
Hari berganti hari, Alisya dan Aldo menjalani kehidupan rumah tangga mereka dengan bahagia. Selama Aldo pergi bekerja, Mama Maria akan menemani Alisya di rumah. Terkadang Alisya yang mengunjungi rumah Mama Maria yang baru dibeli khusus oleh Papa Antoni agar setidaknya Alisya tidak sendirian dirumah selagi Aldo bekerja.
Apalagi akhir-akhir ini Aldo sering bekerja lembur dan pulang larut malam. Terkadang Aldo juga harus melakukan perjalanan bisnis ke luar kota dan harus mengingap. Jika hal itu terjadi, maka Alisya akan menginap dan tidur di rumah Mama Maria.
Rumah yang dibeli keluarga Antoni juga tidak besar dan sederhana, sama seperti kebanyakan rumah-rumah di pedesaan itu. Akan tetapi berkat tangan-tangan terampil dan kerjasama tim keluarga Antoni, maka rumah itu sekarang tampak cantik dengan dekorasi khas keluarga Antoni yang selalu dipenuhi dengan tanaman-tanaman berbunga dan berbagai macam pohon buah-buahan.
Berkat keuletan Aldo, Akhirnya pabrik teh yang selama ini sedang dibangun akhirnya selesai juga pembangunannya. Semua itu berkat kerja keras dan keringat dari Aldo dan timnya yang akhirnya bisa meyakinkan banyak investor untuk menanam saham di perusahaannya.
Kondisi perusahaan Papa Winata juga semakin membaik. Suatu awal yang baik untuk memulai kembali rencana awal dan harapan-harapan Alisya dan Aldo yang sempat tertunda.
Walau pabrik teh milik Aldo masih terbilang baru namun namanya sudah menggaung hingga ke pelosok Negeri. Hal itu bisa terjadi karena kualitas teh yang dihasilkan sangatlah baik dan berkualitas. Selama ini Aldo selalu memastikan sendiri proses pengolahan mulai dari perkebunan kemudian ke proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen dengan teliti dan mengutamakan kualitas. Aldo juga mulai memasarkan produknya melalui jejaring online dan digital marketing.
Sebuah usaha yang tidak pernah sia-sia. Kebanyakan konsumen akan menjadi pelanggan tetap dan selalu repeat order hingga pabrik teh milik Aldo kini sudah semakin berkembang dengan cukup pesat.
Walaupun perkembangan perusahaan Aldo belum sesuai dengan harapannya. Aldo tetap yakin jika suatu saat produknya bisa menguasai pasar dan tembus hingga ke pasar Internasional.
Alisya sangat bangga dengan kerja keras dan ketekunan yang selama ini dilakukan oleh Aldo suaminya. Akan tetapi Alisya selalu mengingatkan agar Aldo tetap selalu menjaga tubuh dan kesehatannya. Alisya selalu memasak makanan bergizi dan membawakan bekal untuk suaminya bekerja. Jika kebanyakan pegawai dan stafnya sering makan di kantin, namun tidak begitu dengan Aldo. Ia selalu setia dan memilih untuk memakan bekal yang sudah dibuatkan istrinya. Alisya juga selalu memberika suplemen dan vitamin untuk membantu menjaga ketahanan tubub Suaminya yang sering lembur dan kurang istirahat.
Pagi itu saat Alisya bangun ia sudah tidak mendapati Aldo disampingnya. Alisya kemudian memanggil-manggil Aldo barang kali suaminya itu sedang berada di kamar mandi. Namun sayangnya tak ada jawaban sama sekali. Alisya kemudian beranjak dari tempat tidurnya. Ia mencari Aldo ke setiap ruangan namun tetap saja ia tidak menemukannya.
Alisya kemudian membuka ponselnya. Ia ingin menelfon Aldo. Tapi niatnya ia urungkan karena Alisya melihat pesan dari Aldo terlebih dulu. Aldo bilang jika ia sudah berangkat bekerja pagi-pagi sekali. Aldo juga meminta maaf karena ia tidak berpamitan saat berangkat karena Alisya masih tidur dengan sangat pulas. Sehingga Aldo tak tega untuk membangunkannya.
Alisya cukup mengerti jika akhir-akhir ini Aldo sering lembur dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja. Akan tetapi Alisya juga sedikit meras sedih dan kecewa bahwa Aldo melupakan hari yang cukup istimewa bagi mereka.
Dengan berat hati, Alisya menerima kenyataan bahwa Aldo sebenarnya juga sedang berjuang untuk keluarganya. "Ayolah Alisya, jangan seperti anak kecil lagi. Kamu harus mengerti dan memahami keadaan Aldo yang saat ini sedang bekerja untuk kamu dan anakmu." Gumam Alisya mencoba menguatkan hatinya.
__ADS_1
Alisya menjalani hari itu dengan kurang semangat. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton drama ketimbang mengerjakan pekerjaan rumah dan bersih-bersih seperti kebiasaannya selama ini. Bukanya terasa terhibur Alisya malah dibuat baper karena drama korea yang sedang ditontonnya.
Malam harinya Alisya berniat untuk tidur lebih awal, ia mengira bahwa Aldo akan lembur seperti biasanya. Alisya masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Alisya mencoba untuk tidur tapi rasanya ia belum mengantuk, Akhirnya Alisya menambil salah satu buku diatas susunan rak dan mulai membacanya.
Beep beep.. Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah. Alisya tak menyangka jika teenyata malam itu Aldo pulang lebih awal dari biasanya. Alisya sangat senang karena kali ini ia bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama dengan Aldo. Ternyata malam itu adalah hari aniversary tahun pertama bagi Alisya dan Aldo.
Saat mendengar suara mobil Aldo, Alisya segera bergegas untuk membukakan pintu. Saat Alisya membuka pintu, Aldo sudah berdiri di hadapannya dengan buket bunga mawar merah yang sangat besar dan indah.
"Happy anniversary sayang." ucap Aldo sambil memberikan buket bunga mawar itu untuk Alisya dan mencium kening istrinya yang sudah mengenakan baju tidurnya.
"Aku pikir hari ini kamu akan pulang larut seperti biasanya dan lupa akan hari anniversary kita. Sebenarnya aku juga tak masalah jika kamu lupa. Tetapi sekarang aku sangat senang sekali Aldo. Terimakasih atas sumuanya." kata Alisya dengan berkaca-kaca.
"Jangan terharu dulu Alisya. Masih ada surprise lagi yang menantimu."
Aldo kemudian menjetikkan tangannya. Dalam sekejap suasana menjadi gelap. Dan ternyata dibelakang Aldo juga sudah tertata dengan rapi sebuah meja dan kursi dengan makanan yang sudah tersaji dengan lilin menyala diatasnya. Teras rumahnya telah disulap menjadi tempat Candle Light Dinner yang sangat romantis dengan lampu kerlap kerlip yang ditata sedemikian rupa hingga malam itu terlihat sangat indah.
"Aku juga bahagia karna bisa membuatmu bahagia dan tersenyum seperti ini Alisya. Maafkan aku karna selama beberapa minggu ini Aku sangat sibuk dengan pekerjaanku Alisya. Aku sering teringat padamu saat bekerja dan ingin sekali segera pulang. Aku berjanji setelah aku bisa mengatasi beberapa kendala yang saat ini masih menghambat proses produksi, maka aku akan lebih banyak dirumah dan menemanimu." ucap Aldo yang kemudian menciumi wajah istrinya dan disusul dengan berjongkok dan mencium perut istrinya yang sedang hamil.
Aldo juga meminta maaf kepada anaknya karena kesibukannya itu. Alisya tersenyum dan membantu suaminya kembali berdiri.
"Aku juga minta maaf arena tidak bisa memberikan surprise yang romantis seperti ini Aldo. Tapi tunggu sebentar. Aku akan mengambilkan sebuah hadiah kecil untukmu." ucap Alisya yang kemudian masuk kedalam kamar dan mengambil sesuatu untuk Aldo.
Tak lama kemudian, Alisya terlihat kembali ke depan rumah dengan membawa kotak kecil dan segera memberikannya kepada Aldo.
"Apa ini Alisya. Kenapa kamu juga memberikan kejutan untukku?" Aldo juga merasa sangat senang karena ternyata ia juga mendapat hadiah dari istrinya.
__ADS_1
"Ini tak sebanding dengan surprisemu Aldo. Sebenarnya tadi pagi aku ingin memberikannya padamu tapi saat aku bangun ternyata kamu sudah berangkat bekerja." ucap Alisya dengan lembut.
"Hehehe, maafkan aku Aisya. Aku memang sengaja berangkat lebih pagi agar aku bisa segera menyelesaikan pekerjaanku dan pulang lebih awal untuk menyiapkan semua ini. Bolehkah aku membukanya sekarang?" Tanya Aldo sambil memegangi kotak yang diberikan Alisya.
"Tentu saja, tapi jangan kecewa jika pilihan warnanya mungkin tak sesuai dengan seleramu."
Aldo yang sudah penasaran segera membuka kotak itu. Didalamnya terdapat sebuah dasi berwarna Navy dengan motif garis-garis putih ke abu-abuan.
"Ini sangat bagus Alisya. Aku sangat menyukai motif dan warnanya." ucap Aldo yang kini mencium bibir Alisya dan ********** dengan lembut. Alisya juga membalas ciuman mesra dari suaminya.
"Kalau begitu ayo kita makan malam dulu, nanti makanannya keburu dingin." Kata Aldo sambil menuntun istrinya menuju ke tempat makan malam. Aldo menyeret salah satu kursi dan mempersilahkan Alisya untuk duduk. Aldo kemudian juga ikut duduk di hadapan Alisya.
Di atas meja sudah tersaji Tenderloin salah satu makanan kesukaan Alisya. Aldo membantu memotong-motong daging itu dan memberikannya untuk Alisya.
Walaupun Tadi Alisya sudah makan malam, namun ia tetap lahap dan menghabiskan makan malam kedua kalinya itu. Selesai makan. Aldo kemudian memutar sebuah musik dan mengajak istrinyanya untuk berdansa.
Alisya menyambut uluran tangan Aldo dan menerima ajakan suaminya untuk berdansa. Malam itu mereka habiskan dengan sangat romantis dan saling menyenangkan pasangannya. Mereka tidak membiarkan orang lain mengganggu kebersamaan mereka dengan mematikan ponsel mereka berdua. Semua itu mereka lakukan karena untuk mengganti waktu yang selama ini mereka habiskan dengan kegiatan mereka masing-masing.
*
*
~Bersambung~
*
__ADS_1
*