
Alisya begitu penat dan merasa jenuh dengan pekerjaannya, hari sudah gelap tapi ia masih sibuk dengan Leptop dan berkas-berkas yang harus segera ia pelajari satu-persatu. Banyak sekali pekerjaan yang dikejar deat line, memaksa Alisya untuk tetap tinggal di ruang kerjanya.
Alisya bersandar di kursi kerjanya, matanya terpejam membayangkan dirinya berada di bibir pantai, berlarian dengan telanjang kaki. Merasakan desiran ombak di kakinya dan hembusan angin pantai menyibak rambutnya yang tergerai panjang. Sudah begitu lama Alisya tidak merasakan udara segar semenjak ia menggantikan posisi papa Antoni di perusahaan.
"Aah kapan ya bisa liburan ke pantai, semua kesibukan ini membuat badanku pegal-pegal" Ucap Alisya sambil memijat-mijat sendiri bahunya. Berharap lelahnya sedikit berkurang.
"Baiklah. Aku harus segera menyelesaikan semua pekerjaan ini agar aku segera pulang." Alisya kembali mengumpulkan semangatnya dan mulai bekerja lagi.
Perhatian Alisya tersita oleh amplop merah yang terselip di antara berkas-berkas di atas mejanya.
"Ini kan pemberian dari Aldo kemarin." Alisya mengambil amplop itu dan membukanya, ia membaca kembali setiap tulisan di atas kertas itu.
"Aha.. Aku kan masih punya ini, Apakah aku harus menggunakan kesempatan ini."
Alisya mengambil ponselnya kemudian mengetikan sebuah pesan singkat untuk Aldo.
Aldo, Sepertinya aku akan memakai Voucher jalan-jalanku besok. Ini masih berlaku kan..?
Alisya menghapus kembali pesan itu, Rasa ragu-ragu membuat ia mengurungkan niatnya.
"Tidak-tidak, ngapain juga aku jalan-jalan sama Aldo. Dia kan sudah punya pacar. Tapi..., Aku dan dia kan sudah berteman sejak kecil, Aldo itu sahabatku. Nggak papa kali ya."
Alisya mengetik pesan lagi di ponselnya, mencari-cari kata yang pas agar terlihat tak begitu berharap lebih pada Aldo. "Gila, Aku kan juga masih punya gengsi" Pikir Alisya dalam hati.
Besok Ada waktu nggak Al..? Aku lagi Boring nieh, Boleh dong aku pakai Voucher jalan-jalanku. Jangan bilang waktunya sudah kadaluarsa atau Kuponnya sudah hangus. Alisya kemudian menekan tombol send.
"Aldo lagi ngapain ya? Lama banget bales nya, Huft."
Ketika Alisya sedang mulai mengetik di lagi, ia dikejutkan oleh bunyi notifikasi pesan ponselnya, dengan sigap Alisya membuka dan segera membaca pesan itu.
Ok.. Kamu mau jalan-jalan kemana?
Pantai. Jawab Alisya singkat.
"Baiklah. Besok pagi aku akan menjemputmu."
__ADS_1
"Bolehkah aku ajak Salisa..? Lagipula
tak enak juga jika kita hanya pergi berduaan."
"Terserah kamu saja Alisya".
Hati Aldo yang tadinya sudah begitu berbunga karena bisa kencan dengan Alisya, seketika langsung layu setelah Alisya bilang akan mengajak Salisa. Aldo berpikir mungkin kali ini akan jadi kesempatan yang bagus untuk menyatakan cintanya.
"Ahh sudahlah, lagi pula aku juga tak bisa bilang tidak. Mungkin status Alisya saat ini yang akan segera menikah, membuat Alisya mengajak adiknya ikut serta. Alisya memang gadis yang baik. Ia tak mau membuat kesalahpahaman dan rumor yang tak baik untuk keluarganya."
****
Akhirnya hari yang begitu dinanti Alisya tiba juga, semalaman ia tak bisa tidur dengan nyenyak membayangkan pergi jalan-jalan bersama Aldo.
Pagi itu Alisya dan Salisa sudah bersiap-siap. Terdengar Ketukan pintu ketika keluarga Alisya sedang sarapan bersama.
"Salisa coba kau buka pintunya, pasti itu Aldo yang menjemput kita" Perintah Alisya pada adiknya.
"Kenapa bukan kaka saja yang membukakan pintu, Ka Aldo kan temannya kaka."
"Hiss kau ini."
"Baiklah ma," Alisya berlalu dan membukakan pintu. Dan benar saja Aldo sudah berdiri di depan pintu. Aldo terlihat begitu tampan dengan Kaos putih dan celana jeans nya.
Sesaat Alisya begitu terpesona dan terhipnotis dengan wajah tampan yang sedang tersenyum sejuta watt kepadanya.
"Aldo, yuk masuk. Kebetulan kami sedang sarapan, Kamu juga ikut sarapan saja bersama kami. Aku yakin pasti tadi kamu buru-buru datang kemari dan melewatkan sarapan mu."
Kenapa Alisya begitu tau. Apakah dia bisa membaca pikiranku. Tadi aku memang begitu bersemangat sampai lupa untuk sarapan.
Aldo hanya terdiam dan mengikuti langkah Alisya menuju ruang makan.
"Aldo.., ayo sini nak. Kita sarapan bareng. Pas banget nie, Tante bikin Nasi goreng Seafood dan Jus Tomat kesukaan Kalian. Tante masih begitu ingat, waktu kalian masih kecil, kalian akan berebut jika sedang makan bersama."
"Baiklah tante. Sebenarnya Aldo tadi sudah sarapan, tapi karena Tante yang meminta, Aldo akan ikut makan," Jawab Aldo dengan ramah.
__ADS_1
Suasana bertambah begitu hangat ketika Aldo juga ikut dalam sesi sarapan keluarga itu. Papa Antoni juga mempersilahkan Aldo untuk duduk disampingnya.
Mereka semua tertawa membicarakan masa kecil Alisya dan Aldo yang selalu ribut dan membuat gaduh seisi rumah. Dua bocah itu sering bermusuhan dan bertengkar namun tak butuh waktu lama juga untuk berbaikan kembali. Jika sedang bersama keduanya akan saling beradu ego namun jika tak bersama mereka akan sedih dan saling merindukan satu sama lain.
Setelah selesai sarapan. Mereka bertiga berpamitan dengan mama Maria dan papa Antoni.
Mereka akhirnya sampai di Villa milik keluarga Aldo setelah menempuh jarak kurang lebih lima jam. Mereka menaruh tas dan barang bawaan mereka di kamar masing-masing. Alisya sekamar dengan Salisa, sedangkan Aldo di kamarnya sendiri tempat biasa ia menginap jika sedang berlibur ke tempat itu.
Karena hari sudah siang mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu dan beristirahat sejenak setelah capek menempuh jarak yang lumayan jauh.
Kira-kira jam tiga sore mereka menuju pantai untuk memuaskan hasrat mereka untuk refresing dan membuang semua lelah dengan rutinitas mereka. Ketiganya sangat asik bermain pasir dan ombak bersama-sama. Suasana pantai memang sedikit sepi pengunjung karena memang bukan musim liburan atau weekend.
Tak terasa hari semakin gelap. Salisa pamit untuk kembali ke Vila terlebih dulu. Salisa memang sengaja memberikan ruang untuk kakaknya berduaan dengan Aldo.
Alisya yang tidak curiga, tak menghiraukannya. Ia masih ingin bermain ombak dan merasakan sejuknya angin laut yang membelai lembut tubuhnya.
"Hati-hati Salisa. Kau jangan pergi kemana-mana tanpa kami," Kata Aldo memperingatkan Salisa yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
"Tenang saja ka Aldo. Aku akan istirahat di kamar," Jawab Salisa sambil berlalu meninggalkan Alisya dan Aldo.
Aldo kemudian duduk di bawah pohon sambil mengamati Alisya yang begitu gembira melanjutkan kembali bermain ombak seperti anak kecil yang baru pertama kali datang ke pantai. Aldo begitu terpesona dengan kecantikan Alisya dan kini terbuai dalam lamunannya. Bahkan Aldo tidak sadar Alisya datang menghampirinya.
Suasana pantai sudah begitu sepi tinggal mereka berdua disana. Alisya duduk disamping Aldo dan mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan.
"ALISYA AKU MENCINTAIMU." Tanpa sadar kata-kata itu terucap dari bibir Aldo.
Alisya yang sedari tadi duduk disamping Aldo begitu terkejut mendengar ucapan Aldo.
"Aldo kamu mengigau ya..?" Teriak Alisya sambil mengguncang tubuh Aldo yang terlihat sedang tenggelam dalam lamunannya.
*
*
~Bersambung~
__ADS_1
*
*