
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sayang.. awas...''
pekik serena saat diri nya berada di jarak cukup dekat dengan pangeran malai kettu, dan melihat seseorang menerjang untuk membantu mentri pertahanan dong zu.
"crassh...
" enghh... "
gerahang pangeran malai kettu bergemelatuk saat pedang seseorang yang menggunakan topeng berhasil melukai punggung nya.
Serena dengan gerakan cepat memutar dan menangkis setiap serangan yang menghalangi langkah kaki nya. Sabetan demi sabetan membuat pedang bewarna silver itu di lumuri darah.
Tidak ada ketakutan, yang ada hanya lah keinginan untuk menghabisi setiap musuh yang melukai suami nya.
"kalian berani menyentuh nya, maka aku akan menghukum kalian untuk itu. "
serena berlari seperti orang kemasukan roh halus, ditambah melihat pangeran malai kettu yang kini terpojok karena di serang oleh dua orang.
**Hiaattt...
bugh.. crash.. bugh.. crasshh**..
tendangan dan sabetan pedang milik serena meluluh lantak kan pertahanan mentri dong zu dan seseorang yang menggunakan topeng.
"Nan er.. "
pangeran malai kettu bangun di duduk nya dengan memegang sebelah tangan yang juga terkena tebasan pedang.
mata nya melotot melihat untuk pertama kali nya sang selir bertarung.
" Bagaimana kau bisa semengerikan itu nan er, apa saja yang tidak aku ketahui dari diri mu. ''
karena sibuk dengan lamunan nya, seorang prajurit mengambil kesempatan untuk kembali menyerang pangeran malai kettu.
Untung saja serena yang memiliki kepekaan dan tingkat waspada yang tinggi segera melakukan tendangan memutar untuk pria bertopeng dan mentri pertahanan dong zu, kemudian melempar kan pisau lontar dari balik hanfu nya secara bersamaan.
"**aahhh...
Bukkk**..
teriakan dan jatuh nya seorang prajurit tepat di belakang pangeran malai kettu membuat pria itu tersadar dari lamunan nya, dengan mata yang melotot karena kaget. Pangeran malai kettu kembali menatap lekat sosok selir nya yang begitu tangguh.
" Hey... berhenti lah melotot, aku sedang bertarung. apa kau ingin terus menatap ku di situ hingga tahun depan. "
serena berteriak kesal sambil menusuk kan pedang nya tepat di jantung pria bertopeng, kemudian dengan gerakan memutar.. Pedang yang haus akan darah itu kembali memakan korban, tangan mentri pertahanan dong zu kini mendapat giliran nya.
" Rasa kan, karena kau pak tua.. suami ku terluka, kau tau aku sangat membenci mu. "
serena sempat sempat nya melontar kan ejekan nya yang membuat pria paruh baya itu melotot penuh amarah.
__ADS_1
" Dasar bajingan kecil, kau ingin bermain dengan yang tua ini. Aku akan menghabisi mu wanita tidak tahu diri, kau adalah perusak kebahagiaan putri ku. Heeeaaatt... "
mentri pertahanan dong zu kembali menebaskan pedang nya, tampa menghiraukan rasa sakit dari luka menganga di lengan nya.
Trang...
sebuah pedang telah mendahului pedang milik serena, kemudian kedua nya saling menerjang untuk melepas kan diri.
" Berani nya kau menghina wanita ku, kau tidak diberikan hak untuk itu. "
amarah menguar dari tubuh pangeran malai kettu, saat wanita yang belakangan ini selalu membuat nya lupa diri di hina di hadapannya.
"cuih... " mentri pertahanan dong zu meludah kesamping, ludah yang bercampur dengan darah yang berasal dari luka robek di sudut bibir nya.
" aku akan membuat semua keturunan kaisar malai hongly musnah. "
tawa jahat keluar dari bibir pria paruh baya itu, di susul dengan tebasan pedang di tangan nya.
kini dua lawan satu, serena dan pangeran malai kettu berduet untuk memberi serangan. Saat salah satu nya melibas kan kaki untuk menendang, yang satu nya lagi akan bertahan dan membuat gerakan mematikan dengan seni pedang tingkat tinggi.
"craasshh.. dukk..
Sebuah kepala mengelinding di tanah dengan di sertai roboh nya mentri pertahanan dong zu ke tanah.
🌾🌾🌾
Kaisar malai ziyu semakin mendesak, namun tak ingin melihat permaisuri nya terluka. membuat pria bertopeng di hadapan nya mendapat kesempatan. Dua orang yang juga telah tersungkur kembali bangkit dan memberi serangan.
" **bugh...
Teriakan kesakitan saat sebuah pedang kembali bersarang dan menciptakan luka lebar di pangkal paha kaisar malai ziyu.
quen yang melihat sang kaisar mulai tampak tak berdaya segera membuat gerakan salto tiga kali demi mencapai ketempat kaisar malai ziyu berada.
gerakan sempurna dengan penuh keindahan, membuat setiap orang seakan terhipnotis, di tambah paha mulus seputih salju itu ikut Terekspos.
"kalian menikmati nya? "
suara quen yang tiba tiba membuat ketiga pri bertopeng itu sedikit terkejut, dua di antara nya segera melakukan gerakan meloncat dan naik keatas bumbung bangunan di samping mereka.
"Dasar pengecut.. "
guman quen, namun seorang pria yang tertinggal di depan nya mendapat lirikan tajam dari mata quen.
" Kau yang akan menjadi tumbal untuk pedang ku yang berharga. "
Tampa basa basi quen menerjang kedepan, melibas kan pedangnya. memutar dan membuat tendangan dengan kedua kaki nya secara bergantian.
Dari arah atas bangunan besar, seseorang dengan mengintip dengan sebuah panah di tangan nya. menyaksi kan dengan lekat semua aksi pertarungan di bawah sana.
quen kembali membuat tendangan keudara, dengan sebelah kaki sebagai tumpuan. pria bertopeng tersebut terpental kebelakang, hingga memuntahkan seteguk darah segar dari mulut nya.
senyum sinis terbit di bibir quen, saat ingin memutar kan tubuh.. Dari arah atas bangunan, puluhan anak panah melesat cepat kearah quen dan dua prajurit bertopeng kembali mencul di belakang kaisar malai ziyu lalu membuat gerakan cepat untuk menusuk pria yang kini tampak mulai kesusahan akibat luka yang dia derita.
quen yang sadar ada bahaya mengintai nya segera mendongak kearah atas, benar saja.. seseorang telah berdiri di sana dengan sebuah busur dan anak panah yang terus dia tembakkan.
__ADS_1
Dua pria bertopeng yang tadi menghindar keatas bangunan segera melesat kearah sepasang suami istri itu.
salah satu nya menarik quen kedalam pelukan nya tampa bisa di cegah, sedang kan satu orang lagi merengkuh tubuh kaisar malai ziyu dan membuat tubuh nya sebagai tameng.
Mata bulat quen melotot, saat beberapa anak panah menembus pria yang kini memeluk erat tubuh nya.
serena dan pangeran malai kettu yang baru menyelesaikan lawan nya segera menerjang kearah pria bertopeng yang menyerang kaisar malai ziyu. sedang kan xio dan pangeran malai hian segera melesat mengejar pemanah yang menyerang quen.
perlahan topeng di wajah pria yang menjadikan tubuh nya sebagai sarana untuk setiap mata panah yang menuju kearah quen terjatuh.
Kini mata quen makin melebar sempurna, tangan nya bergetar hebat saat tahu siapa orang di balik topeng itu.
" K.. kau, kenapa... kenapa kau melakukan ini? "
quen bertanya dengan suara lirih, air mata nya lolos begitu saja tampa bisa dia cegah.
Ditambah senyum tipis yang terbit dari bibir pria di balik topeng menambah kegundahan hati nya.
"uhhukk.. "
pria bertopeng yang masih memeluk pinggang ramping milik quen terbatuk dan memuntah kan seteguk darah dari mulut nya.
"kau.. kau berdarah.. kau terluka parah. "
pekik quen histeris.
"Aku baik baik saja yang mulia putri mahkota quen han. "
senyuman tak pudar di bibir yang kini di penuhi darah segar.
" setidak nya, aku bahagia bisa bersama dengan mu sedekat ini. Izin kan aku untuk sebentar saja, hanya sebentar merasakan kenyamanan dengan orang yang aku cintai. "
mata nya mengiba, tatapan teduh penuh ketenangan memenuhi retina berwarna hitam kelam itu.
" Putra mahkota Lan si. . ada apa dengan mu, kenapa kau melakukan ini. "
isak quen hingga membuat pedang yang berada digenggaman tangan nya lepas dan jatuh di tanah.
Lama kelamaan, pelukan erat itu mulai mengendur.. membuat kepala quen mendongak keatas untuk menatap manik milik putra mahkota Lan si. Pria tampan itu mulai meredup kan pandangan nya, tidak ada lagi wajah datar yang selalu dia tunjukkan saat pertama kali bertemu dengan diri nya di istana kekaisaran han.
" Putra mahkota Lan si, hey.. ada apa dengan mu. aku memerintahkan diri mu untuk membuka mata. cepat lakukan.. "
quen berteriak sambil menahan berat tubuh putra putra mahkota Lan si yang bertopang di tubuh ramping quen.
" ku mohon... bangun lah, kau jangan menakut kan aku.. tolong.. tolong bangun. "
teriakan quen makin melemah dan kini tubuh kedua nya bersamaan ambruk ke tanah.
.
. bersambung.
note: hay all, makasi uda pada setia nungguin lanjutan tulisan ku. jika kalian suka, silakan tinggal kan like, vote and coment yah.
__ADS_1
makasi😘😘