
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kondisi kaisar malai ziyu tampak mulai membaik setelah mendapat kan ramuan dari panglima hualo zang, kini diri nya bahkan bersikeras untuk segera menemui wanita paruh baya yang berpangkat sebagai ibu suri hongly tersebut.
" yang mulia, apa tidak sebaiknya yang mulia tetap beristirahat hingga matahari terbit. Hamba akan melakukan nya untuk yang mulia, memastikan semua nya aman. "
panglima hualo zang berusaha membujuk kaisar yang terkenal keras kepala itu, alergi serbuk bunga yang diderita oleh kaisar malai ziyu bukan alergi biasa. Jika terlambat sedikit saat mendapat pengobatan, maka di pastikan pria berkuasa itu akan tidur untuk waktu panjang.
""hoammm...
serena kembali menguap, begitu juga quen.
Tampa basa basi dua gadis dari dunia modern itu mengambil posisi ternyaman di ranjang dan kursi didalam ruang rahasia milik mentri jiang ling.
perdebatan kaisar malai ziyu dan para pangeran serta bawahan nya terhenti sejenak saat kedua wanita kaisar malai ziyu dan pangeran malai kettu tampak telah menejam kan mata. Pandangan mereka kini beralih kearah satu satu nya gadis yang masih berdiri tegak.
xio menunduk kan pandangan nya kebawah lalu menutup wajah nya, sampai seseorang melempar serbuk bewarna merah muda dan dengan cepat menyebar didalam ruangan.
uhhukk.. Uhhukk.. uhhukk
kaisar malai ziyu segera menatap kesumber penebar sesuatu yang membuat mata mereka mendadak buram.
Dapat di lihat jika kini, quen dan serena telah bangun dan memberikan tatapan yang sulit untuk dia mengerti.
"**Kal.. kalian..
buukk**..
Para pria kekaisaran hongly tersebut segera ambruk tak sadar kan diri.
quen segera mendekati tubuh kaisar malai ziyu yang kini tergeletak di lantai. Quen serena dan xio segera menempat kan kaisar malai ziyu, pangeran malai kettu , tuan muda wang hilin, panglima hualo zang dan mentri jiang ling ke tempat yang lebih layak untuk mereka tiduri, lebih tepat nya tertidur setelah tak sengaja terhirup serbuk bius ciptaan serena.
"" ahh... mereka sangat berat. "
keluh serena sambil menghempas kan bokong nya kesalah satu kursi yang tersisa.
quen yang berada disamping kaisar malai ziyu memberikan sebuah kecupan hangat di kening pria berahang kokoh itu.
" maaf, aku harus melakukan nya agar semua ini cepat selesai. Kau bisa menghukum ku setelah ini. "
sekali lagi quen mengecup lembut bibir merah milik kaisar malai ziyu.
serena yang mulai merasa nyaman segera bangun dari duduk nya.
" ayo.. aku tidak sabar untuk menuntaskan masalah ini, tubuh ku perlu istarahat dengan tenang. "
__ADS_1
ucap serena sambil membuat perenggangan pada tubuh nya yang mulai merasa pegal dimana-mana.
whuss..
"" eh busyet..ni orang bisa nggak sih jangan muncul tiba tiba, bikin jantung orang mau lompat dari tempat nya aja. "
serena merutuk kesal sambil mengusap dada nya.
"salam yang mulia permaisuri. "
ucap yong chen sambil berlutut.
" kita harus segera mengunjungi ibu suri, tidak baik membiarkan nya menunggu terlalu lama. sebelum nya kita harus pergi ketempat kuda kita berada."
serena, xio dan tak lupa prajurit bayangan yong cheng segera melesat mengikuti arah pergi nya quen.
Tampa rasa lelah, quen dan anggota nya menyusuri hutan belantara dan jalan setapak menuju daerah selatan kekaisaran hongly.
Tiga wanita tangguh itu menunggangi kuda mereka bagaikan seorang kesatria sejati, tanah lembab akibat embun tak membuat ketiga nya gentar. Hingga fajar kini mulai menampakkan cahaya nya, pertanda gelap akan segera berakhir. ini lebih memudah kan jalan mereka.
Ketika tiba di sebuah hutan terakhir yang terletak paling ujung, samar samar terdengar suara aktifitas yang tak terlalu sibuk tapi terlihat sangat mencolok. Karena di lakukan di tempat yang sangat jauh di pinggir hutan yang tidak semua orang berniat untuk mengunjungi nya.
" shuutt..kita sudah sampai, sembunyikan kuda disini. "
perintah quen.
ketiga nya lalu berjalan kaki dengan langkah hati hati dengan pedang di tangan.
" Quen.. tempat ini terlalu terbuka, tidak memungkin kan kita untuk menyerang secara langsung. "
serena memperhatikan situasi di tempat itu secara detail, semua sisi bangunan di jaga oleh beberapa prajurit yang tampak terlatih.
" jadi bagaimana, ini kita hanya punya senjata pedang bukan asoka. "
tambah serena lagi.
quen yang juga ikut memperhatikan aktifitas yang berada cukup jauh di seberang sana pun makin merapatkan diri nya ke arah sebatang pohon yang cukup besar.
" Aku akan memikirkan nya, kita harus membuat sebuah jebakan. jika tak ingin mati sia sia. "
ucap quen, lalu menjatuh kan bokong nya keatas dedaunan kering.
Serena melakukan hal yang sama, menyandarkan punggung nya keakar akan pohon besar yang terlihat nyaman.
"aku merasa tubuh ku terlalu berstamina quen.. '"
serena memiringkan kepala nya, kemudian menoleh kearah sang sahabat.
quen menaikkan satu alis nya tanda tak mengerti, itu membuat serena kembali menyambung kalimat nya.
__ADS_1
" aku kemarin bermimpi tentang seorang anak perempuan yang sangat cantik, berlari riang dan memanggil ku mommy. "
ada senyum yang mengembang dibibir nya setelah serena membayang kan mimpi nya beberapa hari yang lalu.
Quen sedikit menegak kan tubuh nya, menatap lekat kearah serena.
" Bagaimana kita bisa memiliki mimpi yang sama? "
ucapan quen membuat serena bangun seketika.
"apa jangan jangan..? "
quen dan serena berteriak dengan suara yang tertahan, saat xio memberi kode dengan kedua mata nya.
" suutt.. yang mulia. "
xio memanggil quen dengan suara berbisik agar segera mendekat. Setelah quen dan serena mendekat, di arah kan nya pandangan mereka kesuatu bangunan yang tampak tersembunyi di balik bangunan yang lebih besar.
Mata quen memicing agar bisa melihat jelas sesuatu yang di tunjukkan oleh sang asisten.
Seketika mata nya membulat sempurna, saat retina mata nya menangkap sesuatu yang tak asing semenjak diri nya menjadi bagian keluarga hongly, bahkan sebelum nya.
"ada apa? kau seperti melihat sesuatu yang membuat mu begitu syok.. "
serena terpancing untuk bertanya karena penasaran.Dan ikut menatap tajam kearah mata quen tertuju.
"Pangeran malai huali.. "
seru kedua nya kembali kompak.
"apa apaan ini, bagaimana bocah itu berada disana? "
serena mendelik tak percaya.
Sedang kan quen otak nya berputar untuk mencerna sesuatu yang sulit untuk di jelaskan, pangeran keempat yang merupakan orang yang paling humoris dan tidak ingin masuk campur terlalu dalam urusan kekaisaran, bagaimana diri nya bisa berada di tempat seperti ini.
"apa yang kau sembunyikan di balik wajah ramah mu pangeran huali ? "
guman quen didalam hati.
.
.
. bersambung
note: hay hay all, mohon maaf karna gak maksimal up nya beberapa hari ini. author lagi mendemam karena cuaca di pekanbaru agak kurang kondusif, jadi migran.
kemaren up yang terakhir itu uda berusaha banget mengetik di saat kepala pusing.. Hasil nya, aduh jangan di tanya. ambyar, ini ngetik bab yang ini aja uda dua hari gak kelar kelar.
__ADS_1
maaf banget ya, mohong dukungan nya dengan cara vote, like and coment.
makasih 🥰