Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
Bab 194


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rasa sakit di pucuk kepala kaisar Malai ziyu akibat tarikan dari sang permaisuri, kini seperti lenyap begitu saja saat tangisan bayi menggema di ruangan kediaman phonix. Bahkan kaisar yang terkenal berwajah datar tampa ekspresi itu mulai menetes kan air mata nya.


Tabib zi segera membungkus bayi mungil itu kedalam kain bersih yang telah di siap kan oleh para pelayan.


"Yang mulia.. selamat, putra mahkota kekaisaran hongly telah lahir kedunia. "


Ucap tabib zi dengan senyum sumringah dan memberikan bayi yang terus menangis itu ketangan kaisar malai ziyu .


Kaisar malai ziyu mengambil dengan penuh hati hati putra mahkota yang masih di terdapat sisa sisa darah di tubuh nya. Senyuman nya terbit tatkala memandang wajah yang tampak begitu menawan.


"Lihat lah, dia sangat tampan. "


ucap kaisar malai ziyu sambil mengusap pipi kemerahan itu dengan sangat hati hati, dan ajaib nya.. bayi mungil itu mulai tenang dan tertidur kembali.


Quen juga tersenyum, walau bibir nya terasa begitu kering. Namun, melihat wajah tampan putra kecil nya membuat rasa sakit yang tadi dia rasakan seolah lenyap begitu saja.


"Ah...... ah... "


tiba tiba quen kembali berteriak saat rasa sakit kembali menyerang, sama seperti yang tadi dia rasa kan.


Seorang pelayang langsung mengambil alih putra mahkota mungil itu dari tangan kaisar malai ziyu, pria itu kembali bersimpuh di samping permaisuri nya dengan wajah khawatir.


"Ada apa dengan nya? kenapa permaisuri ku kembali merasakan sakit? "


Kaisar malai ziyu berteriak dengan rahang nya yang mengeras, bahkan dia lantas berdiri dan menarik hanfu putih milik tabib paruh baya itu.


"Sakit... ah.. aku seperti nya ingin melahir kan lagi. "


pekik quen dengan kedua tangan nya meremas alas kasur yang di basahi oleh darah.


Dengan cepat kaisar malai ziyu mendorong tubuh tabib paruh baya itu, lalu kembali bersimpuh. meraih dan menggenggam tangan dingin milik permaisuri nya .


" Bertahan lah, demi aku dan putra kita. Tolong, aku mohon. "


ucap kaisar malai ziyu lirih, dengan bibir yang terus mengecup punggung tangan milik quen.


Tabib zi kembali melakukan tugas nya, wajah nya yang tadi sempat lega kini kembali khawatir dan tegang. Bahkan suasana di dalam ruangan itu begitu hening.


"Yang mulia.. anda akan mendapat kan satu bayi lagi. "


teriak tabib zi bahagia.


Kaisar malai ziyu mendongak, dengan wajah yang bahagia sekaligus khawatir.


"kerjakan tugas mu dengan baik, jika terjadi sesuatu dengan permaisuri ku. Maka ku pastikan, tidak ada matahari untuk mu. "


ucap kaisar malai ziyu dengan aura menakut kan.


''Ah... berhentilah mengancam, ini semua salah mu. jika kau tidak terus menggarap ku, maka aku tidak akan seperti ini. Ah......... hos.. hos.. "


Para pelayan yang mendengar celetukan dari wanita berstatus permaisuri itu, kini tertunduk malu dengan wajah memerah.


Tidak lama setelah nya, suara tangisan kembali memecah keheningan yang begitu mencekam.

__ADS_1


Hoek.... hoekk.. hoek..


"se.. selamat yang mulia, seorang putri mahkota telah lahir. '


Bukk....


sang tabib yang sempat tertekan dengan ancaman dari kaisar malai ziyu kini ambruk kelantai, setelah sebelum nya telah memotong tali pusar dan menyelimuti bayi cantik itu.


Kaisar malai ziyu tersenyum lebar, awan mendung yang tadi sempat menyelimuti istana megah itu seketika sirna.


"Terima kasih sayang, terima kasih telah melahir kan seorang dewa dan seorang dewi untuk kita. Terima kasih telah berjuang sejauh ini. "


kaisar malai ziyu mengecup hangat kening permaisuri nya, dengan air mata bahagia yang terus mengalir.


"Aku juga sangat beruntung memiliki kalian.Kita akan memberi kan mereka nama apa? "


ucap quen lirih.


Kaisar malai ziyu tersenyum, menatap penuh cinta putra dan putri nya yang terlelap di samping permaisuri nya itu.


"Putra mahkota Malai quazy dan putri mahkota quesella malai ziyu.


Jawab kaisar malai ziyu dengan tangan yang mengelus pipi tembam milik kedua bayi yang terlelap itu.


Quen mengangguk pelan, sambil melirik kearah dua bayi mungil nya. Ada rasa yang begitu sulit untuk di jelas kan, kebanggan tersendiri dan kebahagiaan yang tiada tara untuk nya bisa menjalani kehidupan kedua yang rasa nya sangat sempurna.


Para pelayan langsung membersihkan sepasang bayi kembar itu dengan sangat hati hati, sebagian pelayan membersihkan ranjang yang penuh darah yang tadi di gunakan oleh quen untuk melahirkan.


Dia di pindah kan kerungan lain nya, menunggu stamina nya pulih dan pindah ke kediaman naga. Karena pria berstatus kaisar itu telah memutus kan untuk tinggal bersama, dan merawat dua malaikat kecil mereka bersama.


🌺🌺


Meninggalkan kebahagiaan milik pasangan kaisar dan permaisuri hongly, rasa suka cita kini menghinggapi kediaman mawar.


"Selamat yang mulia, seorang pangeran telah lahir. "


Tabib itu segera memberikan tubuh mungil yang di baluti kain tebal itu kepada pangeran malai kettu yang terdiam di tempat nya.


"Sayang.. kau tak ingin menggendong putra mu? "


ucap serena dengan suara lirih, karena rasa lelah yang begitu membuat nya seakan sulit untuk berbicara.


Pangeran malai kettu menoleh kearah istri sah nya itu, lalu beralih menatap bayi mungil yang di sodor kan tabib pada nya.


Pria itu masih binggung untuk bereaksi seperti apa, melihat dengan mata kepala nya sendiru sang pujaan hati nya berjuang dengan sangat mengerikan membuat hati nya teiris.


"putra ku.. dia putra ku? "


pangeran malai kettu berujar pada diri nya sendiri, sebelum tubuh kekar nya ambruk kelantai.


Bukkk...


"Sayang..


" yang mulia..


Tabib segera meletak kan bayi mungil penerus selanjut nya yang akan menjaga pilar kekaisaran hongly bersama penerus sah putra mahkota dari kaisar malai ziyu nanti nya..


Kini kediaman itu disibuk kan dengan mengurus dua sosok yang berbeda penyakit yang di derita. Jika serena yang dalam keaadan pasca baru siap melahirkan, berbeda dengan kondisi pria yang biasa terlihat mesum itu. kini dia terbaring tak berdaya di salah satu kasur yang tidak jauh berada dari serena.

__ADS_1


Serena yang tersenyum kecut hanya bisa menggeleng kan kepala nya, sambil menciumi wajah sempurna dari putra pertama nya itu.


"Lihat lah ayahanda mu itu, badan nya yang begitu kekar dengan otot yang tercetak sempurna begitu lemah saat ini. Jangan mencontohi nya,pria itu bahkan tidak sempat memberikan nama untuk mu. "


Serena terkekeh kecil, kemudian kembali menciumi wajah mungil yang tampak terlelap dengan nyaman itu.


Saat mengingat jika sahabat nya juga berjuang untuk melahirkan, serena memanggil salah satu pelayan yang berada di dekat nya.


"Bibi.. apakah yang mulia permaisuri telah selamat melahirkan? "


tanya serena dengan suara pelan, karena tidak ingin mengganggu putra kecil nya yang terlelap.


Pelayan yang di panggil bibi itu segera mendekat dan membungkuk kan sedikit tubuh nya.


"menjawab nyonya, yang mulia permaisuri telah selamat melahirkan sepasang putra dan putri mahkota. "


jawab nya dengan wajah yang ikut terlihat bahagia.


"Wah... benar kah? "


ucap serena ikut bahagia. "nggak nyangka tu anak, bibit nya bagus juga ya.. bisa dapat sekalian dua. "


guman serena lagi lalu terkekeh, membuat para pelayan sontak menaikkan pandangan mereka.


"Dimana... dimana istri ku, kalian apa kan istriku ? "


pikiran mereka langsung buyar tiba tiba pangeran malai kettu terbangun dari pingsan nya dan berteriak histeris.


"Berisik.. kau bisa membangun kan nya. "


ucap serena ketus, dengan mata yang melotot lebar.


"Sayang... kau tidak apa apa? bagaimana keadaan mu, apakah masih terasa sakit. "


pangeran malai kettu melesat cepat kearah serena yang terbaring mendekap putra nya.


Oek..ooekk...


Tangisan bayi mungil itu mengejut kan pangeran malai kettu yang tidak sadar dengan keberadaan sosok bak dewa kecil itu. Mata nya terus menatap datar kearah serena yang berusaha menenang kan putra mereka.


"apakah ini putra ku? "


tanya pangeran malai kettu lagi.


"Bukan... ini anak tetangga. "


sarkas serena dengan mata melotot semakin tajam. ''Ya tentu anak mu, kau pikir aku bisa mengandung dengan sendiri nya. "


Ucapan wanita yang kini telah bergelar seorang ibu itu lantas membuat pangeran malai kettu tertawa lebar.


"Aku mempunyai putra, akhir nya aku menjadi seorang ayah. Ini putra ku, Pangeran malai quafeng . "


ucap pangeran malai kettu sambil mengelus lembut rambut sehitam malam putra nya.


Serena mendengus kesal.


"kenapa nama nya jelek sekali. "


sungut nya di dalam hati sambil menatap datar pangeran malai kettu yang kini tampak telah pulih dari gegar otak nya.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2