
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari setelah kedatangan surat yang berisi pesan tentang kedatangan sekutu dari kekaisaran hongly, kini istana Kekaisaran Han sedang melakukan persiapan untuk datang nya tamu penting yang di katakan oleh kaisar malai ziyu.
Derap langkah kaki kuda dan kereta pembawa segala macam cendramata memenuhi jalanan kota kekaisaran Han.
Panglima huang telah berdiri dengan gagah bersama para prajurit terbaik di depan pintu gerbang, dari jarak tidak kurang dari seratus meter iring iringan dari rombongan kekaisaran daratan utara itu sudah mulai terlihat.
Para prajurit berwajah khas daratan utara itu segera turun dari kuda masing masing, kemudian salah satu nya mendekati sebuah kereta kuda yang di dalam nya terdapat seorang pangeran.
Panglima huang memiring kan kepala nya saat sepasang kaki mulai turun dari dalam kereta kuda yang kini tirai nya mulai terbuka.
Namun yang lebih mengejut kan adalah, bukan seorang pangeran yang turun. Tapi sesosok wanita berparas cantik, dengan manik sekelam malam.
Wanita itu kemudian berjalan dengan sangat anggun, perlahan mulai mendekati tempat dimana panglima huang berada.
"Salam.. "
Suara merdu yang keluar dari sosok cantik itu begitu menghipnotis semua orang.
Melihat sosok di depan nya tidak bergeming, wanita cantik itu kemudian menoleh kearah samping nya. Seorang pria yang tampak berpangkat cukup tinggi kemudian maju kedepan.
"Salam panglima huang, kedatangan kami ke kekaisaran Han untuk memenuhi undangan yang mulia kaisar. "
Panglima huang terjengkit karena kaget dengan sapaan dari pria yang baru saja mengatakan tujuan mereka untuk datang.
"Ah.. maaf kan aku, silakan.. Yang mulia telah menunggu. "
ucap panglima huang salah tingkah, dan di balas senyuman hangat dari wanita yang masih belum di ketahui latar belakang nya.
Ketika mereka hampir menyentuh tangga aula istana, bunyi derap kuda yang cukup banyak kembali membuat semua orang berhenti untuk melangkah.
Panglima huang kini kembali memutar kan tubuh nya, mata nya menyipit saat seorang prajurit berlari mendekat dari gerbang utama.
"Salam panglima huang, di depan gerbang tamu dari daratan utara telah tiba. "
ucap sang prajurit dengan tubuh membungkuk.
Kini panglima huang semakin bingung, "jika diluar adalah tamu yang sesungguh nya, lalu yang sekarang berada bersama ku ini siapa? "
__ADS_1
batin nya seakan sedang menyelidik dan berubah waspada.
Baru saja panglima huang ingin angkat bicara, suara familiar menyapa pendengaran nya dari arah dalam istana.
"Putri ni xuan shi.. "
Wanita yang merasa nama nya di panggil kan itu segera memiringkan sedikit kepala nya,kemudian tersungging senyumam lebar di bibir nya.
"Salam yang mulia kaisar xian. "
ucap nya sambil membungkuk kan tubuh nya sedikit.
"Tidak perlu sungkan. "
Pria berstatus kaisar itu juga membalas senyuman milik putri dari Kekaisaran Hiu tersebut.
Panglima huang yang tadi ingin bertanya segera sadar dengan kedatangan pria berkuasa itu, segera di bungkuk kan tubuh nya sedikit.
Dari arah luar, tampak jika rombongan dari kekaisaran daratan utara itu mulai tidak sabar. Dan memutus kan untuk masuk dengan sendiri nya, membuat panglima huang segera berjalan mendekat.
''Anda...? "
mata nya membulat saat mengetahui tentang siapa yang kini muncul di kekaisaran Han itu. Ditambah lagi dengan gelar pangeran yang sempat tertangkap di indra pendengaran panglima huang.
"Salam panglima huang, senang bertemu dengan anda kembali. "
Panglima huang yang terlihat dua kali mendapat Kejutan segera membalas salam dari tamu kaisar Xian di hadapan nya.
"Salam pangeran... "
"Jangan sungkan, panggil aku seperti biasa saja. "
jawab nya sopan. kemudian melanjut kan kembali langkah kaki nya kearah kaisar Xian yang juga ikut tersenyum tipis.
"Salam yang mulia kaisar Xian. "
kembali di bungkukkan badan nya dengan sangat anggun seperti pria pria bergelar lain nya.
Kaisar Xian juga sedikit membungkuk kn badan nya, bagaimana pun pria yang kini hadir itu tidak bisa dianggap sebagai tamu biasa.
"Salam pangeran Mu Wang Hilin. "
Alis panglima uang terangkat saat mendengar nama lengkap pria dihadapan nya itu.
__ADS_1
"Mu... Pria yang di kenal sebagai tuan muda ini bermarga Mu, apakah dia pangeran yang di sembunyi kan oleh kaisar Mu wang Li 13 tahun yang lalu, pangeran dari seorang selir yang di cintai kaisar. "
Pikiran panglima huang bergejolak, di menerka apa yang sebenar nya sekarang terjadi disini.
"Panglima huang, bawa tamu kita kediaman mereka masing masing. Dan aku akan mengantarkan sendiri putri Ni xuan Shi kekediaman nya. "
Ucap kaisar Xian lalu mengulur kan tangan nya kepada putri dari kaisar hiu itu dengan tata krama kekaisaran.
"Terima kasih yang mulia, karena merepotkan anda. "
Ucap putri Nie xuan shi dengan senyum lembut.
Kaisar Xian terkesiap dengan senyuman menawan yang mampu menghipnotis nya itu.
"Bisa kah kita pergi sekarang yang mulia? "
suara lembut putri Ni xuan shi membuat kaisar Xian mendadak salah tingkah.
Kedua nya kemudian berjalan berdampingan, di ikuti oleh beberapa pelayan pribadi putri kaisar Hiu dan para pengawal nya.
Panglima huang dan tuang muda Wang hilin yang kini telah di pastikan jika dia adalah seorang pangeran, menatap punggung kaisar xian dan putri dari kekaisaran hiu yang mulai menjauh.
kemudian kedua nya saling melempar pandangan, membuat kedua nya salah tingkah.
"Ehem... silakan tuan muda, emm pangeran.. "
Panglima huang masih bingung harus memanggil pria itu dengan sebutan apa.
Pangeran Mu Wang Hilin tersenyum lembut, lalu menepuk pelan pundak panglima huang.
"Jangan sungkan panglima, anda bebas memanggil ku dengan sebutan apa pun. Bukan kah kita akan menjadi saudara? "
Setelah mengucap kan kalimat yang tak di mengerti oleh panglima muda itu, pangeran Mu wang Hilin segera melangkah pergi. Karena seorang pengawal telah datang menjemput nya untuk di antarkan kekediaman yang di sediakan untuk para tamu kekaisaran.
"Saudara, bagaimana maksud pria itu. Aku sungguh tidak mengerti, apa dia mempunyai keinginan untuk menjodoh kan aku dengan saudari nya? "
Panglima huang masih berdiri di tempat nya, bermain dengan pikiran nya sendiri hingga tidak menyadari kini hari beranjak sore.
"kenapa aku masih disini? Benar benar membuat kepala ku pusing. "
..
. bersambung
__ADS_1