
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌼🥀🌼Flashback on
Suasana canggung masih menyelimuti kereta kuda yang dinaiki tuan muda wang hilin dan xio.
Gadis yang hanya menunduk kan kepala nya itu, makin membuat tuan muda wang hilin yang minim pengalaman semakin bingung, berfikir apakah dia harus memulai nya kembali untuk memancing gadis pendiam itu ikut berbicara.
"emm.. nona xio ly. Apakah kau akan selalu menemani yang mulia permaisuri? "
Tuan muda wang hilin bertanya dengan suara yang sangat lembut, membuat siapa pun akan merasa senang untuk berteman dengan nya.
Dan benar saja, kepala xio terangkat saat mendapat pertanyaan yang menyangkut atasan nya yang cantik itu.
"eng.. Tentu, jika yang mulia permaisuri menginginkan nya. "
jelas xio ragu ragu.
"Jika permaisuri menyuruh mu untuk pergi? "
Tanya tuan muda wang hilin lagi.
Mata xio melebar sejenak, kemudian kembali menatap dengan tatapan sendu.
"Mungkin hamba akan kembali kekaisaran Han. " Ada raut wajah sedih setelah menjawab pertanyaan yang di lontar kan oleh tuan muda wang hilin.
Tuan muda wang hilin mulai merasa tidak enak, karena melihat wajah manis itu berubah sendu.
"Apakah kau sudah siap, jika seorang pria melamar mu untuk di jadikan sebagai seorang istri. "
Degg...
Tubuh xio tersentak karena merasa terkejut dengan pertanyaan dari tuan muda wang hilin untuk yang kesekian kali nya, namun pertanyaan kali ini membuat mata bulat itu menatap lekat manik abu abu tuan muda di depan nya. Dengan cepat di jatuh kan kembali pandangan nya kelantai kereta kuda. Namun, dada nya bergejolak sangat kencang. Bahkan tangan halus itu terlihat memucat karena salh tinggkah dan deg deg-an.
"Aku akan pergi kekaisaran hongly, dan meminta izin kepada kaisar xian dan kakak mu panglima huang untuk meminta berkat. "
Sambung tuan muda wang hilin lagi, tampak nya pria itu tak ingin melewat kan waktu sedikit pun. Setelah mendapat dukungan dari permaisuri kaisar hongly dan istri sah pangeran kedua itu, dia seperti mempunyai keberanian yang sangat besar.
__ADS_1
Xio bagai tersambar petir di saat cuaca yang kini mulai teduh. Keringat bahkan menghiasi pelipis nya. Hati nya kotar katir, antara bingung dan juga muncul rasa lain yang membuat perasaan nya merasa bahagia.
"Apakah dia baru saja mengatakan jika dia melamar ku? "
Batin xio didalam hati, dan bertanya xio pada diri nya sendiri.
Tuan muda wang hilin memberanikan diri untuk mengapai kedua tangan yang saling meremas itu, sentuhan dari tangan tuan muda wang hilin membuat kepala xio kembali medongak keatas karena terkejut.
Mata nya membulat, saat ada tangan lain yang menarik kedua tangan nya dengan lembut, entah kenapa sentuhan itu tidak bisa membuat nya untuk menolak. Bahkan bibir nya terkunci rapat, tampa sanggup mengatakan apapun.
"Apa kau memiliki perasaan yang sama kepada ku? Mungkin aku tidak sebanding dengan pangeran ketiga, aku hanya tuan muda dari keluarga biasa yang sangat beruntung menjadi bagian dari istana kekaisaran hongly. Mungkin kau merasa ragu dengan ku. "
Ucap tuan muda wang hilin, dengan kedua manik abu abu milik nya menatap teduh manik hitam milik xio.
"Tapi, setidak nya aku telah berusaha.. Berusaha untuk memperjuangkan hati ku, meski nanti nya kau tidak akan menerima. Aku merasa lega, karena setidak nya aku telah jujur dengan perasaan ku. "
Xio diam membeku saat mendengar curahan hati dari pria tampan yang setiap kalimat yang di ucap kan nya, mampu menghipnotis setiap wanita yang mendengar.
Di tatap nya kembali kedua tangan lebar yang menutup tangan mungil milik nya.
Tuan muda wang hilin yang tersadar dengan apa yang dia lakukan segera menarik kembali tangan nya.
"ah.. maaf kan aku, aku begitu lancang. "
"Kaisar dan permaisuri hongly telah tiba.. "
Teriakan salah satu kepala prajurit membuat dua orang yang sedang deg deg-an didalam kereta kuda itu segara tersentak dan sadar dari suasana syahdu yang mereka ciptakan.
Bahkan keributan di sepanjang jalanan pusat kota kekaisaran hongly tidak mereka dengar. Seakan waktu berhenti berputar. Bahkan kereta kuda yang mereka naiki sudah berhenti entah sejak kapan.
Dengan tergesa gesa xio bangun untuk segera keluar dari kereta kuda yang dia dan tuan muda wang hilin tumpangi. Sial nya, karena merasa gugup kedua nya saling bertubrukan dan membuat tubuh xio terhempas dan menimpa tubuh tuan muda wang hilin yang kembali dengan posisi hampir terbaring di kursi berbalut busa yang mereka duduki tadi.
"Ah... "
Deggg..
Mata bulat xio menatap lekat manik abu abu milik tuan muda wang hilin, mereka terdiam dengan posisi yang begitu intim, hanya terhalang dengan kedua tangan mungil xio yang menempel di dada tuan muda wang hilun. sedang kan sebelah tangan tuan muda wang hilin melingkar sempurna di pinggang ramping milik xio, dan sebelah nya lagi di gunakan untuk menumpu dan menahan tubuh kedua nya agar tidak terjatuh kelantai.
"Wah.. wah.. kami menunggu kalian diluar sini, sedang kan kalian begitu menikmati keadaan yang seperti nya sangat romantis di dalam sini. "
Ucapan dari serena membuat dua orang yang berada didalam kereta kuda itu menjadi salah tingkah, xio yang tersentak segera membangun kan tubuh nya dengan wajah semerah tomat akibat malu.
__ADS_1
Namun, seperti nya keadaan berpihak kepada pria yang baru saja mengutarakan isi hati nya itu kembali mendapat berkah.
Cupp..
xio yang saat ingin menjauh kan tubuh nya, namun kesusahan karena gaun yang dia kenakan tersangkut di bawah tangan tuan muda wang hilin yang di gunakan untuk menahan beban mereka, alhasil xio kembali terhuyung dan tampa sengaja bibir nya mendarat sempurna di bibir merah milik tuan muda wang hilin.
Mata kedua nya membulat sempurna, tuan muda wang hilin yang juga merasa sangat terkejut dengan kejadian yang begitu tiba tiba berusaha bangun dan membantu gadis yang kini bahkan seluruh tubuh nya itu memerah karena malu untuk bangkit.
Tawa pecah antara dua sahabat tak berakhlak , yang dengan santai nya menonton di luar pintu kereta kuda yang telah terbuka.
"Owh... . mereka begitu pandai menikmati perjalanan yang membosan kan ini. "
goda quen dengan senyuman yang mengmbang di bibir semerah ceri milik nya. Membuat kedua orang yang terciduk semakin salah tingkah.
Xio yang segera turun, menunduk kan kepala nya tampa berani menatap siapa pun. Sedang kan tuan muda wang hilin yang juga ikut menyusul juga tidak kalah gugup nya. Wajah pria itu memerah hingga ke telinga.
Dia merasa sangat bingun ingin mengatakan apa, hingga bahkan lupa untuk menyapa dua wanita hamil yang kini menatap dengan senyuman yang begitu lebar.
"Lihat lah, mereka bahkan seperti kepiting rebus. Jangan lupa untuk bernafas! ''
goda quen kembali sambil berbalik untuk menghampiri kaisar malai ziyu yang sedang menatap dari samping kereta kuda milik nya.
Xio segera mengikuti langkah permaisuri hongly itu dengan kepala yang masih menunduk. Sedang kan tuan muda wang hilin mematung menyaksikan gadis yang tadi tidak sengaja mendarat kan ciuman di bibir milik nya. Membuat tangan tuan muda wang hilin terangkat otomatis dan mengelus bibir nya dengan jari.
''Ehem... bagaimana? Aku bahkan berfikir, kau tidak akan minum nanti agar bekas ciuman dari gadis menggemaskan itu agar tidak menghilang. "
Godaan dari istri sah pangeran kedua itu membuat tuan muda wang hilin terjengkit karena terkejut. Dia begitu malu dan salah tingkah.
"ahh... nyonya erenan, hemm.. baik lah..
ah.. hamba akan pergi menemui yang mulia kaisar. "
ucap tuan muda wang hilin serba salah, menunjuk kesana kemari dengan jari telunjuk nya. Lalu, dengan secepat kilat dia berjalan dengan langkah lebar meninggal kan wanita hamil yang menatap nya dengan tatapan yang sangat membuat nya makin salah tinggkah.
"Hahahahah"
Tawa serena akhir nya pecah setelah melihat wajah tuan muda wang hilin yang begitu merah akibat rasa malu.
"Apa yang sedang kau ketawakan sayang? "
Pangeran malai kettu yang muncul entah dari mana mengejut kan serena.
__ADS_1
.
. bersambung