CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
CEMBURU


__ADS_3

"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Aldo kepada Alisya yang sedang mengucek kedua matanya.


"Iya suamiku. Kamu sedang apa?" Alisya bertanya keoada Aldo yang terlihat mengenakan apron dengan kain lap tersampir di bagunya dan kemoceng di tangan kanannya.


"Umm, aku sedang bersih-bersih Alisya. Bukankah hari ini aku akan mengajakmu ikut ke perkebunan. Jadi tugas bersih-bersih sudah aku selesaikan. Hari ini kamu bersantai-santailah dengan menikmati hari tanpa kepikiran lagi untuk mengerjakan pekerjaan rumah." Jawab Aldo sambil mengelap meja rias di dekatnya.


"Aah manis sekali. Kenapa kamu baik sekali suamiku? Kamu tau betul cara menyenangkan hatiku. Tapi kenapa kamu bersih-bersih memakai apron segala?"


"Oh ini. Tadi aku juga sudah membuat sarapan untuk kamu dan bayi kita. Aku sengaja membuatkan sup ayam kesukaanmu."


Alisya tersenyum geli melihat Aldo yang begitu bekerja keras dan totalitas dalam menyenangkan hatinya. "Aku ada sesuatu untukmu sayang, tunggu sebentar ya. Aku cari dulu." Alisya merogoh saku piyamanya dan tangannya mencari-cari seuatu di dalamnya.


"Dimana ya aku letakan? Ahh ini dia." Alisya mengeluarkan tangannya dengan membuat simpul cinta dengan ibu jari dan telunjuknya. "Saranghaeyo".


Aldo tertawa girang dengan tingkah menggemaskan istrinya. "Ini pasti kamu dapat dari nonton drakor bukan?" Selidik Aldo yang sebenarnya sudah tau jawabannya.


"Saranghamnida" ucap Aldo untuk membalas ungkapan cinta Alisya. " Karena kamu sudah bangun, ayo lekaslah mandi Alisya! Sementara aku akan menyelesaikan pekerjaan ini sebentat lagi. Jika sudah mandi segeralah sarapan. Kasian anak kita jika harus menunggu sampai kamu merasa lapar." Perintah Aldo kepada Alisya.


"Siap komandan. Laksanakan" jawab Alisya sambil mengambil sikap hormat kepada suaminya. Alisya segera mengambil pakaian ganti dan membawanya ke kamar mandi.


Sementara Aldo sibuk melanjutkan pekerjaan bersih-bersih rumah yang sering kali dilakukan Alisya dikala dirinya sedang bekerja. Aldo sudah berpesan kepada istrinya itu kalau pekerjaan rumah akan ia handle sumua selama masa mehamilan Alisya. Sayangnya Alisya sering bandel dan tak mengindahkan niat baiknya.


Aldo tidak mau kejadian seperti dulu saat Alisya pingsan dan di selamatkan oleh Adrian itu terulang lagi. Tapi Aldo juga tak bisa setiap hari melarang Alisya untuk sedikit bergerak dengan melakukan pekerjaan rumah yang tak terlalu berat. Aldo bisa memahami bahwa dengan sifat Alisya yang tak ingin menyusahkan orang lain itu akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarganya.


Dengan begitu Aldo hanya bisa berpesan agar Alisya bisa memahami tubuhnya sendiri dan beristirahat ketika sudah mulai lelah beraktifitas. Terkadang Aldo juga akan bangun lebih pagi agar ia bisa tak kalah start dengan istrinya yang super rajin itu.


Selesai dengan tugas bersih-bersih, Aldo kemudian menghampiri Alisya yang sudah selesai mandi dan sedang menikmati sarapan yang disiapkan olehnya. "Bagaimana rasanya Alisya? Apakah kamu suka?" Tanya Aldo penasaran.


"Perfect. Aku bahkan merasa masakanmu selalu jauh lebih enak dari masakanku sendiri." Puji Alisya dengan mengacungkan jempolnya untuk Aldo.

__ADS_1


"Tentu saja. Apa kamu tidak tau jika aku ini jebolan master chef?" Kata Aldo dengan bualannya.


"Hahaha. Ya kamu benar Aldo. Master Chef dari planet Pluto yang sudah keluar dari orbitnya sampai-sampai tak bisa dideteksi lagi." Jawab Alisya sambil menyeringai.


"Kenapa kamu selalu menyangkal kata-kataku Alisya? Apakah kamu sangat ingin menerima hukuman dariku?" Ucap Aldo sambil memeluk Alisya dari belakang dan membisikan kata-katanya itu di telinga Alisya.


Alisya tau betul jika hukuman yang dimaksud Aldo adalah ciuman maut yang akan dilakukan Aldo tanpa henti hingga membuat Alisya kesulitan bernafas dan tak bisa banyak berkilah karena Aldo pasti akan menjerat tubuhnya dengan tangannya yang begitu kuat dan tak akan membiarkan dirinya lepas dari cengkeramannya begitu saja.


Alisya menahan makanan yang belum ia kunyah sepenuhnya di dalam mulutnya saat tangan Aldo mulai bergerilya dengan liarnya. Kecupan lembut mendarat di leher belakang Alisya yang terekspose karena Alisya mengikat rambutnya seperti sebuah gelungan. Alisya segera menelan habis makananya dan meminum segelas air untuk menambah tenaga untuk mengomeli suaminya yang tak akan pernah melewatkan kesempatan untuk memuaskan hasrat laki-lakinya itu.


"Hentikan Aldo. Aku sudah mandi dan wangi. Kamu jangan membuat tubuhku menjadi bau dengan badanmu yang berkeringat dan kecut itu." Gerutu Alisya sambil mengeluarkan tangan Aldo yang sudah menyelinap di balik baju yang ia kenakan.


"Cepatlah mandi dan bersiap untuk pergi ke peekebunan milik Jacob. Bukankah kamu ada meeting internal jam 10.00 nanti?" Ucap Alisya untuk menghentikan Aldo yang mungkin saja akan semakin ganas jika ia tak menghardiknya dengan segera.


Aldo kemudian melirik ke arah jam yang tertempel di dinding persis di hadapannya. Aldo akhirnya menyerah dan takluk akan perintah istrinya. Ia juga tak ingin sampai terlambat untuk pergi bekerja karena sekarang tinggal satu jam lagi bagi dirinya untuk bersiap-siap dan berangkat.


"Saat ini aku melepaskanmu Alisya. Tapi lain kali kamu tak akan bisa berkutik walau kamu memohon kepadaku." Kata Aldo dengan mendaratkan ciuman di pipi Alisya.


Hari itu Alisya ikut ke perusahaan Jacob yang berada di kawasan perkebunan Kopi yang mengitarinya. Sesampai di perusahaan. Aldo meminta Alisya untuk menunggunya sebentar di sebuah kafe kecil di dekat sana yang memang di bangun sebagai ajang untuk promosi dan mendisplay olahan produk Kopi perusahaan Jacob sendiri.


"Tunggu aku sebentar disini ya sayang. Setelah aku selesai rapat internal, aku akan segera kembali dan mengajakmu untuk berkeliling." Ucap Aldo dengan lembut.


Alisya menganggukan kepala sebagai tanda persetujuannya. Alisya duduk di salah satu meja pengunjung di kafe itu. Dirinya juga memesan jus Alpukat yang ternya juga disediakan disana. Alisya sudah tidak bisa lagi mengkinsumsi minuman berkafein tinggi seperti Kopi karena kehamilannya. Untuk melengkapi camilannya, Alisya juga memesan cake red velved dan juga vienetta paduan dari kue dan es krim yang membuatnya ngiler karenanya.


Alisya menunggu cukup lama di kafe itu, kini bahkan sudah mendekati jam makan siang. Akan tetapi Aldo sepertinya masih sibuk berdiskusi dengan Jacob dan juga para staffnya untuk membicarakan projek besar yang sedang mereka -garap bersama. Alisya bahkan sampai menghabiskan dua gelas jus Alpukat karenanya.


Akhirnya waktu penantian Alisya berakhir juga. Dari kejauhan terlihat Aldo dan juga Jacob sedang berjalan menuju ke kafe. Alisya dapat melihat betapa gagah dan tampannya dua laki-laki yang terlihat sedang berbincang sambil berjalan beriringan itu.


Dalam sekejap Alisya dibut kesal dengan seorang wanita yang sepertinya sengaja berpura-pura terjatuh dan beralasan kakinya sakit karena terkilir. Wanita itu jatuh tepat di hadapat Aldo. Tentu saja sebagai orang yang baik Aldo langsung mendatangi wanita itu dan membantunya berdiri.

__ADS_1


Alisya sangat tidak suka karena wanita itu terus saja mencari kesempatan untuk bisa menggoda suaminya. Dengan wajah yang cantik, tubuh yang bahenol dan juga pakaian yang seksi tentu saja akan memikat banyak pria yang melihatnya. Wanita itu bahkan memegang dengan erat dan setengah memeluk tubuh Aldo saat Aldo berusaha membantunya berdiri.


Alisya yang melihat dari kejauhan hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil menggerutu tak jelas. Jacob yang saat itu ada disana juga ikut membantu wanita itu. Tapi sepertinya wanita itu hanya menaruh perasaan kepada Aldo. Terbukti dari cara pandangnya kepada laki-laki yang memang berwajah rupawan seperti Aldo.


Saat ini Aldo dan Jacob terlihat sedang memapah wanita itu menuju ke kafe. Alisya yang melihatnya terus saja menggerutu karena cemburu.


"Duduklah disini Nona Karin." Kata Aldo yang meminta Aldo wanita itu untuk duduk di sebelah Alisya. "Sebaiknya kamu mengambilkan obat untuk karyawanmu Jacob." Pinta Aldo yang melihat Jacob yang malah ikut duduk disampingnya.


"Ah iya, tunggu sebentar Nona Karin. Aku akan mengambilkan obat dan meminta Devi untuk mengobatimu." Kata Jacob dengan segera beranjak dari tempat duduknya.


Alisya melotot dan seolah bertanya kepada Aldo suaminya siapa wanita itu namun tanpa mengeluarkan suaranya.


"Maafkan aku sayang. Kamu harus menunggu terlalu lama karena ternyata banyak kasus yang perlu kami bicarakan lagi." Ucap Aldo dengan mengelus punggung Alisya dengan lembut. Aldo tau jika suasana hati Alisya sedang tidak baik dari cara istrinya menatap dirinya dengan tajam.


"Oh iya, kenalkan Nona Karin. Ini Alisya istri saya. Alisya kenalkan ini Nona Karin akuntan baru perusahaan Jacob." Kata Aldo saling mengenalkan antar keduanya.


Alisya menyalami wanita itu dengan sedikit jutek. Sedangkan Karin sendiri sepertinya terkejut karena menyadari ternyata laki-laki incarannya sudah beristri.


"Saya Karina Anggraini pegawai baru di perusahaan ini. Senang bisa berkenalan dengan anda Nyonya Alisya." Sapa Karin sampil menggigit bibir bawahnya karena menahan ekspresi kecewanya.


"Saya juga Nona Karin." Jawab Alisya sambil mengalungkan tangannya di pinggang Aldo sebagai tanda kepemilikannya dan tak akan membiarkan orang lain untuk mencari kesempatan mengambil hati suaminya.


Tak lama kemudian, Jacob datang bersama dengan Devi seorang perawat yang memang dipekerjakan di klinik perusahaannya.


*


*


~ Bersambung~

__ADS_1


*


*


__ADS_2