CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
KEPULANGAN ADRIAN


__ADS_3

Menanam dan merawat tanaman adalah hobi bagi keluarga Alisya, tak heran jika rumah mereka dipenuhi berbagai macam tanaman yang membuat suasana rumah itu begitu sejuk dan sedap dipandang mata.


Hari itu Alisya tak berangkat bekerja. Ia sengaja mengambil waktu sehari untuk rehat di rumah saja.


Alisya sedang menyirami tanaman di taman belakang, tempat favorit keluarganya itu. Mama Maria sedang menangkar kan bunga anggrek kesukaannya, sedangkan Salisa membatu papa Antoni menanam kangkung, sawi, dan bayam di lahan Hidroponik buatannya sendiri.


"Mah abis ini bikinin jus tomat ya, Alisya akan memeti kan tomatnya sekarang, lihatlah tomat-tomat ini sudah begitu merah. Pasti manis sekali rasanya kalau di jus."


Alisya yang sudah selesai menyiram tanaman, kemudian mengambil wadah dan memetik beberapa buah tomat untuk dijadikan jus kesukaannya.


"Petik yang banyak kak, Salisa juga mau, tapi Salisa pengen ditambah sawi hijau, wortel, nanas dan juga apel hijau untuk jusnya."


"Hemm banyak sekali permintaanmu, buat sendiri saja kalau mau."


"Apaan sih kaka, lagian kan mama yang bikinin jus, kenapa kaka jadi yang sewot."


"Sudah-sudah..!! kalian ini berisik sekali. Mendingan kalian bikin jusnya sendiri saja, terserah kalian mau ditambah apa. Mama masih sibuk dengan pekerjaan mama. Ayo sana..!! jangan lupa buatkan juga untuk mama dan papa."


"Yah mama, niatnya mau manja-manja. Eeh malah jadi gantian kami yang di kerjain. Ayo Salisa bantu kaka bikin jus."


"Siap bos, bantu liatin aja ya ka. Salisa capek."


"Hah dasar kamu ini. Baiklah-baiklah akan kaka buatkan jusnya. Tapi tolong bukakan pintu. Sepertinya ada tamu yang datang."


Salisa yang juga mendengar ketukan pintu kemudian berjalan menuju pintu utama. Sedangkan Alisya pergi ke dapur untuk membuat jus sesuai permintaan masing-masing.


Mama Maria dengan jus wortel, papa dengan jus Tomat seperti dirinya, dan permintaan Salisa dengan vit buah dan sayurnya.


"Ka Alisya, coba tebak siapa yang datang..? Sepertinya ka Alisya perlu membuatkan satu jus terong belanda untuk tamu yang satu ini."


Terong belanda..? Bukannya itu jus kesukaan ka Adrian..? tapi katanya besok baru sampai. atau jangan-jangan ....,


"Iya Alisya, aku sengaja pulang lebih awal agar bisa bertemu denganmu dulu, karena besok seharian aku harus menemui klienku dan menemaninya sampai malam."

__ADS_1


Adrian tiba-tiba sudah berada di belakang Alisya yang masih fokus dengan kegiatannya membuat jus. Bahkan suara Salisa pun tak membuatnya tertarik. Namun, suara itu membuat Alisya menoleh ke arah sumbernya.


"Ka Adrian, kenapa sudah sampai disini..? aku kira besok pagi kaka baru sampai di Indonesia."


"Kan tadi aku sudah bilang, aku sengaja ingin memberimu kejutan Alisya. Lihat apa yang aku bawa."


Adrian membawakan coklat khas Negara Swiss yang begitu banyak.


"Wah, asiknya. terimakasih ka Adrian."


Alisya menerima coklat itu dengan begitu senang dan segera mengambil satu dan memakannya. Tertulis di kemasan itu Toblerone merk coklat ternama dari Swiss.


"Aku juga membawakannya untukmu Salisa, tenang saja. Tunggu ya aku akan mengambilkannya di mobil."


"Hah... Aku kira ka adrian melupakanku."


"Mana mungkin aku melupakan adik manis sepertimu. Kalau begitu bantu aku dulu ya Salisa !! kaka membawa beberapa barang lagi, untuk kalian. Biarkan kakakmu melanjutkan membuat jus nya dulu."


"Eem baiklah, Salisa akan membantu kaka."


Mama Maria dan papa Antoni begitu senang calon menantunya datang ke rumah, Adrian sudah diperlakukan seperti anak mereka sendiri.


Mereka menikmati jus buatan Alisya di gasebo taman belakang rumah. Tempat yang selalu jadi favorit keluarga itu. Setelah mereka berbincang cukup lama, Adrian meminta ijin kepada papa Antoni untuk mengajak Alisya pergi jalan-jalan bersamanya. Adrian juga bilang ia hanya akan berada di Indonesia selama tiga hari. dan harus kembali lagi ke Swiss karena urusan bisnis.


Tentu saja papa Antoni memberikan izinnya. Ia sudah begitu tak sabar melihat putrinya menikah dengan laki-laki baik seperti Adrian.


****


Kali ini Adrian mengajak Alisya pergi menonton film di bioskop, setelah itu mereka memutuskan untuk dinner di resto yang sudah di booking Adrian sebelumnya.


Seperti biasanya, Adrian memesan seluruh ruangan di resto itu, jadi tak ada pengunjung lain selain mereka berdua.


Alisya juga menikmati kebersamaan mereka, keputusan Alisya untuk menerima Adrian semakin bulat. Alisya begitu tak tega jika ia harus mengkhianati laki-laki baik seperti Adrian.

__ADS_1


Walaupun sebenarnya Alisya masih selalu melihat Aldo di matanya. Namun, Alisya berusaha untuk melupakan cintanya itu.


Hati dan tindakan itu terkadang bisa berbeda. Alisya memang tidak mengkhianati Adrian, tetapi di setiap perbincangannya dengan Adrian, tanpa sadar Alisya selalu menyebutkan nama Aldo yang tak lepas dari pikirannya.


Sama seperti saat Adrian menanyakan bagaimana kisah masa-masa SMA nya Alisya.


Alisya begitu bersemangat menceritakannya. Alisya bercerita bagaimana jahilnya Aldo yang selalu mengganggunya. Aldo yang selalu jadi temannya mengerjakan tugas-tugas. Aldo yang selalu jadi teman bermain sepulang sekolah. Namun, akan jadi rivalnya saat ujian tiba. Mereka akan berlomba untuk mendapatkan predikat juara kelas.


Adrian pura-pura bahagia mendengar setiap cerita Alisya. Namun sebenarnya hatinya begitu sakit.


Andai waktu itu aku tidak pindah ke Swiss, pasti aku sudah berjuang sejak dulu untuk mendapatkan mu Alisya.


Adrian masih begitu setia mendengarkan setiap ocehan Alisya yang begitu menggebu menceritakan masa-masa sekolahnya.


Saat ini kamu memang bersamaku Alisya, tetapi hatimu berada jauh di sana. Mungkin sebentar lagi kamu akan jadi mili ku sebagai istriku. Tapi itu hanya ragamu. Tidak dengan hatimu yang hanya untuk Aldo seorang. Apakah aku bisa menerima kenyataan ini? Apakah aku harus tetap egois dengan membiarkanmu tetap bersamaku?


Semua itu membuat Adrian begitu pusing dibuatnya. Ia tau kalau Alisya tidak akan membatalkan rencana pernikahan mereka dan pergi meninggalkannya, memilih cintanya yang sesungguhnya.


Adrian sebenarnya tidak akan pernah melepaskan Alisya sebelumnya, tapi saat Aldo datang menemuinya waktu itu. Hatinya mulai jadi goyah. Adrian mulai memikirkan bagaimana perasaan Alisya jika nantinya dia jadi istrinya namun bukan dengan kehendak hatinya.


Bisa saja mereka tetap melangsungkan pernikahan itu, Adrian juga yakin Alisya akan menerimanya dan berusaha untuk membalas cintanya. Suatu saat Alisya pasti bisa melupakan Aldo. Begitu pemikiran Adrian yang begitu mencintai Alisya.


Adrian ingin membahagiakan Alisya dengan setiap cinta dan materi yang tak perlu diragukan lagi darinya. Adrian tidak ingin melihat hidup Alisya berkesusahan seperti dulu kala, saat keluarganya didesak perekonomian yang sulit.


Semua ingatan di masa kecilnya bersama Alisya membuat Adrian begitu iba kepada gadis itu. Hal itulah yang membuat Adrian selalu membantu paman Antoni dengan menjadi investor dan penanam saham terbesar di perusahaan Antoni.


Saat melihat paman Antoni sakit, dan membuat Alisya bekerja begitu keras menggantikan papanya, Hati Adrian begitu sakit. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk membahagiakan Alisya dengan kemewahan yang ia punya. dengan begitu, Alisya tidak akan lagi bekerja keras dan kesusahan.


*


*


~Bersambung~

__ADS_1


*


*


__ADS_2