
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
""apaaa.....! "
Kaisar malai ziyu langsung bangun dari duduk nya ketika seorang pelayan istana menerobos kediaman naga dan menyampaikan bahwa nyawa permaisuri quen sedang dalam bahaya.
Kaisar malai ziyu berlari kearah yang tadi di tunjuk oleh pelayan yang menyaksikan permaisuri nya itu dan selir erenan berkejaran. Di persimpangan tampak wajah penuh kebimbangan terlihat dari saudara kedua nya itu yang juga ikut berlari.
""Pangeran malai ziyu.... "Teriakan dengan suara berat menggema di lorong jalan menuju kediaman phonix.
Seketika wajah pangeran kedua menegang saat nama nya di panggil oleh seseorang yang sangat dia kenal. ""Yang mulia kaisar... "guman nya pelan sambil memberhentikan kaki yang yang tadi berlari kencang.
Aura menggelap terpancar dari tubuh kaisar muda tersebut, wajah tak bersahabat sudah tampak disana. ""aku tidak akan segan segan memenggal kepala selir mu,jika dia melukai permaisuri ku. "Nada yang datar tampa berteriak, namun membuat orang yang mendengar nya bersusah payah menelan ludah.
🌲🌲🌲🌲
Sementara di tempat lain, quen terus berlari masuk kedalam hutan pinus yang berada tak jauh dari kediaman nya.
""Hah.. hah.. hah.. serena gila itu benar benar membuat ku berlari. "ucap quen sambil ngos ngosan, di sandar kan tubuh nya kepohon pinus yang sangat rindang sambil. mengipas ngipas wajah nya dengan tangan.
""Quen... kau tak akan bisa lari, mari kita bertarung. "pekik serena saat sudah melihat keberadaan sahabat nya itu.
Tampa ba bi bu, serena melesat memberikan sebuah tendangan dari jarak jauh. Quen yang sudah bersiaga langsung memutar dan tertawa terpingkal. ""Kau ingin berolah raga, maka aku tidak menolak. "teriak quen disela serangan dari serena.
mereka saling bertukar pukulan dan tendangan, namun tidak ada satu pun yang terjatuh. Bukan pertarungan yang seperti orang pikir kan. para pengawal yang tadi ikut berlari juga telah sampai ditempat, mata mereka sampai melotot menyaksikan kedua wanita yang berstatus istri para penguasa itu sedang berduel dengan saling menyerang.
Bukan nya membantu untuk memisahkan keduanya, mereka malah berdiri kaku ditempat nya.
Dengan cepat quen menarik pedang salah satu pengawal dan hal itu juga diikuti oleh erenan.
__ADS_1
Trang....
Bunyi pedang yang beradu membangun kan para pengawal yang tak bergerak tersebut, saat ingin maju memisah kan. Tangan quen mengangkat keatas, ""Jangan coba coba mendekat,ini urusan emak emak. jika kalian tak ingin mati sia sia maka tetap lah berdiri ditempat mu berada.. "ujar quen dengan tatapan membunuh, dan itu cukup manjur. Sekarang para pengawal tersebut tak bergeming.
Serena terkekeh senang, dengan mengatur pegangan tangan pada pedang nya dia menyeringai.. ""let's go baby... "
Quen dengan semangat memutar pedang ditangan nya lalu melaku kan libasan,para pengawal sampai menahan nafas mereka menyaksikan kejadian didepan mata mereka. Serena melaku kan salto kebelakang, lalu kembali mendapat serangan susulan dari quen.
Trang.. trang.. trang..
Suara pedang yang saling beradu seperti irama yang mengalir indah. Libasan pedang, tendangan, sikutan sangat memanjakan mata para pengawal yang masih setia menonton. Mereka seperti melihat sebuah pertunjukan berpedang, sangat indah namun serangan yang mematikan bagi yang bukan ahli.
""Tuan putri.... hua.... tuan putri. "pekik xio yang baru sampai ditempat. Dia begitu panik melihat majikan nya itu di serang, walau tak meragukan kemampuan gadis yang sekarang menjadi permaisuri itu. Namun kekawatiran dan kesetiaan nya tak bisa untuk hanya melihat.
Raut serius masih tercetak dikedua wajah cantik yang sedang bertarung, quen melakukan lompatan kepohon dan lansung melibas kan kaki nya kearah serena saat melompat turun.
"Bugh..
Serena terhuyung kebelakang dan mengusap sudut bibir nya yang berdarah terkena tendangan.
""Trang....
Hening... seketika semua mata menatap kearah pedang yang saling beradu, bukan dua tapi tiga.Quen dan serena serentak menoleh, dan mendapati satu pedang yang menahan serangan mereka adalah milik xio.
""Berhenti.... "
suara menggelegar memenuhi hutan pinus yang sejenak menjadi hening.
semua mata melemparkan pandangan kearah sumber suara yang sangat mereka kenal.
""Yang mulia.. "semua pengawal berlutut memberi penghormatan. tak terkecuali xio yang reflek melepaskan pegangan pada pedang nya.
""Apa yang kalian lakukan, kalian sedang ingin saling membunuh. "
__ADS_1
Quen dan serena saling melempar pandangan.Tampak wajah murka dari kaisar malai ziyu, dan wajah tegang dari pangeran malai kettu.
""apa yang akan kalian jelaskan dengan hal ini ?""tanya kaisar malai ziyu lagi.
""kami hanya bersenang senang.. "jawab quen santai.
""itu sangat benar.."timpal serena.
""nan er.. "bentak pangeran malai kettu.
Quen menggembungkan pipi nya menahan tawa, serena langsung melotot kan kedua mata nya kearah pangeran malai kettu.
""Pufh....hahahahhaha""..akhir nya tawa renyah quen meluncur begitu saja.
""bug... "tendangan dari serena mendarat tepat pada tulang kaki quen.
seketika tawa mengejek itu berubah menjadi teriakan.. ""Sialan, kau teman kurang akhlak.. duh.. duh.. "pekik quen sambil mengusap tulang kering nya..
Kaisar malai ziyu yang sudah sangat kesal merasa dipermainkan merangsek kedepan lalu mengangangkat tubuh permaisuri nya dengan cara memanggul.
""hah..... "teriak quen terkejut saat tubuh nya mendadak melayang. Saat mendapati diri nya dipanggul secara tak etis, kembali dia berteriak. ""Hey.. hey munsang, apa yang kau lakukan. turun kan aku... turun, aku mau turun. kau munsang kutub es selatan, aku tak sudi di perlakukan seperti ini. aku seorang wanita terhormat, aku permaisuri... ""quen terus berteriak dengan tangan memukul punggung kaisar malai ziyu yang tak bergeming dan terus melangkah.
xio yang menyadari majikan nya telah dibawa paksa, berlari mengikut dari belakang. ""putri.. anda baik baik saja,, putri.. jangan kawatir.. hamba bersama mu. "pekik xio sambil berjalan tergesa.
Semua orang kembali menjatuh kan rahang mereka melihat pemandangan langka dari kaisar dingin yang sangat menakut kan.
""Hahahaha... "tawa serena pecah saat melihat teman nya di angkut bagai barang di terminal bus. Seketika semua mata beralih memperhatikan diri nya.
""Ehem... "serena mengerem tawa garing nya lalu berdehem sebentar, setelah melakukan itu dengan cepat dia melarikan diri.
""Nan er... mau kemana kau... "pekik pangeran kedua menggelegar..
.
__ADS_1
.bersambung