Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 153


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu setelah kepergian kaisar malai ziyu , pangeran malai kettu dan tuan muda wang hilin dari kekaisaran hongly. Istana dalam keadaan pora poranda, pangeran malai hian bahkan tidak bisa mengatasi apapun karena berada di bawah ancaman ibu suri yi hua.


Wanita paruh baya itu mengambil alih sistem kekaisaran dengan mengatur semua sesuai perintah nya, membuat harga pajak bumi meroket naik dan menyekik roda perekonomian parah pedagang dan petani di tanah kekaisaran hongly.


Seperti hari ini, rakyat melakukan protes besar besaran.. karena tidak terima dengan perlakuan kasar pala prajurit kekaisaran, yang merampas paksa barang dagangan mereka.


"" apa salah kami... kami hanya rakyat kecil yang tertindas.


"" yang mulia kaisar.. yang mulia kaisar malai ziyu. tolong yang mulia, jangan hukum kami seperti ini. kami akan mati secara perlahan lahan..


"" Dasar keluarga kekaisaran tak berhati, kalian memakan semua hasil jerih payah kami. kalian laknat.. laknat..


"" Tolong... beri kami kehidupan seperti sedia kala.. jangan memberatkan kami yang kecil ini..


Teriakan demi teriakan... menggema di depan gerbang kokoh yang menjulang tinggi menutupi istana megah di dalam nya. Para prajurit dengan wajah bengis berdiri tegap dengan senjata ditangan mereka, bahkan sedikit pun tidak ada rasa iba yang tampak dari raut wajah kejam itu.


"" yang mulia... tolong temui kami.. "


seorang pria paruh baya mengiba dengan kedua tangan di satu kan, dan berusaha untuk menerobos pintu gerbang istana.


creesss...


sebuah pedang diayun kan tepat di leher sang pria dan membuat kepala pemilik nya mengelinding dengan air mata yang masih menetes bercampur cipratan darah segar.


Teriakan menggema di pelantaran jalanan istana megah itu, sedangkan orang orang yang berada di dalam dekapan tembok yang kokoh melakukan aktifitas mereka seperti biasa tampa merasa terganggu dengan keadaan yang menegang kan di luar sana.


"" Apa yang harus aku lakukan, aku memang tidak berguna. Bahkan tidak bisa menghentikan apa yang telah ibu suri perbuat. "


pangeran malai hian hanya berjalan mondar mandir di dalam ruangan nya, dengan raut wajah sulit dan putus asa.


"" sayang... tenangkan diri mu, kenapa kau harus begitu was was. Ibu suri tau apa yang harus dia lakukan, kita hanya perlu mengikuti nya. ""

__ADS_1


selir mia berjalan mendekat kearah pangeran malai hian, kemudian mengelus pelan pundak pria gagah itu.


pangeran malai hian menoleh kan kepala nya sedikit demi melihat sang belahan hati yang selalu membuat nya mabuk akan cinta.


Tapi kali ini, wajah cantik itu seakan tak bisa menenangkan pikiran nya.


"" mi er.. aku telah gagal menjalan kan titah dari saudara ku sendiri dengan menyerahkan plakat kepemimpinan kekaisaran untuk sementara waktu. "


pangeran malai hian menghela panjang nafas nya sambil mengusap tangan lembut yang berada dipundak nya.


"" kau tau... istana dalam keadaan kacau, rakyat mulai memberontak dengan semua yang ibu suri lakukan. Bagaimana jika yang mulia kaisar malai ziyu tiba dalam waktu dekat. "'ucap pangeran malai hian frustasi.


selir mia menyunggingkan senyuman di bibir merah nya yang sexy.


"" Tenang lah... tidak akan terjadi apapun, kaisar malai ziyu tidak akan peduli dengan apa yang di perbuat oleh ibu suri.Dia hanya mencemas kan permaisuri quen. "


pangeran malai hian menatap dalam kedua iris sebening embun itu, menyesapi apapun yang bibir ranum itu ucap kan.


selir mia mulai melancarkan aksi nya, dengan mengelus lembut dada bidang milik pangeran malai hian, membuat pria berkarisma itu mulai terbuai dengan permainan yang di lakukan selir sexy nya itu. Seakan, masalah yang baru dia keluh kan hilang lenyap begitu saja.


Istana utama disibuk kan dengan laporan tentang para rakyat yang mulai tak terkendali, mencoba merangsek untuk masuk kedalam istana demi menjumpai pria yang kini menduduki tahta kekaisaran hongly.


Berita kepergian sang kaisar tidak pernah menyebar keluar istana, sehingga mereka menyangka jika permasalahan ini berhubungan dengan ketidakhadiran sang kaisar saat ini untuk memenuhi tuntutan mereka.


Wanita paruh baya yang kini menduduki kursi kebesaran milik kaisar malai ziyu mengangkat wajah nya dengan angkuh, dengan bibir sexy merah menyala yang terus mengeluarkan perintah.


"" selesaikan semua masalah di luar istana, bungkam mereka agar tidak berani membuat pemberontakan. Jika perlu, buat mereka agar tidak bisa kembali berbicara. ""


para prajurit pilihan menunduk hormat, lalu mulai mundur untuk menjalan kan perintah dari wanita yang mendapat plakat kekaisaran untuk menggantikan kaisar malai ziyu sementara waktu.


"" yang mulia.. "


seorang pria dengan wajah penuh khawatir angkat bicara. "" apakah hal ini akan berdampak buruk kepada citra kekaisaran. Bagaimana jika yang mulia kaisar tidak akan suka dengan semua ini. ""


ucap nya lagi dengan wajah menunduk.


Ibu suri yi hua tersenyum tipis lalu membuka kipas di tangan nya dengan anggun.

__ADS_1


"" kau hanya perlu menjalan kan pekerjaan mu, jangan mengurusi apa yang menjadi pekerjaan ku. "


"" Tapi yang mulia... "


"" mentri jiang ling.. jangan melewati batas mu, kau hanya seorang mentri di kekaisaran ini. Sedangkan aku ibu suri, jelas aku juga memiliki kuasa. Diam dan lakukan saja apa yang harus kau lakukan.. "


ibu suri yi hua meninggikan sedikit suara nya saat memberi peringatan.


"" yang mulia,, tapi mentri muda itu tidak sepenuh nya salah. kau harus memikirkan dampak apa yang akan kau dan kami dapat kan jika yang mulia kaisar saat kembali. "


saut mentri lain nya ikut membela ucapan mentri jiang ling.


"" jendral chen... "


Seorang pria datang tergesa gesa dan segera membungkukkan badan nya.


"" salam yang mulia ibu suri yi hua.. "


ibu suri yi hua melempar tatapan tajam nya kearah mentri jiang ling dan mentri lain nya.


"" Kalian semua di bawah kendali ku, bersikap lah baik. jika kalian tidak ingin hidup dengan bayang bayang kematian. "


setelah mengatakan kalimat yang lebih mirip ancaman itu, ibu suri yi hua bangun dari kursi kebesaran nya.


'"Pasti kan kau melakukan pekerjaan mu dengan benar, jika ada yang berani menentang. Kau berhak untuk segera mencabut nyawa mereka saat itu juga. "


para mentri yang mendengar hanya bisa menelan ludah mereka, di tambah tatapan mata ibu suri yang biasa nya selalu tersenyum dan menatap dengan tatapan lembut itu.. begitu cepat berubah.


"" Baik yang mulia. "


Ibu suri yi hua segera melangkag dengan anggun keluar dari ruang utama istana, di ikuti oleh pelayan pribadi nya yang berwajah datar tampa ekspresi.


"" Aku akan segera membuat kekacauan yang lebih besar dari ini, hingga kau bahkan tidak akan sanggup untuk bangun.


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2