CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
PINDAH RUMAH PART 2


__ADS_3

"Memangnya mau kemana kita? kenapa misterius sekali seperti ini." tanya Alisya begitu penasaran.


"Sudah jangan banyak tanya, sekarang aku tutup dulu mata kamu ya! awas kalo ngintip. Nanti aku cium." ucap Aldo sembari mengikatkan penutup mata di kepala Alisya.


Aldo kemudian menuntun Alisya dengan hati-hati untuk membantunya berjalan dengan aman. "Tundukan sedikit kepalamu kita akan naik mobil."


"Ha? Naik mobil? Mamangnya kita mau bepergian jauh?"


"Emmm, kenapa hari ini kamu cerewet sekali Alisya. Jika kamu bertanya terus, bisa-bisa gagal rencana surprice ku." ucap Aldo tak ingin sampai keceplosan karena istrinya yang sedari tadi bertanya terus kepadanya.


"Huum, baiklah." jawab Alisya yang kini sudah duduk di dalam Mobil.


Aldo mulai menyalakan mesin mobilnya dan mengemudikannya dengan kecepatan sedang.


"Aku sudah mulai bosan Aldo. Kenapa lama sekali kita berkendara. Apakah sudah akan sampai?" tanya Alisya yang tak sabar untuk membuka matanya.


"Sebentar lagi sayang. Kamu sabar sedikit lagi ya. Aku akan memutarkan musik untukmu." jawab Aldo yang kemudian memilihkan play list lagu kesukaan istrinya.


Alisya ikut bernyanyi untuk menghilangkan rasa suntuknya. Beberapa kali Alisya mulai menguap dan akhirnya tak terdengar lagi suara cemprengnya saat menirukan Adele menyanyikan lagu Some One Like You.


"Alisya, apakah kau tertidur?" tanya Aldo yang penasaran dengan Alisya yang tak lagi cerewet seperti sebelumnya. dengan banyak Alisya untuk tetap tidur akan menunggunya sampai Alisya terbangun.


Sudah satu jam lamanya, Aldo menunggu Alisya bangun. Namun sepertinya istrinya itu tertidur terlalu lelap. Hari ini kan masih harus mengajak Alisya untuk pergi berburu interior rumah. Jika aku tak membangunkannya sekarang, bisa-bisa Alisya akan tertidur pulas sampai nanti sore.


Aldo kemudian melepas sabuk pengamannya dan berjalan mengitari mobilnya untuk membangunkan Alisya, Aldo membuka pintu mobil dan menyondongkan tubuhnya ke arah Alisya. "Sayang, sayang. Ayo bangun kita sudah sampai." Aldo membisikan kata-kata itu di dekat telinga Alisya.


Alisya malah menggeliat dan merubah posisi tidurnya yang tidak nyaman.


"Bangunlah sayang, kita sudah sampai. Jika kamu masih tidak mau bangun maka aku akan menciummu di depan seluruh orang yang ada di sini." Ancaman Aldo ternyata sangat mempan. Alisya langsung bangun dan hendak membuka penutup kepalanya.


"Eits jangan dibuka dulu. Kamu sudah berjanji tidak akan membukanya sebelum aku memintanya. Sekarang ayo kita keluar dulu dari mobil." Aldo membimbing Alisya dengan hati-hati agar istrinya jangan sampai terjatuh ataupun tersandung bebatuan yang menjadi pijakan mereka.


"Kita ada dimana Aldo? kenapa sepertinya jauh sekali dari rumah?"


"Sebentar lagi kamu akan mengetahui jawabannya Alisya. Kita sudah sampai, aku berharap kamu akan menyukainya sayang." Aldo berdiri di belakang Alisya dan membukakan ikatan penutup mata Alisya.

__ADS_1


Alisya yang menyadari kejutan dari suaminya adalah rumah impian mereka yang di bangun di atas bukit. Sungguh kejutan yang tak pernah Alisya bayangkan sebelumnya. Aldo bilang jika rumah impian mereka mungkin akan selesai pembangunannya tahun depan. Tapi nyatanya semua itu hanyalah bualan Aldo untuk memberi kejutan untuknya.


Rumah yang begitu cantik dengan taman yang penuh bunga mawar berwarna warni kesukaannya. Gasebo di depan rumah untuk menikmati Sunrise sesuai dengan keinginannya. Alisya kemudian melangkahkan kakinya menuju rumah yang selama ini ia dambakan. Alisya sungguh tak sabar untuk membuka pintu dan melihat isi rumah mereka.


"Kenapa masih kosong Aldo?" tanya Alisya yang merasa keheranan karena tak ada perabotan ataupun hiasan sedikitpun di dalam rumah itu.


"Emm aku sengaja Alisya, aku berharap rumah ini akan di dekorasi dan diisi dengan perabotan yang sesuai seleramu. Setelah ini aku akam mengajakmu untuk berbelanja dan mengisi rumah ini menjadi hunian yang nyaman dan indah. Apakah kamu suka?"


Alisya mengangguk pelan dan langsung memelul Aldo seketika itu juga. "Trimakasih suamiku sayang, kamu tidak hanya telah mewujudkan impianku untuk mendirikan rumah kita disini. Tapi kamu juga begitu mempeedulikan aku dengan memintaku untuk mengisi dan menghiasi rumah ini sesuai dengan keingunanku. Tapi aku tidak mau jika kali ini kamu hanya menuruti semua keinginanku. Aku juga meminta kepadamu untuk ikut menghiasi rumah ini dengan dekorasi yang juga kamu sukai, karena ini adalah rumah kita Aldo. Ayo kita berangkat sekarang, nanti kamu boleh bilang tidak jika kamu tidak suka dengan model yang aku pilih."


Alisya terlihat begitu bersemangat dengan menggeret tangan Aldo untuk kembali ke mobil.


"Hei, tunggu dulu Alisya. Aku masih belum mendapatkan imbalan untuk semua ini."


Alisya seketika berhenti dan berbalik ke arah suaminya. "Imbalan? maksud kamu?" tanya Alisya dengan mengerutkan dahinya.


"Tentu saja." ucap Aldo yang kini sudah menutup matanya dan sedikit membungkuk, Aldo mengerucutkan bibirnya nemberi kode kepada Alisya agar istrinya itu memberiya hadiah dengan sebuah ciuman.


"Ahh ternyata tidak gratis ya. Baiklah, kalau begitu tutup terus matamu, aku akan memberikan ciuman terbaikku untukmu." jawab Alisya yang sebenarnya ingin sedikit mengerjai suaminya. Alisya merekatkan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya kemudian menempelkannya ke bibir Aldo.


"Kamu berani sekali mengerjaiku Alisya." Tanpa ragu Aldo langsung membopong Alisya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Aldo menunrunkan Alisya dan hendak mencium bibir Alisya.


Alisya mundur untuk menghidar dari serangan Aldo yang sepertinya akan bertindak brutal untuk membalas dirinya. Melihat Alisya menghindar, Aldo tak mau lagi dibuat malu karenanya. Aldo mengikuti kemauan Alisya dan membiarkan sejauh mana Alisya bisa menghindar darinya.


Alisya yang berjalan mundur tidak mengetahui jika dibelakangnya sudah tudak ada ruang lagi baginya untuk menghindar. Alisya kaget karena tubuhnya sudah tak bisa bergerak terhalang oleh dinding.


Aldo amat senang dengan ekspresi dari Alisya yang terlihat gelisah karenanya. "Mau menghidar kemana lagi kamu Alisya?" Aldo meringsek Alisya dan menahan kedua tangan Alisya di dinding agar istrinya itu tak bisa lagi berkutik dan menghalagi apa yang akan dilakukannya saat ini.


Alisya memejamkan matanya. Pipinya merah merona karena ia tau apa yang akan dilakukan suaminya itu kepadanya.


Aldo tersenyum penuh dengan kemenangan. Aldo mencium bibir Alisya dengan lembut dan begitu menikmati manisnya bibir istrinya. Aldo memang tak pernah bosan walaupun dirinya terbiasa melakukan hal itu berkali-kali setiap harinya.


Alisya sebenarnya juga tak berniat untuk menolak ataupun menghidar dari suaminya. Namun hari ini sepertinya Alisya senang sekali jika bisa sedikit membuat keusilah kepada suami yang biasanya tak pernah absen mengerjainya itu.


Tapi apa mau dikata, Alisya tetap saja merasa dirinya selalu gagal mengerjai Aldo, karena pada akhirnya sejatanya malah berbalik kepada dirinya. Aldo selalu bisa memutar balikan keadaan dan membuat Alisya takluk kepada dirinya.

__ADS_1


Aldo sangat senang diatas kemenangannya. Alisya terlihat begitu menikmati ciuman darinya. Aldo mulai menciumi leher Alisya, kini tangannya sudah mulai bergerilya di salah satu tempat favoritnya. Hal itu membuat Alisya mendesah karenanya. Aldo semakin dibuat tertantang mendengar desahan dari istrinya.


Tangan Aldo sangat terampil membuat istrinya itu merasa nyaman dan menikmati setiap setuhan dan belaian darinya. Kini Aldo kembali mencium bibir Alisya dengan tangan kiri masih bersarang di tempat yang membuat Alisya masih dibuat mendesah dan memejamkan mata menikmatinya. Sedang tangan kanan Aldo dengan lihai telah berhasil membuka satu persatu kancing blouse yang dikenakan Alisya.


"Kau mau lagi Alisya? Aku akan memberikan yang terbaik untukmu." ucap Aldo lirih di telinga Alisya. Aldo sangat suka mendapati respon tubuh Alisya yang akan menggeliat bak cacing kepanasan karena ulah darinya. Dengan senang hati Aldo semakin membuat Alisya tak berdaya dengan setiap serangan darinya. Setelah puas menjelajahi setiap lekuk tubuh Alisya yang berada di balik Blouse yang kini tak lagi menutupinya, Aldo kini ingin berpindah ke bagian bawah dengan membuka kancing celana yang dikenakan Alisya.


"Tunggu dulu Aldo, bukankah tadi pagi kita baru melakukannya." ucap Alisya dengan tangannya yang menahan tangan Aldo yang sepertinya ingin melanjutkan pekerjaannya."


"Tentu saja. Memangnya kenapa? Bukankah kamu juga menikmati dan menyukainya Alisya?"


"Mana mungkin aku tidak menyukainya Aldo. Tapi kita kan mau berbelanja perabotan dan furniture untuk rumah ini. Lihatlah ruangan ini masih kosong seperti ini. Memangnya kamu mau melakukan hal itu di atas lantai?"


"Tak masalah di atas lantai atau di atas kasur Alisya. Jika itu bersama denganmu, aku akan tetap menikmatinya." ucap Aldo yang masih bersujud di hadapan Alisya sambil memeluknya.


"Ayolah suamiku sayang, kita bisa melanjutkannya nanti saat rumah ini sudah berisi dengan perabotan selayaknya rumah normal pada umumnya. Bagaimana jika sekarang kita berangkat dan memilih kasur yang paling nyaman dan empuk untuk kita melanjutkannya nanti. Aku berjanji tidak akan menghidar lagi nanti" bujuk Alisya kepada suaminya yang sepertinya belum berhasil menurunkan libidonya.


Dengan sedikit kecewa Aldo menuruti keinginan Alisya yang sebenarnya sangat masuk akal. Lagi pula hari itu adalah hari terakhir baginya mengambil cuti.


"Baiklah kalau begitu. Aku bantu kamu memakai bajumu lagi. Tapi kamu harus berjanji nanti malam kamu adalah miliku seutuhnya. Kamu tidak boleh melakukan hal lain selain untuk melayaniku." ucap Aldo sambil ymemungut baju Alisya yang tadi sepat ia lempar begitu saja.


Alisya tersenyum melihat Aldo yang kini terlihat menggemaskan seperti qanak Anj*ng yang begitu patuh kepadanya. "Terimakasih suamiku sayang1quntuk bisa mengecup bibir suaminya.


"Eit's kenapa kamu menciumku lagi Alisya? apakah kamu mau kita melanjutkannya lagi?" goda Aldo kepada Alisya.


"Jangan mulai lagi Aldo. Ayo kita berangkat sekarang." pinta Alisya yang kini sudah berpakaian rapi seperti sebelumnya.


*


*


~Bersambung~


*


*

__ADS_1


__ADS_2