Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna

Dari Nona Muda Menjadi Putri Sempurna
bab 173


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Quen menyeringai tipis, mengabaikan teriakan teriakan histeris dari ibu suri yi hua. Diri nya terus melanjutkan aksi memilih besi kecil tipis yang kini telah di serakkan ke lantai di samping tubuh nya.


Selir mia juga semakin merangsekkan tubuh nya ke sudut ruangan. Tubuh berlumuran darah yang kini telah mengering itu , tak henti nya bergetar.


Walau selicik apa pun diri nya, selir pangeran ketiga itu selalu jauh dari segala hal yang berbentuk baku hantam. Dia lebih menyukai kulit nya yang halus, tampa cacat akibat luka sabetan senjata tajam atau bekas pukulan ketika melakukan latihan.


Satu tangan quen terus menahan rambut panjang ibu suri yi hua di tangan nya.


Selir xia yang sedikit pusing akibat pukulan keras yang quen lakukan, bersusah payah menyeret tubuh nya demi menggapai tubuh ibu suri.


" Jauh kan tangan mu dari yang mulia ibu suri.. "


quen menajam kan mata nya kearah tangan yang berusaha mengganggu kegiatan yang dia lakukan.


"Cress...


Darah bermuncratan dari akibat goresan belati yang quen torehkan ketangan selir xia.


" Ahhh....


Teriakan kesakitan menggema dalam ruang rahasia itu.


Quen kembali menarik rambut ibu suri yi hua, saat wanita paruh baya itu berusaha menjauhkan tubuh nya, dari aksi mengerikan permaisuri kaisar hongly itu.


"A.. a.. a, kau mau kemana? aku harus memberikan sedikit karya ku di tubuh mu, hemm.. "


quen memiringkan kepala nya seakan sedang berfikir.


" ya.. bisa di bilang lumayan lah ya. kau mau aku mulai dengan bagian yang mana? yang ini, yang ini atau yang ini? "


quen menunjuk bagian wajah, dada, serta bibir merah menyala ibu suri yi hua dengan pisau tipis di tangan nya.


"Tidak waras, kau tidak waras. Lepas kan tangan mu.. "


ibu suri yi hua menggeleng sambil berusaha untuk bebas dari cengkraman kuat tangan quen, bahkan surai hitam lebat milik wanita berpangkat ibu suri itu mulai terlepas dari kulit kepala.


Quen memulai kegiatan nya dengan sedikit menggores wajah ibu suri yi hua, membuat wanita itu meraung karena rasa perih yang di hasil kan dari pisau tipis itu begitu mengerikan.


"Ahhhhh... umm sakit, jangan lakukan. kau bisa langsung mencabut nyawa ku. Jangan menyiksa ku seperti ini.. ahh.. "


Teriakan ibu suri kembali terdengar, saat satu buah goresan kembali quen toreh kan di sisi lain wajah mulus nya.


" sutt.. sutt.. diam lah, kau membuat ku tak konsentrasi dalam melukis. "


ucap quen dengan menempel kan pisau berlumuran darah itu ke depan bibir nya.


" Kenapa kau begitu kejam ci hua hua, kau tau.. hari ini begitu banyak orang kehilangan nyawa. Bahkan pangeran tampan nan ramah itu entah dalam kondisi apa sekarang, masih bernyawa atau pun tidak. "


quen menatap lekat wajah ibu suri yi hua, namun tidak ada ekspresi sedih atau kehilangan disana .


" Hemm.. kau tidak merasa menyesal begitu. ? mereka putra putra mu bukan? "

__ADS_1


selidik quen lagi, namun karena tak kunjung mendapat jawaban satu kepalan tangan quen melayang di wajah penuh darah milik ibu suri yi hua.


uhhukk.. uhhhukk.. uhhuukk


Ibu suri yi hua terpental kebelakang lalu terbatuk hingga memuntahkan darah segar diri mulut nya.


"katakan, katakan.. kenapa kau begitu kejam, kenapa semua orang tua begitu kejam terhadap darah daging nya ? '


kini bayangan kehidupan nya yang lalu menghiasi kepala quen, bayangan betapa dia menyayangi kedua orang tua nya. Rela melakukan apapun agar mereka tidak celaka, menghabisi setiap musuh tampa memikirkan nyawa nya sendiri. Tapi kenyataan apa yang dia dapat kan, pembunuhan terhadap nya dan serena di rencanakan oleh keluarga mereka sendiri.


"" Aaaaahhhhhhhhhhh... "


quen menggila, berteriak sekeras keras nya sambil menarik narik surai panjang milik nya itu. Kini mata nya di penuhi dengan aura membunuh yang sangat kuat.


Dengan cepat dia melesat kearah selir xia yang juga ikut merasa takut dengan aura mengerikan yang di miliki permaisuri hongly itu.


" Am.. ampun, tol.. tolong bebas kan aku. jangan.. jangan.. "


selir xia berteriak histeris, melupakan rasa sakit di tubuh nya yang tergores pedang. sekuat tenaga di seret nya mudur tubuh dengan pakaian berlumuran darah itu.


Quen terus mendekat, membuat atraksi seperti mengasah kedua pisau kecil di tangan nya.


" sini manis, kau jangan menjauh.. ayo.. come to mommy honey. "


quen terus melangkah pelan kearah selir xia yang menggeleng kan kepala nya dengan tubuh bergetar.


"Kemari.. ku bilang diam di tempat mu, kau tidak mendengar ucapan ku nha.. "


quen bertriak karena kesal. Dengan cepat di tarik nya leher jenjang selir pangeran kedua itu, lalu menusuk sebelah mata selir xia dengan beringas.


quen tertawa keras, dengan tangan yang tak lepas mencengkram leher selir xia.


" ya.. kau memang benar, dan kesalahan utama mu adalah bermain dengan ku. "


Di sentak kan kuat tangan nya, membuat tubuh selir xia terhuyung kesamping. Dengan suara tangisan terus keluar dari bibir nya.


"hah... kenapa sekarang tubuh terasa sangat kelelahan, apa karena harus mengeluarkan banyak tenaga ekstra. "


quen melenguh sebelum kembali menatap wanita paruh baya yang mengerang kesakitan.Seketika bibir nya kembali menyeringai.


" aku harus memulai dari mana agar kau membuka mulut mu yang busuk itu. apa aku harus menggoreskan benda tajam ini ke bibir mu yang sexy itu? "


tanya quen lagi.


Ibu suri yi hua menggeleng cepat, ketakutan menghantui nya. Tidak ada lagi kesombongan dan keangkuhan dari wajah yang kini terlihat sangat mengerikan dengan luka menganga di kedua sisi wajah nya.


" Ak.. aku, aku bukan ibu kandung mereka. putra ku hanya pangeran kedua, tapi sial nya pangeran bodoh itu tak ingin mendapatkan tahta. Dia begitu mencintai saudara saudara nya. Dasar tak berguna.. "


ibu suri yi hua bahkan tertawa keras setelah mengatakan itu.


"kau tau permaisuri, pangeran kecil itu juga mempermainkan aku. Aku mengira dia terpesona akan tahta, tapi bodoh nya dia mengorban kan nyawa nya sendiri untuk membela kaisar sialan itu. Apa hebat nya bajingan kecil itu, dia sama seperti ibu nya. sama sama bajingan. Hahahaha.. "


**Bughh...


Uhhukk.. uhhhuk**..


Ibu suri yi hua kembali terbatuk akibat tendangan yang quen lakukan menghentam wajah nya.

__ADS_1


"Sampah.. "


quen meludah kesamping sambil mengambil pedang panjang milik nya.


Saat quen mengangkat pedang nya, suara bariton yang sangat dia kenal menghentikan kegiatan nya.


" permaisuri quen.. "


quen memejam kan mata nya sejenak, sebelum dengan cepat mengoreskan pedang nya kearah tubuh ibu suri yi hua..


" Aaaaaahhh...


Darah menyembur dari sebelah tangan wanita paruh baya yang kini terlepas dari tempat nya, kemudian dengan perlahan berbalik untuk melihat siapa saja yang telah hadir disana.


Tampak wajah pucat kaisar malai ziyu yang menatap lemah wajah quen, di ikuti serena yang memapah tubuh xio, serta pangeran malai kettu dan pangeran malai hian yang menggendong tubuh tak bernyawa pangeran malang tersebut.


"Aku telah memberi mereka hukuman, aku juga bisa mencabut nyawa mereka saat ini juga.Kau tau, tidak ada orang tua yang benar benar menyayangi anak anak mereka. aku mengalami semua itu bahkan di dua kehidupan. "


semua orang masih coba mencerna setiap kalimat yang keluar dari bibir yang kini tampak bergetar, dengan wajah memerah dan mata berkaca kaca.


Quen kembali memutar tubuh nya seraya memutar pedang dan menebas leher selir xia hingga kepala penuh darah itu mengelinding di lantai.


Kaisar malai ziyu menatap lekat kearah permaisuri nya yang tampak penuh amarah, dengan air mata mengalir dari kedua mata cantik itu. Sedangkan pangeran malai kettu dan pangeran malai hian hanya memenjam kan mata mereka. Serena dan xio juga hanya berdiri mematung di belakang tubuh kaisar malai ziyu.


selir mia yang mengetahui kedatangan pangeran malai hian segera bangun dengan terseok seok.


" Sa.. sayang, k.. kau datang. kau datang menjemput ku. "


ucap nya dengan suara yang terbata bata.


Pangeran malai hian hanya mengabaikan wanita yang begitu sangat dia cintai, hati nya begitu sakit saat mengetahui setiap penghianatan yang di lakukan oleh orang orang yang dia cintai.


Quen menatap nyalang kearah tubuh yang berusaha menuju kearah pangeran malai hian berada, sebelum dia kembali mengayun kan pedang nya. Sepasang tangan kekar mendekap nya dengan erat, menyalurkan kehangatan dan kedamaian yang begitu dia sukai.


" Jangan lakukan lagi, tangan mu begitu suci untuk mengambil nyawa nyawa penuh dosa itu. "kaisar malai ziyu mencoba menenangkan quen yang penuh akan amarah, mengecup puncak kepala nya berkali kali.


Sampai pada akhir nya tubuh yang berada didekap nya itu mulai melemah bagai tak berdaya.


" permaisuri.. ada apa dengan mu.. permaisuri.". Kaisar malai ziyu menepuk nepuk lembut wajah quen seraya memberi kecupan di setiap jengkal wajah cantik itu dengan wajah panik.


" Dia mungkin pingsan. "


seru serena yang kini berada di samping tubuh kaisar malai ziyu.


"kalian harus segera menyelesai kan ini, kita semua butuh istirahat. "


Tambah serena lagi sambil menunjuk ke arah dua orang yang masih bernyawa.


.


. bersambung


note.. hay all, makasih untuk antusias yang kalian tunjuk kan. author tidak bisa crazy up, karena cerita nya tidak lama lagi akan segera tamat . Jadi, jika author up tiga bab setiap hari bakalan berakhir dengan cepat. hehhe..


jadi, jangan lupa untuk terus dukung author dengan cara like, vote and coment yah.


terimakasih 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2