CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
TERBEBAS DARI PERJODOHAN


__ADS_3

Didalam toilet Alisya mencoba menenangkan dirinya, dan mengatur kembali detak jatungnya yang berdebar begitu hebatnya karna merasa ketakutan.


Sementara di dalam ruangan, Adrian mencoba untuk menahan tawanya melihat tingkah Alisya yang begitu lucu menurutnya. Adrian dapat melihat dengan jelas wajah Alisya yang berkeringat dingin dan terlihat pucat.


Adrian kemudian melanjutkan perbincangannya dengan paman Doni. Adrian mengancam paman Doni jika tidak bersedia membatalkan perjodohan itu maka ia dan keluarganya akan menarik seluruh saham yang ditanamkan di perusahaan paman Doni.


Paman Doni sudah tidak bisa mengelak lagi. Ia tau jika ujung tombak perusahaannya adalah keluarga Adrian mahardika. Akhirnya paman Doni terpaksa menyetujui permintaan Adrian.


Adrian meminta pada paman Doni Agar nanti ketika Alisya kembali, ia akan bersikap se natural mungkin dan bertutur seramah mungkin pada Alisya.


"Paman harus bilang pada Alisya jika Paman membatalkan perjodohan ini karna melihat Adrian yang begitu mencintai Alisya dan tidak akan menghalingi hubungan kami berdua. Dengan begitu nama baik paman juga akan tetap terjaga" tutur Adrian pada paman Doni.


"Baiklah Tuan, saya berjanji akan berbicara sesuai permintaan Tuan Andrian" Jawab Paman Doni yang sebenarnya merasa begitu kecewa dan menahan amarah namun tak bisa berbuat banyak.


Alisya kembali ke ruangan paman Doni dengan langkah yang begitu berat. Alisya sudah membayangkan nerbagai hal yang mungkin terjadi membuat ia semakin berat melangkahkan kakinya.


Dua pasang mata menatapnya dengan begitu ramah, Alisya membalasnya denhan senyuman yang dipenuhi tanda tanya.


"Ada apa ini.,? kenapa paman Doni terlihat begitu ramah..? Harusnya kan paman menunjukan ekspresi benci dan marah." Alisya semakin memperlebar senyumnya dan duduk kembali di sebelah Adrian.


Alisya terdiam dan tak tau harus berkata apa, suasananya begitu canggung bagi Alisya. Alisya melirik ke arah ka Adrian namun Adrian tak bergeming sama sekali.


"Ayolah ka Adrian, katakan sesuatu..!!" batin Alisya yang semakin tak tenang.


Adrian yang sadar sedari tadi diperhatikan Alisya akhirnya membuka mulut, Adrian tau jika saat ini pasti Alisya sedang tidak tenang mencoba membaca situasi aneh yang terjadi setelah Alisya kembali dari toilet.


"Alisya, kaka sudah ceritakan semuanya kepada paman doni. paman Doni ini ternyata orangnya sangat baik hati dan pengertian."


"Maksud kaka..?" Alisya bergantian memandang Adrian dan paman Doni, Alisya benar-benar belum tau apa maksud perkataan dari Adrian.


"Begini Alisya, tadi Tuan Adrian sudah menceritakan semuanya kepada paman. Paman sangat terharu mendengar tentang kisah cinta kalian, paman jadi bersimpati melihat Tuan Adrian yang begitu mencintai Alisya, makanya paman memutuskan untuk membatalkan perjodohan Alisya dengan Bastian." Paman Doni berusaha berakting senatural mungkin untuk menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan.


"Apa..? Paman bersedia untuk MEMBATALKAN PERJODOHAN itu..?."


Alisya begitu terkejut sekakigus bahagia mendengar ucapan demi ucapan yang paman Doni sampaikan. Walaupun Alisya masih belum tau kenapa Paman Doni begitu mudahnya melepaskannya, tapi saat ini Alisya sudah sangat bersyukur bisa terbebas dari pernikahan paksa dengan Bastian.

__ADS_1


"Iya Alisya. Paman rasa, Paman tidak berhak merusak hubungan kalian."


"Terimakasih paman,Alisya sangat berterimakasih atas kebijaksanaan dan kebaikan paman Doni."


"Kalau begitu Kami pamit undur diri ya paman. sebenarnya kami masih ingin berlama-lama disini, tapi sayangnya saya harus segera menghadiri sebuah peresmian brand ambasador di perusahaan X." Timpal Adrian yang tau jika Alisya pasti akan merasa tidak nyaman jika harus berlama-lama disana.


"Oh.. baiklah kalau begitu. paman tau kalau pengusaha seperti Tuan Adrian ini pasti sangat sibuk. Mari saya Antar." Tutur paman Doni dengan begitu ramah.


"Sekali lagi terimakasih ya paman" ucap alisya sambil mencium punggung tangan laki-laki parubaya itu.


"Sudahlah Alisya, Jangan terlalu sungkan. Paman juga tidak mau menikahkan kalian kalau Alisya tidak menyukai anak paman. Baiklah kalau begitu sampaikan salam paman untuk papamu juga ya Alisya.Katakan jika peesahabatan kita akan tetap hangat seperti sediakala."


"Siap paman. Pasti nanti Alisya sampaikan."


Paman Doni mengantar kedua tamunya sampai didepan lobi perusahaannya.


Dalam perjalanan Alisya memberanikan diri bertanya pada adrian. Alisya masih begitu penasaran kenapa paman Doni bisa jadi selunak itu. Padahal Alisya tau jika Doni Herianto sahabat papanya itu adalah seseorang yang begitu keras.


"Ka Adrian tadi ngomong apa sih sama paman Doni..? Kok tiba-tiba paman jadi begitu mudahnya melepas Alisya..?" Tanya Alisya yang dipenuhi rasa penasaran.


"Sudahlah Alisya, nggak usah dipikirin. yang penting sekarang kamu sudah terbebas dari perjodohan itu." Jawab Adrian menutupi fakta yang sebenarnya.


"Kenapa lagi Alisya..? Apa kamu sedih batal menikah dengan Bastian..?"


"Bukan begitu ka. tapi Alisya.."


"Kalau begitu jangan bahas masalah ini lagi. Ok..!! kaka nggak mau kamu terlalu banyak pikiran." perkataan Adrian menghentikan kata-kata yang ingin diucapkan Alisya.


"Baiklah kalau begitu." jawab Alisya dengan berat hati, Alisya sebenarnya masih begitu penasaran tapi ia tidak ingin menyinggung peeasaan Adrian yang sudah begitu berjasa membantu menyelesaikan peemasalahannya. lagi pula bisa terbebas dari perjodohan itu membuat Alisya begitu girang. Alisya begitu tak sabar mengabarkan kabar bahagian itu kepada keluarganya.


"Ka, Kita langsung pulang saja ya..!! Alisya sudah tidak sabar mau kasih tau papa, pasti papa bakalan seneng banget mendengarnya. lagi pula kaka tadi kan bilang ada pekerjaan yang harus segera diurus."


"Hahaha.. kalau itu sih cuma akal-akalannya kaka aja biar kita bisa cepet pulang. Kaka akan menemani kamu bercerita di depan keluarga kamu, pasti bakalan seru. Boleh kan Alisya..?"


"Ih ka Adrian bisa aja deh. Okey deh kalau begitu.Lets go Home."

__ADS_1


Setiba di rumah Alisya dan Adrian langsung menceritakan semuanya kepada keluarganya. semuanya teelihat begitu bahagia. Terutama Papa Antoni yang negitu merasa bersalah, tak bisa menolak permintaan dari sahabatnya itu.


"Papa sangat bahagia Alisya, mulai hari ini papa berjanji tidak akan menjodohkan anak-anak papa." Tutur Antoni dengan raut wajah bahagia namun terselib sebuah penyesalan.


"Bagaimana kalau untuk merayakannya kita nanti makan malam bersama. Bagaimana Adrian apa nak Adrian bersedia..? itung-itung sebagai rasa terimakasih kami karna nak Adrian sudah membatu kami." Mama Maria momohon dengan begitu bersungguh-sungguh.


"Baiklah tante. Adrian sangat senang jika bisa makan malam bersama dengan keluarga Paman Antoni."


"Kalau begitu, ayo Alisya aterin mama belanja ke supermarket untuk membeli bahan-bahannya, lagi pula mama juga belum sempat belanja bulanan. setelah itu nanti kita langsung masak yang special untuk nak Adrian."


"Ok..!! siap Komandan." Jawab Alisya dengan begitu bersemangat, Ia juga ingin menunjukan rasa terimakasihnya kepada Adrian.


"Ka adrian dirumah aja dulu ya, temani papa main catur, dari kemarin papa begitu sombong karna belum ada yang bisa ngalahin papa. Alisya yakin ka Adrian bakalan jadi lawan yang sepadan buat papa." ucah Alisya sambil melirik papanya dan tersenyum kecut.


Akhirnya Alisya mengantar mamanya untuk berbelanja. mereka membeli beberapa daging dan iga sapi untuk barbequean nanti malam di belakang rumah. mereka juga berbelanja begitu banyak kebutuhan rumah tangga yang stoknya sudah mulai menipis.


Malam harinya keluarga Alisya ditambah dengan Adrian menghabiskan waktu bersama dengan barbequean di belakang rumah, kemudian mereka menyantap daging panggang itu di Gasebo kesayangan mereka itu.


Suasana malam itu begitu gembira, Paman Doni dan mama Maria sengaja berulang kali menempatkan Alisya dan Adrian pada susana yang memaksa mereka untuk berduaan. mereka sengaja menyuruh Adrian dan Alisya yang bertugas untuk membakar semua daging dan iga yang mereka siapkan. Adrian sangat bahagia bisa begitu dekat dengan Alisya. Sedangkan Alisya yang begitu polos belum menyadari dengan tingkaah usil kedua orangtuanya itu. Alisya masih menganggap hubungannya Adrian sebatas kaka adik saja.


*


*


~Bersambung~


*


*


Yuk jangan lupa kasih dukungan untuk author, caranya dengan like, Komen dan juga vote sebanyak-banyaknya.


Dukunhan kalian sangat berarri untuk author agar lebih bersemangat lagi dalam menulis.


Oh iya.. bagi kalian yang seprofesi dengan author dan juga pengen di dukung sama aku jangan lupa ninggal jejak ya. nanti pasti bakalan author baca juga novelnya..

__ADS_1


terimakasih..


salam hangat dari author.. ♡♡♡♡♡♡♡


__ADS_2