
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Serena melirik sahabat nya itu sebentar lalu menarik dengan kuat ujung tali cambuk yang masih melingkar di tangan nya. Terlihat ada darah yang menetes dari sela sela genggaman nya. karena sudah pasti,, libasan cambuk yang di lempar kan selir gong zu menggunakan tenaga penuh.
Tak.. tak.. tak..
serena memutar mutar ujung cambuk di tangan nya, dengan posisi kayu yang di jadi kan pegangan cambuk melayang layang di udara kekiri dan kekanan.Dengan langkah santai serena mengelilingi selir gong zu yang merintih di tanah dengan luka di lutut nya akibat di tarik dengan paksa.
seeettt... Takk..
seeett.. takk..
Libasan kepala cambuk menggema menghentam tubuh selir gong zu dengan kuat.
""ugh.. ugh.. ugh.. "selir gong zu berguling di tanah menahan rasa sakit akibat terkena libasan kepala cambuk yang di jadikan senjata oleh serena.
Bahkan bukan memar lagi yang dia dapat kan, libasan itu mengenai punggung, tangan dan kaki nya..
__ADS_1
para pengawal hanya bergindik ngeri dengan aura yang dikeluarkan selir kedua pangeran malai kettu tersebut. Sedang kan para pelayan hanya bisa menutup mata mereka dan mencoba menuli kan telinga agar tak mendengar raungan tersiksa dari selir gong zu.
quen menatap datar pertunjukan yang di berikan oleh sahabat nya itu, dari arah berlawanan tampak pangeran kedua yang tak lain adalah suami dari para wanita yang bertikai.
""Ini baru akan menarik. "guman quen rendah dengan wajah berbinar.
""Nan er.. zu er.. ap.. apa yang kalian lakukan? "tanya nya dengan terbata saat melihat satu selir nya memegang sebuah cambuk dan memutar mutarkan nya dengan santai. Sedangkan satu orang lagi telah meringkuk di tanah dengan luka di sebagian tubuh.
Serena memutar kepala nya untuk melihat wajah pangeran malai kettu sebelum menjawab pertanyaan pangeran itu. ""Dia mengajak ku bermain,dan aku menerima nya. "ujar serena kemudian melempar cambuk di tangan nya kesembarang arah. ""awas saja jika kau membela nya, maka setelah ini aku pastikan akan ada dua peti mati untuk di kremasi. ""batin serena di dalam hati.
pangeran malai kettu berlutut untuk melihat kondisi selir utama nya. ""hu.. huhu.. hu.. ""Suara isakan terdengar dari wanita yang meringkuk di tanah.
quen berjalan santai mendekati serena dan dengan cepat sebuah jarum tipis di lemparkan kerah selir gong zu,yang tak bisa dilihat dengan kasat mata. Serena melemparkan pandangan kearah quen dan mendapat kan satu kedipan mata tanda satu urusan mereka telah beres.
""Apa kau terluka selir erenan? "tanya quen basa basi.
Pangeran malai kettu bergeming dari lamunan nya dengan mata yang menatap kearah tubuh selir utama nya yang di bopong pergi oleh pengawal. ""kau terluka ? ."tanya nya dengan wajah cemas.
serena hanya tersenyum tipis lalu mengangkat telapak tanganya. ""ya dewa.. luka di tangan mu harus segera di obati. "ujar pangeran malai kettu sambil menarik pelan tangan selir kedua nya itu, dan membawa nya kembali kekediaman mawar.
Quen mendengus melihat reaksi kamu dari pria sahabat nya itu. ""kau selalu menyukai wanita cantik, dan meninggal kan wanita yang akan membuat mu merasa malu. Sama seperti dimasa depan."umpat quen pelan. ""memang pria sialan,, ntah apa yang di lihat si bodoh itu dari wajah nya yang biasa biasa saja. "tambah quen lagi ,lalu berbalik untuk kembali kekediaman nya.
__ADS_1
""Salam kepada yang mulia permaisuri. "Teriak seseorang ketika quen telah melangkah kan kaki nya beberapa meter.
Quen mengerem langkah kaki nya kemudian menoleh untuk melihat siapa yang telah berani berteriak mengganggu nya untuk kembali bermalasan di peraduan.
""Kau.. kenapa kau membuat perjalanan ku terhenti.? "Tanya quen datar setelah mengetahui siapa pengganggu yang meneriaki nya.
""Hamba ingin meminta maaf yang mulia, jika beberapa saat hamba tidak berada di kediaman phonix. "jawab nya dengan kepala yang tertunduk.
Seketika quen memutar tubuh nya agar bisa melihat dengan jelas raut wajah dari mata mata dihadapan nya. ""oh.. aku bahkan tidak menyadari jika kau tidak berada di kediaman ku. Apakah posisi mu membuat kau merasa penting Kepala pelayan shio? "ujar quen sambil menelengkan kepala nya kekanan, dan menekan kata di akhir kalimat nya yang menerangkan. apa pun yang di lakukan gadis berpangkat kepala pelayan itu. tak mempengaruhi apapun di hari hari nya.
gadis kepala pelayan itu mengepal kan tangan nya di balik lengan baju yang dia gunakan. ""sialan.. permaisuri sampah ini benar benar membuat ku marah. Jika tidak karena tugas itu, aku akan mengabisi nya secara terang terangan. ""umpat nya didalam hati.
"Jangan memaki ku dalam diam pelayan shio, kau akan mendapat nasib kita buruk nanti nya. "ucapan quen lantas membuat mata gadis kepala pelayan itu membulat sempurna.
""Segera lah kembali mengerjakan tugas mu, setelah nya kau tidak akan tau takdir membawa mu kemana. ""setelah mengucap kan sebuah kalimat yang lebih tepat diarti kan sebagai permainan kata oleh quen, permaisuri kaisar hongly itu melanjutkan langkah nya untuk kembali ke kediaman phonix.
Mata kepala pelayan shio menatap tajam punggung permaisuri kaisar berhati dingin itu dengan lekat. Tampak raut ketidaksukaan terpancar disana.""kau bisa bersenang senang dengan posisi mu sekarang permaisuri quen, dan luka yang telah di berikan oleh selir sialan itu akan aku kembali kan kepada kalian dengan lebih menyakit kan. ""ucap nya dengan suara rendah yang hanya bisa dia sendiri yang mendengar nya.
.
.bersambung
__ADS_1