
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa hari terus berlalu dan rombongan quen hampir tiba di wilayah kekuasaan kekaisaran han.
Mereka memutuskan untuk mengistirahat kan tubuh sejenak di sebuah hutan lebat di perbatasan, karena akan sangat beresiko jika memilih penginapan atau desa sekitar. Di tambah kekaisaran han yang sedang dalam keadaan tergoyah karena perebutan tahta, tentu terjadi perpecahan antara kubu pendukung dan kubu oposisi.
putra mahkota Lian shi berjalan mendekat kearah quen yang tampak memejam kan mata dengan cara duduk bersandar di akar salah satu pohon.
quen yang selalu bersikap waspada, mendadak membuka mata nya saat merasa ada pergerakan disekitar nya .
'""kau... "ucap quen dengan suara datar.
putra mahkota lian shi kemudian menduduk kan bokong nya ke atas salah satu pohon tumbang yang berada tidak jauh dari wanita cantik tersebut dengan mata menatap lekat kearah sang putri yang kini telah menjadi milik orang lain.
quen melirik kearah pria yang beberapa bulan yang lalu menjadi tunangan dadakan nya itu. "" kau ingin mengatakan sesuatu? "" tanya quen tampa berbasa basi.
putra mahkota lian shi hanya tersenyum tipis, bagaimana pun selama beberapa hari kebersamaan mereka, tak sedikit pun waktu yang bisa dia gunakan untuk sekedar berbicara dengan wanita di samping nya itu.
setelah menghembus kan nafas berat nya, putra mahkota lian shi mulai mengangkat bibir nya.
"" apa kau bahagia? '"
itu lah kata kata yang berhasil lolos dari pria tampan tersebut.
quen tersenyum miring. "" tidak pernah sebahagia ini.. "jawab quen lalu kembali memejam kan mata nya.
putra mahkota lian shi menatap wanita yang kini kembali memejam kan mata nya itu dengan tatapan penuh arti.
"" jika saja kaisar sialan itu tak merebut paksa diri mu dari ku, pasti aku yang telah membahagian kan mu saat ini. Dan tak akan ku biarkan kau berakhir dihutan seperti sekarang ini. "" ucap putra mahkota lian shi dengan wajah kesal.
__ADS_1
"" jika bersama mu, mungkin cerita nya tidak akan sama. mungkin di istana mu, akan di penuhi dengan para wanita yang membuat ku tiap saat ingin menghabisi mereka. "" saut quen tampa membuka mata nya.
putra mahkota lian shi tersenyum kecut dengan ekspresi datar milik wanita di samping nya. Karena sikap tampa berterus terang nya itu yang membuat putra mahkota kekaisaran liu itu jatuh cinta pada nya.
Quen yang menyadari tak ada sautan dari orang disebelah nya kembali memicingkan sebelah mata nya. dan mendapatkan jika pria yang dianggap nya menyebalkan itu sedang tersenyum.
""jangan tersenyum menatap ku, aku tau aku sangat cantik. Dan kau dilarang jatuh cinta, hati ku sudah punya hak cipta. ""
quen bangun dari duduk nya dan berlalu kearah dimana serena dan xio berada.
Sedangkan putra mahkota lian shi hanya diam mematung dengan ekspresi bingung.
"" kenapa putri kekaisaran han itu selalu mengeluarkan kata kata aneh dari bibir sexy nya. "guman nya pada diri nya sendiri.
🦚🦚🦚🦚🦚🦚
Dari jarak yang tak terlalu jauh, quen melihat kearah dimana dua orang yang sangat dekat dengan nya berada. Serena dengan santai duduk di atas dedaunan yang sudah dia rapikan sebagai alas nya duduk. Lebih tepat nya, dedaunan yang dia paksa kan kepada seorang prajurit putra mahkota lian untuk mengambil nya.
Sedang xio, gadis itu hanya diam mematung di sebuah pohon yang tak berada jauh dari serena.
"" hais... jangan menatap ku begitu. aku bukan barang pajangan. "" sergah quen jengah.
xio membangun kan tubuh nya saat quen mendekat, sedangkan para prajurit dan kedua pangeran kekaisaran hiu kembali menyibuk kan diri mereka, tak ingin mendapat tatapan tajan milik wanita yang telah bergelar permaisuri hongly tersebut.
quen melirik kerah serena yang tengah asik duduk dengan anggun dan menatap lekat kearah pangeran kekaisaran hiu dengan mata nya yang terpancar kekaguman. quen hanya menggelengkan kepala nya.
"" xio, kita akan pergi malam ini untuk menyusup kedalam istana.Jangan membawa apa pun kecuali pedang dan senjata lain nya. "'ujar quen pelan seraya berbisik.
sang bawahan polos itu hanya mengangguk kan kepala nya tampa ragu.
"" kita akan pergi diam diam. "sambung quen lagi sambil mengarah kan pandangan nya ke semua penjuru yang di penuhi prajurit milik putra mahkota lian shi. "" aku tak bisa melibat kan mereka semua. "" batin quen didalam hati.
serena mengalih kan pandangan nya kearah dua wanita yang sedang berbicara dengan cara berbisik, dan itu membuat alis nya mengkerut.
__ADS_1
"" apa yang dua wanita aneh itu bicarakan. pasti sesuatu yang sangat penting. "guman serena didalam hati nya, lalu bangun dan mengayun kan kaki nya kearah quen dan xio.
quen yang melamun dibuat kaget dengan keberadaan serena didepan wajah nya.
"" aaa... apa yang kau lakukan? "
pekik quen sambil terjengkit kebelakang, saat tiba tiba serena memajukan wajah nya tepat di depan muka quen.
serena terkekeh tampa dosa dengan tindakan.
"" apa yang sedang kalian rencana kan hem? "
serena bertanya dengan kedua alis nya di naik turun kan.
quen mendengus kesal dan langsung pergi kearah kuda nya.
"" hey quen... kau tidak menjawab pertanyaan ku..! "" serena ikut berjalan mengikuti langkah quen.
sedangkan putra mahkota lian shi, pangeran kedua yian shi dan pangeran ketiga huan shi menatap tingkah quen, serena dan xio yang mereka nilai sangat menarik untuk diperhatikan. selalu saja ada sesuatu yang membuat semua orang hanya bisa tertegun dengan hanya menatap mereka.
"" aku penasaran, bagaimana mereka bisa begitu akrab padahal tampa memiliki ikatan apapun. "" ucap pangeran huan shi sambil menatap serena yang terus menggoda quen, dan xio yang hanya mengikuti kedua nya tampa berbicara apapun.
putra mahkota lian shi tersenyum kaku. "" bukan kah para nona itu sangat memukau tampa menutupi wajah kepalsuan dan kepura puraan mereka. Mereka hanya bertindak sensuai dengan kepribadian mereka, tampa berusaha saling menjatuhkan. "" senyum kaku itu makin melengkung, memperlihatkan bahwa pemilik nya dalam keadaan kecewa.
pangeran yian shi dan pangeran huan shi saling melemparkan pandangan, seolah mengerti jika saudara nya itu sangat menyukai permaisuri kaisar hongly tersebut.
"" jangan menatap ku seperti itu.. kalian hanya perlu berdoa jika kaisar sialan itu cepat tewas di medan perang. Dan aku bisa merebut permaisuri nya. "" ujar putra mahkota lian shi penuh tekat.
"" tidak waras...
"guman kedua pangeran kekaisaran hiu itu bersamaan, namun bukan nya tersinggung. putra mahkota lian shi hanya mengangkat bahu nya sambil merebahkan tubuh nya keatas dedaunan kering.
.
__ADS_1
.
. bersambung