Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 61


__ADS_3

.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Quen berjalan cepat melewati lorong menuju kekamar nya.xio berlari mengejar junjungan nya itu dengan sedikit berlari.


""putri..putri bukan kah tuan putri mau mandi..?"teriak xio sedikit mengeraskan suara nya.karna quen sudah hampir menghilang dibelokan.


""Tidak..aku tidak bisa mandi seperti itu."umpat quen.


""gila aja..dulu aku selalu hidup dengan kemewahan,tidak pernah berbagi kamar mandi dengan siapa pun.kini lihat lah...ah memang sial,sekarang aku benar benar kangen dunia ku dulu."rutuk quen lagi.


Karna terus mengumpat disepanjang jalan,quen sampai tidak memperhatikan kemana kaki nya melangkah.


""Bugh...


quen terjatuh seketika saat menabrak seseorang yang lebih kuat dari nya.


""agh..benar benar sial,kenapa hari hari ku sangat buruk sekarang."


""Tidak kah kau menggunakan mata ketika melangkah,,?"Teriak seseorang dengan suara melengking.


Quen langsung bangun dari jatuh nya,dan berdiri tegap untuk mengetahui siapa yang membentak nya.namun sebelum diri nya membalas teriakan orang tersebut,sebilah pedang sempurna diiarah kan keleher nya.


__ADS_1


Mata nya membulat seketika saat melihat penampakan dihadapannya.Seorang pria tampan,dengan memakai baju seperti piyama dengan ikatan rendah menampil kan dada bidang dan perut kotak kotak nya.


"ap..apa yang akan kau lakukan.A..aku tidak sengaja menabrak mu."Ucap quen tergagap.Bagaimana tidak,wajah pria yang dihadapan nya sangat dingin dengan tatapan lebih tajam dari pedang.


""Apa yang kau lakukan disini gadis kecil,kau benar benar seperti tikus kecil yang menggerogoti tembok."ucap nya sinis,,


""Apa kau bilang,aku tikus..."mata quen melotot mendengar ucapan pria dihadapan nya.keberanian nya muncul seketika,didorong tubuh sempurna itu sampai mundur beberapa langkah.


""Cih..kau tak melihat dirimu sendiri.."quen menatap dari atas kebawah seperti sedang menilai.""Kau lebih mirip seperti munsang..""Cibir nya.


Ucapan quen membuat orang dihadapan nya memerah menahan kesal,bagaimana tidak.semua yang ingim dilakukan terganggu dengan seorang gadis yang menabrak nya.bahkan bermulut pedas.


""Apa....?"


ucap quen saat pria itu melotot kan mata nya."Kau tidak terima dibilang munsang..kau mau ku ganti diri mu mirip rubah ?..itu tidak cocok dengan mu."ucap nya lagi dengan kedua tangan disilangkan kedepan badan nya.Benar benar menciptakan provokasi..


""Kauu......"


ucapan pria tersebut tersebut terhenti dengan kedatangan beberapa orang mendekat kearah mereka sedikit berlari.


""Apa...


ucap mereka berdua bersamaan.


setelah itu mereka sama sama membuang muka.


""Putri...hikz hikz..


teriak xio berlari kearah quen,dia sangat ketakutan ketika tidak mendapat keberadaan sang junjungan dikamar nya.

__ADS_1


Setelah itu diri nya langsung menerobos kearah quen dan menyenggol pria yang bertengkar dengan quen hingga sedikit tergeser.Wajah pria tersebut sangat kelam,orang orang yang berada disitu sudah merinding seketika.


Berbeda dengan dua orang gadis yang sibuk dengan urusan nya sendiri.""putri,,apa kah putri terluka.hamba sangat takut putri kenapa napa."rengek xio sambil memeriksa tubuh quen.


Quen memutar malas mata nya.."" Aku baik baik saja xio,tapi ..."Dia menghentikan ucapan nya dan menatap tajam pria didepan nya itu.""menjadi buruk ketika bertemu dengan nya."sambung nya lagi sambil menunjuk .


""Jaga sikap anda nona,anda tidak ber..."salah seorang pria bertubuh sama dengan pria yang ditabrak nya melangkah maju dan ingin menegur quen.tapi bentakan memutuskan ucapan nya.


""Diamm...


Simpan ucapan mu itu..Aku sudah sangat lelah saat ini."Setelah mengatakan itu quen melangkah pergi diikuti xio dan dua orang prajurit yang ikut mencari nya.


""apa salah ku,kenapa dia lebih galak dari ku.sangat menyeram kan."guman pria yang tadi mendapat bentakan dari quen.


Bunyi pedang dilempar dengan keras membuat beberapa orang yang terdiam ditempat tersentak kaget.


""Yang mulia..


Sebuah tangan yang diangkat menghentikan ucapan pria itu.""Tikus itu berani mengganggu dan mengatakan aku munsang.""ucap nya mengeram sambil mengepal kan tangan nya.


"" akan ku hukum dia ,berani nya dia kepada ku.."umpat nya lagi.


mereka saling melempar pandangan melihat atasan nya terus mengumpat.""sungguh gadis yang berani."bisik salah satu nya.


""Dia akan mendapat kan masalah karena telah berani mengganggu putra mahkota kita."saut satu nya lagi dengan juga berbisik.


""awas saja kau tikus,jika sampai kita bertemu kembali."ucap nya sinis dengan senyum tipis.


.

__ADS_1


.


.bersambung


__ADS_2