Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 198


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Panglima huang dan pangeran Mu wang Hilin yang tadi di tinggal kabur begitu saja oleh Xio hanya bisa menggaruk kepala mereka, dengan wajah kebingungan. Setelah beberapa saat, kedua nya kembali saling melirik dan terkekeh bersamaan.


"Maafkan dengan ketidaknyamanan ini yang mulia.. "


panglima huang membungkuk kan sedikit membungkuk.


Pangeran Mu wang hilin kembali tersenyum.


"Tetaplah mengenal ku seperti orang biasa panglima, aku menjadi begitu sungkan. Bukan kah kita akan menjadi saudara? "


Panglima huang mengangguk, kemudian mempersilakan pria dengan jabatan penting di kekaisaran ipar nya itu.


"Mari kita berbincang sejenak, anda harus merasakan nikmat nya semangkuk teh melati dari kediaman kami. "


"Tentu.. sebuah kehormatan bagi ku panglima. "


kedua nya duduk bersila di atas gazebo yang tadi di gunakan oleh panglima Huang dan Xio lily.


Setelah beberapa saat, panglima huang mencoba untuk memberanikan diri.. menanyakan apa yang cukup mengganjal di hati nya.


"Ehem.. pangeran, boleh kah hamba memberikan pertanyaan? "


ucap panglima huang ragu ragu.


Pangeran Mu wang hilin tersenyum tipis, kemudian mengangkat pandangan nya kearah taman yang sangat indah di sana.


"Tentu.. bukankah kita bersaudara. "


jawab nya penuh keramahan, mengikis jarak kecanggungan yang sempat tercipta.


Panglima Huang menarik nafas nya pelan.


"Bagaimana anda seorang pangeran kekaisaran Mu, bisa berakhir di istana kekaisaran Hongly? "


Pangeran Mu wang hilin tetap menampilkan wajah dan sikap nya yang lembut dan elegan, membuat semua orang selalu menghormati pria itu.


"Tentu semua orang tahu, tentang seorang pangeran yang menghilang dari istana kekaisaran Mu bukan? "


kini pangeran Mu wang hilin yang kembali mengajukan pertanyaan.

__ADS_1


Panglima huang mengangguk pelan sebagai jawaban, lalu kembali menyesap teh milik nya.


"Ibunda ku putri seorang pria bangsawan di kekaisaran Hongly, dan pasangan suami istri yang mengasuh ku sejak aku berumur 4tahun adalah paman dan bibi ku. "


Pangeran Mu wang hilin kembali menjeda ucapan nya, dengan meneguk pelan teh yang di suguh kan, membuat panglima huang tampak tidak sabar.


"13 tahun yang lalu, terjadi perebutan kekuasaan antara permaisuri dan di bantu oleh ibu suri. Semua orang tahu, jika permaisuri melahirkan seorang putri mahkota dan permaisuri di nyatakan kemandulan setelah kelahiran pertama putri nya.


"Kabar tentang kehamilan selir kesayangan kaisar bagai sebuah malapetaka untuk kesejahteraan permaisuri, di tambah sikap kaisar yang tidak mencintai ibunda permaisuri membuat ibu suri merencana kan segala hal agar kelahiran yang di nantikan kaisar tidak terjadi.


Sampai hari dimana aku di lahir kan , seluruh kekaisaran besuka cita karena mendapat kan penerus sang kaisar. Karena semua selir dan termasuk permaisuri kaisar, hanya melahir kan satu putri.


"Puncak nya terjadi di saat usia ku menginjak 4tahun, sebuah penyerangan terjadi di saat kami semua dalam perjalanan kekaisaran Hongly, ibunda ku berhasil selamat dan di temani oleh seorang pengawal hingga sampai keistana bertemu kaisar terdahulu. Setelah nya, di tetapkan lah aku, sebagai putra dari seorang bangsawan dan di beri gelar tuan muda dari marga Wang. Setelah nya, ibunda ku menutup mata nya akibat luka yang cukup parah yang diri nya dapat kan dari penyerangan. "


Panglima huang hanya terdiam untuk mencerna setiap informasi yang di berikan oleh pria dihadapan nya itu.


"Bagaimana dengan nasip saudari ku, jika kau menikahi nya? Apakah dia akan di terima dan di perlakukan dengan baik di istana Mu? "


Panglima Huang bertanya dengan suara tegas dan terlihat jika kini pria itu sedang mengkhawatirkan keselamatan saudari nya. Walau bagaimana pun, kehidupan istana tidak seindah yang di bayangkan, tentu pria itu tahu betul tentang apa yang terjadi setiap hari nya dikediaman belakang istana.


Pangeran Mu Wang hilin menoleh kearah panglima huang yang kini wajah nya terlihat sangat tidak bersahabat.


"Aku akan membawa nya ke kediaman ku sendiri, karena aku akan tetap berada di kekaisaran Hongly sebagai penasehat yang mulia kaisar Malai ziyu. "


Kening panglima Huang berkerut, tanda pria itu masih meminta penjelasan yang cukup membuat nya tenang.


"Maaf panglima Huang, aku sudah mengatakan kepada ayahanda dan para saudari ku. Jika aku tidak akan memegang kendali kekaisaran, istana begitu aneh untuk ku. Aku tidak bisa menjalani sesuatu yang tidak sejalan dengan hati ku. "


Pangeran Mu wang hilin kembali menjelas kan.


"Apakah anda keberatan jika menikahkan saudari mu satu satu nya dengan ku yang hanya seorang pangeran yang terbuang? "


Ada nada getir dari setiap kalimat yang di ucap kan pria tampan dengan wajah lembut itu.


Panglima huang tersentak, diri nya merasa tidak enak hati dengan apa yang di ucapkan oleh pangeran kekaisaran Mu itu.


"Gelar apapun yang melekat pada anda, itu tidak penting bagi kami keluarga militer. Yang kami perlu kan, hanya lah sebuah tanggung jawab dan anda mampu melindungi saudari hamba dari apa pun. "


Ucap panglima huang, kali ini di sertai senyuman tipis di bibir pria gagah tersebut.


🌺


Sedangkan di kediaman milik xio, gadis itu sedang di liputi rasa bahagia yang tak terkira.Berguling di atas peraduan dengan pipi yang merona.


"Yang mulia putri quen, andai anda berada disini bersama nyonya erenan.. Pasti kalian akan menggoda ku sepanjang hari. "

__ADS_1


Gadis itu tersenyum, kemudian kembali berguling.


**Bukk..


"Awwhhh**...


Xio terduduk di bawah ranjang milik nya sambil menggosok gosok punggung dan pinggang nya yang terbentur.


Tok.. tokk.. tok.


Dari arah luar, terdengar suara pintu yang di ketuk dengan nyaring.


" Nona.. apakah nona baik baik saja? "


seorang pelayan kediaman jendral Huang berteriak sambil mengetuk pintu, karena mendengar suara yang cukup keras terjatuh dari dalam kediaman.


"Ah.. i.. iya, aku baik baik saja. "


Balas xio dengan cara sedikit berteriak.


Tampak pelayan itu menghela nafas lega nya, karena mengetahui jika sang nona dalam keadaan baik.


Kreettt...


Pintu di dorong dari dalam oleh xio, membuat gadis pelayan tersebut memundurkan tubuh nya.


"Salam nona.. Panglima huang menunggu anda di kediaman utama beserta seluruh keluarga. "


Tiba tiba Xio mendadak menjadi ingat kembali akan tindakan nya yang seketika lari dari taman di mana tempat pria yang dia rindukan menyatakan perasaan nya itu, lebih tepat mengajukan sebuah lamaran yang membuat nya hampir kehilangan separuh kesadaran nya.


"Nona.. nona.. "


gadis pelayan itu kembali memanggil xio yang terlihat tak bergeming, membuat sang gadis yang wajah nya kembali merona tampak tersentak dari lamunan nya.


"Ah... maafkan aku. Baiklah, mari kita pergi. "


ucap xio dengan kedua tangan nya memainkan jari jari nya dengan perasaan tegang dan deg degan.


.


. bersambung..


note: maaf all, author tidak bisa up maksimal. Karena berkenaan sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci ramadhan bagi yang beragama islam. Author lagi riweh banget, karena hari hari di sibukkan dengan acara mendo'a. Jadi harap maklum ya sayang...


terimaksih 🥰

__ADS_1


__ADS_2