Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 114


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan hari nya, dimana dua orang gadis dari masa depan masih bergelung dengan selimut tebal nya. Istana di heboh kan dengan penemuan sesosok wanita yang kondisi nya sangat memperhatin kan. wajah yang di penuhi darah yang sudah mulai mengering, terdapat lebam di sekujur tubuh. Para prajurit yang sedang melakukan patroli pagi mendapati nya tergeletak tak sadarkan diri dipinggir wilayah istana yang berbatasan dengan hutan pinus.


Mereka langsung bergegas untuk membawanya ke ruangan pengobatan milik tabib zi, disaat mengetahui jika wanita yang tak berdaya itu masih bernyawa.Setelah semua noda darah dibersihkan, mereka terkejut saat tau bahwa tubuh yang tadi tergeletak dengan bersimbah darah adalah selir utama dari pangeran kedua.


kabar tersebut tersebar luas diistana, juga kepada pangeran kedua malai kettu.


""Bagaimana hal ini bisa terjadi ? ..siapa yang sangat berani mengantar kan nyawa nya, dengan dua kali mencelakai wanita diharem ku. ""jerit pangeran malai kettu setelah keluar dari ruang pengobatan.


Dan menginterogasi para pengawal penjaga dan para pelayan pribadi selir utama nya itu.


""jawab.. "bentak nya lagi, karena tak mendapat kan jawaban.


""a.. ampun yang mulia pangeran kedua, tapi kami tidak melihat ada sesiapa pun yang masuk kedalam kediaman nyonya selir utama. ""jawab pengawal yang bertugas menjaga kediaman lili dengan keringat membanjiri kening nya.


""lalu, bagaimana bisa gong zu er bisa tergeletak penuh luka di pinggir hutan ha?... "


""am.. ampun yang mulia. "jawab para pengawal serentak.


pangeran malai kettu mengucap wajah nya dengan kasar, lalu kembali menatap para bawahan selir nya itu. ""Karena kecerobohan kalian, hukuman pancung akan dilakukan..Tahan mereka semua di penjara bawah tanah. ""teriak nya dengan suara menggelegar.

__ADS_1


Para pengawal yang mendapat hukuman langsung merosot lemah ditanah. Para prajurit maju untuk menyeret pengawal itu untuk membawa mereka keruang penjara. Sedangkan para pelayan di kediaman selir pangeran kedua itu berdiri dengan kaki yang gemetaran, mereka disini bukan bearti terbebas dari hukuman. tapi entah kapan waktu nya akan tiba.


Dari lorong panjang menuju ruangan pengobatan, terdengar derap langkah kaki yang menjelaskan. jika yang sedang mendekat adalah orang yang kelihatan nya sangat tergesa gesa.


Setelah semakin mendekat, tampak lah wajah dari selir ketiga yaitu selir xia. bersama selir dari pangeran ketiga, selir mia, selir zauji dan selir jia ly.


""kami semua memberi salam kepada yang mulia pangeran kedua. ""ucap selir xia membungkuk kan sedikit tubuh nya.


Bukan nya menjawab, pangeran malai kettu malah melirik kesegala arah seakan mencari sesuatu. ""apa yang sedang yang mulia cari..? "tanya selir ketiga xia penasaran.


""apakah nan er belum sembuh dari sakit nya? "ujar nya lemah, seakan kecewa.


Selir xia meremas ujung gaun nya saat mendapat pertanyaan seperti itu, dia yang berada disisi sang pangeran saat ini. tapi pria itu malah mencari yang tidak ada. Cemburu....itu pasti.


""Apakah kakak zu er sudah siuman? "tanya selir mia, dengan suara yang terdengar tercekat seperti sedang sangat prihatin dengan kondisi sepupu nya.


keempat wanita itu pamit setelah mendapat kan izin untuk masuk kedalam ruang perawat.


""ya.. dewa.. "pekik selir mia dengan menutup bibir nya dengan kedua telapak tangan. ""hal buruk apa yang mengikuti mu kakak. "sambung nya sambil terisak saat melihat kondisi kakak sepupu nya yang wajahnya ditepeli perban. dengan bibir yang sobek, itu sangat terlihat mengerikan.


Para selir yang lain hanya mampu menutup mulut mereka dengan mata membulat sempurna.


""owh astaga.. ini sangat mengerikan. "bisik selir jialy ke selir zauji yang berada disamping nya. ""ku rasa ini karma untuk setiap keburukan yang dia lakukan. "sambung nya lagi.


Mata selir zauji mendelik saat mendengar kalimat terakhir yang diucap kan selir ketiga yang menjadi madu nya itu. ""Tutup mulut mu itu adik, kau tak bisa berbicara sembarangan. "ucap nya berbisik, sambil melirik kearah tubuh yang terbaring dengan kondisi yang tidak baik baik saja. ""itu akan menjadi bumerang jika terdengar oleh orang lain. "sambung nya lagi.

__ADS_1


Selir jia ly tersenyum sinis lalu kembali membuka mulut nya. ""aku berdoa kepada dewa, jika roh nya segera diangkat. ""kalimat itu membuat mata selir zauji melotot sempurna.


Selir xia yang juga berada tidak jauh dari kedua wanita tersebut, tersenyum miring. ""aku juga berharap hal yang sama. "batin nya.


Sedang kan selir mia masih terus terisak, namun didalam hati nya dia merasa sangat senang. Dan mengejek kebodohan saudari nya itu. "" kau terlalu naif kakak, cara mu yang tak memperlihat kan jika kau adalah dari keluarga bangsawan hingga diri mu sangat mudah dimanipulasi. Kau telah merebut pangeran kedua dari ku, maka kau juga telah siap menghadap dewa lebih cepat.jika bukan orang lain yang melakukan nya, kau juga akan tiada nanti. ""batin nya sambil terus memain kan peran nya sebagai saudari yang baik.


Suara gesekan langkah kaki kembali terdengar, membuat para wanita itu menoleh kan kepala mereka bersamaan.


""hah... kenapa diri nya bisa semenyedihkan begitu. ""ujar orang yang baru saja datang dengan wajah yang terlihat tidak bersemangat.


""Permaisuri quen.. "Mereka serentak menguman kan nama orang yang baru saja tiba.


""jika diri mu takut melihat nya, maka kita kembali saja kekediaman. "Ucap orang yang juga baru memasuki ruangan pengobatan.


""Yang mulia kaisar malai ziyu.. "guman mereka lagi dengan wajah terkejut.


Lalu memberikan penghormatan dengan membungkuk hormat.


Quen memutar bola mata saat melihat perbedaan perlakuan dihadapannya. ""Dasar bermuka dua. "ujar nya dengan bibir yang terangkat karena merasa jijik dengan sikap murahan para wanita berwajah menor tersebut.


.


.


.bersambung..

__ADS_1


Happy mother day para momy yang ada di sini.. moga kedepan nya kita bisa menjadi ibu dan istri yang lebih baik lagi,amin..😘😘😘


__ADS_2