
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai dengan drama yang terjadi di dalam kediaman phonix, ke dua pasangan yang di ikuti oleh gadis bawahan quen itu berjalan keluar menuju gerbang istana.
"Honey.. kau tidak ingin mengajak serta yang lain nya lagi? "
Ucap quen di sela sela langkah nya, dengan tangan kaisar malai ziyu yang menggenggam erat tangan lembut itu, seakan tak ingin terpisah.
Kaisar malai ziyu menoleh sebentar, lalu kembali menatap lurus kedepan dengan senyuman tipis di bibir nya.
"Kenapa? "
Tanya kaisar malai ziyu .
Quen mengerut kan alis nya hingga hampir menyatu.
"Apa nya yang kenapa? "
quen balik memberi pertanyaan.
Kaisar malai ziyu menghentikan langkah nya, kemudian memiringkan tubuh dan memegang pundak permaisuri nya dengan kedua tangan.
"Permaisuri.. Aku ingin membawa mu menghirup udara segar di luar istana, dan kita akan menikmati indah nya festival lentera bersama rakyat. "
Di hela nafas nya sejenak, lalu kembali menatap mata permaisuri nya itu dengan penuh cinta.
"Jika kita membawa seluruh anggota istana, maka kita tidak perlu repot repot untuk pergi ke pusat kota. Yang kita lakukan adalah membuat festival nya di istana saja. "
Itu adalah kalimat terpanjang yang pernah kaisar berwajah datar itu ucap kan, namun tidak berlaku di hadapan permaisuri nya.
Quen kembali membuang kasar nafas nya, mereka melanjutkan kembali langkah yang sempat terhenti, menyusul pasangan pangeran kedua dan serena.
"Hais... maksud ku bukan begitu, kau lihat.. " Tunjuk quen kearah mereka berlima secara bergantian.
"Aku berpasangan dengan mu, seren.. ehem maksud ku erenan bersama pangeran kedua. Lalu, orang ku.. kau tega sekali membiar kan xio sendiri begitu? "
Tanya quen lagi dengan sebelah alis di angkat.
Kaisar malai ziyu menuntun tangan permaisuri nya dengan hati hati, memperhatikan setiap jalan yang akan mereka lewati, meski pun jalanan istana begitu mulus. Tapi, pria berstatus kaisar itu sangat menjaga permaisuri dan anak yang masih berada di dalam kandungan sang permaisuri.
"Hati hati.. "
ucap kaisar malai ziyu saat mereka akan melewati gerbang besar istana.
Semua pengawal yang akan ikut bersama mereka segera membungkuk kan badan mereka,lalu memberi salam.
Kaisar malai ziyu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku. "
Tagih quen, karena merasa kasihan jika gadis sebagai orang kepercayaan nya itu hanya mengikuti mereka sepanjang malam.
Dari arah luar gerbang istana, muncul sosok yang baru beberapa jam bertemu dengan nya.
"Salam yang mulia kaisar,
salam yang mulia permaisuri,
salam yang mulia pangeran kedua,
salam yang mulia nyonya erenan er. "
ucap nya sambil membungkuk kan badan, kemudian saat melihat satu lagi anggota dari pasangan penguasa kekaisaran itu. Tamu yang baru seperti nya tiba itu kembali mengangkat bibir nya.
"Salam.. nona xio ly. "
Sambung nya dengan senyuman yang tak pudar.
Sapaan itu mendapat beragam reaksi dari pemilik nama. Kaisar malai ziyu hanya mengangguk sedikit, sedang kan pangeran malai kettu menjawab nya dengan juga ikut menyungging kan senyuman di bibir sexy nya.
"Salam tuan muda wang hilin. "
__ADS_1
jawab pangeran malai kettu.
Berbeda dengan kedua pria bersaudara itu, kini quen dan serena telah berdiri bersebelahan. Dengan senyuman manis di bibir mereka, ditambah ketika tak sengaja mata tajam itu menangkap sesuatu yang seperti nya sangat mereka mengerti.
"Ehem... "
serena berdehem keras, sambil mengelus tenggorokan nya. Pandangan mata nya dan quen menatap lekat secara bergantian kearah tuan muda wang hilin yang bahkan tidak bisa memalingkan pandangan nya dari wajah manis xio .
"Sayang.. kenapa dengan tenggorokan mu? "
Tanya pangeran malai kettu penasaran.
"Sini kan air minum yang tadi kalian siapkan. "
Ucap pangeran malai kettu lagi kepada salah seorang pengawal.
Mata serena melebar seketika, sedangkan quen kini tidak bisa menahan tawa nya yang membuat serena semakin kesal.
"Diam lah.. "
bentak serena kepada quen.
Kini mata kaisar malai ziyu yang melotot tajam.
"Jangan membentak permaisuri dan anak ku, suara mu bisa membuat tidur nya terganggu. "
Kaisar malai ziyu mengelus pelan perut quen yang di baluti pakaian luar yang sangat tebal.
"Hehehe.. "
Serena yang merasa canggung tertawa paksa. Membuat quen semakin menjadi jadi untuk tertawa.
"Untung ada helder nya, kalau tidak.. ughh.... "
Serena membatin di dalam hati sambil membayangkan tangan nya menarik gemas rambut sahabat yang kini tertawa di atas penderitaan nya.
Pangeran malai kettu yang tadi ikut pergi karena tidak sabar untuk mengambil kan air minum untuk istri nya, kini berjalan tergesa gesa menghampiri serena.
"Minum lah, nanti tenggorokan mu akan semakin sakit. "
Serena yang merasa kesal langsung menarik cepat kendi kecil tempat air minum yang di sodor kan pangeran kedua. Di teguk nya dengan kasar air di dalam kendi itu dengan rakus.
"Ada apa dengan mu? "
pangeran malai kettu kembali bertanya, seraya mengusap usap punggung serena.
Kaisar malai ziyu hanya menatap datar, namun menarik tangan permaisuri nya dengan pelan.
"Mari.. kereta kuda nya telah siap. "
ucap kaisar malai ziyu setelah beberapa pengawal membuka kan pintu yang berada di kereta kuda.
Quen yang mempunyai trauma tersendiri pada kendaraan kuno itu,membuat nya menatap horor.
"Harus kah kita menggunakan ini? "
tunjuk quen dengan suara nya yang lemah.
Kaisar malai ziyu ikut menoleh kearah yang di tunjuk permaisuri nya.
"Kita harus menggunakan ini, dirimu dan erenan sedang hamil besar. Aku tak ingin kau kenapa napa. "
jawab kaisar malai ziyu setelah paham akan ketidaksukaan wanita hamil itu akan kereta kuda.
Quen menghela nafas nya kemudian menatap pasrah tangan kaisar malai ziyu yang kembali menarik nya untuk masuk kedalam kereta kuda.
"Hais.. sudah lah. "
guman nya tak berdaya.
"Hei.. tapi bagaimana dengan xio ? "
Tanya quen kembali saat dia dan kaisar malai ziyu telah masuk kedalam kereta kuda milik mereka. Dan membuka lebar tirai yang menutup jendela, sambil menoleh ke luar kereta kuda.
Kaisar malai ziyu tersenyum lebar saat melihat tingkah unik permaisuri nya, yang terlihat begitu khawatir kepada gadis yang menjadi tangan kanan nya itu.
__ADS_1
"Tenang lah.. gadis itu baik baik saja. Dia akan bersama tuan muda wang hilin. "
ucap kaisar malai ziyu dengan wajah tenang.
Quen kembali menarik kepala nya, dan bersandar di dada datar milik kaisar malai ziyu.
"Terima kasih.. "
ucap quen sambil mendongak kan kepala nya .
"Istirahat lah.. kita akan bersenang senang ketika tiba disana. "
ucapan kaisar malai ziyu bersamaan dengan kereta kuda yang mulai bergerak maju.
Quen kemudian memejam kan mata nya, menikmati perjalanan yang tidak begitu jauh. Di hirup nya pelan bau tubuh kaisar malai ziyu yang selalu mampu membuat nya sangat nyaman.
Kaisar malai ziyu menatap lekat wajah yang kini menempel di dada bidang nya, di rapi kan helaian rambut yang menghalangi kencantikan yang begitu membuat mata kaisar malai ziyu seakan tak bisa untuk berpaling.
"Jangan menatap ku, nanti kau akan mencintai ku hingga kau tiada. "
Kaisar malai ziyu tesentak dengan wajah memerah, dia ketahuan begitu mengagumi wanita cantik yang kini menjadi permaisuri nya.
"Jika kau telah mencintai ku, maka aku tak akan mengizin kan hati mu untuk yang lain nya. Aku tidak suka berbagi. "
quen kembali menyambung kalimat nya meski kedua mata nya enggan untuk terbuka.
Kaisar malai ziyu kembali menatap wajah cantik itu, dan merapi kan anak rambut milik quen yang berterbangan.
"Aku bukan seorang pria yang dengan mudah mencari wanita. Bagi ku, memiliki mu itu sudah lebih dari cukup. "
Kedua mata quen terbuka dengan cepat saat mendengar ucapan dari kaisar malai ziyu.Membuat pria itu membuang pandangan nya kearah berbeda.
Quen menarik tubuh nya, lalu mengubah posisi nya untuk berhadapan dengan sang kaisar.
"Bukan kah seperti pria pria yang berada di istana dan bergelar kaisar atau pun pangeran wajib memiliki banyak selir meski telah memiliki istri sah? "
tanya quen dengan wajah penasaran.
Kaisar malai ziyu menoleh sebentar, saat mata mereka saling bertemu..Dengan cepat kaisar malai ziyu kembali menatap kearah lain.
''Aku tidak begitu, aku hanya ingin memiliki satu wanita di ranjang ku. Tidak ada wanita lain nya. "
jawab nya tegas.
Quen semakin bersemangat dengan tema pembicaraan mereka.
"Jika mentri mentri mu memaksa kau untuk menikah lagi? seperti yang sering ku lihat dan yang ku dengar, seorang kaisar harus memiliki banyak selir untuk memperluas daerah kekuasaan. "
"Aku tidak peduli dengan daerah kekuasaan.Aku bukan pria yang dengan mudah membagi perasaan. "
jawab kaisar malai ziyu acuh.
Quen tersenyum mencibir.
"Benar kah..? Tapi saat itu, kau seperti nya begitu memaksa untuk menikahi ku ! "
ucap quen lagi sambil terkekeh pelan.
Kaisar malai ziyu memutar leher nya untuk menatap permaisuri nya yang tampak begitu bahagia.
"Kau berbeda.. Aku jatuh hati dengan putri yang tersesat ketempat pemandian para pria. "
kini kaisar malai ziyu balik menggoda permaisuri nya.
"hei... kau sedang menyindir ku begitu? "
mata quen melebar, membuat kaisar malai ziyu tertawa.
"ih... menyebal kan. "
umpat quen lagi.
.
. bersambung
__ADS_1
note: hay all.. terima kasih karena pada setia menanti update dari author, maaf cuma bisa satu bab. Author tepar dan nggak punya ide untuk menulis.
Jangan lupa tinggal like, vote and coment kalian yah. makasi🥰