CINTA YANG BICARA

CINTA YANG BICARA
MEMINTA IZIN


__ADS_3

Sore itu Alisya sedang berkumpul dengan keluarganya. Mereka selalu menyempatkan diri untuk waktu keluarga, walaupun hanya sebentar papa Antoni selalu menerapkan hal itu sedari dulu, sehingga tanpa diminta jika pukul lima sore telah tiba, apapun kegiatan yang sedang mereka lakukan, mereka hentikan dan menuju taman belakang rumah. Hal itu membuat ikatan keluarga semakin dekat.


Di taman itu terdapat sebuah Gasebo yang terbuat dari kayu jati, terlihat begitu cantik dengan ukiran khas jepara yang menambah kesan klasik. Di dekat Gasebo terdapat kolam ikan yang berisi ikan koi warna-warni lengkap dengan air mancurnya.


Selain itu di pinggir kolam juga terdapat rangkaian bambu yang dirakit sedemikian rupa, mirip dengan pipa air yang terhubung satu sama lain. Diujung bambu itu dibuat sebuah lubang untuk menampung air yang mengalir dari pancuran, butuh waktu setengah jam utuk bisa memenuhi ruas-ruas bambu itu karna aliran air dibuat kecil. Ketika bambu itu penuh terisi dengan air, ujung bambu akan jatuh dengan sendirinya karna beban dari air yang ada. Tumpahan air itu diterima oleh bambu yang lain yang dipasang lebih rendah dari bambu yang pertama. Semua air di bambu pertama otomatis akan habis mengalir ke bambu ke dua yang kemudian mengalirkan air menuju kolam, sedangkan bambu pertama yang kosong akan tepental ke atas kembali seperti semula, hal ini menimbulkan sebuah bunyi nyaring yang memecah keheningan disekitar taman.


"THUUUUNG"


Begitulah bunyi bambu yang terdengar berulang kembali di taman itu. Entah bagaimana papa Antoni menciptakan instalasi itu yang bembuat nyaman telinga ketika mendengar gemericik air dipadukan dengan ketungan dari bambu.


Mama Maria juga ambil bagian melengkapi keindahan taman keluarga itu. Ia menanam berbagai macam bunga warna warni yang menambah suasana nyaman dan sedap di pandang mata. Bunga-bunga itu bermekaran begitu cantik, didominasi oleh tanaman Anggrek yang di tempel di dinding pagar.


Terlihat empat orang sedang duduk lesehan di lantai gasebo. Mereka telihat begitu menikmati suasana sore yang dihiasi dengan langit yang berwarna jingga.


Alisya tiduran di dengan kepala di pangkuan mama Maria. Sedangkan Salisa sedang asik menikmati pisang goreng yang baru saja di bawa mamanya, ia terlihat sesekali meniup kudapannya sebelum berhasil mulus mendarat di mulutnya. Papa Antoni sibuk mengamati wayang kulit yang baru ia dapatkan dari hasil berburu di pasar barang antik. Sesekali papa Antoni juga memamerkan pada istri dan anaknya, kalau wayang dengan tokoh Puno Kawan itu adalah buatan Dalang Y yang terkenal di kota itu.


"Lihat lah ma, adik ini begitu takut pisangnya keburu abis diserbu kita, pisang goreng masih panas kok ya dimakan." Alisya mengadu pada mamanya yang sedang membelai rambut anak dipangkuannya.


"Heemm Yummi..., kaka tidak tau sih, beginilah sensasinya makan pisang goreng," Balas Salisa dengan mulut yang masih penuh.


Mama Maria membalas dengan senyuman lebar dan berkata pada putri bungsunya. "Sabarlah sebentar lagi Salisa, pisangnya masih panas, nanti bisa-bisa gigimu keropos karna kepanasan."


"Tapi ma, pisang goreng buatan mama ini tak ada tandingannya, rasanya endul takendul-kendul ngenak. Membuat Salisa tak tahan dibuatnya."


Sontak taman itu dipenuhi oleh tawa renyah dari keempat manusia itu.


"Oh iya ma, sabtu besok Alisya mau ikut bakti sosial di desa S, Alisya boleh ikut kan ma..? "


"Wow.. ke desa S" Saut Salisa tiba-tiba ikut menimpali." Desa itu kan sedang viral di medsos, disana pemandangannya pegitu mempesona dan indah. Aku sudah melihat foto-fotonya di instagram. Sayangnya banyak warganya yang masih dibawah garis kemiskinan bahkan banyak anak-anak yang terkena busung lapar. Iya kan ka..? "


"Iya.., makanya kaka dan tim Pelita Kasih mau baksos kesana sekalian kasih bantuan kepada warganya.


"Salisa ikut ya ka..!" Rengek Salisa dengan manja pada Alisya sambil mengoyang-ngoyangkan tubuh kakaknya.


"Lah kaka aja belum di ijinkan sama mama papa, gimana sih kamu ini dek."


Kakak beradik itu kini saling bertatapan seolah ada sebuah kemistri dari pancaran mata keduanya.


"Boleh kan ma..? pa..?"


Rengek kedua bocah itu bebarengan.

__ADS_1


"Gimana pa..?" Mama Maria melirik suaminya." Kalau mama sih oke-oke aja"


"Hmmm, Oke baiklah. Karna mama juga sudah mengijinkan, papa ijinkan kalian ikut. Tapi ingat kalian harus bisa jaga diri."


"Siap komandan" Mereka berdua menyauti dengan kompak. Kemuadian Tos, tanda kemenangan.


Perbincangan mereka berlanjut kesana kemari di iringi candaan disana-sini, sambil menikmati pisang goreng dengan teh hangat dan kopi hitam khusus untuk papa Antoni.


"Sekarang kalian bantu mama menyiapkan makan malam, ayo ikut mama ke dapur." perintah mama Maria kepada kedua putrinya.


"Siap Ibu Negara, kami siap mengabdi" Jawab keduanya dengan kompak sambil mengangkat tangan memberi salam hormat kepada Ibunya.


Mama Maria beranjak diikuti kedua putrinya yang mengekor di belakang. Sementara papa Antoni menghabiskan kopi hitamnya.


******


Malamnya Alisya berniat meminta ijin kepada Adrian. Kini ia sudah di kamar seusai makan malam.


"Kira-kira ka Adrian lagi sibuk nggak ya..? " Alisya bergumam dalam hati sambil memegangi ponselnya.


Mengingat perbedaan waktu dengan keberadaan ka Adrian sekarang.


"Mendingan Aku chat dulu aja deh" Pikir Alisya takut mengganggu Adrian.


Aliya menunggu balasan sambil mengutak- atik ponselnya. Terlihat di layar nama Ka Adrian degan fotonya meminta persetujuan dari vidio Callnya.


Alisya segera menggeser simbol telepon berwarna hijau di layar ponselnya.


"Hi ka.." Alisya menyunggingkan Senyum termanisnya.


"Hallo Alisya, lagi ngapain..?" Saut Adrian dari belahan Negara bagian Barat.


"Lagi nyantai dikamar aja nie ka, belum ngantuk" Jawab Alisya dengan nada sedikit manja." Ka Adrian sendiri lagi ngapain..? "


"Abis pulang dari kerjaan nie, capek." keluh Adrian yang terlihat di layar ponsel masih mengenakan setelan Jasnya. Adrian lalu mengendurkan dasi dan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur.


"Tumben malam-malam begini chat, Ada apa Alisya..?"


"Tadinya Alisya mau ada yang dibicarakan ka, tapi ka Adrian abis pulang kerja, pasti capek. Nanti saja ka, mandilah dulu biar seger lagi ka..! "Tutur Alisya merasa tak enak hati. "Nanti biar Alisya telfon lagi".


"Tidak Alisya, katakan sekarang saja. Lagi pula aku juga mau merebahkan badan dulu beberapa saat. Ayo katakan ada apa..? bikin penasaran Aja ."

__ADS_1


"Emmm, sabtu depan Pelita Kasih punya agenda baksos ke desa S, Alisya boleh ikut kan ka..?" Tanya Alisya dengan wajah penuh harapan.


"Desa itu kan mendannya cukup sulit, kalian naik apa..? "


"Rencananya sih pake motor cros aja ka, lagipula medannya juga tak bisa dilewati mobil."


"Baiklah, aku ijinkan. Hati-hati ya disana..!! kaka nggak mau calon istriku yang cantik ini kenapa-napa"


"Iih ka Adrian gombal deh." Jawab Alisya dengan wajah memerah.


Anehnya perkataan itu tak membuat Alisya berdebar seperti ketika berada di dekat Aldo. walaupun hanya berada di dekat Aldo tetapi hati Alisya bisa langsung bedetak lebih keras dengan sendirinya.


Alisya sudah menyadari hal itu, Namun ia sudah berjanji pada sirinya sendiri untuk mencoba membuka hatinya untuk Adrian.


"Hahaha, baru dibilang begitu saja udah merah pipinya, Alisya-alisya bikin tambah gemes deh." ujar Adrian dibalik Ponsel.


"Nanti kaka akan transfer sejumlah uang, untuk ikut disumbangkan ke desa itu. Tapi seperti biasa No Name aja ya Alisya".


"Ok ka, siap. Kaka memang TOPBGT" Seru Alisya memuji calon suaminya.


Adrian memang sering memberi sumbangan yang nominalnya tak sedikit, tetapi ia selalu tak mau jika namanya tercatat, atau ter exspose ke luar.


"Sudah malam Alisya sebaiknya kamu istirahat lah dulu, jangan begadang, nggak baik untuk kesehatan, lagi pula kaka juga mau mandi."


"iya ka Adrian, Alisya bobo dulu ya, jangan lupa makan malam. Jangan sampai terlena oleh kerjaan."


"Iya, tenang saja kali ini aku tak akan lupa, selamat malam Alisya. Mimpi Indah"


"Selamat malam juga ka Adrian, GBU "


*


*


~BERSAMBUNG~


*


*


Minta dukungannya ya Gays..

__ADS_1


Ditunggu kelanjutan ceritanya..!! 👌👌


__ADS_2