
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" eghh.. kepala ku sakit sekali.. "
'' yang mulia.. syukur lah kalian sudah siuman. "
seorang pria berpakaian putih berjalan tergopoh gopoh dengan mangkuk berisi ramuan di tangan nya.
kaisar malai ziyu yang masih belum sadar sepenuh nya berusaha membangun kan tubuh nya.
pria berbaju putih tersebut segera membantu untuk menopang berat tubuh kaisar malai ziyu dan menduduk kan nya di kursi.
" Minum lah yang mulia, anda akan segera pulih. "
ucap nya seraya menyuguhkan semangkok ramuan di tangan nya.
kaisar malai ziyu dengan lambat meraih mangkuk ramuan dari tangan pria berhanfu putih dan meneguk nya. Rasa pahit langsung menyeruak di dalam mulut, membuat mata kaisar malai ziyu terpejam sejenak.
" Bagaimana kau bisa di sini Tabib zi? dimana para saudara ku? "
Mata nya menjelajah keseluruh sudut ruangan untuk mencari kelima orang yang bersama dengan nya sebelum mereka tak sadar kan diri.
'' yang mulia pangeran dan juga tuan muda wang hilin, dan mentri jiang ling juga baru siuman yang mulia mere.. "
ucapan tabib zi terputus ketika kaisar malai ziyu langsung memotong nya.
" Di mana panglima hualo zang? "
karena sang tabib tidak menyebutkan nama sang panglima yang juga ahli pengobatan, sedangan kan pria itu juga ikut pingsan bersama mereka.
" ah.. panglima sedang pergi mengurus sesuatu yang mulia, beliau yang menjemput hamba untuk merawat yang mulia. "
jelas tabib zi sambil kembali mengambil mangkok bekas ramuan di meja tempat kaisar malai ziyu berada.
Alis kaisar malai ziyu mengerut, karena penasaran. Namun suara berisik dari arah luar mengurungkan niat nya untuk kembali bertanya.
" kakak.. syukurlah kau sudah siuman. "
raut wajah senang terlihat jelas dimuka pangeran malai kettu dan pangeran malai hian.
" dimana tuan muda wang hilin dan mentri jiang ling. "
tanya kaisar malai ziyu setelah retina mata nya tak mendapatkan keberadaan dua lagi bawahan nya.
pangeran malai kettu dan pangeran malai hian saling menatap sebelum sama sama memalingkan wajah mereka.
alis kaisar malai ziyu mengerut melihat tinggkah kedua saudara nya.
" cepat kata kan dimana mereka? "
ucap nya mulai meninggi kan suara.
"mereka mencari yang mulia permaisuri, selir erenan dan gadis bawahan permaisuri. "
pangeran malai hian menjawab dengan cepat.
kaisar malai ziyu menghela nafas nya dengan berat, kemudian kembali memejam kna kelopak mata nya.
"apa yang sedang kau lakukan permaisuri,kau terlalu banyak memberi kejutan. Hingga aku tak sanggup membayangkan nya. semoga kau tak mendapatkan masalah lagi. "
batin kaisar malai ziyu sambil memijat kening nya.
__ADS_1
pangeran malai kettu juga membatin hal yang sama, pikiran nya melayang saat mengingat dimana kini selir kedua nya berada. Selir yang berubah seratus persen dan menjadi pembangkang. Tapi entah bagaimana justru sikap nya itu membuat nya seakan melupakan wanita nya yang lain di harem.
🌾
🌾
🌾
Kedatangan quen ketempat serena dan xio berada, bersamaan dengan muncul nya panglima hualo zang. membuat serena dan xio terjengkit karena kaget.
" panglima hualo zang, bagaimana kau bisa berada disini? "
quen bertanya sambil menoleh kesana kemari untuk memastikan sesuatu.
" salam yang mulia permaisuri.. hamba "
"suutt.. sutt..
Diam lah, tunduk kan tubuh kalian. Lihat lah kebawah sana. "
serena segera memotong ucapan panglima bertubuh kekar itu, lalu menunjuk kearah bangunan tempat ibu suri yi hua berada.
Panglima hualo zang ikut memperhatikan apa yang terjadi di bangunan yang tampak usam tersebut, retina mata nya menangkap keberadaan mentri pertahanan dong zu dan prajurit nya. mereka seperti nya hadir dengan wajah yang sangat buruk, jelas terlihat para prajurit bahkan mengangkat pedang.
Dari arah belakang muncul lagi dua orang, quen dan serena yang waspada hampir menyabetkan pedang mereka keleher kedua tamu tak diundang, untuk panglima hualo zang segera menangkis nya dengan pedang yang di sarung kan.
" yang mulia.. ".
pekik kedua orang yang baru datang dengan suara tercekat.
" ho ho ho... kenapa hutan ini jadi tempat reunian para pria tampan. "
kini sifat asli serena mulai keluar, senyum mengembang di balik penutup wajah nya.
quen mendengus kemudian kembali memutar tubuh nya.
" kami datang untuk melindungi yang mulia. "
jawab mentri jiang ling mewakili.
sedangkan panglima hualo zang masih menatap lekat orang orang yang berada di seberang sana, mereka bahkan mulai bersitegang.
kemunculan beberapa orang penting di kekaisaran tentu seperti mimpi buruk.
"mereka ternya disini untuk menyusun strategi. "
kini tuan muda wang hilin ikut berbicara setelah berada di samping panglima hualo zang.
pok.. pok.. pok..
Terdengar suara tepuk tangan dari seseorang di balik pintu besar yang terbuka.
Sesaat semua orang terdiam untuk memastikan kehadiran orang yang mereka cari.
" Pria tua dong zu.. selamat datang di bangunan ku yang tak semegah kediaman mu. "
mata mentri pertahan dong zu menatap tajam wanita paruh baya yang keluar dari dalam bangunan, tampak wajah angkuh begitu dominan disana. Dengan bibir merah menyala seperti kelopak bunga mawar yang baru mekar.
" Berhentilah terpesona.. itu akan membunuh mu saat kau mulai lengah. "
ejek ibu suri yi hua yang membuat amarah pria paruh baya itu makin memuncak.
" Dimana keponakan ku berada? "
teriak nya dengan suara menggelegar..
__ADS_1
Bukan nya menjawab, ibu suri yi hua malah terkekeh pelan dan melempar tatapan nya kekiri dan kanan.
" kau begitu tak sabaran.. "
goda nya, namun melihat ekspresi mentri pertahanan yang begitu kelam membuat nya segera merubah raut wajah nya.
" Tenang saja, aku melakukan hal yang benar. putri mu membuat kesalahan fatal yang mengakibat kan kekacauan dan merusak rencana ku.bukan kah aku berhak memberi nya hukuman? "
dengan senyuman penuh cibiran ibu suri yi hua kembali melakukan provokasi kepada pria paruh baya bemarga zu itu.
" kau sangat menguji batas kesabaran ku hua er.. ''
pekik mentri pertahanan dong zu seraya menarik pedang nya.
"Trang....
suara pedang yang beradu melengking memenuhi hutan yang rimbun.
Seorang pria bertopeng memblokir serangan dari mentri pertahanan dong zu membuat pria paruh baya itu makin meradang.
" sialan.. berani nya kau. "
mata mentri pertahanan dong zu melotot tajam seperti elang yang ingin memakan mangsa nya.
Sebuah dorongan membuat pedang milik pria paruh baya itu hampir terlepas dari tangan nya. para prajurit segera bersiaga untuk kemungkinan yang terjadi.
"Habisi mereka semua.. "
perintah mentri pertahanan dong zu dengan aura yang begitu menyeram kan.
pertarungan tak bisa di hindari, para prajurit dari kedua kubu saling menebaskan pedang di tangan mereka. Namun kekuatan yang hampir seimbang, membuat kedua belah pihak begitu merasa was was.
seorang pria bertopeng kenbali muncul dari dalam ruangan.
" putra mahkota Lan si. "
guman quen pelan, namun bisa di dengar oleh orang di sekeliling nya merasa terkejut.
" Pria tampan waktu itu? "
tanya serena ikut penasaran.
quen menghela nafas nya sejenak.
"putra mahkota kekaisaran hiu.. bagaimana bisa berada disini? "
kali ini tuan muda wang hilin yang ikut menjawab.
"sialan.. kita berada dalam masalah besar. ''
maki mentri jiang ling kesal, sedangkan panglima hualo zang masih menatap lekat kearah orang yang saling menyerang.
kemudian satu gumanan kembali membuat mereka kembali seperti di tusuk belati.
" Dan satu orang lagi adalah pangeran keempat, pangeran malai huali. "
seru quen tegas.
" Apaaaa?
"yang mulia... "
mereka kembali dikejut kan dengan kedatangan tiga pria yang kini raut wajah nya sangat tak bersahabat.
.
__ADS_1
. bersambung