
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
""Sialan.. gara gara kaisar mesum itu aku harus bersusah payah melarikan diri dari kediaman ku sendiri. ""umpat quen sambil berjalan mengendap endap menoleh kekanan dan kiri.
Terdengar sayup sayup langkah kaki yang berjumlah lebih dari satu orang, dengan segera quen memanjat dan duduk di salah satu dahan pohon yang lumayan tinggi dan berada di tempat gelap.
karena terlalu fokus memperhati kan sekeliling, hingga membuat quen tidak menyadari diri nya tidak sendirian di dahan pohon tempat nya duduk bahkan hampir seperti ingin tiarap.
""Aaa... kuntilanak jembatan gantung kenapa bisa disini... "pekik quen terkejut dengan mata melotot saat mengangkat kepala nya, seseorang sedang duduk dengan santai di dahan yang sama saat ini.
takk...
serena menepuk kepala quen dengan tangan kanan nya.
""aww.. sialan, ini sakit tau. "umpat quen dengan bibir di monyongkan.
serena memutar jengah bola mata nya. ""aku sudah nemplok duluan di pohon ini sebelum kau datang. Kenapa gantungan kunci ada disini. "balas serena tak mau kalah.
""kau... ugh.. "quen meremas remas tangan nya di udara seperti ingin mencakar. ""apa yang kau lakukan di atas pohon di tengah malam begini ?,tingkah mu seperti kuntilanak mau konser. hahaha. "quen terkekeh geli melihat posisi duduk sahabat nya itu, dengan gaun yang sedikit terbuka di bagian depan.
Serena mendengus kesal. ""jika aku kuntilanak, lalu kau apa? tusukan sate sundal bolong. "jawab nya dengan suara agak meninggi.
""hah.. aku kabur dari kediaman ku sendiri di tengah malam. ""ujar quen lesu. Pikiran nya melayang dimana ketika pria yang di beri panggilan munsang itu terus melahap nya tampa henti, membuat tubuh nya bagai remuk tak bertulang.
""Quen.. hei quen.. "teriakan serena membangunkan diri nya dari bayangan panas yang tadi dia dan kaisar malai ziyu lakukan.
""Apa malam mu juga sangat panas, hingga mencari angin untuk menyejuk kan nya? "goda serena sambil mengedip kan sebelah mata nya.
quen hanya melosor malas seperti kukang, hewan pemalas bermata besar dan sangat menggemas kan jika bertemu dahan pohon. ""kau tau.. aku selalu merasa kewalahan. "ucap quen tampa menjelaskan apa pun. Namun bukan serena jika tidak bisa menangkap kearah mana arah bicara sahabat nya itu.
"ah.. kau tau, pria di zaman ini sangat hebat di banding zaman modern. "jelas serena sambil tersrnyum.
quen mengerutkan alis nya .""iya.. mereka sangat panas ketika di ranjang, bukan begitu?. aku senang berada disini, kita tak perlu bersusah payah mengumpul kan uang meski kita kaya. Disini semua serba di siap kan, bahkan hidup kita dikelilingi banyak pria tampan. ""serena menjelaskan apa yang dia pikirkan dengan penuh semangat.
""Kau kabur dari ranjang panas mu dengan cara apa?, aku membuat pria masa lalu dan masa depan ku terlelap hingga besok pagi dengan obat bius. "sambung serena lagi sambil terkekeh, mengingat bagaiman kewalahannya dia meladeni nafsu bak singa kelaparan itu.
quen hanya menggeleng kan kepala nya saat mendengar celotehan dari sahabat nya yang sangat ceplas ceplos itu. ""aku hanya membuat nya pingsan. ""ujar quen datar.
serena melongo dengan wajah penasaran. ""kau juga membius kaisar tampan itu? "tanya serena lagi.
quen kembali membayangkan apa yang dia lakukan untuk lepas dari siksaan enak dari kaisar perkasa itu. alih alih membius nya, satu pukulan di tengkuk milik kaisar malai ziyu saat pria itu berbalik membuat nya terkapar di lantai.
""aku memukul tengkuk nya dengan sangat kuat, dan itu membuat nya pingsan di seketika. ""jawab quen santai tampa beban.
__ADS_1
""apppaaa..? astaga, kau benar benar tak mempunyai hati nurani quen. ""pekik serena dengan sebelah tangan menutup mulut nya.
Dah atas reaksi terkejut nya, quen hanya mengedikkan bahu nya acuh tak acuh.
""yang mulia permaisuri.. selir erenan.. ""panggil seseorang dengan sedikit berbisik di bawah pohon.
Dua wanita yang sedang mengobrol santai di atas pohon menolehkan pandangan mereka kebawah, tampak sosok mungil di bawah sana sedang berdiri dengan cemas.
""bagaimana dia bisa tau kita disini? "tunjuk serena kearah gadis yang mencari mereka.
""ya tentu dengan mudah dia mengetahui dimana kita, kau bahkan bercerita dengan lantang dari atas sini. mungkin satu istana bisa mendengan suara cempreng mu itu. ""ucap quen sambil berusaha untuk turun.
setelah melompat dengan bersusah payah, karena mereka memanjat pohon yang cukup tinggi itu menggunakan gaun tidur. kedua sahabat itu kini berdiri berdampingan di atas tanah yang di penuhi rerumputan.
""Bagaimana, apa sudah kau siapkan xio? "'tanya quen sambil mengambil bungkusan di tangan asisten pribadi nya itu.
""Sudah yang mulia.. "jawab xio dengan menganggukkan kepala.
""Ganti pakaian kalian sekarang. "ujar quen sambil membagikan dua stell pakaian pria kepada dua orang di depan nya. mereka memakai pakaian itu dengan cepat.
serena berputar putar sedikit dengan wajah sumringah. ""quen.. kita sudah seperti mata mata berpakaian ninja. "ucap serena terkekeh pelan.
""Sudah, nanti saja bahas nya. kita harus melakukan sesuatu yang lebih penting. "
""ih.. kaku sekali, "guman serena.
""hei xio, kau harus banyak bergaul dengan ku biar sikap mu tak ketularan kaku seperti atasan mu yang sangat menyebal kan. "
mereka melangkah kan kaki dengan hati hati bahkan tampa suara. ""kita harus menyelesaikan nya lebih dahulu, sebelum dia menyusahkan dibelakang hari. "ujar quen sambil menunjuk kesalah satu kediaman.
""kau benar.. kita harus mengabisi nya malam ini juga. ""saut serena cepat.
Dengan tenang mereka melesat di gelap malam bagai bayang bayang.
Takk..
""jendela nya tak terkunci dengan benar.""serena mengedar kan pandangan nya kesegala arah. ""cepat quen, kita harus membawa nya ketempat aman bagai disurga. ""bisik serena lagi.
dengan hati hati quen melangkah masuk kedalam ruangan tempat seorang wanita meringkuk bagai bayi.
""Sini mana bius nya?, kita gak punya banyak waktu. "bisik quen sambil menjulurkan tangan nya.
"""Berikan sedikit saja, itu sudah membuat nya tertidur lama. "jelas serena dari balik jendela.
Dengan sabar quen meneteskan sesuatu seperti botol kecil ditangan nya.
""apakah sudah? "tanya serena lagi ikut mengecilkan suara nya..
plak.. plak..
__ADS_1
""seperti nya dia sudah kehilangan kesadaran nya. "ucap quen setelah menampar wajah orang yang meringkuk di peraduan.
Mereka mengeret orang yang telah di berikan bius itu keluar dari kediamannya menuju hutan pinus.
""Bangun kan dia seren.. "ucap quen sambil bersedekap.
Byurr..
""uhuk.. uhuk.. uhukk.. "serena menyiram kan air hingga membuat orang yang mereka culik lemas.
""wah... quen, putri tidur kita sudah bangun.. "pekik serena kegirangan.
""a.. a. aa, bukan putri seren. Tapi kepala pelayan shio. Dia sangat bangga dalam memperkenalkan status nya. ""saut quen dengan jari telunjukkan di depan wajah nya.
""owh.. baik lah. "jawab serena dengan menunjuk kan ekspresi berfikir.
""ap.. apa yang akan yang mulia permaisuri dan nyonya selir erenan ingin lakukan ?"tanya gadis kepala pelayan itu sambil membekap tubuh nya yang mulai kedinginan.
""Hanya ingin bersenang senang. "jawab seren terkekeh.
""xio.. berikan dia sedikit salam pembuka. "titah quen dengan wajah datar.
Xio berjalan mendekat kearah kepala pelayan yang pernah menyiksa nya itu. ""apa yang ingin kau lakukan pelayan rendahan. "pekik kepala pelayan shio.
xio tersenyum samar, dengan cepat dia melayang kan tendangan kearah tubuh gadis seumuran dengan nya itu.
Bukkk...
""akh.. sialan"
bukk
""akh..
xio memberikan tendangan memutar sebanyak dua kali dan langsung menarik surai yang tergerai bebas itu dengan kuat hingga terhuyung.
prok.. prok prok..
""good job girl.. kau memang orang ku. ""pekik quen sambil bertepuk tangan memuji apa yang dilakukan bawahan nya itu.
Srettt....
""ahhh.... jangan wajah ku, ah sialan. atasan ku akan menghabisi kalian para jal*ng."Teriak kepala pelayan shio setelah itu mendapat kan torehan luka di wajah nya.
""jangan terlalu kasar quen. sisa kan bagian untuk bisa kita lihat. "ucap serena yang melihat quen menggores kan wajah gadis yang terus memaki itu dengan santai.
""shuttt.. diam lah, aku paling muak dengan orang yang bermulut berisik. apa mau ku lepaskan lidah mu dari tempat nya? "
.
__ADS_1
.bersambung.