
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruang makan yang tadi nya penuh dentingan sendok, sekarang berubah jadi heboh dengan teriakan.Para pengawal berlarian mengaman kan semua barang yang ada dimeja makan untuk barang bukti jika nanti di perlukan. Sedang kan para pelayan hanya berbaris menunduk dengan tubuh gemetaran.
quen mengikuti pangeran malai kettu yang menggendong tubuh selir kedua nya yang pingsan kearah ruang pengobatan milik tabib istana yaitu tabib zi.
sesampai nya didepan ruangan, pintu di buka lebar oleh para pengawal dan pangeran malai kettu langsung menerobos masuk dengan wajah cemas di ikuti quen di belakang nya.
Di baringkan tubuh tak berdaya itu keatas dipan panjang tempat tabib zi memeriksa pasien nya. ""Cepat..kau harus selamat kan selir ku. kalau tidak, akan aku habisi nyawa mu. ""pekik pangeran malai kettu panik.
""Diam lah.. kau hanya membuat nya takut, malah itu akan berakibat pada kondisi sahabat ku. "bentak quen sambil mendorong tubuh pangeran malai kettu keluar.
""putri, aku akan tetap di dalam menemani selir ku. kau tak bisa mengusir ku seperti ini. ""ujar pangeran malai kettu dengan suara mulai meninggi. Dia benar benar merasa kalut, ditambah diri nya mulai melupakan rasa kekagumannya itu ke permaisuri kakak nya.
Quen tampa peduli menutup pintu ruangan pengobatan dengan kuat.sebelum nya telah memerintah para pengawal untuk memegang tubuh pangeran kedua itu agar tidak membuat kekacauan. Setelah nya kembali berjalan kearah tempat serena terbaring di temani tabib zi disamping nya sedang sibuk memeriksa kondisi serena dan mulai meramu obat.
""Sudah... jangan berpura pura lagi,mau bangun atau aku pukul kepala mu itu biar terjaga. "ujar quen santai sehingga membuat tabib zi yang sedang panik merasa bingung.
serena mulai membuka mata nya, hingga membuat tabib berusia 50 tahun itu terkejut dan melotot kan mata nya. Bagaimana bisa orang yang tadi keracunan hingga memucat sekarang dalam kondisi baik baik saja,Pikir nya.
__ADS_1
Quen berjalan mendekat, lalu menyandar kan tubuh nya di samping tempat serena berbaring. ""kau sangat pandai dalam memain kan peran mu, kenapa dulu tidak menjadi artis saja. "ujar quen lagi.
""cih.. kau tak ada manis manis nya, minimal menangis gitu melihat ku keracunan. "saut serena sambil membangun kan tubuh nya untuk duduk.
""aku tau..kau tidak akan seceroboh itu dalam bertidak."quen melirik sahabat nya itu sejenak, lalu melanjut kan kalimat nya. ""kau pasti mengetahui sesuatu bukan ? ""
Serena tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu dari balik gaun yang dipakai nya. ""lihat ini, aku sangat tak menyangka ada seperti ini di dunia antah berantah. mereka bahkan lebih mengerikan dari pelakor di masa depan. ""kekeh serena.
Saat dua orang sahabat itu sedang berbincang santai, tabib zi hanya melirik kearah mereka secara bergantian. jika quen yang berbicara, maka kepala nya memutar kearah permaisuri kaisar ziyu itu. jika serena berbicara, otomatis kepala nya juga mengarah keserena. Wajah nya terlihat sangat bingung, sambil memegang wadah tempat diri nya meracik ramuan.
quen dan serena yang mulai sadar kehadiran orang lain diantara mereka langsung melotot tajam kearah pria paruh baya itu. ""Diam, dan jangan lakukan apapun. "ucap mereka serentak, membuat tabib zi berdiri kaku.
""seren.. berikan orang tua itu ramuan yang membuat nya lupa apa yang didengar nya tadi. "ujar quen sambil memonyongkan bibir nya menunjuk kearah tabib zi.
""jangan takut om, ini tak akan sakit. mari bekerja sama jika kau masih ingin melihat matahari. "ucap serena sambil membuka botol kecil ditangan nya.
glekk..
tabib zi menelan saliva nya ketika serena sudah membuka tutup botol yang beisi cairan yang entah apa hasiat nya. ""buka mulut mu om.. "ujar serena.
namun tabib tua itu hanya diam sehingga membuat quen yang bertindak.
bugg..
satu pukulan di punggung tabib zi membuat mulut nya terbuka untuk berteriak. dan serena langsung menuangkan cairan berwarna hijau itu kedalam mulut tabib zi hingga langsung tertelan. Seketika pandangan tabib tua itu kabur dan jatuh pingsan.
__ADS_1
""good job. "ujar serena sambil menyimpan kembali botol obat milik nya kebalik gaun.
""apa yang ingin kau jelas kan untuk kejadian hari ini ? "tanya quen
Serena mengambil nafas panjang, lalu menceritakan saat salah satu pelayan kepercayaan nya yang di perintah kan untuk mengamati kediaman lili milik selir gong zu. Dan mendapati jika selir utama pangeran kedua itu sedang merencana kan sesuatu, dan mengutuskan pelayan pribadi nya untuk pergi menemui seseorang dikediaman mentri pertahanan.Yang belakangan diketahui sebagai ayah nya selir gong zu. Setelah kembali, pelayan dari kediaman lili itu bergegas untuk menemui seseorang di dapur istana dan memberikan sebuah bungkusan untuk di masukkan kemakanan yang akan di sajikan khusus untuk nya.
Quen tersenyum sinis saat mendengar cerita dari serena. lalu berdiri tegak,, ""bagai mana jika kita bermain main ""ujar quen sambil memain kan jari jari nya.
ucapan dari quen di sambut dengan seringaian dari bibir tipis milik serena. ""tepat tengah malam, di hutan pinus. "jawab serena.
""Berbaring lah.. aku akan mengurus suami masa lalu mu itu. ""ejek quen sambil melangkah kearah pintu.
""hey.. dia suami ku masa kini, "pekik serena sambil kembali berbaring.
""cih... gagal move on. "ucap quen.
kreeekkk.
mendengar suara pintu yang di buka, pangeran malai kettu yang terduduk dengan gelisah segera bangun dan menerobos kedalam ruangan. meninggal kan quen nya masih di ambang pintu.
quen terkekeh didalam hati, lalu berujar. ""benar benar pasangan serasi, ku harap kau akan bahagia dikehidupan mu kali ini seren. "setelah mengatakan itu, dia pun ikut masuk kembali.
.
.bersambung
__ADS_1