
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebuah kediaman yang tidak seluas kediaman lain di sekeliling sudut istana, namun sangat terlihat asri penuh ketenangan jika di lihat dari luar.
"Kalian kah itu? "
Seseorang bangun dan keluar dari balik balik tanaman obat yang berada di perkarangan samping sebuah parviliun.
"Salam kepada paman Wang, semoga dewa memberi anda umur panjang. "
Jawab orang yang tadi di sapa.
Pria yang terlihat tampa sedikit perubahan bearti itu tersenyum lembut, sambil mengibas kan sedikit hanfu putih yang menjadi ciri khas nya itu.
"Apakah kita kedatangan tamu istimewa lagi hari ini..? "
Suara merdu penuh kasih sayang ikut terdengar, dan memuncul kan sesosok wanita yang tak kalah anggun dari wanita istana lain nya.
"Salam putra mahkota Quazy dan pangeran Quafeng. "
senyuman terbit dari bibir mungil nya.
"Bibi Xioly.. "
kedua nya berhambur dan bergelayut merangkul kedua tangan wanita yang dulu selalu mengikuti kemana pun putri mahkota kekaisaran Han yang kini bergelar permaisuri Hongly itu berada.
Pria yang di panggil dengan sebutan paman wang itu tidak lain adalah pangeran Mu Wang hilin atau lebih di kenal dengan Tuan muda Wang Hilin.
Pangeran Malai Quafeng memulai keahlian nya dalam hal merayu saat mengingin kan sesuatu .
"Bibi... lihat lah, tangan tangan ku ini mulai terlihat pucat bukan? "
Di tunjuk kan kedua belah tangan nya yang mungil dengan wajah yang terlihat sendu.
"Ah... apa yang membuat pangeran tampan ini terlihat sangat pucat dan kehilangan tenaga? "
Xio kemudian jatuh berlutut untuk mensejajar kan tinggi tubuh nya dan kedua putra kesayangan istana kekaisaran hongly tersebut.
Pangeran Mu Wang Hilin menggeleng pelan dengan senyuman tak lekang dari sudut bibir tipis nya, lalu duduk di salah satu gazebo yang terletak disana.
"Apalagi, kalau bukan karna dia selalu membuat ulah dan sial nya aku harus mengikuti nya saat mendapat kan masalah. "
Jawaban muncul dari bibir mungil putra mahkota Quazy, dan mendapat kan pelototan tajam dari pangeran Quafeng.
__ADS_1
"Bibi... lihat lah, dia selalu membuat ku sedih..! "
Pangeran penuh drama itu mulai memain kan peran sebagai saudara yang selalu tertindas.
Putra mahkota Quazy memaling kan pandangan nya dengan sedikit menggeleng kan kepala.
" Cih.. terlalu berlebihan sekali. "
Dilangkah kan kaki nya menuju kearah tempat pria penuh karisma itu berada.
" Paman.. apakah adik kecil sedang tidak berada di kediaman Wang? "
Tanya putra Quazy sambil menyusuri setiap sudut kediaman penasehat kaisar itu.
Pangeran Mu Wang Hilin terkekeh pelan, lalu mengelus surai sehitam malam milik kaisar masa depan itu dengan lembut dan penuh kasih sayang, membuat sang empu mendongak kan kepala nya.
" Wang Lie sedang berada di dalam kediaman, bersama para pengasuh nya.Apakah putra mahkota ini merindu kan nya? "
Tanya pangeran Mu Wang Hilin lembut di sertai senyuman tipis.
Putra mahkota Malai Quazy langsung mengerut kan kening nya.
"Aku hanya bertanya, siapa yang merindukan anak menyebal kan itu. Bahkan dia seakan tidak pernah bisa marah saat di usik oleh orang lain. "
Bibir putra dari kaisar hongly itu kembali mengerucut, di tambah saat melihat saudara sepupu nya itu sedang bermanja ria dengan wanita yang juga berkarakter lembut seperti suami nya. Bahkan, semua anggota keluarga mereka memiliki aura yang sangat positif.
keluh putra mahkota Quazy.
"Dimanakah saudari mu.. putra mahkota ? "
pangeran Mu Wang Hilin kembali mencoba memperbaiki mood putra mahkota kaisar Malai Ziyu itu yang terlihat sedang tidak baik.
Putra mahkota Quazy memiringkan sedikit kepala nya kearah penasehat ayahanda nya itu.
'' Dia sedang kesal karena perbuatan pangeran Feng Qu yang membuat kami semua di kejar oleh ibunda Serena. Hufh.... untung ibunda permaisuri menyelamat kan kami. "
Helaan nafas berat keluar saat putra mahkota kecil itu menjelaskan tentang saudari nya.
"Masih sama seperti dahulu, mereka selalu saling melengkapi. "
Batin pangeran Mu Wang Hilin sambil tersenyum, kemudian menatap lurus kearah tempat wanita yang di cintai nya berada.
"Tuan... sudah saat nya menyantap makan siang, mari.. aku sudah menyiap kan nya di ruang makan. "
Ucap Xio agak sedikit mengeras kan suara nya sambil mengusap surai panjang milik pangeran manja yang terus mendekap tangan nya itu.
"Ayolah bibi, pangeran ini sudah sangat kelaparan. "
__ADS_1
Rengek pangeran Quafeng manja.
"Iya.. iya, cepat lah.. kami akan menunggu di dalam kediaman. "
Xio berbicara dengan tergesa gesa karena perbuatan sang pangeran kecil yang menarik nya paksa.
Mata putra mahkota Quazy menggelap penuh rasa cemburu.
"Pangeran Quafeng sangat menyebal kan, aku harus memberi nya pelajaran lain kali. "
sungut nya sambil sedikit menghentak kan kaki kaki mungil nya.
Apa yang dilakukan putra mahkota kecil itu tidak luput dari pandangan pangeran Mu Wang Hilin. Hingga membuat pria beribawa itu tidak dapat untuk tidak terkekeh.
"Ayolah paman, kalau kita terus di sini.. Maka pangeran menyebal kan itu, akan menghabisi semua hidangan nya. "
Ucap putra mahkota Quazy sambil ikut menarik tangan Mu wang Hilin.
"Baik lah, baik lah.. "
jawab pangeran Mu Wang Hilin pasrah , bibir nya bahkan tidak bisa untuk tidak tersenyum.
🌾🌾🌾
"Salam putri mahkota "
seorang pengawal pribadi milik permaisuri Queen masuk kedalam ruang baca kemudian membungkuk kan badan nya.
Putri mahkota Quesella hanya melirik sedikit lalu kembali menjatuh kan pandangan nya kearah buku tebal yang berada di atas meja, aneh tentu nya.. Bagaimana seorang anak berusia 5 tahun itu bisa membaca dan memahami lembar demi lembar kertas yang di penuhi tinta dengan tulisan aksara yang begitu sulit, tapi siapa yang bisa menyangkal. Mereka adalah penerus dari orang orang hebat yang berkuasa.
"Maaf putri mahkota, ibu permaisuri memanggil anda untuk segera kekediaman utama. "
Sambung pengawal itu lagi.
Tampak putri kecil itu menghentikan aktifitas nya. Lalu bangun dari duduk nya, seorang kasim langsung sigap mengembali kan buku yang baru saja di baca oleh putri mahkota kaisar Malai Ziyu ketempat dimana buku buku tersimpan.
"Mari, kita akan menemui ibunda. "
Putri mahkota Quesella segera berjalan dengan cepat, seakan sedikit berlari. membuat para pelayan pribadi nya segera mengejar nya.
.
. bersambung
note :Maaf sayang, author uda lama bangetz nggak nulis. karna kemaren author sempat sakit, ditambah banyak fikiran jadi nggak konek kalo mau nulis.
makasi untuk yang uda setia menunggu. semoga kalian dalam keadaan sehat. jangan lupa stay save🥰
__ADS_1