Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 179


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ayo.. terus terus, disebelah sana. Ih... bukan begitu cara nya. "


Serena terus saja memberi intruksi dengan tangan yang di sebelah tangan di letakkan di pinggang nya, dan sebelah lagi melambai lambai memberi intruksi kepada seseorang.


"Ah.. payah sekali, begitu saja tidak bisa. "


quen mencibir sambil duduk di atas rerumputan.


Serena yang mendengar ucapan sahabat nya itu pun semakin kesal.


"Kenapa kau tidak suruh saja suami mu itu kesini, kita lihat suami siapa yang terbaik. "


Byurr....


Suara air yang menyeruak akibat seseorang yang terpeleset membuat semua nya kaget.


"Sayang... "


pekik serena sambil mendekati kearah seseorang yang kini tampak sangat mengenas kan.


Para pengawal segera berlari mendekat, namun di cegah oleh orang yang terjatuh dengan mata yang melotot tajam.


sedangkan quen kini tertawa renyah menyaksikan penderitaan yang begitu membuat hati nya senang. Masih terbayang bagaimana frustasi nya orang yang kini berada didalam air, saat di paksa untuk mengikuti kemauan absurd kedua nya.


🌾🌾🌾flashback


Pangeran malai kettu yang tidak sengaja melewati lorong jalanan istana, menangkap keberadaan wanita yang kini telah mengandung calon penerus nya bersama permaisuri kaisar malai ziyu di persimpangan jalan.


Karena rasa penasaran yang tinggi, kini membawa nya dalam masalah besar.


Kedua wanita hamil itu menarik paksa tangan nya demi mengikuti kemauan aneh mereka.


"Kau mencintai ku bukan? "


Ucap serena dengan mata berbinar.


"Tentu saja nan er. "


jawab pangeran malai kettu dengan senyuman tipis di bibir nya.


Serena tersenyum lebar, lalu merangkul kan tangan nya ke pangkal lengan pangeran kedua dengan manja, membuat pangeran malai kettu merona. Dia bahkan sempat berfikir, jika istri nya itu sedang menginginkan belaian hangat saat ini.


"apa yang kau ingin kan emm? "


tanya pangeran malai kettu, mengusap ngusap pucuk kepala serena dengan penuh kasih sayang.


Para pengawal dan pelayan segera menunduk kan pandangan mereka, mereka sangat mengenal pasangan yang selalu bermesraan tidak memandang dimana mereka berada.


"Aku ingin kau menangkap kan ikan di kolam kakak ipar kaisar untuk ku dan permaisuri quen. "


Ctarrr....


semua hayalan indah di kepala pangeran malai kettu seketika musnah berterbangan kesegala penjuru. Saat serena memuntahkan keinginan aneh nya.


"Ikan di kolam pria dingin itu, yang benar saja. Itu ikan ikan kesayangan pria berstatus kaisar yang bermuka datar. Tidak satu orang pun yang berani menyentuh ikan ikan yang umur nya bahkan lebih panjang dari semesti nya. Kini, dengan tatapan berbinar dan liur yang seakan mencair, wanita yang sedang hamil itu tampa mengingat apa yang akan mereka terima saat ikan ikan itu di usik. Ya.. dewa.. "

__ADS_1


pangeran malai kettu mengusap kasar wajah nya sambil berguman di dalam hati.


Quen yang melihat wajah frustasi pangeran kedua langsung terkekeh, hari ini benar benar hari penuh kebahagiaan bagi nya. Melihat wajah pangeran kedua yang berubah pias itu menandakan, jika tujuan mereka bukan lah hal yang mudah.


Serena mendongak kan kepala nya, saat pangeran malai kettu mengusap kasar wajah tampan nya.


"Kau tak ingin mengikuti kemauan kami, kami ini sedang mengandung. Kau ingin anak mu liur nya menetes sepanjang hari karena kemauan nya tak di turuti? "


tanya serena dengan mata melotot tajam.


Pangeran malai kettu berusaha untuk menenangkan calon ibu dari anak nya itu. Sebuah ide terlintas di kepala nya, membuat pangeran kedua itu bisa tersenyum lebar.


"Aku akan menyuruh para pengawal menangkap ikan di sungai yang tidak terlalu jauh dari istana, disana ikan nya sa... "


"Tidak.. kami mau nya ikan di kolam malai ziyu. Dan kau yang harus menangkap nya pangeran kedua. "


ucap quen, memusnahkan begitu saja harapan yang sempat terlintas di kepala pangeran malai kettu.


"Tapi permaisuri.. ! "


"Aku tidak menerima bantahan, ayo cepat mulai dari sekarang. Nanti ikan nya istirahat siang, dan kita tidak akan bisa menangkap nya. "


Dengan cepat quen menarik tangan pangeran malai kettu, di ikuti serena yang juga melakukan hal yang sama.


Sedangkan pria yang mereka tarik seakan sudah tidak berdaya, antara pasrah dan rasa bingung atas hukuman apa yang akan dia dapat kan.


" Oh dewa.. bantu lah aku. "


guman pangeran malai kettu dengan wajah cemas.


Dan disini lah mereka, dengan posisi pangeran malai kettu di bibir kolam ikan yang sangat besar itu dengan sebuah tombak di tangan nya. Di semangati oleh serena dengan ocehan ocehan yang makin membuat hati pangeran malai kettu tak menentu, dan sesekali melirik kekanan dan kiri seakan takut ketahuan sedang melakukan hal yang begitu berbahaya. Sehingga membuat nya tak sadar menginjak bibir kolam yang sedikit licin, membuat nya tidak bisa menjaga keseimbangan nya dan meluncur mulus kedalam kolam yang penuh bunga teratai bermekaran.


🌾🌾flashback on


"**Apa yang sedang kalian lakukan? "


Degg**..


Suara bariton yang melengking itu, membuat pangeran malai kettu yang akan keluar dari dalam kolam ikan kembali tercebur karena serena tampa dosa melepas kan pegangan tangannya.


"Aaaa....


byurr..


pangeran malai kettu berteriak dan kemudian masuk kedalam air yang setinggi pinggang nya.


Mata kaisar malai ziyu membesar seketika, membuat langkah kaki nya semakin cepat mendekati kolam ikan kesayangan milik nya


Sedang kan serena berlari cepat kearah quen yang kini juga ikut bangun dari duduk nya, karena kaget dengan kedatangan kaisar malai ziyu yang tampak tak bersahabat.


Pangeran malai kettu kembali bangun dengan sekujur tubuh yang basah dan lumut yang menempel di rambut panjang nya.


"hehehe... "


pangeran malai kettu tertawa canggung, menampilkan barisan gigi nya yang putih kearah kaisar malai ziyu yang kini berwajah merah.


"Apa yang kau lakukan di dalam sana? kau ingin menakut nakuti seluruh ikan ikan kesayangan ku? "


Tanya kaisar malai ziyu dengan suara yang tidak setinggi tadi, namun cukup membuat nyali siapa saja merasa ciut.


Pangeran malai kettu melempar pandangan nya kearah dua wanita sumber musibah yang terjadi pada nya kini. Namun, kedua nya dengan cepat membuang pandangan mereka kearah lain. Begitu juga dengan para pengawal dan pelayan yang ikut serta dengan dua wanita hamil itu, mereka juga ikut ikutan berhianat.

__ADS_1


"Keluar dari sana.. "


pekik kaisar malai ziyu dengan gigi yang begemelatuk.


Dengan cepat pangeran malai kettu naik kepermukaan di bantu para pengawal kaisar malai ziyu yang merasa kasihan kepada nya, sambil menahan tawa. Namun itu hanya mereka lakukan secara sembunyi sembunyi.


"Aaaa.... apa ini? "


Pangeran malai kettu berteriak dengan nyaring saat sesuati bergerak di dalam baju nya yang tadi sempat dia ikat keatas, sambil mengibas ngibas kan nya ke udara.


Pluk.. pluk..


Dua ikan berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa meloncat keluar dari balik baju pangeran malai kettu, mengundang gelak tawa dari semua orang. kemudian kembali bungkam saat sadar siapa yang mereka tertawakan.


Quen dan juga serena segera berlari mendekat, melihat dua ekor ikan yang begitu menggoda untuk di panggang.Melupakan penderitaan pangeran malai kettu yang kini tampak pucat karena takut.


"Wah.. ikan nya sangat besar, ini akan sangat enak jika di panggang. "


ucap quen dengan mata berbinar.


"iya.. kau benar, tapi sayang hanya dua. seharus nya kita menangkap lebih banyak. "


saut serena ikut berjongkok bersama quen memunguti ikan cantik itu di tanah.


Mata kaisar malai ziyu melotot saat mendengan para ikan kesayangan nya akan menemui ajal.


"Apa...? siapa yang mengizin kan kalian, ini ikan kesayangan ku. kalian bisa mendapatkan ikan lain untuk dimakan. "


Teriak nya kesal.


Quen yang kesal dengan teriakan kaisar malai ziyu segera berdiri kembali.


"kau lebih mengutama kan ikan mu dari pada nasip anak mu yang ingin makan ikan? ayam macam apa kau.. perhitungan sekali."


umpat quen dengan kedua mata nya melotot kembali mata kaisar malai ziyu.


"emm.. itu, bukan begitu. Hanya saja, ikan itu.. "


kaisar malai ziyu menjadi salah tingkah, dia baru sadar jika disana juga terdapat permaisuri nya. Membuat mata yang tadi melotot tajam, kini meredup seketika.


"Ya sudah.. aku tidak akan makan. "


quen melempar ikan tak berdosa itu kembali ketanah, membuat mata kaisar malai ziyu membulat seketika.


"Ah.. tamat sudah riwayat mu, mungkin umur nya hanya bertahan sampai disini. "


guman kaisar malai ziyu dalam hati, sambil menghela kasar nafas nya.


"pengawal, tangkap sebagian ikan di dalam kolam itu untuk permaisuri. "


ucap nya dengan nada yang tidak begitu bersemangat.


Quen dan serena tersenyum seketika, sambil saling melempar pandangan.


"Anak mu ingin kau yang menangkap nya dengan pangeran kedua. "


ucap quen dengan wajah berseri seri.


"Apppaaaa?


Teriak kaisar malai ziyu dan pangeran malai kettu bersamaan

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2