
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara hentakan kaki kuda menggema memecah kesunyian jalanan menuju daratan utara, tempat dimana kekaisaran Han berada.
Serena mempercepat lari kuda nya di beri nama steven, agar sejajar dengan quen yang menunggangi kuda nya dengan tatapan fokus dan terlihat sangat fokus.
"" quen.. "serena memanggil quen dengan sedikit berteriak. Dan itu berhasil membuat quen menarik tali kekang kuda nya agar memperlambat lari nya.
"" kau tidak berniat untuk beristirahat sebentar, kita sudah berjam jam menyusuri jalanan setapak ini. pinggang ku mulai perih quen. "" rengek serena sambil memonyong kan bibir tipis nan sexy nya yang berada di balik cadar.
Quen membuang dengan kasar nafas nya. Ini ntar kali berapa serena merengek untuk beristirahat selama perjalanan mereka, namun dia juga merasa kasihan dengan sahabat nya itu.
"" kau sangat cengeng, jika kau lemah kenapa memaksa untuk ikut. Kau bisa tinggal, dan bermanja manja dengan masa lalu mu itu. ""
Dengan kata kata penuh cibiran quen menarik kembali tali kekang kuda nya untuk berhenti, setelah sampai di sebuah sungai yang memiliki bebatuan memenuhi sisi dan dasar nya.
xio dengan cepat juga ikut turun dari kuda nya, dan menghampiri quen yang juga mulai turun dari kuda gagah milik nya.
Serena tak ambil pusing dengan ucapan sahabat nya itu. dengan cara merosot dia turun dari kuda nya, membuat quen dan xio menatap nya dengan tatapan aneh.
"" aduh.. ya ampun, jika terus berada di atas steven sepanjang hari, aku takut bokong ku tak indah lagi. "" dengan tertatih serena berjalan di samping kuda nya, sambil memegang pinggang nya yang terasa perih. Kali ini dia tak bercanda, bahkan bongkong nya seperti meraka kebas.
xio mengalih kan pandangan nya kearah sang majikan, sambil mengeluarkan air yang telah mereka siapkan di sebuah wadah seperti kendi tapi ramping versi ukuran botol.
Namun serena dengan tampang tak berdosa menyerobot dari tangan xio dan langsung meneguk nya.
"" kau jangan hanya memperhatikan putri jadi jadian mu itu, aku juga bisa mati karena kehausan. "" serena mengumpat kesal melihat gadis polos yang sangat setia dengan sahabat nya.
xio membungkuk kan sedikit tubuh nya,lalu berujar.. "" maaf nyonya, melayani yang mulia putri quen adalah sumpah hamba. "
__ADS_1
serena memutar malas mata nya, sedangkan quen tersenyum bangga.
serena meninggalkan pasangan majikan dan bawahan itu dengan wajah kesalnya, quen yang menyaksikan itu tersenyum miring.
. "" seren,, jangan mengumpat begitu. benar kan dulu jalan mu yang seperti nenek nenek itu, jika tidak kau bisa tergelin.. "ucapan quen terhenti saat serena kehilangan keseimbangan dan tercebur kedalam sungai.
""Byuuurrr...
"" aaa..... "serena berteriak karena kaget diri nya tak sengaja menginjak bebatuan yang sedikit berlumut dan membuat nya kehilangan keseimbangan.
"" seren..
""nyonya..
pekik quen dan xio bersamaan.
Berbeda dengan xio yang tampak kawatir, quen malah tetawa terbahak melihat wajah sahabat nya yang berantakan saat berusaha bangun, hingga membuat cadar yang menutupu sebagian wajah nya kini menutup terbalik dari hidung ke atas hingga dia kelabakan tak bisa melihat.
"" hahahaha.. oh ya dewa, seren.. aduh aduh. "quen tak bisa meneruskan ucapan nya karena terlalu tak bisa menahan tawa nya.
quen kembali terkekeh sambil memegang perut nya.
Sedang kan serena di bantu xio keluar dari air dengan wajah merengut karena kesal, bahkan di tarik nya dengan kasar cadar yang menutupi mata nya dan membuang nya asal. Namun sial, bukan nya lepas.. kain penutup wajah itu malah menyangkut disalah satu jepitan rambut nya.
Dan itu berhasil mengundang gelak tawa quen lebih keras, xio pun berusaha menyembunyi kan senyum nya dengan cara memaling kan wajah nya kesamping.
Serena melotot kan mata nya melihat tingkah tak beradap sahabat nya itu. "" kau sahabat gila yang sangat menikmati kesengsaraan sahabat nya sendiri. sahabat macam apa kau.. "serena mengumpat dengan kesal sambil keluar dari air.
quen menghapus sisa sisa air mata nya yang mengalir akibat terlalu banyak tertawa. "" haha.. aduh seren, aku tak bisa mengucap kan kata kata lagi untuk mu. kau.. "
ucapan quen kembali terhenti ketika serena dengan cepat menghambur ketubuh quen dengan pakaian nya yang basah.
"" hei.. gila, apa yang kau lakukan? kau merusak pakaian ku. ""
__ADS_1
pekik quen terkejut dengan tingkah absurd sahabat gila nya itu.
serena terkekeh sambil terus memeluk tubuh quen, dan membuat mereka begulingan di rerumputan di pinggir sungai.
"" putri... "xio terlihat khawatir melihat aksi kedua wanita dihadapannya, meski sekarang dia tidak terlalu mencurigai selir pangeran kedua tersebut.
kedua wanita itu berhenti setelah quen menarik rambut serena dengan kuat dan memiting tubuh sahabat nya itu hingga tak bisa bergerak.
"" aku akan menghajar mu, dasar gila. kau membuat ku acak acakan seperti ini. "
quen terus memiting leher serena sambil mengumpat kesal.
xio merasa bingung apa yang harus dia lakukan, dengan dua orang yang terus bergulat di atas rerumputan dengan wajah acak acakan.
Sampai suara gemerisik ranting kayu patah seperti terkena injakan kaki menghentikan akai mereka.
"" shutt..
xio mengerucut kan bibir nya sambil jari tangan memberi isyarat untuk dua orang tersebut segera tenang. Mereka mematung di tempat , dengan posisi leher serena yang masih di ketek quen. Suara langkah langkah kaki makin jelas terdengar, dan membuat tingkat waspada yang tinggi pada ketiga nya.
"" mereka disini.. "pekik seorang pria yang baru muncul dari balik balik semak. Dan di susul beberapa pria di belakang nya.
"" Kauuuu... '
quen dan serena terpekik serentak dengan mata melotot..
.
.
. bersambung..
note: makasi all uda pada setia, jangan lupa tinggal kan like, vote and coment.
__ADS_1
Di tunggu up selanjut nya ya, maaf agak gak maksimal. author mendemam dan sekarang anak ikut terjangkit filek. jangan lupa pada jaga kesehatan yah, karena cuaca sekarang lagi ekstrim.