
Cerin sangat cemburu melihat kedekatan Alisya dan Aldo, hatinya begitu panas menyaksikan laki-laki pujaanya bisa bersikap hangat kepada wanita lain.
"Kurang apa sih aku ini..? cantik seksi, putih, pinter" Cerin membanggakan dirinya sendiri dalam hatinya.
"Pasti Alisya pasang susuk nih, atau jangan-jangan dia udah melet Aldo biar Aldo tergila-gila..?" Cerin masih saja berpikir yang tidak-tidak tentang Alisya.
Cerin tak habis pikir, selama ini ia sudah berjuang mati-matian untuk mendapatkan simpati Aldo, namun belum mendapatkan hasil. Aldo begitu dingin dan selalu cuek kepada wanita-wanita yang mendekatinya.
Namun tidak begitu dengan Alisya, Aldo akan bersikap manis dan begitu perhatian terhadap Alisya, bahkan Aldo rela bertingkah konyol demi melihat Alisya tersenyum.
Cerin memang sering melihat Aldo jail kepada Alisya, tapi cerin tau semua itu hanya untuk mendapatkan perhatian dari Alisya.
" Aku harus mencari cara untuk
merenggangkan hubungan mereka." Cerin mulai menyusun rencana untuk mengerjai Alisya saingan cintanya.
Ketika sedang mencari Alisya, cerin melihat Alisya sedang mengobrol serius dengan adiknya. Cerin jugan menderar samar-samar nama Aldo disebut. Karna penasaran Cerin mencari tempat yang pas untuk menguping pembicaraan Alisya dan Salisa Adiknya.
"Aku ngumpet disini saja, barangkali ada sesuatu yang bisa aku dengar untuk menjatuhkan Alisya." Dengan memasang telinga lebar-lebar Cerin mencoba mendengarkan pembicaraan Alisya dari balik pohon yang tak jauh dari sana.
Cerin begitu bahagia ketika mendengar Alisya akan menikah dengan orang lain. " kata-kata itu begitu menyenangkan bagi cerin.
" Sepertinya keberuntungan sedang berpihak kepadaku" bati Cerin yang masih menguping dibalik pepohonan.
"Nesyah..? siapa wanita itu..? kenapa sepertinya dia adalah saingan Alisya..? atau mungkin Nesyah itu adalah pacarnya Aldo." Cerin bergumul sendiri dalam pikirannya.
"masak sih Aldo punya pacar..? setahuku dia itu sangat anti dengan wanita selain Alisya. aku harus mencari tahu siapa itu Nesyah..!!" Cerin sangat penasaran dengan wanita yang namanya disebut Alisya tadi.
Alisya memang tidak bercerita dengan teman-temannya jika dia akan segera menikah. karna memang semuanya diluar rencana Alisya dan keluarganya.
semuanya terjadi begitu saja, bisa dibilang rencana pernikahan itu adalah rencana dadakan.
****
Beberapa bulan yang lalu Alisya sedang galau, hatinya sedang kalut karna ia akan dijodohkan dengan anak dari teman papanya. namanya adalah Bastian. Alisya belum mengenal sama sekali seperti apa Bastian itu.
__ADS_1
Papa Antoni bilang jika teman dekatnya punya anak laki-laki yang ingin ia jodohkan dengan Anak perempuannya. Sebenarnya papa Antoni tidak pernah ingin menjodohkan Anak-anaknya, tetapi temannya itu terus mendesak dan memaksa agar setuju untuk menjodohkan putra putrinya.
Dengan berat hati Papa Antoni memohon kepada Alisya agar ia mau berkenalan dulu dengan Bastian. Jika Alisya suka dan setuju untuk menjalin hubungan yang lebih serius, maka papa antoni akan menyetujui niat perjodohan itu. Papa berfikir jika anak sulungnya juga sudah pastas jika dinikahkan. apalagi mengingat penyakit jantungnya, papa antoni ingin sekali menimang cucu sebelum ajalnya menjemput.
Alisya yang sangat sayang pada papanya tentu tak bisa menolak permintaan dari papanya. lagi pula papa juga cuma bilang kenalan dulu saja. jika Alisya tak suka, ia berhak untuk mrnolak perjodohannya.
jadi siang itu Alisya menyetujui untuk bertemu dan berkenalan dengan bastian.
Alisya dan bastian bertemu di sebuah cave tak jauh dari rumahnya. Kesan pertama bertemu, Alisya sudah tak suka dengan bastian. Waktu itu bastian sedang mengobrol dengan Alisya, tetapi matanya masih saja jelalatan kesana kemari, dan begitu antusias jika melihat wanita cantik di sekitarnya.
Dari kesan pertama itu Alisya langsung tau jika Bastian bukanlah tipe cowok yang setia. saat itu Alisya memang sengaja berdandan alakadarnya, tak ada yang special, seperti biasa Alisya mengikat rambutnya tinggi, memakai bedak tipis dan lipstik berwana nude. pakaiannya juga biasa saja.
Alisya ingin mengetes apakah Bastian mau menerima Alisya yang selalu tampil sederhana seperti itu. parahnya lagi ketika Alisya sedang pergi ke toilet Bastian dengan terang-terangan menggoda wanita cantik yang sedang duduk sendirian di sampin meja yang ditempatinya saat ini.
Alisya sebenarnya tak pergi ke toilet, ia sengaja memantau Bastian dari kejauhan. ia juga meminta tolong sahabatnya Karin untuk berdandan sexsi dan memancing perhatian Bastian. tak lupa Alisya juga merekam kejadian itu dalam sebuah vidio untuk ia tunjukan pada papanya nanti sebagai bukti untuk menolak perjodohan itu.
Sebelum pulang kerumah, Alisya pergi ke sebuah taman, jika hati Alisya sedang risau atau sedang dilanda masalah yang cukup berat, biasanya Alisya akan menenagkan diri dengan pergi ke taman dan duduk bersantai ditepi danau buatan ditaman itu.
Alisya duduk di sebuah bangku yang letaknya persis di tepi danau dibawah pohon tabebuya, jika pohon itu berbunga warnanya kuning ada pula yang berwarna ping, begitu cantik mirip dengan bunga sakura di jepang.
Tempat itu juga tempat favorit untuk Alisya dan Aldo, mereka sering duduk bersantai disana sambil membaca buku, bersenda gurau, bercerita, atau bahkan hanya sekedar untuk menikmati bakso kerikil langganan mereka.
Aldo sedang bekerja di kantornya, ada proyek mendesak yang harus segera diselesaikan saat itu juga, Akhirnya Aldo menunda jam makan siangnya. Aldo begitu serius mengerjakan pekerjaannya itu. setelah selesai, Aldo yang begutu kelaparan tiba-tiba terbayang bakso kerikil favoritnya.
Aldo langsung tancap gas mengendarai mobilnya dan menuju ke taman yang letaknya memang tak jauh dari perusahaannya. Aldo langsung memesan satu porsi bakso dengan ukuran jumbo ditambah dengan irisan ketupat untuk memuaskan perutnya yang sudah keroncongan.
" biasa ya pak, aku makan di pinggir danau saja, pinta Aldo pada bapak si penjual bakso."
" Siap tuan" pak totok si penjual bakso kemudian langsung membuatkan pesanan pelanggan setianya. tak butuh waktu lama pak totok menghampori Aldo dengan membawa sebuah nampan yang diatasnya berisi semangkuk bakso, sebotol kecap, saos, acar, dan mangkuk kecil berisi sambal kepada Aldo.
" Ini baksonya sudah siap tuan, sudah saya tambah dengan tetelan juga" pak totok menyerahkannya sambil tersenyum
" Oh iya pak, terimakasih banyak. bapak ini memang tau baget kesukaan saya."
" Gimana nggak paham tuan , Lhaa wong sudah jadi langganan saya sejak tuan Masih berseragam putih biru,"
__ADS_1
" Hehehe, saya makan dulu ya pak sudah laper"
" Silahkan tuan"
Aldo kemudian membawa nampan itu ke tempat tujuannya, dari kejauhan Aldo melihat sosok perempuan yang sangat ia kenal. ia kemudian bergegas menghampirinya.
" Alisya...? sedang apa kamu sendirian disini..? "
Alisya yang sedang termenung kemudian menoleh ke sumber suara itu.
" Aldo... ayo duduk dulu sini aku mau curhat tentang suatu hal. "
" Baiklah, mau curhat apa alisya..? tapi aku sambil makan bakso nggak papa kan..?"
"Alisya memperhatikan raut wajah Aldo. " pasti kamu belum makan siang lagi kan..? kebiasaan kamu ini Al, kalau sudah asik kerja sampai lupa makan."
" Hehehe.. " Aldo nyengir kuda.
" Kamu mau Alisya..? biar aku suapin."
Aldo mencoba menggoda Alisya, walaupun ia tau Alisya sudah pasti menolaknya.
" Sudah makan saja, kasian tuh cacing di perutmu sudah pada demo" tutur Alisya dengan lembut.
*
*
~Bersambung~
*
*
Yuk kasih dukungan buat penulis yang masih amitiran ini, saran yang membangun sangat saya harapkan.
__ADS_1
Enjoy the read..
\(^-^)/