Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
Bab 174


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌸🌸🌸flash back.


Xio yang sempat tidak sadar kan diri akibat terkena pukulan pria berpakaian ninja yang sempat melesat kan anak panah ke arah quen mulai mengerjap kan bulu mata nya yang lentik.


"kau sudah bangun? "


serena yang merasa ada gerakan di pangkuan nya segera menjatuh kan pandangan kearah xio.


xio berusaha mendudukkan tubuh nya segera di bantu oleh serena.


"put.. putri, dimana yang mulia putri quen? "


xio menoleh kepala nya kesegala penjuru, namun wanita cantik yang selalu diri nya sebut dengan panggilan putri itu tidak ada dimana pun.


Serena yang juga baru menyadari jika sahabat satu peradaban nya itu tidak terlihat pun mulai merasa panik.


" eh... tadi dia ada di.... "


serena menunjuk ke arah tubuh putra mahkota Lan si yang terbujur tak bernyawa pun seketika melotot kan mata nya.


" Bagaimana bisa hilang, bukan nya tadi di sana? "


guman nya rendah.


" putri.. yang mulia putri... hiks.. hiks.. "


drama xio kini di mulai, gadis itu berteriak dengan kencang dan berlari kesegala arah, melupakan betapa perih nya luka bekas pertarungan yang dia miliki, demi memeriksa setiap tumpukan jasad yang tergeletak bersimbah darah.


Serena yang ikut merasa panik pun segera melakukan hal yang sama dengan xio.


" Oh ya ampun... bagaimana bisa aku melupakan nya begitu saja. quen... quen.. "


pekik serena lagi.


Aktifitas dua wanita itu pun mendapat respon dari kaisar malai ziyu yang langsung tersentak dan segera berdiri. Kini mata tajam nya menyapu setiap sisi dimana mereka berada.


Isakan kepedihan semua orang pun mulai berganti dengan kekhawatiran akibat menghilang nya sang permaisuri.


" cari permaisuri ku ke semua tempat, periksa tumpukan jasad prajurit yang gugur. cepat.. "


Kaisar malai ziyu tampak bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


pangeran malai kettu segera mengelap sisa air mata di wajah nya. lalu bangun dan mendekat kearah kaisar malai ziyu.


"kita akan menemukan nya, dia bukan wanita lemah yang akan mudah di kalahkan oleh keadaan. "

__ADS_1


ucap pangeran malai kettu coba menenangkan.


Sedang kan pangeran malai hian masih bersujud dengan mendekap tubuh yang mulai memucat itu dengan posesif. Terdengar gumanan gumanan kecil dari bibir tipis nya.


"maaf kan aku yang menjadi tidak berguna karena terlalu lemah dan buta karena cinta. "


" kita akan membayar semua pengorbanan yang di lakukan pangeran keempat. "


ucap pangeran malai kettu dengan tangan yang mengepal.


"yang mulia.. disini! "


panglima hualo zang berteriak dari dalam bangunan. " yang mulia permaisuri disini.."


tambah nya lagi.


Kaisar malai ziyu segera melesat kearah yang di tunjuk bawahan nya itu, di ikuti serena dan xio.


pangeran malai kettu langsung menunduk kan tubuh nya untuk meraih tubuh pangeran malai huali. pangeran malai hian juga segera melakukan hal yang sama di sisi lain tubuh pangeran keempat itu.


Suara suara teriakan menggema dari lorong paling akhir di dalam bangunan tua tempat persembunyian ibu suri yi hua.


Saat mereka sampai pada titik tempat yang sedikit tersembunyi, semua nya melihat dengan mata yang melotot. Permaisuri yang belakangan ini di ketahui oleh semua orang, jika wanita berparas bidadari itu sangan mengeri kan saat sedang marah. mereka akan mengingat di setiap kehidupan, agar tidak berurusan atau membuat masalah dengan wanita itu.


"permaisuri quen.. "


kaisar malai ziyu memanggil permaisuri nya dengan nada yang sedikit di lembut kan. wanita yang dia nikahi beberapa bulan belakangan inj tampak sangat tidak bisa mengontrol emosi nya, aura nya begitu gelap.


"Aku yang akan menyelesaikan apa yang telah di mulai oleh wanita berhati iblis ini. "


pangeran malai kettu segera melepaskan rangkulan tangannya di tubuh pangeran malai huali dengan sangat hati hati.


pangeran malai hian hanya diam dengan tatapan nanar kearah tubuh selir yang kini diri nya bingung harus bersikap seperti apa, air mata nya terlalu sulit untuk kembali mengalir.


pangeran malai kettu dengan mata penuh kebencian berjalan cepat kearah wanita paruh baya yang pernah melahir kan nya itu. Ingin rasa nya dia mengutuk sang dewa, karena telah di lahir kan dari rahim wanita berhati iblis itu. Namun semua nya telah terjadi, andai saja dia dan saudara nya di buta kan oleh silau nya tahta. Mungkin akan lain cerita nya, ingin dia berteriak sekuat tenaga nya untuk meluap rasa sakit yang begitu menusuk jantung nya.


"aaaahhhhhhhh... kenapa kau di takdirkan menjadi ibu ku, apa di kehidupan sebelum nya aku terlalu buruk, hingga dewa menghukum ku seperti ini. "


ucap pangeran malai kettu dengan mata yang memerah.


ibu suri yi hua mulai diambang kesadaran, namun tidak tampak raut penyesalan di mata yang melotot menahan sakit itu.


pangeran malai kettu mendekap tubuh yang berlumuran darah itu dengan erat dan membisik kan sesuatu di telinga wanita paruh baya itu.


" semoga di kehidupan berikut nya kau akan di siksa dengan rasa sakit yang lebih mengerikan dari pada ini. "


setelahnya, didorong tubuh yang mulai tak berdaya itu dengan sangat kasar.


Bukk...


sebuah belati menancap tepat di jantung ibu suri yi hua, wanita paruh baya itu berakhir di tangan putra nya sendiri. Walau bisa di pastikan, jika di biarkan sekali pun.. tubuh yang penuh luka itu tak akan sanggup bertahan lebih lama.

__ADS_1


"mari kita pergi.. "


pangeran malai kettu melangkah kearah pangeran malai hian yang masih menggendong jasad pangeran keempat, lalu mengambil nya di bantu oleh tuan muda wang hilin dan panglima hualo zang.


Kaisar malai ziyu bangun dengan permaisuri quen di pelukan nya, dan memilih membopong wanita cantik itu sendiri walau dengan kaki tertatih di ikuti xio dan mentri jiang ling.


Serena ikut menyusul di belakang nya, namun sejenak menghentikan langkah kaki nya tepat disamping pangeran malai hian yang berdiri kaku menatap wanita yang sangat dia cintai.


"Aku bisa menghabisi nya jika kau tidak sanggup! "


ucap serena dengan sedikit menoleh kearah pangeran malai hian.


pangeran malai hian menoleh saat mendengar ucapan selir kakak nya itu, lalu kembali menatap wajah dan tubuh penuh darah yang berusaha mendekati nya dengan cara merangkak pelan, rasa nya tulang tulang wanita cantik itu mungkin terlalu banyak yang retak akibat sering di cambuk.


"hmp.. ya sudah lah, mungkin kau begitu mencintai nya walau sudah di hianati begitu kejam. yah.. maksud ku, sampai saudara mu kehilangan nyawa nya. ''


serena kembali menyiram api dengan minyak agar suasana semakin panas, lalu melenggang begitu saja keluar dari ruangan yang di penuhi bau anyir darah.


Selir mia merintih menahan nyeri di tubuh nya, namun dihati nya sangat yakin. Jika pria yang masih berdiri penatap nya itu penuh akan cinta di hati nya. Setelah bersusah payah menggapai tubuh tinggi pangeran malai hian, selir mia memeluk erat kaki pangeran ketiga itu.


''Tolong.. tolong bawa aku kembali, kau.. kau mencintai ku bukan? "


Tanya selir mia dengan suara serak, akibat tenggorokan nya yang merasa begitu kering.


Pangeran malai hian menunduk kan kepala nya, menatap dengan mata yang tidak bisa di baca apa yang sedang di pikirkan pria tampan itu., Dengan cepat di tekuk kan kaki nya hampir setengah berlutut.


kedua tangan nya mengelus surai hitam itu dengan hati hati.


Selir mia mengembangkan senyum nya , dia begitu yakin. Hati pangeran ke tiga itu selembut kapas, tidak akan mungkin meninggalkan nya begitu saja. Namun, baru saja bibir pucat itu ingin bersuara. Cekikan dari tangan kekar itu begitu menyesak kan dada nya, bahkan hanya untuk sekedar bernafas.


"Aku begitu mencintai mu.. "


Butiran bening berhasil lolos dari kedua sudut mata sendu itu. Tatapan nya begitu menyayat hati, tatapan yang mengartikan bahwa perasaan nya begitu terluka.


"Tapi, kau memilih menghianati ku. " Sambung nya seraya menguat kan cengkraman di leher jenjang selir mia.


Mata selit mia melotot seakan ingin lompat dari tempat nya, tangan tangan lembut itu makin mengendur dari usaha nya untuk melepaskan diri, dan kemudian terkulai lemah.


"Ku harap dewa mengampuni mu di kehidupan yang akan datang. "


pangeran malai hian segera bangkit, dan melangkah dengan cepat keluar dari bangunan tua itu.


"Bakar semua bangunan ini, jangan menyisakan apapun sebelum kalian pergi. "


ucap pangeran malai hian sebelum benar benar pergi kepada para prajurit yang masih berada disana.


"Baik yang mulia pangeran ketiga. "


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2