodohan kaka."


"Salisa sih bakalan selalu dukung semua keputusan kaka jika itu baik adanya. menurut salisa nggak papa sih ka, lagipula kan itu semua juga cuma sandiwara kan ka..? semua juga demi kebaikan bersama."

__ADS_1


"ok lah, kalau begitu kaka akan menghubungi ka Adrian agar besok temani kaka untuk menemui om Doni."


Alisya kemudian mengambil ponselnya dan segera memberi tahu Adrian agar besok menjemputnya ke rumah.


*****


Esok harinya Adrian menjemput Alisya dengan begitu bersemangat. Adrian berpakaian begitu rapi dan wangi. Sebenarnya Adrian sudah menyelidiki terlebih dahulu siapa keluarga paman Doni itu, paman Doni adalah salah satu patner kerja perusahaannya, bahkan bisa dibilang saham terbesar dari perusahaan paman doni berasal dari perusahaan keluarga Adrian.


Dengan kondisi yang seperti itu sebenarnya Adrian bisa saja meminta paman Doni untuk membatalkan pejodohan anaknya dengan Alisya tanpa harus meminta Alisya bersandiwara menjadi kekasihnya.


Adrian tidak ingin Alisya tau kalau Adrian memanfaatkan kekuasaannya untuk membuat paman doni tak berkutik dan terpaksa menyetujui membatalkan perjodohan anaknya. Adrian tau betul jika paman doni sebenarnya orang yang begitu keras kepala dan tidak mau tau walaupun Alisya sudah punya kekasih, ia akan tetap memaksa sahabatnya papa Antoni untuk melanjutkan perjodohannya demi mengembangkan perusahaanya yang akan semakin kuat jika bergabung dengan perusahaan papa Antoni.


Hal itu Adrian lakukan karna ingin lebih dekat dengan Alisya, Adrian tau jika sejak dulu Alisya hanya menganggapnya sebatas sebagai kaka adik. Sedangkan Adrian sangat mencintai Alisya, ia ingin mengungkapkan perasaannya dan segera melamar Alisya.


Setiba di rumah Alisya, Adrian langsung mengetuk pintu dan menunggu dengan hati berbunga-bunga, Langkah awal untuk mendekati Alisya sudah di depan mata. Adrian begitu terpesona ketika seseorang yang membukakan pintu adalah Alisya sendiri. Hari ini Alisya terlihat begitu cantik dengan dress berwarna merah senada dengan tas dan High Heels nya.


"Alisya kamu cantik sekali" Puji Adrian yang masih tak berkedip, memandangi Alisya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Ahh ka Adrian bisa aja. Ayok ka..!! nanti keburu siang lagi, Alisya pengen masalah ini cepet-cepet selesai." seru Alisya dengan begitu polosnya.


"Ya udah ayok kalo gitu, Kita pamitan sama Om dan tante dulu ya..!!"


Dalam perjalanan Alisya bertanya pada ka Adrian, bagaimana ia akan berbicara pada paman Doni, agar ia setuju untuk membatalkan perjodohan.


Sayangnya Adrian tak mau menjelaskan rencananya pada Alisya. Adrian hanya bilang jika semuanya sudah ia pikirkan matang-matang dan meminta pada Alisya untuk tenang dan tak usah khawatir. Alisya yang tak enak hati larna sudah merasa ditolong tak lagi bertanya lagi. yang ia tau ia hanya harus berpura-pura untuk jadi kekasih Adrian.


Sesampai di perusahaan paman Doni mereka berdua kemudiaan menuju ke salah satu meja receptionis disana.


"Selamat siang Tuan, Nona.. Ada yang bisa saya bantu..? Sapa Receptionis itu dengan ramah"


"Oh tentu saja. Kemarin saya sudah ada janji dengan Bapak Doni Herianto, tolong sampaikan jika saya sudah datang." balas Adrian dengan berwibawa.


"Baik Tuan, akan saya sampaikan. Maaf dengan Tuan siapa saya harus sampaikan..?"


"Bilang saja Adrian dari perusahaan X, Pasti beliau akan tau."


" Baiklah Tuan,Nona silahkan tunggu dulu di ruang tunggu, nanti akan ada yang mengantarkan Tuan dan Nona menuju ruangan Bapak Doni." tutur wanita itu sambil mengarahkan tamunya ke ruang tunggu yang dimaksud. Ia kemudian mengangkat Gagang telefon, berbicara kepada sekretaris pribadi bapak Doni.

__ADS_1


Tak lama seseorang dengan paras cantik dan berpakaian lumayan seksi datang memhampiri Adrian dan Alisya. Dia adalah sekretaris pribadi paman Doni.


"Dengan Tuan Adrian, silahkan Tuan.. Bapak Doni sudah menunggu di ruangannya." Adrian dan Alisya kemudian mengekor mengikuti langkah sekretaris itu dari belakang.


Tadi malam Adrian sudah membuat janji dengan paman Doni, mamun ia tidak bercerita jika kedatangannya kali ini bersama Alisya, sedangkan Paman Doni sendiri mengira bahwa kedatangan Adrian kali ini hanya sebatas urusan bisnis.


" Silahkan Tuan, Nona.. " Sekretaris itu membukakan pintu ruangan pribadi paman Doni, kemudian mempersilahkan mereka untuk masuk.


Paman Doni begitu kaget melihat kedatangan Adrian bersama Alisya.


"Tuan Adrian Mahardika, silahkan duduk. Alisya kamu juga silahkan duduk." Paman doni menyambut kedatangan mereka dengan hangat.


"Ada apa kiranya Tuan Adrian datang secara mendadak ke kantor saya..? Apakah saya berbuat kesalahan Tuan..? "


Paman doni menerka-nerka maksud kedatangan dari anak pemegang saham terbesar di perusahaannya itu.


" Ah.. tidak paman, saya hanya ingin berkunjung saja." jawab Adrian dengan santai.


Alisya yang sedari tadi merasa gugup hanya diam saja dan mendengarkan obrolan mereka berdua. Alisya tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. tapi ia masih mempercayai ka Adrian bahwa ia bisa membantunya berbicara pada paman doni dan berhasil membatalkan masalah perjodohan itu.


"Begini paman, kemarin kan saya baru saja tiba dari Swis ke Indonesia, dan maksud kedatangan saya ke Indonesia sebenarnya khusus untuk teman masa kecil saya Alisya. Saya ingin melamar wanita yang saya cintai sejak lama ini secepatnya paman. Paman sudah kenal dengan Alisya kan..? tapi sayangnya ketika saya mendatangi rumah Alisya, paman Antoni bilang jika Alisya putrinya sudah dijodohkan dengan anak paman Bastian. Jadi saya mohon pada paman Doni untuk nerbesar hati membatalkan perjodohan ini karna Alisya sebenarnya juga mencintai saya."


Alisya begitu terbelalak mendengar perkataan ka Adrian yang begitu berani dan secara terang-terangan memohon pada paman Doni untuk membatalkan perjodohannya dengan Bastian. Perut Alisya tiba-tiba menjadi mules karna saking groginya. ia sangat takut jika paman Doni akan marah-marah dan akan mengamuk membabi buta. Alisya menelan ludahnya berulang kali, ia hanya tertunduk dan tak berani melihat ekspresi wajah paman Doni yang saat ini masih terdiam tanpa suara.


"Paman, ka Adrian, sepertinya Alisya harus ke kamar kecil sebentar. Alisya pamit dulu sebentar ya.."


"Oh baiklah Alisya, kau boleh menggunakan toilet paman saja." paman Doni menunjuk kamar mandi dalam ruangannya.


"Tidak usah paman, Alisya akan menggunakan toilet yang di luar saja." Alisya kemudian beranjak meninggalkan ruangan itu dan bertanya pada salah satu staf kantor untuk menunjukan toilet terdekat."


Didalam toilet Alisya mencoba menenangkan dirinya, dan mengatur kembali detak jatungnya yang berdebar begitu hebatnya karna merasa ketakutan.


*


*


~Bersambung~

__ADS_1


*


*


__ADS_2