
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Quen mengerucut kan bibir nya, keinginan sebelum nya untuk menikmati buah apel yang di petik langsung mendadak hilang dari daftar ngidam nya.
"Aku akan mengambil kan nya untuk mu permaisuri. "
kaisar malai ziyu segera bangun dari duduk nya, namun mendadak berhenti untuk melangkah saat mendengar suara teriakan dari permaisuri nya.
"Agh..... sakit sekali.. "
wajah quen tiba tiba memerah dengan sebelah tangan nya memegang perut nya yang buncit, dan satu tangan lagi di gunakan untuk menopang tubuh nya.
"Permaisuri... "
kaisar malai ziyu berbalik, dan mata nya membulat saat melihat permaisuri nya hampur merosot dari gazebo yang dia duduki.
Para prajurit dan pelayan yang tidak jauh berada disana langsung berlari mendekat.
mereka tampak ikut merasa panik, di tambah permaisuri cantik itu sedang meremas tangan kaisar malai ziyu yang menahan tubuh sang permaisuri.
"Pengawal.. panggil tabib istana ke kediaman permaisuri, cepat.. "
kaisar malai ziyu berteriak sambil mengangkat tubuh wanita yang kini sedang menahan sakit, kepanikan nya makin memuncak saat tangan nya tak sengaja merasakan lembab dari sela sela kaki sang permaisuri.
"Ah... sakit, ini sakit sekali. "
quen setengah menangis, bagi nya rasa sakit yang dia alami sekarang mengalah kan setiap rasa sakit yang di terima nya saat bertarung, mau pun terluka.
Kaisar malai ziyu melangkah dengan cepat, namun tetap waspada agar mereka tidak terjatuh.
"Bersabar lah, sebentar lagi kita akan sampai. "
Wuen menjambak surai panjang milik kaisar malai ziyu, sehingga membuat sang empu mendongak karena menahan tarikan yang sangat kuat.
"Sabar sabar.. kau tidak tahu, ini sangat sakit. "
pekik quen dengan wajah memerah.
"aduh... aaaaaa... ini sangat sakit, pingang ku.. pinggang ku sakit. "
Quen kembali merasakan kontraksi yang cukup membuat nya merasakan kesakitan yang luar biasa.
kreeeeettt..
Pintu kediaman phonix di buka dengan lebar oleh para pengawal.
"Salam yang mulia kaisar,
salam yang mulia put.. "
__ADS_1
ucapan para pengawal terhenti seketika saat mendapat kan bentakan dari sang permaisuri yang sebelah tangan nya masih setia menarik keras surai pria berstatus kaisar itu.
"Diam... kenapa kalian senang sekali berteriak, ah... sakit, aduh ini sakit sekali. "
Para pengawal dan pelayan pribadi milik sepasang penguasa itu hanya diam tertunduk, dengan wajah pias karena ikut merasa kesakitan.Di tambah wajah yang biasa nya selalu cantik bak dewi itu di penuhi keringat yang kini membasahi wajah nya.
Kaisar malai ziyu segera melangkah masuk ke ruangan pribadi milik permaisuri quen. Di letak kan tubuh wanita yang sangat dia cintai itu dengan hati hati.
"sayang... tolong lepas kan dulu pegangan tangan mu. "
Quen melotot kan mata nya. "Kau lebih mementingkan rambut mu? aku ini sedang kesakitan, arg.... dimana tabib tua itu.. kenapa belum datang juga, apa diri nya sedang bersemedi. "
suara quen menggelegar dari dalam ruangan, membuat para pengawal bergindik. Dan beberapa di antara nya langsung pergi menyusul sang tabib.
Salah satu pelayan memberani kan diri untuk menyeka keringat sang junjungan dengan kain dan air hangat.
"Yang mulia, izin kan hamba untuk mengelap keringat yang mulia permaisuri. "
Namun sambutan yang tidak seperti yang di harap kan menguar dari tubuh kaisar malai ziyu.
"Tidak perlu, aku akan melakukan nya sendiri. "
ucap nya dengan kepala yang hampir menempel di sisi ranjang.
"Salam yang mulia kai.. "
"Sudah, nanti saja salam nya. Aku bisa melahir kan sendiri jika kau terus berada di sana. "
pekik quen, membuat tabib paruh baya itu tergesa gesa mendekat.
Tabib zi mulai melakukan tugas nya dengan tangan gemetaran. Di tambah dengan tatapan dua singa kelaparan di hadapan nya.
🌺🌺
Serena dan pangeran malai kettu yang ingin menikmati pemandangan sore di danau istana di heran kan dengan kepanikan para penguhuni istana megah itu. Para pengawal dan pelayan berlarian kesegala arah.
Dengan cepat para pengawal nya melindungi pasangan suami istri itu.
"Hei kau... "
pangeran malai kettu menahan seorang pengawal yang kala itu berlari ke arah istana utama.
Dengan terhengah hengah di balik nya langkah kaki yang tadi menuju kearah berbeda.
"Salam yang mulia pangeran kedua, salam nyonya erenan. "
Ucap pengawal itu dengan membungkuk kan tubuh nya.
"Kenapa semua orang berlarian, apakah terjadi sesuatu? "
selidik pangeran malai kettu dengan wajah penasaran.
"Ampun yang mulia, yang mulia permaisuri akan segera melahir kan. "
__ADS_1
ucap pengawal tersebut dengan wajah berbinar, seakan diri nya lah yang akan memiliki seorang anak.
"Apa..? "
serena dan pangeran kedua kompak berteriak, membuat semua orang terjengkit karena terkejut.
"Ah...... "
Tiba tiba serena merasakan sakit yang Luar biasa, membuat nya hampir tersungkur di jalan yang terbuat dari batu alam itu.
"Nan er... "
Tangan pangeran malai kettu dengan cepat menahan beban tubuh istri nya, hingga serena tidak sampai menyentuh bebatuan.
"Sakit..ah.... sakit.. "
Pengawal yang tadi menyampai kan kabar tentang kondisi permaisuri itu kini juga merasa semakin bingung. Dia kini tidak tahu harus melakukan apa, selain berdiri mematung.
"Tunggu apa lagi, cepat panggil kan tabib istana. "
bentak pangeran malai kettu dengan suara meninggi, lalu membopong tubuh istri nya itu untuk berbalik kekediaman mawar.
para pengawal segera berlarian kembali, dan para pelayan mengikuti langkah lebar pangeran malai kettu yang tampak cemas.
"Cepat lah.. ini sangat sakit, huh.. huh.. huh.. ".serena meniup niup udara dari mulut nya untuk mengurangi rasa sakit yang teramat sangat.
" quen... hiks.. hiks.. ini sangat sakit. "
Dalam keadaan yang juga sama dengan yang di rasakan quen. Dua sahabat itu sama sama berjuang untuk misi yang lebih berbahaya dari yang sebelum nya.
Di dua kediaman yang berbeda, diatas ranjang yang berbeda. Kini dua wanita tangguh yang berasal dari masa depan itu sedang mempertaruh kan hidup dan mati mereka, untuk menghadir kan sosok penerus dari dua pria bersaudara.
"Hoek... hoekk... hoek..
Tangisan bayi memenuhi dua ruangan yang berbeda, membawa kebahagiaan bagi seluruh penghuni istana dan bahkan kini para rakyat sudah menunggu dengan tidak sabar di luar gerbang istana. Kabar begitu cepat menyebar di seluruh kekaisaran hongly, bagai bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Mereka sangat menantikan waktu dimana mereka bisa ikut menjadi bagian dari sejarah kelahiran penerus kekaisaran terkuat itu.
" Yang mulia permaisuri sudah melahir kan... "
teriak salah satu kasim istana yang bertugas untuk memberi kabar kepada rakyat yang menunggu.
Teriakan menggema di dari luar gerbang istana, semua orang bersorak sorai dengan membunyikan terompet dan membakar kembang api.
"Yang mulia nyonya erenan telah melahir kan. "
kini teriakan kembali di dengar oleh semua orang yang berkumpul.
mereka bersuka cita, menyambut hari yang begitu bersejarah. semua orang kembali meniup kan terompet, menari bahkan ada yang ikut bersujud syukur untuk berkah yang kekaisaran mereka dapat kan pada hari itu.
.
. bersambung
note: hai hai all. maaf author baru bisa up,, author lagi mikirin bagaimana untuk melakukan ending dari cerita ini, agar tidak ngaur ngidul dan malah bikin ending nya nggak bombastis.
__ADS_1
Terima kasih karena uda setia mendukung autor. Jangan lupa tinggalkan like, vote dan coment yah. 🥰🥰🥰