Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 192


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🎋flash back 2🎋


"Salam yang mulia kaisar,


salam yang mulia permaisuri,


salam pangeran kedua,


salam kakak ipar erenan. "


Pangeran malai hian membungkuk kan sedikit tubuh nya seraya memberi salam.


"Salam pangeran ketiga. "


Dua pasang suami istri itu kompak menjawab, namun dengan ekspresi wajah yang berbeda tentu nya.


Wajah kaisar malai ziyu tampak tidak senang dengan kehadiran saudara nya itu.


"Bagaimana kau bisa berada disini pangeran ketiga? Bukan kah aku sudah menitah kan diri mu untuk berada diistana? "


Tanya kaisar malai ziyu dengan kedua tangan yang di silang kan kebelakang tubuh nya.


"Aku merasa curiga dengan mu, kenapa kau selalu bertindak tampa bisa di atur oleh siapa pun pangeran ketiga ? "


Kini pangeran malai kettu ikut bertanya, dengan sebelah alis nya di naikan keatas.


Serena menarik pelan tangan pangeran malai kettu, hingga pria itu menoleh kearah nya.


"Ada apa? Kau merasa lapar kembali? "


pangeran malai kettu sempat sempat nya memikirkan hal itu di tengah tengah wajah yang tak mengenakkan terlihat di wajah datar kaisar malai ziyu.


Serena mencubit gemas pinggang pangeran malai kettu, hingga membuat sang empu tubuh menggeliat menahan perih di pinggang nya. Namun segera kembali ke sikap semula, saat mata setajam elang milik kaisar malai ziyu menatap kedua nya.


"Pangeran malai hian ku rasa ingin menemui seseorang, hingga membuat nya berada di sini. " Bisik serena dengan suara rendah.


Kening pangeran malai kettu mengerenyit tanda meminta jawaban yang lebih jelas.


"Kau akan mengetahui nya nanti. "


serena menjawab dengan nada sinis.


Di saat sepasang suami istri itu sedang sibuk dengan dunia mereka sendiri, pandangan kaisar malai ziyu masih tidak meninggalkan kedua manik pangeran malai hian.


"Tak ingin menjelaskan sesuatu? Namun, jika jawaban nya tidak membuat ku puas. Maka aku akan mengirim mu ke perbatasan untuk waktu yang sangat lama. "


Ada nada ancaman di setiap kalimat yang di ucap kan pria berstatus kaisar itu.


Para prajurit, tuan muda wang hilin dan xio menunduk saat melihat ada aura yang tidak mengenakkan keluar dari tubuh sang kaisar.


"Maaf kan pangeran ini yang mulia, pangeran ini hanya memastikan jika calon wanita di harem hamba dalam keadaan baik. "


Jawab pangeran malai hian dengan wajah yang tetap tenang.


Pangeran malai kettu terperangah saat mendengar jawaban sang adik, lalu menoleh kearah kaisar malai ziyu yang terlihat sedang memiring kan sedikit kepala nya dengan kedua tangan telah berpindah kedepan dada nya.

__ADS_1


"Jadi ini tentang seorang gadis? Nona muda, putri, atau wanita mana yang kini sedang kau incar pangeran ketiga? "


Kaisar malai ziyu kembali bertanya, dengan sedikit senyuman sinis di bibir nya.


Ada seseorang yang menahan amarah nya di saat ketiga bersaudara itu membahas tentang seorang gadis yang di maksud pangeran ketiga kekaisaran hongly tersebut.


Xio memberanikan mengangkat sedikit kepala nya, untuk melihat situasi saat ini. Di saat bersamaan, mata nya tidak sengaja bertatapan dengan manik abu abu tuan muda wang hilin yang teduh. seakan terpaku, xio tak sanggup untuk memalingkan pandangan nya. Sampai satu pukulan bersarang di wajah tuan muda wang hilin. Yang membuat semua orang tersentak karena kaget.


"Bugh...


Tundukkan pandangan mu tuan muda wang hilin.. "


Teriak pangeran malai hian dengan wajah memerah.


Tuan muda wang hilin terhuyung kebelakang hingga terbentur ke barisan para prajurit.Membuat nya tidak sempat terjatuh ketanah.


"Aku sudah menunjuk kan dengan jelas pada mu, bahwa nona xio ly adalah wanita ku. "


Tambah pangeran malai hian lagi dengan teriakan menggebu gebu.


Tuan muda wang hilin mengibaskan tangan nya kearah hanfu nya yang sedikit kotor.


Wajah nya masih tampak tenang, namun itu membuat xio semakin khawatir.


Amarah pangeran malai hian semakin memuncak, saat ucapan dan tindakan nya tidak di respon oleh pria berwajah lembut itu.


"Heh.. dasar pecundang. "


Kaisar malai ziyu memejam kan mata nya untuk menahan amarah nya menguar kepermukaan, bagaimana pun mereka berada di tempat terbuka di luar istana. Tidak akan baik untuk reputasi keluarga kekaisaran.


"Kita harus segera kembali ke istana . "


kaisar malai ziyu mendekap pundak permaisuri nya dengan lembut, dan menuntun nya untuk pergi dari jembatan tempat mereka berada.


Ucap kaisar malai ziyu sebelum benar benar pergi.


Quen menoleh kearah tuan muda wang hilin dan pangeran malai hian yang tampak bersikap berbeda, lalu tersenyum kearah sang bawahan.


"Mari kita pergi xio.. Di sini tidak baik untuk mu. "


xio membungkuk hormat, lalu ikut mengekor di belakang kedua pasang pasutri tersebut. Baru beberapa langkah, gerakan kaki xio terhenti dan membuat tubuh nya membeku tampa berani menoleh kan kepala nya kebelakang.


"Kau akan pergi bersama ku.. "


Deg..


Jantung xio berdetak dengan sangat cepat, darah nya bahkan bagai berhenti untuk mengalir.


"Maaf yang mulia, tidak kah pantas anda berbuat seperti ini. "


Tuan muda wang hilin ikut meletak kan tangan nya di pergelangan tangan pangeran ketiga, membuat rahang pangeran malai hian mengeras tanda tak suka.


Dengan keras, di tepis nya tangan tuan muda wang hilin yang tadi menghentikan tangan nya untuk menarik pergelangan tangan milik xio.


"Lepas kan tangan mu itu dari ku, kau begitu lancang. "


Bukk..


kembali tendangan bersarang di perut tuan muda wang hilin.


"Tuann...

__ADS_1


xio terpekik karena merasa terkejut, dan menutup mulut nya dengan kedua tangan mungil nya.


Ketika dia ingin membantu pria yang kini tertunduk karena perih di perut nya, sebuah tangan kembali menghalangi langkah nya.


" Ikut dengan ku kembali ke istana.. "


Bentak pangeran ketiga dengan mata memerah, membuat xio begitu merasa ketakutan dengan tatapan yang di miliki pangeran malai hian.


"Lepas kan tangan anda yang mulia.. "


Tuan muda wang hilin kembali berusaha berbicara dengan nada rendah, namun seperti nya pangeran malai hian malah semakin marah.


"Prajurit, habisi pria tidak tahu diri ini. "


Ucap pangeran malai hian memerintah prajurit yang tadi ikut bersama nya. Namun, tidak satu pun berani melakukan apa yang dia perintah kan.


"Kalian menentang ku? "


Pekik pangeran malai hian penuh amarah, dan kembali menarik tangan mungil xio untuk mengikuti nya.


"Ah... mohon yang mulia pangeran ketiga, lepas kan tangan anda. Ini sakit sekali... "


xio memohon dengan mata yang kini berlinang air mata di sana.


Namun pangeran ketiga tersebut seakan di buta kan dengan amarah nya, dan tetap memegang erat pergelangan tangan xio yang kini tampak memerah.


"Lepas kan yang mulia, hamba tidak bermaksud lancang. Tapi nona xio ly merasa tidak nyaman dan terguncang. "


tuan muda wang hilin kembali berusaha untuk bersikap sopan.


"Kurang ajar... "


pangeran malai hian menghempas tangan xio yang tadi di genggam nya, membuat gadis bertubuh mungil itu terhuyung dan dengan cepat di bantu oleh salah satu prajurit.


Pertarungan tak bisa di hindari, dua orang itu saling menyerang dan memukul. Para prajurit milik pangeran malai hian tidak berani berbuat apapun, karena sebelum nya telah mendapat intimidasi dari kaisar malai ziyu.


"Tolong.. tolong pisah kan mereka. "


xio berteriak histeris, mengundang para masyarakat yang sedang berada di tempat festival tersebut segera berkerumun.


"Apa yang terjadi dengan pangeran ketiga, karena tingkah nya aneh sekali. "


tanya salah satu pria yang ikut menyaksikan pertarungan kedua nya.


"Mungkin pangeran ketiga tidak waras karena penghianatan yang di lakukan oleh para selir nya. "


"Kudengar, gadis yang sedang mereka perebut kan itu adalah putri tunggal dari jendral kekaisaran Han, yang memutuskan untuk berada disamping permaisuri. Bukan kah posisi nya juga tidak kalah mengerikan untuk ukuran kita rakyat biasa. "


para warga mulai bergosip dengan sebuah kabar angin yang mereka dapat kan dari orang orang yang berada dekat dengan istana.


Tubuh tuan muda wang hilin terpental ke atas jembatan, membuat salah satu tiang penyangga nya hancur.


Kekuatan pangeran malai hian sungguh membuat pria itu kesusahan, meski diri nya bisa mengimbangi. Namun, alasan menghormati sang kaisar membuat nya ebih berhati hati.


"Heh.. lihat lah wajah mu yang penuh lebam itu, kau tak pantas bersaing dengan ku. Apa yang aku ingin kan, harus menjadi milik ku. "


Teriak pangeran malai hian lagi. kini tampak jelas, jika pangeran ketiga sedang dalam pengaruh minuman anggur yang membuat nya bertingkah tidak waras.


ketika pangeran malai hian ingin melesat untuk menghajar tubuh tuan muda wang hilin, suara bariton yang begitu membuat kaki siapa pun menjadi kaku, menggema di suasana yang tadi ramai.


"Pangeran ketiga, berhenti di posisi mu. "

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2