Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
Bab 197


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kakak..."


Suara lembut menyapa pendengaran panglima huang saat baru saja pria bewajah tampan itu ingin berbelok kearah kediaman nya.


"Xio lily.. "


Panglima huang menghentikan langkah nya, menunggu saudari satu satu nya itu yang berjalan mendekat.


Xio tersenyum tipis, kemudian menatap heran wajah saudara nya itu yang tampak tidak seperti biasa nya.


"Apakah ada sesuatu yang mengganjal di pikiran dirimu.. kakak? "


Xio bertanya dengan lembut.


"Ah..... hemp. "


panglima huang menarik nafas nya sejenak, membuat gadis manis di samping nya mengerut kan kening nya.


"Hari ini tamu yang mulia kaisar Xian sudah tiba. "


panglima huang menarik tangan saudari nya itu untuk mengikuti langkah kaki nya kearah taman kediaman huang.


"Bukan kah itu berita bagus, pasti kedua kekaisaran akan saling bekerja sama bukan? "


Xio berusaha mengimbangi langkah besar panglima huang, agar tidak terseret.


Kedua nya duduk di salah satu gazebo yang berada di taman yang tampak asri tersebut. Xio melirik kearah kolam ikan yang berada di samping gazebo, membuat nya kembali bangkit dan meraih tempat penyimpanan makanan ikan. Terlihat jelas jika gadis tersebut mengnikmati kegiatan nya dengan wajah yang masih terdapat kesedihan di sana.


Panglima huang kembali menghela nafas nya. Kemudian menoleh kearah gadis manis itu dengan pikiran yang melayang entah kemana. Masih jelas terngiang di telinga nya, saat jamuan makan siang yang di adakan kaisar untuk menghormati para tamu nya tersebut. Suasana hangat begitu jelas tercipta disana, bahkan sebuah kabar bahagia dan mengejutkan semua orang juga terjadi saat itu.


🌺 Flash back


"Salam yang mulia kaisar Xian. "


Semua tamu yang hadir di jamuan makan sing itu segera bangun dari kursi mereka masing masing, saat kasim meneriakkan kedatangan kaisar ke ruang aula penjamuan.


Kaisar Xian mengangguk pelan, kemudian ikut duduk di kursi yang di sediakan khusus untuk nya.


"Silakan duduk, dan mulai lah menikmati jamuan. "


Semua orang kembali duduk di tempat masing masing, dan seketika suasana hening tercipta di meja makan megah itu.


Ting..


Bunyi suara dari sendok kaisar Xian yang di letak kan keatas piring yang terbuat dari tembaga itu, membuat semua orang segera meletak kan kembali sendok mereka secara bersamaan.


Bersulang...


Kaisar Xian mengangkat mangkuk anggur yang telah di siap kan untuk semua tamu keatas, dak mereka melakukan minum bersama sebagai bagian akhir dari jamuan makan siang tersebut.


Para pelayan segera membersih kan sisa sisa peralatan makan itu dengan segera, membuat meja yang tadi di penuhi dengan berbagai macam hidangan segera tampak bersih kembali.


"Hari ini, aku akan mengumum kan dua hal penting untuk kekaisaran kita ini. "

__ADS_1


Para tamu yang terdiri dari mentri, tokoh tokoh penting pendukung pilar kekaisaran Han, dan kedua tamu dari kekaisaran Hiu dan Mu ikut menanti tentang isi pengumuman penting yang di maksud kaisar muda tersebut.


Kaisar Xian mengedar kan pandangan nya kesegala penjuru, kemudian kembali melanjutkan ucapan nya.


"Pengumuman pertama, aku.. kaisar Xian Xuiren akan segera mempersunting putri Ni Xuan shi sebagai permaisuri ku, dan akan menjadi ibu kekaisaran Han yang agung. "


Suara bisik bisik kini mulai terdengar, mereka sangat tidak menyangka, hari dimana kaisar yang tampak tidak goyah di setiap kali para mentri mengajukan putri mereka untuk menjadi bagian dari kaisar Han itu selalu mendapatkan penolakan. Hingga timbul asumsi, jika pria berwajah tampan dan datar itu tidak mempunyai gairah terhadap wanita.


Hanya dua orang yang tampak tenang dengan berita tersebut, mereka tak lain adalah pangeran Mu Wang Hilin dan panglima Huang.


Melihat situasi yang semakin memanas karena para mentri dan tamu penting yang datang sibuk berbicara satu dengan yang lain nya, kaisar Xian kembali berdehem membuat ruangan yang tadi riuh itu kembali tenang.


"Pengumuman yang tidak kalah penting lain nya adalah, aku juga memperkenal kan kalian pada tamu ku dari daratan utara. Pangeran Mu Wang Hilin, kalian tentu tau dan mengenal pria ini. Pangeran Mu Wang Hilin pernah datang bersama saudara ipar ku Kaisar Wang hilin sebagai penasehat kekaisaran Hongly. "


Pria yang di sebut kan nama nya itu segera bangun dari duduk nya, kemudian membungkuk kan sedikit tubuh nya kearah semua orang.


"Salam... "


ucap pangeran Mu Wang Hilin sopan.


Sebelum sempat para tamu yang hadir itu kembali membuat kegaduhan dengan perbincangan yang mereka lakukan, pangeran Mu Wang Hilin kembali melanjut kan ucapan nya.


"Kedatangan ku ke kekaisaran Han, adalah sebagai tanda perkenalan ke seluruh daratan untuk menyatakan jika aku telah kembali menyandang gelar milik ku. "


Pria berwajah lembut itu tersenyum tipis, kemudian menoleh kearah panglima Huang yang terlihat serius mendengarkan berita penting tersebut.


"Tidak hanya itu, aku juga membawa sebuah harapan besar di kekaisaran ini. Terutama kepada yang mulia kaisar Xian dan panglima huang. "


Kaisar Xian mengangguk pelan,untuk membenarkan pernyataan dari pangeran yang belasan tahun identitas nya di sembunyikan.


Namun berbeda dengan panglima Huang, pria itu merasa berdebar untuk mendengar lanjutan dari ucapan pria yang tidak berada jauh dari nya itu.


Jedar....


Kini tidak ada yang bersuara, ruangan besar itu tampak hening dengan kalimat yang baru saja mereka dengar. Bahkan, panglima Huang langsung otomatis berdiri karena keterkejutan nya.


"Plok.. plok.. plok..


Tepukan tangan dari kaisar Xian membangunkan semua orang dari keterkejutan mereka, ini adalah kabar yang menggempar kan. Bahkan mengalah kan berita tentang pernyataan dari pria nomer satu itu.


" Selamat panglima, berkah dari dewa menyertai kediaman jendral Huang. Ini berita yang sangat membahagia kan untuk kita semua. "


ucap kaisar Xian dengan senyum merekah, ini pertama kali bagi mereka melihat senyuman yang begitu jelas dari wajah yang biasa tampak datar.


Panglima huang segera membungkuk kan tubuh nya.


"Sebuah kehormatan untuk keluarga kami mendapat kesempatan ini yang mulia kaisar. "


pria itu sangat bingung untuk bersikap, jika perkiraan awal nya bahwa dia lah yang akan di jodoh kan oleh pria berstatus pangeran itu, membuat nya tak menyangka.


"Xio lily, bagaimana aku harus menyampaikan pada nya tentang ini. Yang mulia kaisar telah mengucap kan titah nya, maka dari itu.. Tidak ada alasan untuk kediaman Huang menolak. "


Tubuh nya merosot kembali ke kursi milik nya, mengabaikan bisikan bisikan yang begitu jelas terdengar.


🌺Flash back on.


"Kakak.. kakak... apakah diri mu baik baik saja? "


xio mengoyang kan sedikit tangan panglima Huang, saat mendapati saudara nya itu hanya diam dengan tatapan kosong kearah nya.

__ADS_1


"Ah.. ya. Ak.. aku baik baik saja. sudah sampai dimana pembicaraan kita? "


Ucap panglima Huang dengan kalimat yang tidak jelas.


Xio mengerut kan kening nya, sebelah tangan nya terulur dan menyentuh kening milik panglima huang.


"Apa yang sedang kau lakukan? "


panglima huang bertanya dengan wajah heran.


Xio menghela nafas nya lega.


"Apa yang sedang mengganggu pikiran mu kak, mau kah kau berbagi pada ku? "


Tanya xio seraya ikut duduk di sebelah panglima Huang.


Panglima huang menarik tangan lembut milik xio, dan meletak kan di atas telapak tangan milik nya. Xio mengangkat kepala nya, sehingga manik kedua nya saling bertatapan.


"Aku tidak menyangka, jika kau sudah dewasa. "


ucapan panglima Huang membuat xio menaik kan sebelah alis nya.


Panglima huang kembali menghela nafas nya, mengumpulkan sedikit keberanian untuk melihat reaksi dari saudari nya itu, tentang apa yang akan dia sampai kan setelah ini.


"Sebuah lamaran kudapat kan hari ini untuk mu. "ucap panglima huang hati hati.


Deg..


Jantung xio seakan berhenti berdetak, membuat nya dengan cepat menarik tangan nya yang berada di dalam genggaman tangan panglima Huang.


Manik hitam itu seperti menagih sebuah penjelasan, yang seperti mimpi untuk nya.


" Mau kah kau menjadi permaisuri ku? "


Sebuah pernyataan dari suara yang sangat gadis itu ingat membuat nya tersentak dan bangun dari duduk nya.


Seorang pria dengan penampilan yang memukau akan kesederhanaan dan kelembutan di wajah nya, mampu membuat Xio terpaku. Kenyataan itu bagaikan mimpi yang sangat sulit untuk gadis berwajah manis itu hilangkan, bahkan jika ini adalah sebuah mimpi.. maka diri nya bermohon untuk tetap terlelap.


"Xio.. xio lily.. "


kini giliran panglima Huang yang menggoyang kan sedikit tubuh saudari nya itu.


"Aaaa.....


Teriakan nyaring keluar dari bibir mungil gadis yang baru saja mendapat kan lamaran itu, membuat panglima huang dan pangeran Mu wang hilin terjengkit kaget.


Ditambah dengan tindakan gadis manis itu selanjuat nya, tampa di sangka Xio langsung berlari meninggal kan kedua pria yang berdiri dengan kebingungan di wajah mereka.


.


. bersambung..


Hehe.. siapa ini yang nungguin ke uwuwan dari gadis polos yang selalu menjadi sasaran empuk tingkah ajaib dua gadis masa depan.


Semoga kalian pada gak kecewa yah..


Author mau nyampein, jika cerita ini akan segera menuju ending. karena author tidak mungkin membuat episode novel ini menjadi terlalu panjang, author juga gak nyangka jika respon yang author dapatkan sangat bagus.


Agar cerita nya tidak bertele tele dan membosan kan, author memutuskan untuk segera menamat kan karya author yang satu ini.

__ADS_1


makasi untuk kalian yang setia membaca. Love u🥰


__ADS_2