Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 141


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah kemunculan dua orang yang juga berpakaian ninja seperti wanita sebelum nya, pangeran han lian, pangeran sifan xi dan para prajurit nya menjadi sangat kewalahan karena serangan dadakan.


Beberapa prajurit bahkan sudah berjatuhan ketanah akibat tajam nya libasan pedang dari kedua orang berpenampilan ninja tersebut.


"" ugh...


pangeran han tian membangun kan tubuh nya sambil menahan sakit di kedua kaki yang terkena libasan kaki wanita cantik yang sempat tertangkap.


"" tangkap mereka semua... "pekik nya kembali sambil menarik sebilah pedang dari salah satu prajurit di dekat nya.


kini serena sudah bergabung bersama kedua teman nya. Dan membuat formasi saling membelakangi untuk melingdungi satu sama lain.


""kalian urus mereka semua.. " perintah quen dengan suara pelan yang hanya di dengar samar samar .


Setelah nya, quen berlari melesat dengan pedang di tangannya diikuti serena dan xio. mereka melakukan serangan dengan sangat terkendali dan tampa bisa di tebak. para prajurit mulai berjatuhan ditanah terkena libasan pedang ketiga wanita berpakaian serba hitam itu, dengan dua di antara nya masih menggunakan cadar.


quen memisah kan diri dari serena dan xio dan berlari melesat untuk memanjat tembok dan naik keatas atap atap yang melindungi seluruh jalan menuju setiap sisi istana.


Dari arah atas, mata setajam elang itu terus mengamati sekitar nya seperti mengintai magsa. Retina mata nya menangkap apa yang dia cari.


Dan segera terjun dari ketinggian melibaskan sarung pedang nya kearah tengkuk seorang prajurit yang menyeret tangan putra mahkota xian dengan kasar.


"" Si.. siapa kau..? "tanya salah satu prajurit dengan suara tergagap.


quen menatap datar tiga pria yang tersisa.. "" kematian mu.. "jawab nya datar bersamaan tangan nya menebaskan pedang dengan lihai dan tak terbaca.


" Srett... srett,, srett...

__ADS_1


bunyi daging terkoyak koyak membuat nyali semua orang jika mendengar nya akan menjadi nyilu.


"Ah..... sialan.. kau bajingan kecil.. ""


teriak salah satu prajurit dengan mata memerah menahan sakit dan emosi.


dengan darah yang mulai menetes dari luka hasil sabetan pedang milik quen. ketiga nya mencabut keluar pedang dari sarung nya.


Bahkan tubuh lemah milik putra mahkota xian dan panglima huang di hempaskan begitu saja ketanah.


ketiga nya menyerang secara bersamaan kearah quen, memberikan libasan demi libasan untuk mengalahkan seseorang berpakaian ninja itu. Namun dengan cekatan quen bisa menghindar dan memberikan serangan balasan.


Bunyi dentingan pedang yang saling beradu begitu memekak kan telinga, hingga tiba dimana quen merasa jengah dan langsung mengakhiri permainan nya. empat nyawa tergeletak di tanah dengan luka sabetan dari pedang milik quen menganga di sekujur tubuh.


putra mahkota xian dan panglima huang yang masih meringkuk di tanah berusaha menopang tubuh mereka dengan sisa sisa tenaga yang mereka punya.


"" si..siapa an..anda? "tanya putra mahkota xian dengan tertatih.


quen menolehkan pandangan nya sedikit kearah kedua pria dengan kondisi memprihatin kan itu, lalu kembali berlari dan menghilang di kegelapan ditempat mereka berada. karna lampion yang berada disekitar jalanan setapak itu sudah hancur berantakan.


"" hei.. hei tunggu... "panglima huang berusaha untuk mencegah quen yang berlari dengan sangat cepat, namun hanya sia sia. Bahkan suaranya begitu sulit untuk bisa didengar.


kedua pria tampan itu terbaring tak berdaya di tanah bebatuan dengan di selimuti dingin nya malam. mereka berdua berusaha untuk berdiam seraya mengumpulkan tenaga agar bisa kembali berjalan dan bersembunyi.


Setelah beberapa saat panglima huang membuka suara nya. "" yang mulia, apakah anda sudah merasa sedikit baik. ""


panglima huang melontarkan pertanyasn, meski dia tau kondisi mereka tidak dalam keaadan baik.


putra mahkota xian berusaha bangun dengan bertumpu pada tiang tiang penyangga atap yang memenuhi sepanjang jalan didalam istana.


"" kita harus segera pergi.. "ujar putra mahkota xian seraya menguat kan pegangan tangan nya.


"" aakkhh.... "

__ADS_1


teriakan kesakitan lolos begitu saja dari bibir putra mahkota karena luka dalam akibat pukulan yang dia dapat kan sangat membuat perih ulu hati nya.


"" yang mulia... "


panglima huang menyeret tubuh nya dengan posisi yang masih setengah berbaring ditanah.


Teriakan kesakitan kembali keluar dari pria yang terlihat sangat mengenaskan itu.


kemungkinan ada salah satu tulang rusuk nya nya saat ini patah. Membuat semakin memperburuk keadaan nya.


kedua pria yang menjabat sebagai atasan dan bawahan itu sangat terlihat menyedih kan, saling menopang dan berusaha untuk membangunkan tubuh rapuh mereka.


Hingga saat ingin kembali ambruk, beberapa tangan menahan tubuh tubuh lemah itu agar tak kembali terjatuh.


"" yang mulia...


"" panglima huang..


bertahan lah... kami akan membawa kalian ketempat aman. "'" ujar salah satu nya yang sedang memapah tubuh lemah putra mahkota xian.


"" kal.. kalian.. "ujar panglima huang dengan suara tercekat.


"" kami datang untuk membawa anda pergi,, "ucap orang yang tadi kembali menjawab, seperti tau apa yang akan ditanyakan pria berpangkat panglima itu.


"" kedua orang berpakaian ninja dan seorang nona menyelamat kan kami dari tiang penyiksaan. Dan salah satu nya memberikan perintah untuk membawa anda pergi. "'


Setelah merasa cukup dengan penjelasan nya, para pria yang merupakan prajurit putra mahkota xian itu memapah tubuh tak berdaya kedua nya. meski pun kondisi mereka juga tidak kalah buruk, namun masih bisa untuk berjalan meski terseot seot.


.


.


. bersambung..

__ADS_1


__ADS_2