
"Ada apa ini ramai sekali." Sapa Mama Maria dengan ramah walau belum tau siapa yang berkunjung kerumah putrinya.
Setiba di ruang tamu. Papa Antoni kemudian langsung mendatangi Kakek Wisnu. Begitu juga dengan Kakek Wisnu yang langsung berdiri ketika menyadari kedatangan Antoni. Mereka berdua kemudian saling berpelukan. Membuat seisi rumah kaget dengan keakrapan mereka.
"Kenapa Paman bisa sampai berkunjung ke mari? Antoni rindu sekali dengan Paman. Semenjak kecelakaan yang menimpa Rendra, Antoni sudah tidak pernah bertemu dengan Paman lagi. Ngomong-ngomong kemana Paman pindah? Aku sudah beberapa kali mencoba untuk mencari keberadaan Paman tapi belum juga menemukannya. Malah sekarang kita bisa bertemu lagi disini. Antoni senang sekali bisa bertemu lagi dengan Paman." ucap Antoni sambil tak henti-hentinya memegangi tangan Kakek Wisnu.
"Kamu benar sekali Antoni. Semenjak kematian Rendra dan istrinya, Paman sangat terpukul karenanya. untuk itulah waktu itu Paman sengaja pindah rumah agar bisa sedikit melupakan kejadian tragis itu. Paman akan selalu merasa sedih jika mengingat semua kenangan yang tertinggal di rumah lama kami. Untuk itulah Paman membawa Jacob yang masih kecil untuk pindah sejauh-jauhnya dari sana."
"Begitu rupanya Paman, apakah ini si kecil Jacob yang nakal itu?"
"Kamu tidak salah lagi Antoni. Ini Jacob si tukang bikin onar. Sampai sekarang pun dia masih saja membuatku pusing karena kelakuannya." ucap Kakek Wisnu dengan berkaca-kaca.
"Hei Jacob, apa kamu sudah lupa dengan Paman. Paman Antoni adalah sahabat karib Ayahmu. Dulu Paman sering sekali berkunjung ke rumah lama kalian. Tapi waktu itu kamu masih kecil. Tak heran jika saat ini kamu lupa dengan Paman. Sekarang kamu tumbuh menjadi pria tampan seperti ini. Paman jadi terharu, apalagi wajahmu mengingatkan Paman akan mendiang Rendra." ucap Antoni sambil menepuk-nepuk bahu Jacob.
"I,iya Paman. Maafkan Jacob karena tidak mengingat Paman Antoni dengan baik." jawab Jacob dengan gugup. Jacob sangat takut bagaimana nanti respon keluarga Salisa jika tau, anaknya telah hamil karenanya.
Aldo kemudian mengambilkan beberapa bangku lagi untuk dibawa ke ruang tamu. Karena memang tidak ada lagi tempat duduk yang tersisa. Alisya juga membawakan minuman dan beberapa kudapan untuk mereka semua. Mama Maria kemudian juga mempersilahkan tamunya untuk mencicipi teh buatan perusahaan menantunya itu. Dulu Mama maria juga sering diajak Papa Antoni berkunjung ke kediaman keluarga Oetama. Mama Maria juga berteman baik dengan Renata istri dari Rendra Oetama. Tak heran jika Mama Maria juga sangat mengenal sosok Wisnu Oetama.
Dari semua orang yang berkumpul di ruangan itu, sepertinya hanya Jacob dan Salisa yang merasa cemas dan berkeringat dingin.
__ADS_1
"Sebelumnya, Aku sangat menyesal dan minta maaf jika kedatangan Kakek kali ini akan membuat kalian merasa kecewa dan sedih. Tapi sebelumnya ijinkanlan cucuku Jacob untuk menceritakan semua yang terjadi antara Jacob dengan Salisa. Kakek Mohon Kalian semua bisa memahami dan memaafkan perbuatan cucuku yang kurang ajar ini. Ayo Jacob, cepat ceritakan semuanya kepada mereka." kata Kakek Wisnu yang tetap tidak meninggalkan kesan wibawanya.
Semua orang masih bertanya-tanya apa yang sebernarnya telah terjadi. Mereka terdiam dan memberikan kesempatan untuk Jacob berbicara. Namun sepertinya, Alisya dapat menangkap apa yang sebenarnya telah terjadi. Alisya menebak jika laki-laki yang menghamili adiknya adalah Jacob. Akan tetapi Alisya juga tetap diam karena ingin mendengar cerita yang sebenarnya dibalik kejadian yang membuat adiknya menangis tiada henti itu. Alisya juga penasran kenapa adiknya Salisa juga tidak mau mengatakan jika Laki-laki yang dimaksud bernama Jacob.
Dengan gemetaran, Jacob menceritakan semua yang terjadi. Mulai dari bagaimana ia bisa bertemu dengan Salisa waktu di Bali. Semua orang tertegun mendengar kisah yang diceritakan Jacob. Jacob terus saja menceritakan semua peristiwa yang dilakukannya bersama dengan Salisa dengan menunduk dan tak berani menatap siapapun, termasuk Salisa. Sementara Salisa hanya bisa menahan tangisannya agar jangan sampai ia meneteskan air mata lagi dihadapan semua orang. Salisa juga harap-harap cemas dengan bagaimana nantinya kedua orang tuanya akan menanggapi masalah pelik yang telah menimpa dirinya.
Berkali-Kali tatapan semua orang berpindah dari Salisa ke Jacob, kemudian dari Jacob ke Salisa. Entah apa yang ada dibenak setiap orang yang ikut mendengarkan Jacob menceritakan kisahnya bersama dengan Salisa. Jacob menceritakan semuanya dengan sangat menditail hingga bagaimana akhirnya Mereka berpisah.
Beberapa kali terdengar suara helaan nafas panjang dari Papa Antoni, Mama Maria, Aldo, Alisya, ataupun Kakek Wisnu yang sebenarnya sudah mendengar kisahnya. Namun tetap saja, Kakek Wisnu juga terlihat sangat terpukul dan tidak bisa menyembunyikan raut wajah kesedihannya.
Kakek Wisnu meminta dengan sangat hormat, agar mereka bisa memafkan perbuatan cucunya. Terutama kepada Antoni dan Maria yang merupakan sahabat dari anaknya Rendra dan Renata. Kakek Wisnu meminta agar Antoni dan Maria merestui rencana pernikahan Jacob dan Salisa. Kakek Wisnu juga berjanji jika ia akan menyayangi Salisa seperti cucunya sendiri. Setelah menikah nanti, Kakek Wisnu juga meminta agar Salisa bisa ikut tinggal di kediaman keluarga Oetama. Kakek Wisnu berjanji akan merawat dan memenuhi seluruh kebutuhan Salisa. Kakek Wisnu juga bilang jika sebenarnya ia sangat senang jika Jacob bisa menikahi Salisa dan Kakek juga sangat senang karena sebentar lagi ia akan mendapatkan cicit sebagai pewaris keluarga Oetama selanjutnya.
Papa Antoni dan Mama Maria akhirnya menyetujui pernikahan Salisa dan juga Jacob. Atas kesepakatan bersama, mereka akan menikahkan Salisa dan juga Jacob secara diam-diam saja dan hanya didatangi oleh keluarga saja. Mereka tidak ingin menimbulkan huru-hara dan perkataan tidak menyenangkan dari banyak orang.
Jacob yang menyadari kesalahannya juga hanya bisa menerima semua rencana yang telah disiapkan untuknya dengan lapang dada. Jacob memang tak bisa memungkiri bahwa kenyataannya sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah bagi anaknya.
Papa Antoni mempunyai satu syarat untuk Jacob, Yaitu Jacob harus tinggal di kediamannya selama mereka belum melangsungkan pernikahan yang rencananya akan diadakan seminggu lagi. Papa Antoni benar-benar ingin mengenal Jacob dengan lebih dekat, agar ia bisa lebih tenang saat harus melepaskan Salisa untuknya dan tinggal di kediaman keluarga Oetama.
Dengan berat hati dan sedikit takut, mau tidak mau Jacob menyetujui permintaan dari calon Papa mertuanya itu. Akan tetapi saat ini Jacob juga merasa gelisah bagaimana ia akan menghadapi kehidupan baru yang menantinya. Bagaimana pula Jacob akan menjelaskan semuanya kepada Ana yang saat ini masih menyandang setatus sebagai kekasihnya. Apalagi Jacob juga sudah mengenal Ana sejak dari kecil, saat ini Jacob juga sangat menyayangi dan mencintai kekasihnya itu.
__ADS_1
Berbeda dengan Salisa yang juga tampak murung dan belum bisa menerima kenyataan yang harus dihadapinya. Menikah dan menjadi seorang ibu sebenarnya masih jauh di dalam angan-angannya, apalagi ia masih trauma dengan kisah cintanya yang kandas dan hanya menjadi permainan semata. Salisa sangat takut menghadapi kepahitan hidup yang ia rasakan. Semua angan-angan dan harapannya seolah telah sirna ditelan bumi.
Salisa tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan hidup dan serumah dengan orang yang baru saja ia kenal, Salisa dipaksa untuk menikah dengan orang yang sama sekali tidak mencintainya, begitu pula dengan dirinya yang sepertinya tidak bisa membuka hatinya untuk pria manapun.
Nasi memang telah menjadi bubur, semua orang yang berkumpul di ruangan itu harus sama-sama melapangkan hatinya dan melepaskan ego mereka masing-masing agar keharmonisan keluarga itu tetap terjaga.
Mulai malam itu juga Jacob harus tinggal di rumah Papa Antoni. Sementara Kakek Wisnu pulang sendiri ke rumahnya dengan dijemput oleh supir pribadinya.
Setelah Kakek Wisnu pulang, Jacob dan Salisa kembali menjadi pusat perhatian semua mata yang ada disana. Tak banyak perbincangan yang terjadi lagi karena hari memang sudah cukup larut. Malam itu Jacob mengikuti kedua calon Mertuanya untuk ikut pulang kerumahnya dan bermalam disana. Sementara Salisa, memohon kepada Mama Maria agar malam itu ia diperbolehkan untuk tetap tinggal di rumah Kakaknya Alisya.
*
*
~Bersambung~
*
*
__ADS_1